
"Tapi lo harus mempertimbangkan untuk menikah dengan Kayla Ar, agar Pak Robert dan Investor lainnya tidak jadi menarik Investasinya dari perusahaan kita," Ujar Ferdi
Deg...
Jantung Inces berdetak lebih kencang, wajahnya memerah menahan marah.
"Saya gak setuju ," ucap Inces meninggi yang membuat Arvan dan Ferdi mengerutkan keningnya
"Siapa eLo yang gak setuju sama saran gue ," ujar Ferdi
"Eh...saya gak setuju saja sama sarannya pak Ferdi itu, kesannya memaksa sekali. Kalau pak Bos gak mau ya jangan di paksa dong, saya yakin pasti ada cara lain untuk mengatasinya ," ujar Inces salah tingkah karena lupa kalau dia hanya seorang OG sekarang, bukan siapa-siapanya Arvan.
"Benar yang di bilang sama Sun Fer, gue akan tetap mempertahankan Perusahaan ini, dan pasti ada cara lain untuk mengatasi masalah ini," ucap Arvan tersenyum pada Inces
Nyessss...
Seolah-olah dapat Ilham, tiba-tiba terlintas sebuah Ide dalam kepala Inces.
"Saya punya ide pak ," ujar inces
"Eh lo sok-sok an punya ide lagi, lebih baik lo bersih-bersih sana, nyaplok aja omongan orang," ujar Ferdi yang kesal dari tadi Inces menyela terus omongan mereka
"Sudahlah Fer, kita dengar saja Idenya Sun, siapa tau bisa membantu," ujar Arvan
"Lo gimana sih Ar, omongan dia lo dengerin, bisa sesat tau gak dengar omongannya,"
"Yeay..pak Ferdi pikir saya setan apa ? Pak Ferdi nanti pasti kaget ya dengar ide saya ini," ujar Inces sombong
"Jangan bertele-tele deh Sun, ayo cepat katakan apa ide lo itu ," ujar Ferdi
"Begini..gimana kalau Pak Bos kembali mengadakan rapat pemegang saham ," usul Inces
"Yeay..itu sih percuma Sun, semua pemegang saham sudah mengambil keputusannya tadi," ujar Ferdi
"Tunggu dulu dong, saya kan belum selesai ngomongnya ," Arvan dan Ferdi menatap lekat ke arah Inces
"Jangan di pandangin begitu dong sayanya pak, saya kan jadi merasa cantik kalau di pandangi dua cowok tampan sekaligus," ujar Inces Narsis
"Siapa yang mandangin lo sih cupu, geer aja lo. Ayo cepat katakan kita jadi penasaran nih ," ujar Ferdi gak sabaran.
"Heem...
"Kelamaan lo cupu..Ayo cepetan ngomong ,"
"Buru-buru amat pak, kebelet ya ,"
"Iya kebelet pengen nampol lo ," ucap Ferdi kesal.
"Sudah dong jangan bertengkar terus, kalian kayak Tom and Jerry saja, perasaan gak pernah akur deh," ujar Arvan menengahi
__ADS_1
"Cepetan dong Sun ngomongnya ," ujar Ferdi gak sabaran.
"Iya..iya..saya lanjutin ya, Gini ya pak Bos, kita adakan kembali rapat pemegang saham tapi bapak-bapak yang botak tadi siapa namanya ?"
"Pak Robert,"
"Ya pak botak itu gak usah di kasih tau, karena saya curiga sama dia,"
"Curiga gimana ?" tanya Arvan
"Masak penyelesaian masalahnya dengan pak Bos menikahi anaknya sih, apa gak mencurigakan tuh, kayak anaknya gak laku gitu, atau jangan-jangan anak pak Botak itu jelek kali ya," ujar Inces sambil tertawa
"Jaga omongan lo Sun, Kayla itu cantik banget loh,"
"Terus kenapa gak cari cowok lain saja, kenapa harus pak Bos, sudah tau pak Bos gak suka sama dia, masih aja maksain,"
"Cinta kali dia, kalau sudah Cinta apapun bisa di lakuin ," ujar Ferdi
"Nah justru itu masalahnya ," ujar Inces serius
" Maksud kamu ?" tanya Ferdi
"Pak Ferdi ini bodoh atau apa sih, sudah jelas-jelas karena anaknya gak berhasil menggaet pak Bos, makanya mereka melakukan cara ini agar pak Bos gak punya pilihan lain," Ferdi makin binggung
" Dan Mungkin saya pak Botak itu ada kaitannya dengan bangkrutnya hotel di Bandung, dan kemungkinan dia yang membuatnya bangkrut agar keinginannya menikahi anaknya dengan pak Bos tercapai," jelas Inces
"Sun ada benarnya juga Fer, kenapa kita gak kepikiran begitu ya, saya juga curiga mungkin dia juga yang menghasut para pemegang saham buat menarik sahamnya dari perusahaan ini, kamu tadi juga lihat kan bagaimana mereka hanya mangut-mangut aja dengan apa yang di katakan Pak Robert tadi."Ujar Arvan
"Bisa jadi sih Ar,"
"Nah..sekarang Pak Ferdi mengakui kan keahlian Sun dalam menelaàh suatu masalah ?"
"Kalau itu sih cemen Sun, saya juga sudah menduga seperti itu, tapi saya belum mengutarakannya saja," ujar Ferdi
"Mana ada, dari tadi saya hanya melihat kalau pak Ferdi menyuruh-nyuruh pak Bos agar menikahi anak pak Botak itu," ujar Sun mengerucutkan bibirnya.
"Iya..iya..gue ngaku deh, lo memang Hebat kali ini," ucap Ferdi mengacungkan jempolnya
"Tapi kali ini doang ya " tambahnya
"Gak apa-apa deh, yang penting sudah diakui hebat," ucap Sun bahagia.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya pak Bos, saya mau ngelanjutin makannya, tadi belum sempat makan Saladnya,"
Mendengar kata salad, rasa lapar Arvan kembali mendera, dia mengikuti Inces dari belakang .
"Ar..mau kemana Lo ?" tanya Ferdi yang binggung dengan tingkah bosnya itu
"Mau makan ," jawabnya dingin lalu segera menuju ke Pantry
__ADS_1
Sampai di Pantry...
"Loh..Ud kok dimakan sih makanan kita,"
"Eh mbak Sun, aku pikir makanan ini sudah sisa, jadi aku embat aja," ujar Udin cengengesan
"Sabar..sabar...Sun...jangan marah..redakan emosi....," ucap Inces sambil mengelus-ngelus dadanya
"Loh makanannya mana ?" tanya Arvan
"Tuh..." sahut Inces sambil menunjuk perut Udin, Udin hanya cengengesan terciduk sama Bos nya
"Kamu sudah makan Sun ?" tanya Arvan Inces menggeleng
"Ayo kita cari makan di luar ," ajak Arvan menarik tangan Inces sehingga Udin ternganga melihatnya.
"Apa aku gak salah lihat tuh, pak Bos memegang tangan Mbak Sun gitu, apa mereka ada hubungan spesial ya," bermacam pertanyaan timbul di benak Udin
"Pak lepasin dong tangannya, kayak mau nyebrang aja," ujar Inces malu, padahal dalam hatinya dia sangat senang di perlakukan seperti itu sama Arvan
"Eh ..maaf saya Reflek tadi,"
"Reflek kok keterusan," guman Inces
"Kamu ngomong sesuatu ?
"Gak kok pak bos he..he.."
"Oh ya Sun, kira-kira kita makan apa ya ?
"Sepertinya kalau makan Rujak enak kali ya pak Bos," ujar Inces yang sudah ngences dengan membayangkannya saja.
"Kamu benar Sun, saya hari ini memang pengen makan yang seger-seger, kok selera kita bisa samaan sih,"
"Mungkin karena bawaan Debaynya kali," guman Inces
"Apa..!
"Gak kok pak Bos, saya bilang mungkin karena mulut pa Bos lagi gak enak kali," ralat Inces
"Ooo saya pikir apa tadi,"
"Berhenti pak Bos.." Arvan kaget mendadak menghentikan mobilnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like...
Coment...
__ADS_1
Vote...
Makasih🙏🙏🙏