Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 61


__ADS_3

"Waah...kalau Om tau teman-teman mama itu cowok semua bisa-bisa Om pingsan karena cemburu," ujar Fariz yang membuat Ferdi mengeryitkan keningnya.


"Maksud kamu apa Fariz, om gak ngerti," tanya Ferdi


"Begini Om, mama itu adalah pembalab jalanan dan semua teman-temannya laki-laki semua, malahan hebat-hebat loh Om mereka, Fariz saja kagum sama mereka ," ujar Fariz


"Memangnya kerja mereka apa sih Fariz Sehingga membuat kamu kagum, apa Orang seperti Om gak bisa membuat kamu dan mama Kamu kagum ," tanya Ferdi


"Gak sih, aku gak kagum sama Om Ferdi tapi..."


"Tapi kenapa ?


"Tapi aku sayang.." ucap Fariz.Ferdi memeluk Fariz, Fariz pun membalas pelukannya.


"Asik sekali ya peluk-pelukannya, Sudah lama Fer ?" tanya Cory yang baru saja datang.


"Mama...! " Fariz berlari ke arah Cory lalu memeluknya.


"Mama..mama..tadi Om Ferdi bilang kalau Om Ferdi cemburu mama ketemuan sama cowok lain," ucap Fariz yang membuat Cory menatap ke arah Ferdi.


"He..he.." Ferdi hanya cengengesan


"Kamu kok bangun sih sayang, kamu kan masih sakit," ujar Cory pada Fariz


"Aku udah sembuh kok ma, tadi sudah di peluk sama Om Ferdi makanya aku jadi sembuh deh ," ucap Fariz.


Maaf kan mama sayang, mama tidak peka kalau kamu sangat butuh seorang ayah, mama egois karena menilai semua laki-laki sama seperti pria brengsek itu, aku harus mencoba membuka hati buat Ferdi, aku lihat Fariz sangat menyukainya,, batin Cory


"Fariz sayang kamu masuk kamar sana gih, mama ada yang mau mama Omongin sama Om Ferdi sebentar." suruh Cory


"Baik Ma," Fariz kemudian masuk ke kamarnya dan tinggallah di sana Cory dan Ferdi. Suasana hening menyelimuti keduanya.


"Heem..." Ferdi berdehem memecahkan keheningan yang tercipta.


"Kamu bilang tadi ada yang mau kamu omongin sama aku, soal apa ya ?" Ferdi mencoba untuk bertanya.

__ADS_1


"Hufff..." Cory menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku gak suka bertele-tele, aku hanya ingin bertanya sama kamu, maksud kamu apa mendekati Fariz, aku gak mau kamu hanya memberikan kasih sayang palsu padanya," ucap Cory, Ferdi terdiam sekaligus kaget mendengar pertanyaan Cory yang To the point itu.


"Aku tau kalau kamu begitu ada maksud tertentu, kalau kamu hanya main-main lebih baik kamu gak usah ke sini lagi, karena aku gak Ingin Fariz kecewa kalau kamu pergi nantinya," ujar Cory lagi.


Kenapa Cory bertanya seperti itu, apakah ini Kode agar aku mengutarakan keinginanku agar bisa lebih dekat dengannya, sepertinya ini saat yang tepat untuk aku jujur padanya,, Batin Ferdi.


Ferdi mulai menetralkan kegugupannya, ini pertama kalinya dia menyatakan cinta sama seorang gadis yang baru dia kenal, sewaktu pacaran dengan Mila, Mila lah yang menembak dia duluan sehingga Ferdi tifak punya pengalaman dalam hal itu.


"Cory..sebenarnya aku mendekati Fariz karena memang aku menyayanginya seperti anak ku sendiri, saat aku melihatnya aku teringat dengan nasibku dulu yang sama sepertinya yang tidak memiliki seorang ayah.


Hufff...


Ferdi menghembuskan nafasnya kasar.


"Kalau kamu tidak keberatan, Izinkan aku menjadi pelindung buat kalian berdua," Ferdi mulai meraih tangan Cory dan mengenggamnya. Cory kaget dengan perlakuan Ferdi itu.


"Cory..maukah kamu menjadi Istriku dan membuat Fariz mempunyai sosok seorang ayah yang menyayanginya ?" tanya Ferdi dengan nada gugupnya.Cory tak percaya kalau Ferdi se gentelman itu.


"Kalau kamu masih ragu akan ketulusanku, aku mengerti karena kita baru saja kenal, aku akan menunggu sampai kapan pun kamu siap, tapi jangan lama-lama ya ngasih jawabannya aku takut tidak bisa menahan diri lagi," ucapnya sambil cengengesan. Cory tertawa mendengar ucapan Ferdi itu.


"Ferdi..kamu tau kan aku ini seorang janda, bahkan aku tidak pantas di sebut Janda karena tidak pernah menikah. Karena sebuah kesalahan sehingga aku hamil Fariz dan melahirkannya seorang diri, aku menjadi Ibu sekaligus ayah baginya, aku tidak mau mengambil keputusan yang salah Fer, aku butuh waktu untuk mengenal kamu sebelum aku memberi jawabannya ," ujar Cory


"Aku tau kalau kamu tidak mau kecewa lagi, Aku akan menunggu saat itu datang Cory, aku harap aku mendapat jawaban yang tidak mengecewakan buat aku," ujar Ferdi, Cory tersenyum mendengar jawaban Ferdi itu.


"Cie..cie..Mama sama Om Ferdi pengangan tangan Nih ye, Fariz bakalan punya ayah dong sebentar lagi," ujar Fariz yang mengagetkan mereka, sontak Cory melepaskan genggaman tangan Ferdi.


"Fariz..sejak kapan kamu di situ ?" tanya Cory dengan wajah meronanya.


"Baru aja Ma, aku haus mau minum," ujar Fariz


"Sebentar ya nak, mama ambilin dulu minumnya ," ujar Cory lalu pergi mengambilkan air untuk Putranya itu.


Fariz menghampiri Ferdi dan ber tos Ria dengannya, adegan itu tidak lepas dari penglihatannya Cory, Cory tersenyum, jarang sekali putranya akrab seperti itu dengan orang yang baru di kenalnya, sama teman-temannya saja Fariz menjaga jarak, tapi dengan Ferdi dia terlihat klop sekali.

__ADS_1


"Heem...ini minuman buat anak mama tercinta?" ujar Cory sambil membawakan dua gelas es jeruk di tangannya.


"Loh kok dua sih, mulut aku kan satu ma ," ujar Fariz


"Ini buat Om Ferdi yang satu nya lagi," ucap Cory.


"Berarti Om Ferdi tercinta juga dong ma ?


"Uhuuk..uhuuk...


Cory tersedak, Ferdi memberikan minuman itu buat Cory dan Cory pun meminumnya, kemudian Ferdi juga meminum es jeruk itu dari gelas yang sama .


"Tuh kan Om Ferdi itu sayang sama mama, buktinya dia minum minuman bekas mama," ujar Fariz


Anak ini ya bikin malu mamanya aja, kan Ferdi jadi kegeeran mendengar ucapan dia,, batin Cory.


"Oh ya Fer, kamu ada bawa bahan-bahan yang aku sutuh beli kemarin ?" tanya Cory


"Eh iya ada kok, aku sampai lupa, aku ambilin dulu ya di mobil," ujar Ferdi lalu bergegas menuju ke mobilnya.


Sepeninggalnya Ferdi Cory mulai bertanya pada Putranya itu.


"Sayang, apa kamu suka sama Om Ferdi ?" tanya Cory


"Iya ma, Fariz bukan hanya menyukai Om Ferdi tapi Fariz sudah sayang banget sama Om Ferdi Ma," ujar Fariz


"Kalau Om Ferdi jadi ayah kamu, kamu mau gak sayang..?


"Mau banget ma,.Om Ferdi sangat baik dia juga sangat sayang sama Fariz ma, Fariz sangat senang kalau bisa punya ayah seperti dia," ucap Fariz.


Cory tersenyum dia memeluk Putranya itu sambil mengelus-elus pucuk kepala nya.


Sepertinya aku akan mempertimbangkan Ferdi untuk menjadi ayahnya Fariz, aku sangat Ingin Fariz bahagia dan merasakan rasanya punya seorang ayah layaknya anak-anak yang lain'' Batin Cory


"Cory..ini bahan-bahan pesanan kamu kemarin, coba di periksa apakah sudah lengkap ?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2