
Mendengar ucapan para pengunjung itu Arvan menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Orang yang mengatakan kalau Inces pembantu tadi, dan dia menarik tangan Inces menuju ke sana.
"Maaf tadi anda ngomong apa ," ucap Arvan marah
"Saya hanya bilang apa dia pembantu anda pak Arvan ?"
"Jangan menyebut dia seperti itu, asal kalian semua tau kalau dia itu adalah pacar saya," ucap Arvan Lantang yang membuat semuanya terkejut dengan pernyataan Arvan itu.Inces juga terkejut mendengarnya.
Deg...
Jantung Inces berdegup kencang ketika mendengar ucapan Arvan itu, Ada yang merekam kejadian itu dan Arvan melihatnya.
"Sepertinya kita harus pergi dari sini Sun,"ucapnya lalu menarik tangan Inces keluar dari sana dan membawanya ke mobilnya, dengan sigap Arvan sesera melajukan mobilnya menuju ke Mansionnya.
"Kita mau kemana Pak Bos, dan kenapa tadi pak Bos mengaku kalau saya ini pacarnya pak Bos," tanya Inces
"Maaf kan saya Sun, saya tidak mau mereka merendahkan kamu begitu," semakin meleleh saja Inces di buatnya.
"Terus kita kenapa gak jadi makan ?
"Tadi saya melihat ada yang merekam kita dan mungkin besok akan Viral di media sosial, kamu harus tinggal di rumah saya untuk sementara waktu karena keamanan kamu terancam ," ujar Arvan
"Maksud pak Bos apa sih saya binggung,"
"Begini, karena saya mengakui kamu sebagai pacar saya, besok kamu akan di buru para wartawan untuk mengklarifikasinya, dan tempat yang paling aman buat kamu sekarang adalah di rumah saya karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana," ujar Arvan
"Tapi saya harus menghadiri pesta ulang tahun suami sahabat saya pak Bos,"
"Kamu jangan bandel, sekarang kamu harus ikut saya agar keselamatan kamu terjamin," ujar Arvan masih melaju mobilnya menuju ke Mansionnya.
Sementara Nindy masih menunggu Tristan datang, semakin lama dia semakin deg-degan jadinya.
Tak lama kemudian Tristan datang dengan sebuket bunga mawar merah di tangannya dan saat dia sudah berada di dalam ruangan itu dia kaget.
"Apa aku salah ruangan ya, kenapa ada gadis yang sangat cantik di sini, kemana Nindy ?" guman Tristan
"Eh maaf mungkin saya salah ruangan," ucap Tristan hendak pergi dari sana.
"Tristan..." panggil Nindy, Tristan berhenti lalu berbalik
__ADS_1
"Sayang..ini kamu ?" tanya Tristan, Nindy menganguk.
Tristan segera menghapiri Nindy dengan senyum sumbringahnya. Dia sangat terpesona dengan kecantikan Istrinya itu.
"Sayang.. aku sampai gak ngenalin kamu loh, kamu sudah lama nunggu ya," ucap Tristan lalu mencium kening Nindy, Nindy hanya pasrah saja, padahal dia sangat jijik dengan perlakuan Tristan karena masih mengingat gimana Tristan mengecup pipi perempuan itu.
"Iya...selamat ulang tahun ya Tristan," Tristan merasa perubahan dari Nindy, biasanya dia memanggilnya dengan sebutan sayang tapi saat ini dia memanggil namanya saja.
"Makasih ya sayang, mana kado buat aku ?" Tristan masih bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.
Dasar Buaya, bisa- bisanya dia masih bersikap manis padaku, sementara baru saja dia bertemu dengan selingkuhannya,, Batin Nindy
"Tristan sebelum aku memberikan kado padamu aku ingin menanyakan sesuatu padamu, apa boleh ?"
"Ya boleh dong sayang, apa yang ingin kamu tanyakan pada suamimu ini ?
Ciis suami,masih bisa dia menyebut dirinya suami, sementara dia sudah memporak-porandakan hati ku,, Batin Nindy
"Apa kamu cinta sama aku ?
"Pertanyaan apa itu, kalau aku tidak mencintai kamu, kenapa aku menikahimu sayang, kamu ada-ada saja deh sayang, pertanyaan mu itu ngaco," ucap Tristan masih bersikap biasa
Ceklek...
Hai Kak Tristan, selamat ulang tahun ya kak ," Liora masuk ke sana dengan bergandengan tangan dengan Pram.
Nindy melihat mereka begitu mesra dan tak sengaja melihat di tangan Pram ada Jam tangan yang di belikan oleh Liora waktu itu.
"Kakak ?
"Oh iya sayang kenalin ini adik aku Liora dan ini pacarnya Pram," Nindy kaget ternyata dia sudah salah Faham dengan suaminya itu.
"A..adik..?
"Iya sayang, dia adik angkat aku yang bersekolah di Jerman dan ini pacarnya yang juga bersekolah di sana," Nindy memegang tengkuknya, dia merasa tidak enak karena sudah bersikap seperti itu terhadap suaminya karena terbakar api cemburu terhadap Liora
"Waah..kak Tristan ternyata kakak Ipar cantik banget ya, aku gak nyangka loh kak, kakak bisa mendapat istri secantik Dia," ucap Liora yang membuat Nindy malu.
"Iya, kakak merasa sangat beruntung mendapatkannya Liora, kakak sangat mencintai dia walaupun dia malas dandan tapi kakak suka dia apa adanya," ujar Tristan semakin membuat Nindy terbang ke angkasa
__ADS_1
"Mas...maafkan aku ya, A..aku.. ," ucap Nindy sambil menundukkan kepalanya, Tristan merengkuh Nindy dan membawanya ke dalam Pelukannya
"Gak apa-apa sayang, aku tau kalau kamu cemburu, tapi lain kali kamu harus langsung menanyakannya padaku ya sayang, jangan sampai terjadi kesalahpahaman seperti ini lagi," ucap Tristan
"Loh kamu kok tau kalau aku cemburu melihat kamu bersama Liora ketika di Restorant itu ?
"Inces sudah cerita semuanya padaku sayang, awalnya aku ingin menjelaskan langsung padamu, akan tetapi Inces melarangnya. Katanya aku harus memberi kejutan balik padamu sayang," jelas Tristan
"Oh ya kak Nindy, kak Incesnya di mana ya, kok gak kelihatan sih ,"tanya Liora
"Iya..ya..Inces kemana sayang, kan ini semua ide dia tapi kenapa dia gak di sini ?" tanya Tristan
"Aku juga gak tau di mana dia sayang, tadi dia pamit mau ketemu dengan Bos nya di luar sebentar tapi sampai saat ini dia tidak muncul-muncul,"
"Coba kamu telpon dulu dia nya, nanti dia malah marah-marah lagi kalau kita tidak menunggunya," ujar Tristan, Nindy mengambil ponselnya lalu men Deal nomornya Inces.
Drrrt...drrrtt..
"Hallo Ces, kamu dimana sih, ini pestanya mau di mulai loh,"
"Aku lagi di Rumah pak Bos ku Ndy, tadi terjadi sedikit Insident yang membuat aku harus ikut ke rumahnya,"
"Memangnya ada insident apa sih Ces, sampai kamu harus ke sana ?, apa pak Bos kamu sakit atau ada yang harus kamu kerjakan di sana ?
"Bukan Ndy, susah aku ngejelasinnya, yang pasti aki gak bisa hadir di pesta ulang tahun Tristan, ucapin selamat dari aku buat dia ya Ndy ,"
"Nanti kalau aku sudah bisa pulang aku akan menceritakan semuanya ya, aku tutup dulu telponnya ya Ndy, ini baru sampai di rumahnya," ujar Inces lalu mematikan sambungan telponnya.
"Di mana dia sayang ?" tanya Tristan
"Dia lagi di rumah Bosnya, katanya dia gak bisa hadir ke sini dan dia hanya nitip selamat buat kamu sayang," ujar Nindy
"Emangnya dia sibuk apa sih sayang sampai-sampai dia gak sempat datang, kan dia yang nyiapin semua ini bareng kamu,"
"Aku gak tau sayang, mungkin dia ada tugas mendadak dari bos nya,"
"Oh ya mana kado buat aku nih ?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1