Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 71


__ADS_3

"Ngapain kamu nyari aku ?" ujar Maira yang sedang bertengger di atas pohon mangga sambil membaca buku.


"Suaranya ada, kok orangnya gak ada sih ," ucap Umar


"Apa jangan-jangan hantu ya..iiihhh..serem," ujar Umar hendak lari tapi suara Maira kembali mengagetkannya.


"Kamu mau kemana ?"


Umar pun menengadah ke atas pohon mangga tersebut dan tersipu, dia malu ketahuan penakut sama Maira.


Maira melompat dari dahan pohon itu lalu berjalan menghampirinya.


"Ada apa kamu nyari aku ?" Maira kembali menanyakan pertanyaan tadi.


"Eh enggak kok aku hanya mau ngasih ini ke kamu ," ujar Umar


Maira mengambil minuman itu lalu meminumnya sekaligus sehingga membuat Umar ternganga di buatnya.


"Itu haus apa doyan ?" tanya Umar


"Dua-duanya BTW makasih ya ," ucap Maira berjalan meninggalkan Umar.


"Maira tunggu...! " umar mengikuti langkah Maira dan mereka kembali ke kelasnya.


*


*


Arvan terlihat sangat kesal, dari tadi dia menghubungi Inces tapi gak di angkat-angkat juga.


"Sayang...kamu kemana sih, kenapa telpon aku gak di angkat-angkat, aku kan jadi khawatir sama kamu," ucap Arvan


"Apa aku telpon orang rumah saja ya," ucapnya lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Bian Ayahnya Inces.


"Ya nak ada apa ?" tanya Bian


"Papa, apa semalam Inces ada pulang ke sana ?" tanya Arvan


"Enggak, papa pikir dia nginap di rumah kamu ," ujar Bian yang membuat Arvan semakin khawatir.


"Kemana kamu sayang, kenapa kamu gak ngabarin aku sih, Apa mungkin terjadi sesuatu sama kamu ?" guman Arvan


"Ar..Arvan..Emangnya Inces gak ada sama kamu ya ?" tanya Bian


"Oh mungkin di rumah kali ya, Soalnya aku semalam tidur di kantor karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." ujar Arvan


"Oh kirain.."Ucap Bian


"Udah dulu ya Pa, soalnya aku mau nelponin orang rumah dulu," ujar Arvan

__ADS_1


"Iya nak," sambungan telpon terputus.


"Dimana kamu sayang..angkat dong jangan bikin aku khawatir ," ucap Arvan kembali menelpon Inces.


Di Rumahnya Nindy...


"Ces..lo angkat dong tu Hp lo, brisik tau ," ujar Nindy yang sedang nonton Drakor Favoritnya.


"Ogah..biarin aja dia kebakaran jenggot khawatirin gue," jawabnya masih memainkan Vidio Games nya.


"Kasian tau, apa lagi Arvan kemarin pergi bukan karena kemauannya sendiri, jangan sampai nanti dia lapor polisi dan yang lebih parah lagi dia pasang iklan tuh dan wajah lo ada di mana-mana..Di cari Istri yang lagi hamil hilang semalaman gak pulang ke rumah, gitu captionnya," ujar Nindy tertawa


"Masak sampai segitunya sih Ndy?


"Semua bisa terjadi Ces, secara Arvan kan orang kaya, dia bisa melakukan apa saja untuk menemukan lo," ujar Nindy


Ponsel Inces kembali berbunyi dan kali ini Inces mengangkatnya.


"Ya..ada apa ?


"Alhamdulillah sayang..akhirnya kamu angkat juga telpon dari aku, aku pikir kamu kenapa-napa tau gak,"


"Mmmm.."


"Kok hanya Mmm sih, kamu gak kasian sama suami kamu ini yang sudah kelimpungan nyari kamu begini ?"


"Terus..."


"Di rumah Nindy ," jawab Inces


"Kamu tunggu di sana, aku sesera jemput kamu ," ujar Arvan


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri, tapi bukan kerumah kamu," ujar Inces Dingin.


Apa dia ngambek ya kerena aku ninggalin dia semalam, kalau iya bakalan ruwet nih masalahnya,, batin Arvan


"Pokoknya kamu jangan kemana-mana , aku ke sana sekarang," ujar Arvan lalu mematikan ponselnya kemudian menuju le mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.


"Inces hanya tertawa karena sudah membuat Arvan kelabakan mencarinya seperti itu.


"Rasain kamu mas, emang enak aku kerjain," ujar Inces


"Jangan gitu ah, nanti kamu bakalan menyesal sudah mengerjai Suamimu itu," ucap Nindy


Tak lama kemudian telpon Inces kembali berdering, terlihat Nomor tak di kenal menelponnya.


"Hallo..ini siapa ya ?


Tiba-tiba ponsel Inces terjatuh dan Inces terduduk lemas dan menangis sehingga membuat Nindy kaget.

__ADS_1


"Lo kenapa Ces, kenapa lo nangis ?" tanya Nindy


"Arvan kecelakaan Ndy,"


"Di mana ?


"Tadi ada orang menelpon gue dan bilang kalau suami gue kecelakaan katanya Arvan di Rumah sakit X sekarang dan keadaannya Kritis," ujar Inces


"Ayo kita kesana ?" ajak Nindy lalu bergegas mengambil tasnya sedangkan Inces masih shock dan mematung di tempatnya seolah tidak punya tenaga.


"Ayo buruan kita ke sana Ces ," ujar Nindy sambil menarik tangan Inces agar dia bangun dari duduknya.


Di saat Inces dan Nindy sudah berada di dalam mobil Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya Nindy.


Arvan turun dari mobilnya lalu menuju ke arah mobil Inces.


"Sayang kamu mau kemana lagi, jangan kabur lagi ya sayang," Inces yang kaget melihat kalau Arvan baik-baik saja segera turun dari mobilnya dan berlari ke arah Arvan lalu memeluknya sambil menangis.


"Jangan tinggalin aku lagi Ar, aku gak mau kehilangan kamu lagi," Arvan merasa binggung dengan apa yang di lakukan oleh Inces tapi dia tetap membalas pelukan istrinya itu.


Nindy pun turun dari mobil dan menyuruh Arvan membawa Inces ke dalam rumah. Inces masih saja menangis di pelukan Arvan sampai akhirnya dia pingsan dan membuat Arvan semakin Khawatir.


Tanpa pikir panjang Arvan segera mengendong Inces dan membawanya ke mobil lalu membaringkan Inces di jok belakang, Nindy naik di balik Kemudi dan menyuruh Arvan juga masuk ke mobil.


Nindy melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi sehingga tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di Rumah sakit terdekat.


"Dokter..Suster..tolong istri saya ," teriak Arvan sambil menggendong Inces , para Suster segera mengambil sebuah Brankar untuk Inces.


Arvan mondar mandir di depan Ruang pemeriksaan sambil sesekali menoleh ke arah pintu ruangan itu.


"Inces..semoga kamu dan anak kita baik-baik saja..," ucapnya .


Ceklek...


Pintu ruangan itu terbuka dan nampaklah seorang Dokter di sana. Arvan dan Nindy segera menghampiri Dokter tersebut.


"Dok gimana keadaan Istri saya Dok ?"


"Istri Bapak baik-baik saja, dia hanya Shock saja Pak, untung itu semua tidak berpengaruh pada janinnya, lain kali bapak harus lebih memperhatikannya lagi jangan sampai kejadian ini terulang kembali dan bisa berakibat buruk buat Istri dan calon anak anda pak ," ujar Dokter itu.


"Terima kasih Dok, apa saya boleh melihat istri saya Dok ?"


"Silahkan Pak, mungkin sebentar lagi istri anda juga akan siuman," ujar Dokter itu lalu pergi dari sana.


"Sayang bangun dong jangan bikin aku khawatir sama kamu," ucap Arvan sambil berurai air mata.


Nindy yang melihatnya merasa tersentuh saat melihat Arvan seperti itu.


Begitu besar cinta Avan terhadap Inces, Inces sangat beruntung bisa mendapatkan suami seperti dia,, Batin Xindy

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang udah mampir di DENDAM SANG PEWARIS tunjuk tangan ☝️☝️☝️


__ADS_2