
Siang hari di kantornya Arvan...
"Ferdi..gue gak mau terus-terusan mikirin cewek yang gak mencintai gue itu, gue harus move On dari dia," ucap Arvan
"Tapi Ar, dia sedang mengandung anak lo ?" ujar Ferdi
"Gue gak yakin kalau itu anak gue, kalau anak itu benar-benar anak gue gak mungkin dia ninggalin gue begitu saja di hari pernikahan gue. Gue yakin kalau anak itu bukan darah daging gue Fer," ucap Arvan
Sebuah senyum terbit di bibir seorang gadis yang berada di luar ruangan itu.
"Sepertinya Arvan sudah menyadari kalau cewek kampung itu gak cocok buat dia, ternyata setelah sekian lama menunggu, ini adalah kesempatan baik bagi gue, gue harus mendapatkan dia kali ini," guman Gadis itu yang tak lain adalah Kayla, dia mendapat Chat dari Arvan yang menyuruhnya hari ini kekantor itu.
Tok...tok...
"Masuk," ujar Arvan
"Hai Ar..tumben kamu suruh aku kesini, ada apa sih," tanya Kayla , Arvan menatap ke Arah Ferdi, Ferdi mengerti lalu pergi dari sana.
"Gue hanya pengen ketemu sama lo Kay," ucap Arvan
"Baru sekarang lo giniin gue, gue senag loh kalau lo begini Ar, " ucap Kayla
"Sebenarnya gue mau curhat sama Lo Kay, lo kan teman gue nih ya, gue gak punya teman cewek lain selain lo, gue butuh saran dari lo," ujar Arvan yang membuat kening Kayla berkerut dengan pernyataan Arvan itu.
"Maksud kamu apa Ar ?
"Gue butuh saran dari lo Kay, sebenarnya di hari pernikahan gue gue di tinggal sama calon Istri gue, mungkin ini karma buat gue karena sudah menolak menikah sama lo, gue mau memperbaiki semuanya Kay," ujar Arvan
"Maksud kamu apa Ar, aku gak ngerti," ucap Kayla pura-pura polos padahal dalam hatinya dia ingin bersorak riang mendengar perkataan dari Arvan itu.
"Aku mau mencoba menjalin hubungan dengan kamu Kay,"
Whaat..Arvan ngomong sama gue aku kamu, gue seneng banget...,, Batin Kayla
"Apa aku gak salah dengar Ar, kamu gak lagi bercanda kan Ar ?
__ADS_1
"Aku gak pernah bercanda dalam soal ini Kay, aku akan mencoba membuka hatiku buat kamu,"
"Tapi ini bukan pelarian kan Ar, aku gak mau nanti kamu menyakiti aku , aku bisa gila kalau sampai itu terjadi," ujar Kayla
Emang itu yang aku mau Kayla,, Batin Arvan
"Sebulan belakangan ini aku sudah merenungi kesalahan aku Kay, aku sudah tertipu oleh wajah polos Inces waktu itu, sekarang aku sadar kalau tidak ada cinta yang tulus selain cinta kamu padaku Kay," ucap Arvan
"Maafkan aku karena terlambat menyadari itu," tambahnya hingga membuat Kayla terbang di buatnya.
"Terima Kasih Ar, I'am so Happy..." ucap Kayla lalu memeluk Arvan, Arvan terpaksa membalas Pelukan Kayla
Kayla sudah melepaskan pelukannya dan mulai menyosor ke arah Arvan tapi Arvan menghindarinya.
"Kenapa Ar ?
"Aku butuh waktu Kayla, aku belum pernah seperti ini sama wanita, Selama ini aku punya penyakit langka Kayla, aku punya penyakit Genophobia yang orang-orang tidak tau, makanya selama ini aku tidak pernah dekat-dekat dengan seorang wanita," bohong Arvan
"Jenis penyakit apa itu Ar ?" tanya Kayla merasa aneh dengan nama penyakit itu.
"Kata Dokter aku tidak bisa melakukan hubungan **** atau yang berbau **** dengan seorang wanita, kalau aku memaksakannya aku akan pingsan seketika dan yang lebih parah lagi aku bisa meninggal," Arvan kembali mengarang cerita.
"Waktu itu hanya kecelakaan Kayla, kalau aku tidak di jebak mungkin malam itu aku tidak akan bisa melakukannya," Ujar Arvan
"Aku akan mencarikan dokter yang hebat buat menyembuhkan penyakitmu itu Ar, aku mau saat kita menikah nanti kamu sudah normal seperti laki-laki pada umumnya," ujar Kayla
Mimpi lo Kayla,, Batin Arvan
"Terima kasih Kayla kamu sudah mengerti aku, tapi aku yang gak mau kamu membuang-buang waktumu hanya untuk laki-laki tak berguna seperti aku Kay, lebih baik kamu melupakan aku saja mulai sekarang," ujar Arvan pura-pura sedih
"Enggak Ar, aku mencintaimu, aku akan menerima kekuranga mu Ar, Aku juga manusia biasa dan juga tak sempurna," ujar Kayla hendak memeluk Arvan lagi.
"Jangan lagi Kay, tadi saja aku hampir pingsan di peluk sama kamu, kalau kamu memelukku lagi aku akan pingsan beneran," ujar Arvan, Kayla menghentikan niatnya untuk memeluk Arvan.
"Kalai begitu aku pulang saja Ar, aku akan ngasih tau berita baik ini sama Papa, Papa pasti senang mendengarnya." pamit Kayla
__ADS_1
"Baiklah Kay, itu lebih baik, Hati-hati ya kamu pulangnya," ucap Arvan
Di Ruangan sebelah Ferdi tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan Arvan dan Kayla, Arvan dari tadi memyambungkan telponnya dengan ponsel Ferdi sehingga Ferdi dapat mendengar semuanya.
"Setelah kepergian Kayla, Ferdi buru-buru masuk ke ruangan Arvan sambil tertawa.
"Gila Lo Ar, bisa-bisanya lo bohongin Kayla sampai segitunya, dapat dari mana tu istilah Genophobia ?" tanya Ferdi
"Gue tanya sama Dante lah, soalnya gue yakin kalau Kayla akan nempel sama gue, gue gak mau dong kalau dia begitu, hanya Inces seorang yang boleh menjamah tubuh sexy gue ini," ujar Arvan
"Niat banget lo Ar ngerjain Kayla sampai segitunya lo nyari informasi tentang itu, gue salut sama lo Ar ?" ujar Ferdi
"Kayla harus merasakan gimana sakitnya di tinggal di hari pernikahan, seperti yang gue rasakan saat itu," ujar Arvan dengan serigainya.
"Gue akan selalu dukung lo kok Van, tapi gue lapar nih, traktir gue dong," pinta Ferdi
"Lo makan di Pantry saja sana, Si Mila pasti sudah masakin lo di sana," suruh Arvan
"Bosen Gue Ar tiap hari di suguhi tumis kangkung aja sama dia, bakalan ngantuk terus gue jadinya,"
"Bukannya lo akan makan apa saja yang dia masak ya, malahan gue lihat lo tiap hari nempel terus sama dia," ucap Arvan
"Mana ada, kalau gue boleh jujur nih ya, akhir-akhir ini gue sangat risih sama dia Ar, gue lebih senang kalau dia jauh-jauh dari gue," ucap Ferdi
Gubraak....
Suara pintu di banting dengan keras, di depan pintu ruangan itu nampak seorang gadis dengan wajah merah padam.
"Oooo jadi kamu gak suka masakan aku ya, aku nyesel sudah masakin kamu," ucap Mila yang mendengar percakapan mereka.
Mila tadi sudah keruangan Ferdi untuk memanggilnya buat makan siang, tapi karena Ferdi tidak ada di ruangan ya dia mau menanyakannya sama Arvan, tapi saat dia berada di depan pintu ruangannya Arvan dia mendengar ucapan Ferdi itu , darahnya langsung mendidih dan tidak sanggup menahan emosinya lagi.
"Sayang...bukan begitu maksud aku," ucap Ferdi
"Aku kecewa sama Kamu pak Ferdi Yang terhormat..Mulai sekarang aku akan benar-benar pergi ninggalin kamu seperti yang kamu mau," ujar Mila lalu berlari meninggalkan kantor itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngakak bareng yuk Gaess...kasian Ferdi, ngenes banget nasibmu Fer..Fer...😅