
"Apa sih yang enggak buat kamu sayang," ujar Tristan
"Oh ya, gimana nanti dengan Arvan kalau kami tinggal di sini Ces, apa dia gak keberatan nanti," tanya Nindy
"Ya enggak lah, wong dia gak tinggal di sini kok, sekali-sekali saja dia pulang ke sini, malahan dia yang mengusulkan kalau gue ngajak lo dan Tristan tingga bareng di sini, katanya biar gue ada temannya, dan juga agar tidak terjadi lagi hak-hal yang tidak di inginkan seperti waktu itu," jelas Inces.
"Ooo ya sudah kalau begitu, gue sama Tristan pamit dulu ya Ces, kita mau paking buat persiapan tinggal di sini nanti," pamit Nindy
Mereka pun saling berpelukan kembali dan Nindy juga Tristan pergi dari sana.
*
*
Di Perusahaan Arkana Corp, Setelah kepergian sahabat-sahabatnya Arvan berencana lembur karena masih banyak berkas-berkas yang harus dia tanda tangani.
"Ar, gue pulang dulu ya, lo gak apa-apa kan lembur sendirian," ujar Ferdi
"Iya Fer, kayaknya gue akan tidur di kantor juga malam ini, soalnya gue tadi kan sudah pulang ke mansion Inces, gak enak dong kalau gue pulang lagi ke sana , gue malu di lihatin sama mertua gue," ujar Arvan
"Salah lo ndiri Ar, kenapa lo suruh mertua sama adik ipar lo tinggal di sana, kan lo sendiri yang susah," ujar Ferdi
"Gue takut kalau Inces kesepian, lagian gue juga gak mau Kalau Kayla menjadikan mereka sebagai tawanan dan mengancam Inces lagi seperti yang di lakukannya waktu itu.
"Iya Deh, terserah lo saja, gue mau pulang dulu, mau ngurus mobil lo yang rusak itu," ujar Ferdi
"Oke.." ujar Arvan singkat.
Arvan kembali berkutat dengan Berkas-berkas yang menumpuk di depannya.
Suara ponsel mengagetkannya, Arvan menoleh sekilas ke arah ponselnya, ternyata Kayla yang menelponnya. Arvan mengabaikannya saja dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Sementara Kayla sudah uring-uringan di seberang telponnya.
"Kemana sih Arvan, kenapa dia tidak mengangkat telpon aku ya, apa dia masih di kantor ya, aku telpon lagi saja siapa tau kali ini dia mengangkatnya.
__ADS_1
Karena Kayla terus menelponnya akhirnya Arvan mengankatnya.
"Hallo Ar, kamu kok lama sih ngangkat telpon dari aku, kamu kemana aja sih," tanya Kayla posesif, Arvan memutar matanya malas, kalau bukan mengingat misi balas dendamnya itu dia pasti tidak mau meladeni mak lampir itu.
"Maaf Kay, tadi aku di toilet dan Ponselku di meja kerja, jadi aku gak tau kalau kamu nelpon," ucapnya Bohong
"Ooo berarti kamu masih di kantor dong Ar, aku ke sana ya," ucap Kayla yang membuat Arvan panik, kalau Kayla sampai datang ke kantornya dia pasti tidak bisa kerja lagi karena Kayla pasti akan mengganggu konsenterasinya.
"Kayla aku gak di kantor kok, aku sedang berada di luar Kota sekarang, lagi meninjau proyek di sana,"
"Ooo aku pikir masih di Kantor, soalnya aku lagi dekat dengan kantor kamu, ya sudah lain kali saja kita ketemuan nya ya, aku kangen banget sama kamu," ujar Kayla manja, Arvan menunjukan ekspresi seperti mau muntah.
"Iya..nanti kalau aku sudah di Jakarta aku akan hubungi kamu kok," ujar Arvan
"Ya sudah aku tutup telponnya ya Ar, Love You," ucap Kayla, Arvan segera menutup telponnya.
"Ish..ganggu aja sih mak Lampir satu ini, buat bad Mood aja,"
"Lebih baik gue VC sama istri tercinta saja dulu biar mood gue balik lagi ," ujarnya lalu segera melakukan panggilan vidio dengan Inces.
"Gue kerjain aja kali ya," ucap Inces lalu menaruh kembali ponselnya.
Inces buru-buru menuju ke kamar ganti dan memakai Linjerie yang sangat sexy, dia berniat mengoda Arvan jika dia menelpon lagi.
"Kemana sih Inces, kenapa telpon ku gak di angkat sih," ujar nya lalu melakukan pangilan Vidio sekali lagi, Inces yang sudah siap dengan Linjerie warna merahnya langsung menggeser tombol warna hijau di layar ponselnya.
"Iya sayang ada apa ," Arvan langsung mematikan panggilannya setelah melihat Inces dengan Linjerie yang menggoda imannya itu, Inces tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai suaminya itu, dia berpikir Arvan tidak akan kesana lagi karena tadi siang dia sudah pulang ke sana.
"Sayang..itu kamu yang nantangin ya, tunggu saja, aku akan gempur kamu habis-habisan nanti," ujar Arvan lalu segera merapikan Berkas-berkasnya kemudian di anergegas menuju mobilnya.
Arvan melajukan mobil itu dengan kecepatan Tinggi agar cepat sampai di Mansion.Bukan hanya Mood nya yang bangkit, si Jeki juga ikut bangkit ketika melihat Inces dengan pakaian seperti itu.
Sesampainya di Mansion, Arvan memarkirkan mobilnya sembarangan dan bergegas menuju ke kamarnya.
"Tok..tok.."
__ADS_1
Arvan mulai mengetuk pintu karena pintunya Inces kunci dari dalam.
Inces yang sudah siap untuk tidur kembali beranjak ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar.
"Siapa ya yang ngetuk-ngetuk pintu kamarku, apa Amaira ya," ujar Inces lalu beranjak dari sana
"Mungkin Amaira yang menanyakan tentang pelajarannya yang tidak di mengertinya," ujar Inces lalu bergegas membukakan pintu buat Amaira?
Di saat dia sudah membuka pintunya, ternyata tidak ada orang di sana.
"Siapa sih usil banget, gangguin aja deh," ujar Inces lalu dia kembali ke dalam kamar.
"Aawwwww, pekik Inces ketika melihat Arvan sudah berbaring di kasurnya dengan bertelanjang dada
"Kapan Mas datangnya kok aku gak lihat ya kalau mas sudah pulang," ujar Inces.
"Arvan menepuk pinggir ranjangnya seakan menyuruh Inces duduk di sampingnya.
Inces segera melangkah menuju ke arah istrinya itu.
"Sayang, kamu kenapa berpakaian begitu tadi ?" tanya Arvan
"Yang mana, sepertinya kamu salah lihat deh, aku masih sama bajuku juga masih sama dari semalam," ujar Inces
"Kamu jangan bohong, kan kamu tadi memakainnya, aku mau melihatnya lagi dong sayang," pinta Arvan.
"Maksud kamu apa sih sayang aku gak ngerti," ujar Inces
"Kalau kamu gak ngerti mari dekat sama aku biar aku buat kamu mengerti," ujar Arvan lalu segera menarik tubuh Inces kedalam pelukannya dan permainan kuda-kudaan pun terjadi.
Inces menyesal tadi sudah menggoda Arvan, kini dia kena imbasnya dari perbuatannya itu, Bagai pepatah mengatakan Apa yang di tanam itu yang di tuai.
Arvan sangat puas dengan permainannya itu sehingga setelah beberapa Ronde di lewatinya akhirnya Arvan tumbang dan tertidur pulas.
"Nasib-nasib, mau ngerjain suami kok malah seperti ini," ucap Inces lalu dia pun juga tidur.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...