
Di sebuah Mansion ada seorang gadis yang sedang mengamuk, memecahkan apa saja yang ada di dekatnya, berteriak-teriak seperti orang gila siapa lagi kalau bukan Mikayla Anderson.
Kayla meremas undangan di tangannya, dan melemparnya ke sembarang arah, para Body Guard nya tidak berani mengatakan apa-apa, mereka hanya menjaga jarak dengan bosnya itu agar tidak terkena amukan darinya juga.
"Brengsek kamu Arvan, kamu dengan terang-terangan menolak aku dan akan menikahi wanita sialan itu, Aaaaa... praaangg..." Kayla melempar vas bunga yang ada di depannya, hampir saja mengenai Robert yang baru datang, beruntung Robert dengan sigap menghindar.
"Ada apa ini ?, kenapa semua jadi berantakan begini," tanya Robert
"Papa...hu..hu..Arvan Pa.." Kayla langsung memeluk papanya sambil menangis.
"Ada apa dengan Arvan ?"
"Arvan pa, dia mau menikahi wanita miskin itu,"
"Apa...!
"Kurang ajar, ini tidak bisa di biarkan,"
"Pa bagaimana dengan usaha papa untuk membuatnya bangkrut ?
"Maaf Sayang, dia terlalu pintar untuk kita kelabui, tanpa sepengetahuan papa dia mengadakan pertemuan rahasia dengan para Investor yang membuat mereka semua tidak jadi menarik Investasinya dari perusahaan itu." ujar Robert
"Jadi kesempatanku untuk menjadi istrinya gagal pa ?"
"Tapi papa ada cara lain sayang,"
"Apa Pa ?
"Papa sudah menyelidiki orang-orang yang dekat dengan calon istrinya si Arvan, dan papa sudah memberikan mereka paket liburan ,"
"Maksud papa gimana ?, Kayla gak ngerti."
"Kalau kita tidak bisa membuat Arvan meninggalkan wanita itu, kita akan buat wanita itu meninggalkannya," ucap Robert sambil tersenyum ke arah Putrinya.
"Jadi maksud Papa ...?" Robert mengangguk..
Sebuah serigai muncul di bibir Kayla, dia kemudian duduk di Sofa.
"Arvan...kamu akan merasakan bagaimana sakitnya di tinggal pergi sama orang yang kamu cintai, dan setelah ini kamu akan memerima aku sebagai Istrimu ha..ha..ha.."
🌹🌹🌹
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, di sebuah Gedung yang sangat megah yang penuh dekorasi yang sangat indah di mana sebuah Perhelatan Akbar akan di adakan di sana.
__ADS_1
Arvan sudah siap dengan Tuxedo nya yang membuat ketampanannya berkali-kali lipat dari biasanya, senyum terus menghiasi bibirnya.
"Cie..cie..yang mau melepas masa lajangnya," ujar Ferdi yang masuk tanpa permisi ke ruangan di mana Arvan menganti pakaiannya.
"Iya..tinggal kita aja nih Fer, yang masih Jomblo," ujar Dante
"Eh lo aja kali yang Jomblo, gue enggak tau," ujar Ferdi
"Emangnya lo sudah punya Pacar ?" tanya Dante
"Palingan si Mila ," ujar Arvan
"Siapa tuh Mila ?" tanya Dante
"OG di kantor gue," jawab Arvan sambil memasang dasi kupu-kupunya.
"Ha..ha..selera lo kok OG sih Fer ?, kalau gue sih gak bakalan kepincut sama Gadis rendahan, gue seleranya sama wanita High class..gak kayak lo sama OG ha..ha.."
"Eh jangan salah, wajahnya cantik loh baik lagi, kalau lo ketemu dia lo akan klepek-klepek sama dia," ujar Ferdi
"Lagu dangdut kali klepek-klepek, dan jangan lupa Fer, dulunya lo juga ilfiel sama dia, malah sekarang jadi Bucin kan ?" ucap Arvan yang membuat Dante tertawa.
"Itu kan Dulu, tapi sekarang gue cinta mati sama tu anak ,"ujar Ferdi
"Nanti deh gue kenalin ke lo," ujar Ferdi
"Ferdi..apa lo sudah menyuruh tim MUA untuk merias Princes ?
"Siap Bos...Rita sudah menyuruhnya dan dia juga berada di sana sekarang.
"Eh siapa lagi tu Rita ?" tanya Dante
"Dia bukan level lo, dia kepala pelayan di rumah Gue," ujar Arvan
"Ooo..gue pikir dia Partnert Bisnis lo, siapa tau gue bisa Pedekate gitu," ujar Dante
"Kalau lo mau lo bisa Pedekate sama dia, dia masih Jomblo loh," ujar Arvan
"Ogah Gue, sudah gue bilang gue gak akan suka sama gadis Rendahan,"
"Sialan lo Dan, gue sumpahin lo cinta mati sama gadis Rendahan juga,"
"Itu gak akan terjadi, secara gue Dante gitu loh, Dokter tampan sejuta pesona," ujarnya Sombong.
__ADS_1
"Dokter Jomblo sih iya ," Arvan dan Ferdi tertawa membuat Dante kesal.
"Ayo dong kita keluar, sebentar lagi kan ijab Qabulnya di mulai," ajak Ferdi
mereka pun kemudian keluar dari ruangan itu menuju ke tempat dimana ijab Qabul akan di adakan.
Arvan sudah duduk di depan Bian Ayahnya Princes. Arvan seketika menjadi gugup karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Suami yang akan memikul beban berat di pundaknya.
Arvan teringat pesan almarhumah ibunya.
"Arvan...apabila nanti kamu menikah, jangan sekali-kali kamu membuat istri dan anak-anakmu terlantar, dan jangan pernah kamu menyakiti hati seorang Istri karena hati seorang wanita itu sangat rapuh, baik-baiklah menjaga hatinya itu," begitulah petuah yang di berikan Ibunya ketika dia masih Hidup dulu.
Inces sudah dirias, akan tetapi wajahnya masih saja terlihat gelisah. Sudah dua hari dia menghubungi Nindy dan juga Tristan tapi tidak nyambung juga.
Dia kembali menghubungi Nindy tapi masih belum bisa juga.
"Ndy..kemana sih Lo, di saat hari bahagia gue lo malah gak ada, malah lo gak bisa di hubungi lagi," ujar Inces sambil kembali menghubungi mereka tapi tetap saja tidak bisa.
Inces merasa khawatir, tak terasa air matanya Jatuh di pipinya. Tiba-tiba sebuah Chat masuk ke ponselnya, dia segera membukanya.
Inces kaget sampai bangun dari duduknya saat melihat sebuah Vidio yang di kirim oleh nomor yang tidak di kenalnya, bukan Vidionya yang membuatnya kaget tapi Captionnya itu yang membuat wajahnya merah padam menahan amarah.
Dia kemudian menghubungi nomor yang gak di kenal itu, tak lama telponnya di angkat juga oleh orang misterius itu.
"Hallo...siapa lo..kenapa lo mengancam gue begitu, gue gak akan mempan sama ancaman lo,"
"Ha..ha..ha.." Suara tertawa seorang gadis di seberang sana membuat Inces amarahnya semakin memuncak.
"Jangan marah-marah...asalkan lo lakuin apa yang gue mau, sahabat lo akan selamat," ujar Gadis itu yang tak lain adalah Kayla
"Mau lo apa hah, ayo katakan, gue gak punya banyak waktu ngeladeni lo," ujar Inces
"Sabar...Dengar baik-baik apa yang gue katakan, gue gak akan mengulang untuk ke dua kalinya," Ujar Kayla
"Ayo cepat katakan,"
"Lo Tinggalin pernikahan itu, dan lo pergi sejauh-jauhnya dari hidup Arvan, dan buat seolah-olah lo mencampakkan dia," suruh Kayla
"Lo sudah gila ya, gue gak mungkin ngelakuin itu, gue gak akan menyakiti Arvan," ujar Inces
"Berarti lo sudah siap melihat mayat sahabat lo, oke..gue akan mengirim mayat mereka secepatnya,"
"Jangann...!
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...