
Dia harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah di lakukannya," ucap Arvan menatap tajam ke arah pemuda itu.
"Ferdi, segera telpon polisi dan suruh kemari," suruh Arvan
"Ampuni saya mas Bono, saya tidak tau kalau mas Bono ini Suaminya Inces, maafkan kesalahan saya ini," ujar Pemuda itu sambil bersimpuh dan memegangi kaki Arvan, Arvan memalingkan wajahnya.
"Saya berjanji tidak akan begitu lagi, Ampuni saya mas Bono," ujar Pemuda itu lagi sambil menangis.
"Apa tadi kamu memikirkan perasaan kami ketika kamu memprovokasi warga agar mengusir kami dari sini Hah, saya tidak bisa memaafkan kamu," ujar Arvan dingin
"Ferdi, lakukan apa yang saya suruh ," suruh nya
"Tunggu..." semua memandang ke arah Inces.
"Lepaskan saja dia Ar ," ucap Inces singkat
"Tapi sayang, dia tadi..
"Lepaskan saja, maafkan dia karena orang yang memaafkan akan lebih mulia dari yang meminta maaf, aku mau ayah dari anakku nanti baik hatinya," ujar Inces
"Jadi kamu mau ikut aku pulang sayang ?" tanya Arvan
"Asalkan kamu mamaafkan dia, aku akan mempertimbangkannya,"
"Baiklah, kamu harus berterima kasih pada istriku, kalau bukan karena dia kamu pasti sudah berada di penjara," ucap Arvan masih dingin.
"Terima kasih Inces, maafkan kesalahan saya," ucap pemuda itu dengan wajag memelasnya.
"Lain kali di pikirkan dulu kalau mau berbuat sesuatu supaya kamu gak menyesal nantinya," ucap Inces, Arvan semakin terpesona akan kebaikan hati Istrinya itu, Sosok Inces bagaikan seorang makaikat bagi dirinya.
"Ya sudah, karena semuanya sudah jelas , maka kami mohon pamit ya pak Arvan ," ucap Pak Rt
"Baik pak Rt, silahkan," ujar Arvan
Pak Rt dan para warga pergi dari rumah Itu, dan Arvan, Inces dan Ferdi masuk ke dalam rumah.
"Pak Ferdi mau minum apa ?" tanya Inces
"Gak usah ," jawab Arvan cepat.
"Tega lo Ar, gue bela-belain ke sini larut malam begini malah gak di kasih minum, memang Bos gak punya hati lo ?" ujar Ferdi membuat Inces tertawa.
"Biar aku bikin kopi saja buat kalian," ucap Inces
"Gak usah sayang, kamu duduk saja biar aku yang bikin ," ujar Arvan
"Nah gitu dong, sekali-kali minum kopi bikinan Bos pasti enak," ujar Ferdi
__ADS_1
"Siapa yang mau bikin buat lo sih, lo bikin sendiri sana, sekalian buat gue," ujar Arvan
"Ar, jangan gitu dong sama tamu," ujar Inces
"Iya..iya..aku bikinin..puas Lo.." ucap Arvan menatap Ferdi
"Ha..ha..Kakak ipar memang hebat, bisa bikin Bos galak itu jadi bucin parah," tawa Ferdi, Inces hanya tersenyum menanggapinya.
Tak lama Arvan datang dengan dua gelas kopi dan satu gelas coklat hangat buat istrinya.
"Waah kayaknya enak nih Kopi buatan si Bos," Arvan menatap tajam ke arah Ferdi, Ferdi hanya cengengesan.
"Sayang..ini coklat hangat buat kamu biar kamu rileks," ujar Arvan tersenyum manis pada Inces
"Dasar Bucin ," ledek Ferdi
"Biarin," ucap Arvan, mereka pun menikmati minuman masing-masing.
"Sayang, aku boleh nanya gak sama kamu ," Arvan memulai pembicaraan
"Kamu mau tanya apa ?"
"Kenapa kamu meninggalkan pernikahan kita,"
Deg...
Inces baru teringat akan ancaman wanita misterius itu.
"Kenapa ?, apa kamu tidak mencintai aku ?
"Bukan begitu..
"Tapi kenapa sayang ?
"Aku tidak mau mengorbankan Sahabatku untuk kebahagiaan ku Ar,"
"Maksud kamu apa ?
"Di hari pernikahan kita ada yang mengancamku kalau dia akan mencelakakan sahabatku Nindy dan suaminya, dia juga mengancam akan memenjarakan kamu Ar, aku takut kalau harus kehilangan kalian dan aku memilih untuk pergi," cerita Inces.
"Sepertinya ada yang mau main-main sama gue,"ujar Arvan
"Itu juga yang gue mau sampein ke lo Ar, gue menemukan kejanggalan di saat Inces pergi waktu itu, di CCTV Hotel itu Inces pergi dengan sebuah mobil yan sebelumnya di taruh oleh seseorang di sana, dan gue sudah mencari orang itu dan menginterogasinya." ujar Ferdi
"Terus apa yang dia katakan, apa lo mendapat informasi dari dia siapa dalang dari semua ini ," tanya Arvan.
"Iya..lo pasti kaget mendengarnya,"
__ADS_1
"Siapa dia Fer ,"
"Kayla, Mikayla Anderson ,"
"Kurang ajar, dia kelihatannya sangat polos dan baik di depan gue, gue gak nyangka kalau dia pelakunya," ucap Arvan mengepalkan tangannya.
"Jadi apa yang harus gue lakuin Ar ?" tanya Ferdi
"Sepertinya kita harus mengikuti permainannya Fer, dia tidak bisa kita kalahkan semudah itu, aku tau papanya Robert mempunyai banyak anak buah yang sangat hebat," ujar Arvan
"Sayang..untuk sementara waktu kamu akan tinggal di Rumah baru kita, di sana tidak ada seorang pun yang akan bisa mencelakakanmu, Nanti aku akan menyuruh Papa dan Al juga tinggal di sana bila perlu ajak sahabatmu dan suaminya juga tinggal di sana," ujar Arvan
"Serius Ar, Terus kamu gimana," tanya Inces
"Aku mau membalas apa yang sudah Kayla lakukan pada kita, aku akan bersandiwara mau menikahinya nanti aku akan mencampakkannya di hari pernikahan itu, aku harap kamu jangan cenburu ya sayang," ujar Arvan
"Aku percaya sama kamu Ar, tapi kamu harus sering-sering mengunjungiku ya," ujar Inces
"Itu pasti sayang, aku kan kangen banget sama kamu ," ujar Arvan menatap genit pada Inces
"Hadeuh mulai lagi deh, tau gitu tadi aku ajak Mila ke sini," ujar Ferdi
"Mila ?, sepertinya aku pernah mendengar nama itu deh," ucap Inces
"Dia itu OG di kantorku sayang, partnernya Udin," jawab Arvan
"Jadi Pak Ferdi udah jadian sama mbak Mila yang di ceritain sama Udin suka ngejar-ngejar pak Ferdi itu ?"
"Iya..akhirnya Ferdi luluh juga sama Mila," ujar Arvan.
"Abisnya gue gak ada pilihan lain, dia nempel mulu kayak perangko, ya gue jadi Cinlok deh," ucap Ferdi alay.
"Makanya jangan terlalu membenci, jadi cinta kan akhirnya ," ucap Arvan
"Yuk sayang kita tidur," ajak Arvan
"Lah gue gimana ?" tanya Ferdi
"Lo tidur di sofa aja, kamar satunya lagi ada orangnya," ujar Arvan lalu merangkul Inces menuju kamarnya.
"Nasib..nasib..gini nih kalau jadi bawahan di tindas terus sama atasan. Tau gitu tadi gue ikut pulang aja, kalau gini kan alamat pegal semua badan gue," ucap Ferdi lalu mengambil posisi enak untuk merebahkan tubuhnya.
Ceklek..
Pintu kamar kembali terbuka, Ferdi menoleh bersamaan sebuah bantal dan selimut mendarat di wajahnya.
"Dasar Bos Luknut lo Ar, kaget gue..Tapi dia baek juga sih ngasih gue bantal ama selimut ," ucap Ferdi lalu segera tidur karena malam pun sudah larut.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Apakah terjadi sesuatu di kamar..nantikan kelanjutannya ya...dan jangan lupa coment terbaikmu😁😁😁