
Ferdi menjatuhkan rahangnya ketika mendengar ucapan dari Cory.
"Oke..aku akan beli semuanya, besok aku ke sini lagi, Eh iya apa aku boleh minta segelas air, kerongkonganku terasa kering sekali," ujar Ferdi
"Boleh, lo tunggu di sini," ujar Cory lalu melangkah ke dalam Bengkelnya, saat mau keluar ponsel Cory berdering, dia menyuruh Fariz bocah kecil tadi untuk mengantarkan minuman tersebut buat Ferdi.
"Fariz tolong kamu kasih minuman ini buat Om yang ada di luar sana," suruhnya.
Fariz mengambil minuman itu dari tangan Cory lalu membawanya ke depan.
"Om ini minumannya," ujar Fariz
"Loh kok kamu yang mengantarnya, Cory mana ?" tanya Ferdi
"Mama sedang menerima telpon, jadi mama menyuruh aku buat ngantar minuman ini buat Om," ujar Fariz. Ferdi kaget mendengar ucapan Fariz, dia tidak menyangka kalau Cory sudah menikah dan sudah punya seorang anak.
"Jadi Cory itu ibu kamu ?" tanya Ferdi
"Iya Om, kalau gak ada yang mau di tanyakan lagi saya permisi dulu Om,"
"Tunggu.." Fariz menghentikan langkahnya.
"Ada apa lagi Om ?"
"Ayah kamu di mana ?" tanya Ferdi, wajah Fariz berubah sedih.
"Ibu Bilang kalau Fariz gak punya Ayah, tapi hanya punya ibu," ujar Fariz
"Jangan bersedih, Fariz mau punya ayah gak ?"
"Mau Om, emang bisa om ?
"Bisa dong,"
"Gimana caranya Om, Fariz pengen banget punya Ayah seperti yang lainnya,"
"Caranya gampang, kamu bantu Om untuk bisa dekat dengan Ibu kamu, Om siap jadi ayah kamu," ujar Ferdi
"Yach kok Om sih, gak mau ah. aku mau punya ayah yang ganteng kayak aku, kalau Om sih masih di bawah standar," ujar Fariz
Sialan ni anak, pakek ngata-ngatain gue lagi. sabar Ferdi demi mendapatkan Ibunya kamu harus meluluhkan dulu anaknya,, Batin Ferdi
"Oh ya..tapi menurut Om, Om ini tampan loh. mirip Artis korea," ujar Ferdi
"Tapi Mama sukanya Artis India bukan Korea, kayak Sah Rukh khan gitu," ujar Fariz
Wah sepertinya perjuangan aku akan berat nih, gimana caranya gue bisa mendapatkan Cory kalau begini caranya,, Batin Ferdi
__ADS_1
"Terus mama kamu suka apa lagi selain Artis India ?"
"Mama suka balapan motor dan suka mendaki gunung juga manjat tebing Om," ujar Fariz
"Wah sepertinya berat ya,"
"Berat kenapa Om ?, belum juga mencoba sudah nyerah aja,"
"Apa gak ada yang lebih gampang gitu,"
"Ada Om, om beli aja Pizza yang Triple Box, pasti mama senang," ujar Fariz
"Nah kalau yang itu gampang, kamu tunggu di sini ya Om beli dulu," ujar Ferdi lalu pergi membeli Pizza itu.
Tak lama kemudian Ferdi sudah datang dengan Pizza Tiple Box seperti yang di katakan oleh Fariz, dengan senyum sumbringahnya dia berjalan ke arah Cory yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Hai..ini aku bawakan Pizza buat kamu," ucap Ferdi
"Siapa yang pesan Pizza ?" tanya Cory mengerutkan keningnya.
"Gak ada sih, tapi aku berinisiatif sendiri membawanya." ujar Ferdi
"Ini pasti Ulah Fariz, Fariz....!
Cory memanggil Fariz, Fariz pun datang dengan wajah menunduk.
"Jawab mama...!
"I..iya ma, maafkan Fariz ma," ucap Fariz terbata-bata, Ferdi yang melihatnya langsung memeluk Fariz yang hampir menangis itu.
"Cory..jangan seperti itu sama Fariz, dia gak salah kok, aku sendiri yang berinisiatif untuk membelinya. kamu jangan memarahi dia, kasian dia sampai ketakutan gitu," ujar Ferdi
Ferdi merasakan ada tangan memeluknya, ternyata Faris yang memeluknya.
"Ayo anak manis, kita makan Pizza nya, kamu pengen makan Pizza Kan, sini sama Om kita makan berdua," ujar Ferdi mengendong Fariz dan membawanya ke sebuah Kursi yang ada di sana.
Cory tersentuh dengan perlakuan Ferdi pada Fariz itu, sudah lama sekali dia tidak melihat Fariz bisa akrab dengan seorang pria seperti itu.
Terlihat Fariz begitu bahagia dan tertawa riang ketika makan Pizza bersama Ferdi, sebuah senyum terbit di bibir Cory.
"Ma..ayo sini kita makan Pizza sama-sama," ucap Fariz
"Kalian saja, tangan mama kotor," ujar Cory
"Ayo sini dong, biar kita suapin," ujar Ferdi
"Iya ma, nanti kita suapin," ujar Fariz
__ADS_1
Cory pun melangkah menghampiri mereka lalu duduk di sebelah Ferdi.
"Om Ferdi suapin mama dong, tangan Fariz gak nyampek nih," suruh Fariz, Ferdi sangat senang karena Fariz sudah bisa menerimanya, berarti tinggal meluluhkan hati Ibunya.
Ferdi mengambil sepotong Pizza lalu menyuapkan ke mulut Cory, Cory merasa gugup namun dia pun memakan Pizza itu dari tangan Ferdi.
Nyeeessss...
bagai tetesan embun di pagi hari, hatinya yang gersang seakan tersiram kembali oleh air Cinta yang telah lama tidak dia rasakan setelah di tinggalkan oleh kekasihnya yang meninggalkannya begitu saja setelah menghamilinya.
Wajah Cory merona melihat senyum tulus Ferdi itu, dan senyum Fariz yang tak lepas dari bibirnya melihat mereka.
"Cie..cie..wajah mama kok merah," ucap Fariz
"Sudah kalian lanjutin makannya, mama mau melanjutkan kerja dulu," ucap Cory sambil menyembunyikan wajahnya. Ferdi tersenyum melihat tingkah Cory yang malu seperti ABG baru jatuh Cinta itu.
"Om sini deh aku bisikin sesuatu," ujar Fariz, Ferdi mendekatkan telinganya ke mulut Fariz.
"Aku mau Om jadi ayah aku Om," ujar Fariz, Ferdi tersenyum kesenangan mendengar ucapan Fariz itu, dia langsung memeluk Fariz dan menciumnya.
"Makasih ya nak, Om tidak akan mengecewakan kamu," ujar Ferdi pelan, Fariz menganggukkan kepalanya sambil ber tos ria dengan Ferdi.
Sementara Dua pasangan yang tak lain adalah Arvan dan Ices bersama Tristan dan Nindy sedang berada di sebuah Pasar malam yang berada di sebuah perkampungan di pinggir kota itu.
"Kenapa kita ke sini sih sayang ?" tanya Arvan
"Ini tempat yang paling aman buat kita berpiknik," ujar Inces
"Ini sih bukan menenangkan diri namanya, tapi memacu Adrenalin," ujar Arvan
"Kita ke tempat lain saja yuk sayang," ajak Arvan
"Gak mau mas, aku kepengen mencoba semua wahana yang ada di sini," ujar Inces
"Apa..itu gak baik buat kamu dan bayi kita Sayang," ujar Arvan
"Iya benar apa yang di katakan oleh Arvan, kita pergi ke tempat lain saja,"
"Gak usah, lagian kita udah lama ya ces gak naik wahana itu,kalau gak salah terakhir kita naik wahana itu ketika mau lulus SMA," ujar Nindy
"Sayang..kamu jangan ikut-ikutan Inces deh, kamu kan lagi hamil Muda, sangat berbahaya loh sayang," ujar Tristan pada istrinya.
"Tapi aku mau naik itu," ujar Nindy seperti mau menangis, Tristan yang melihat itu langsung panik dan dia mengiyakan kemauan istrinya itu.
"Kalau begitu ayo kita naik wahana itu," ajak Inces
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1