Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 9


__ADS_3

Di sebuah Sofa Nindy sedang menatap lekat ke arah Inces yang sedang memakan Rujaknya.


"Ces ayo cepat jelasin ke Gue apa benar yang dokter bilang tadi ?" bentak Nindy


"Bisa gak sih lo ngomongnya gak perlu pakek urat Ndy," ujar Inces yang masih asik memakan Rujaknya.


"Bilang sama gue siapa yang menghamili lo Ces," ucap Nindy semakin marah.


"Santai aja Ndy, lagian gue sendiri kok yang nyerahin keperawanan gue buat dia, jadi dia gak Salah," ujar Inces santai


"Inceeesss...lo masih bisa santai begini, sementara lo gak tau apa yang akan lo hadapi setelah ini," ujar Nindy geram


"Ya sudah lah Ndy, semuanya sedah terjadi, gue gak akan pernah minta tanggung jawab dari lelaki itu walaupun dia sudah janji akan bertanggung jawab sih," ujar Inces masih santai


"Gue gak habis pikir deh sama lo Ces, kesel gue ngomong sama Lo ," ujar Nindy lalu pergi dari sana.


"Lah dia ngambek, sebenarnya yang hamil itu siapa sih," ucap Inces melanjutkan makan Rujaknya.


Sementara Di kamarnya Tristan sedang membujuk Nindy agar tidak terlalu keras sama Inces.


"Sayang.. kamu seharusnya gak boleh gitu dong sama Inces, Kamu kan tau sejak SMA dia memang seperti itu, selalu cuek dengan masalah yang dia hadapi, seharusnya kita sebagai sahabatnya mendukung keputusannya itu," ujar Tristan


"Kamu gimana sih mas, aku gak habis pikir deh sama kalian, kalian ini manusia bukan sih ?" ujar Nindy kesal


"Iya aku tau kalau kamu khawatir sama Inces, tapi kita tidak boleh memaksa dia agar pikirannya sejalan dengan kita, siapa tau dia sudah punya rencana sendiri kan," ujar Tristan yang membuat Nindy menatap ke arahnya.


"Benar juga kamu mas, selama ini Inces memang terlihat cuek dengan masalah yang di hadapinya, tapi seingatku gak ada satupun masalah yang tidak bisa dia selesaikan,"ujar Nindy


"Aku harus bicara sama dia," ujar Nindy lalu dia keluar dari kamarnya menuju ke Sofa.


"Yach...ni anak malah tidur," ucapnya, Nindy melihat wajah Inces yang sedikit pucat itu lalu membelainya.


"Inces...begitu banyak cobaan yang menimpa dirimu, tapi kamu gak pernah putus asa, kalau aku jadi kamu entah apa yang sudah terjadi terhadapku saat ini," ujar Nindy meneteskan air matanya membayangkan nasib sahabatnya itu.


Nindy menyuruh suaminya untuk mengendong Inces menuju kamarnya, setelah itu mereka pun istirahat di kamarnya.


🌹🌹🌹


Pagi sudah tiba, terlihat sebuah mobil Van terparkir di depan kampus X, ada beberapa orang berbaju serba hitam seperti Detektif berjaga-jaga di pintu masuk Kampus itu, setiap gadis yang masuk ke dalam kampus itu pasti di periksa apakah sama seperti yang ada di Foto di tangan mereka.


Sari yang baru datang segera masuk kesana, tapi langkahnya di hadang oleh orang-orang itu.


"Maaf bisa berhenti sebentar," ujar salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Memangnya ada apa pak," tanya Sari bingung, mereka pun mensejajarkan Foto Inces dengan Wajah Sari, sekilas Sari melihat kalau wajah Inces ada di Foto itu.


"Kamu boleh masuk,"ujar mereka, Sari segera masuk ke ruang kelasnya


"Kenapa mereka mencari Inces ya," guman Sari


"Lebih baik gue kasih tau Inces agar dia tidak ke kampus hari ini," ujarnya lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Inces


*Lelaki buaya darat bushet..aku tertipu lagi...*


Nada dering Ponsel Inces berbunyi.


"Uugghhh siapa sih pagi-pagi begini sudah nelpon gue," Inces dengan malas mengangkatnya


"Hallo siapa ini ganggu aja pagi-pagi udah nelpon," ujar Inces


"Ces ini gue Sari ," ujar Sari


"Sari mana sih," tanya Inces belum sepenuhnya sadar


"Gue sari yang sekelas sama lo ,"


"Oooo Saridon...ada apa Sar?" tanya Inces mulai bangun lalu mengambil air untuk dia minum


"Uhuuuk..uhukkk..," Inces tersedak air yang dia minum


"Maksud lo apa sih Sar ?"


"Itu di gerbang kampus ada orang-orang berpakaian serba hitam pada memeriksa satu persatu gadis yang hendak masuk ke sini," ujar Sari


Mmm jangan-jangan para preman-preman yang kemaren sudah tau kalau gue kuliah di sana,, batin Inces


"Ces.. lo masih di sana kan?" tanya Sari


"Gue saranin ya Ces sebaiknya lo hari ini gak usah ngampus deh demi keselamatan lo," ujar Sari


"Makasih ya Sar buat informasinya," ujar Inces lalu menutup sambungan telponnya.


" Siapa sih mereka, berani-beraninya mereka nyari-nyari gue, kalau gak ingat gue lagi hamil sudah gue pitek satu-satu, gak tau apa kalau gue titisan Dewi kematian," ucapnya dramatis


Ceklek...


Pintu kamar Inces terbuka, terlihat Nindy berjalan ke arahnya sambil tersenyum

__ADS_1


"Ada apa sih Inces sayang, pagi-pagi sudah ngomel-ngomel aja ," tanya Nindy


"Ndy di Cafe lo ada kerjaan yang cocok buat gue gak ?" tanya Inces


"Sudah lah Ces, lo gak usah kerja, gue masih mampu kok ngebiayain hidup lo," ujar Nindy


"Gue tau Ndy lo itu ibu peri yang baik hati, tapi gue bisa mati kalau gue hanya berdiam diri saja di rumah," ujar Inces


"Ya sudah nanti gue tanyain sama Mas Tristan apa masih ada lowongan buat lo, tapi gue gak ngijinin lo buat kerja yang berat ya," ujar Nindy


"Iya Bawel," ujar Inces lalu masuk ke kamar mandi buat membersihkan dirinya


Setelah selesai dengan ritual mandinya Inces keluar dari kamarnya menuju ruang makan, di sana sudah menunggu Nindy dan suaminya.


"Ces sepertinya ada lowongan buat lo yang cocok di Cafe gue, lo kan suka nyanyi tuh di kamar mandi, gimana kalau lo nyanyi di Cafe gue aja," ujar Nindy


"Boleh tuh, mengekplor bakat sambil cari uang, Ide lo bagus banget Ndy," ujar Inces


"Tapi Ces, gajinya gak seberapa sih, gimana ?"


"Soal gaji mah gue gak permasalahin Ndy yang penting gue gak bosen di rumah mulu," ujar Inces


"Kalau begitu mulai nanti malam lo sudah bisa kerja," ujar Nindy


"Siap bos ," jawab Inces mulai mengambil makanannya, Nindy hanya geleng-geleng kepalanya melihat nafsu makan sahabatnya itu.


"Ces hari ini lo gak kuliah ?" tanya Tristan


"Iya ya..lo kok pakai baju rumahan sih," ujar Nindy


"Hari ini gue gak ada kuliah,gue mau bobok cantik lagi setelah ini," ujar Inces masih makan dengan lahapnya


"Ooo kirain lo bolos," ujar Nindy


Maafin gue Ndy, ada beberapa hal yang gak bisa gue ceritain ke lo, gue gak mau lo tambah khawatir sama gue, Semoga gue bisa ngejalaninnya tanpa ada rintangan dan halangan seperti di Film-film di ikan terbang, yach kok jadi bahas Film sih, he..he..,, batin Inces


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...


Coment..


Vote...

__ADS_1


makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2