Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 45


__ADS_3

Bono alias Arvan sudah di rumahnya, dia menghempaskan tubuhnya di kasur, Suara ponsel mengagetkannya.


"Hallo..ada apa sih Fer ?"


"Ada apa..ada apa.., lo kemana aja sih, gue sudah buat janji sama dokter kulit tapi lo gak nongol-nongol, gimana sih Ar ,"


"Ya Ampun...gue lupa ngabarin lo kalau gue gak jadi pulang ke Jakarta, soalnya gue tadi habis antar Inces ke rumah sakit," ujar Arvan


"Inces kenapa Ar ?


"Dia pendarahan ,"


"Ponakan gue gak kenapa-napa kan Ar ?


"Alhamdulillah mereka baik-baik saja, tapi gue gak bisa pulang sekarang, gue harus standby di sini, takutnya nanti dia sakit lagi,"


"Ya sudah, gue batalkan saja janjinya kalau begitu, Lo di sana saja buat menjaganya," ujar Ferdi


"Iya...sudah ya, gue mau istirahat dulu, soalnya nanti malam gue ngeronda,"


"Lo ngeronda Ar ?..Gimana reaksi orang-orang kalau tau Seorang Arvan ngeronda ha..ha..


"Dasar lo..sebagai warga yang baik, kita harus menjaga keamanan lingkungan kita, lagian gue ngerondanya di depan Rumah Inces doang" ujar Arvan


"Anjirr lo Ar, gue pikir lo ngeronda beneran, taunya lo ngerondanya di depan rumah Inces,"


"Soalnya gue masih khawatir kalau terjadi sesuatu sama dia lagi, jadi sebagai suami siaga gue harus standby di sana,"


"Iya..iya..Bos Bucin," ujar Ferdi


"Ya sudah, lo istirahat saja sana biar nanti kuat bergadangnya," Suruh Ferdi lalu memutuskan telponnya.


Arvan kembali merebahkan tubuhnya dan akhirnya dia pun tertidur juga.


*


*


Tok...tok..


Suara ketukan Pintu membangunkan Arvan dari tidurnya, dia melihat keluar jendelanya.


"Ternyata sudah malam ya ," ucapnya


"Assalamuàlaikum...Om Bo~no...


Bono beranjak dari tidurnya ketika mendengar kalau Amaira memanggilnya, dia lalu bergegas menuju pintu rumahnya.


Ceklek...


"Ada apa Maira, apa terjadi sesuatu lagi sama kak Inces ?


"Gak kok Om, tapi kak Inces menyuruh Maira untuk memanggil Om Bono untuk makan malam di rumah,"


"Ooo Aku pikir ada apa, kamu bilang sama kak Inces kalau sebentar lagi Aku ke sana ya," ujar Bono

__ADS_1


"Baik Om, kalau begitu Maira pulang dulu ya Om,"


"Hati-hati ya Maira ,"


"Om Bono ini lucu deh, wong dekat ini kok," ucap Maira sambil tersenyum lalu pergi dari sana.


Bono buru-buru menuju kamar mandinya, setelah mandi dia memakai pakaian terbaiknya yang pastinya pakaian rakyat biasa agar Inces tidak curiga padanya. Dia menyemprotkan Farfum di seluruh tubuhnya dan dengan semangat berjalan menuju ke rumahnya Inces.


Tok..tok...


Bono sekali lagi mencium harum tubuhnya.


"Sudah wangi, aku harus tampil wangi dan menawan di depan Inces," gumannya kemudian kembali mengetuk-ngetuk pintu itu.


Dari dalam Rumah terdengar suara langkah kaki orang menuju ke arah Pintu.


Ceklek..


Uweek...


Inces memuntahkan semua Isi perutnya ke Baju Bono...


"Aaaaa...


Teriak Bono yang tidak sempat menghindar, dia menyapu-nyapu muntahan Inces tapi malah muntahan itu menempel di tangannya.


"Bon...lo ketumpahan minyak Rem ya, kok bau gini sih ?" tanya Inces masih dengan ekspresinya mau Muntah lagi.


Bono mengangkat keteknya lalu menciumnya.


"Gak usah, kamu ganti baju punyaku saja," ujar Inces.


"Kamu mandi dulu gih, biar bau badanmu itu hilang ," suruh Inces lalu menyerahkan Handuk kepada Bono.


"Lah mandi lagi ?" tanya Bono


"Iya..kalau enggak kamu gak boleh makan di sini," ancam Inces


"Iya..iya..ancamannya gitu amat, gak kasian apa calon suamimu ini kelaparan,"


"Bono...jangan mulai lagi deh,"


"Iya sayang.."ujar Bono lalu berlari keluar menuju kamar mandi, Inces hanya mengeleng-gelengkan kepalanya lalu dia kembali menata makanannya di meja.


Bono masuk lewat pintu dapur dengan handuk yang hanya menutupi pinggang sampai lututnya saja.


"Wow..tubuh Om Bono keren sekali ," ucap Amaira


Mata Inces melihat ke arah Bono, dia segera menutup mata Amaira dengan tangannya, tapi matanya melotot melihat pemandangan Indah tersebut.


"Sampai segitunya terpesona sama ketampananku ini, sampai mangap gitu," ujar Bono, Inces tidak sadar kalau Bono memperhatikannya.


"Dasar gak tau malu lo Bon, di sini ada anak kecil tau, lo main masuk-masuk saja, malah gak pakai baju lagi," ucap Inces menelan salivanya


"Jadi kalau gak ada anak kecil Boleh Dong,"

__ADS_1


"Ya..gak boleh Juga sih," ucap Inces Gugup


"Sudah sana Lo pakai baju yang sudah gue siapin di kamar," suruh Inces.


Bono langsung masuk ke kamar Inces, dia mencari-cari baju yang di bilang Inces tadi.


"Mbak Inces..mana sih bajunya ?" tanya Bono


"Itu yang mengantung di dekat lemari," ujar Inces


"Whaat..yang bener saja gue pakai ginian, kalau orang-orang lihat bisa jatuh marwah gue sebagai seorang CEO." gumannya


"Mbak Cantik, apa gak ada baju lain ya ?" tanya Bono


"Jangan bawel deh lo pakai aja kali, toh gak ada orang yang lihat juga," ujar Inces manahan tawanya.


Dia memang sudah berencana mau mengerjai Bono, makanya tadi sewaktu Bono mau pulang dia menahannya dan menyuruhnya mandi di situ saja.


"Gak ada orang yang lihat dia bilang, terus dia sama Amaira apa, bukan orang gitu," gumannya


"Ah di pakai saja dari pada gue masuk Angin." ujarnya kemudian dia memakai baju itu.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka, terlihat Bono sudah dengan Daster yang kesempitan di tubuhnya sudah seperti emak-emak rumpi kampung sebelah.


"Bha..ha..ha..


Seketika tawa Inces dan Amaira pecah ketika melihat Bono.


"Puas kamu..?


"Iya Puas banget Bon, sumpah lo cantik banget pakai baju begitu ha..ha.." ujar Inces sambil memegang perutnya.


"Om Bono cantik banget tau, coba Om Bono perempuan pasti banyak cowok yang ngejar-ngejar Om Bono," ujar Amaira


"Diam Kamu Bocah, jangan Ikut-ikutan ngeledek deh, sudah makan sana," ujar Bono, dia melenggang layaknya seorang Miss Universe menuju ke arah Kursinya.


Dengan pedenya dia menyendokan nasi buatnya karena memang dia sudah sangat lapar.


Sreekk..


Ketika Bono mengangkat tangannya, baju di bagian keteknya robek dan seketika itu juga tawa Inces dan Amaira kembali pecah.


"Apa gak ada baju yang lebih legaan gitu, baju ini buat aku sesak nafas tau," ujarnya, Inces dan Amaira masih saja ketawa.


"Gak ada Bon, badan lo aja yang kegedean, bukan Dasternya yang kekecilan. Eh ngomong-ngomong ********** lo pakai apa Bon ?" tanya Inces Iseng


"Gak pakek.." jawab Bono ngasal


"Apa..!" Inces melotot


"Gak kali, masak gak pakek sih, bisa merayap kemana-mana tuh si otong ," ujar Bono yang membuat Inces tambah melotot matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2