
Tes...
Air matanya menetes di pipinya, sesak yang dia rasakan di dadanya membuat dia mematung, dia berusaha kuat melihat semua itu. Nindy diam-diam mengambil beberapa foto dengan ponselnya.
"Ndy...kamu harus berpikir positif, siapa tau dia itu adalah saudaranya Tristan," gumannya, tapi apa yang ada di bibirnya sangat berbeda dengan hatinya, dia terlihat sangat hancur melihat suaminya bermesra-mesraan dengan gadis yang lebih muda dan lebih cantik dari dirinya.
Diam-diam Nindy pergi meninggalkan Restorant itu dengan air mata terus mengalir di pipinya.
Sampai di mobil, Nindy segera menghubungi Inces.
Drrrt...drrrt...
Inces yang masih senyam senyum sendiri mengingat perlakuan lembut Arvan padanya menjadi kaget karena suara ponselnya.
Dia heran kenapa Nindy menelponnya lagi, padahal belum lama Nindy mengirim Chat padanya. Inces lalu mengangkatnya
"Iya Ndy ada apa ?
"Ces kamu bisa gak ketemu aku di taman dekat kantor kamu," tanya Nindy dengan suara seraknya, Inces mengernyitkan keningnya.
"Ndy ...kamu menangis ?
"Hu...hu..." Nindy semakin keras tangisannya
"Kamu kenapa Ndy, kenapa kamu sampai nangis begitu ?
"Tristan Ces...
"Kenapa dengan Tristan, apa terjadi sesuatu sama dia ?
"kamu ke sini saja dulu, nanti akuceritain ,"
"Oke gue ke sana sekarang ,"
Inces pun memutuskan sambungan telponnya, dia beranjak dari ranjang itu lalu melangkah keluar dari sana.
Saat pintu kamar terbuka, Arvan segera menoleh ke sana.
"Mau kemana kamu, kan saya sudah bilang kalau kamu harus istirahat ," ujar Arvan menghampiri Inces
"Maaf pak Bos saya hari ini mau izin pulang cepat, nanti saya istirahatnya di rumah saja," ujar Inces
"Tunggu sebentar," Arvan lalu kembali ke mejanya dan mengambil kunci mobilnya.
"Pak Bos mau kemana ?" tanya Inces binggung
"Biar kamu saya antar saja, kan kamu masih sakit.." ujar Arvan yang membuat Inces semakin meleleh di buatnya
Inces sangat senang kalau Arvan perhatian seperti itu, tapi dia tidak mau kalau Arvan mengantarnya nanti penyamarannya akan terbongkar, jadi dia harus cari cara agar Arvan tidak Jadi mengantarnya.
"Gak usah pak Bos, teman saya sudah di bawah kok untuk menjemput saya,"
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati ya ?" ucap Arvan, Inces mengangguk lalu keluar dari ruangan itu dan pergi ke pantry.
"Eh mbak Sun tumben baru nonggol ," ujar Udin yang lagi santai di Pantry karena kerjaannya sudah kelar.
"Ud kamu ke kantor naik apa tadi ?
"Naik motor , emang kenapa mbak Sun,"
"Kamu mau gak nganterin k ke taman dekat kantor sebentar,"
"Waah mbak Sun ini kan masih
"Tapi...
"Nanti aku isi bensin motor kamu Full Deh, gimana ?
"Kalau gitu lest Go Mbak Sun " ujar Udin semangat
hgi arehtu ya..giliran untung ksmumau nganterin Hihubhb
"Yach gimana ya Mbak Sun, gak baik kalau nolak rejeki he..he.."
"Dasar matre kam Ud," ujar Inces sambil tertawa
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka yang tak lain adalah Arvan.
Ada hubungan apa Princes dengan Udin, sepertinya aku harus cari tau,, Batin Arvan
Sampai saat Udin melajukan motornya, Arvan juga melajukan mobilnya mengikuti mereka.
Udin menghentikan motornya tepat di taman bermain tak jauh dari kantor Arkana Corp dan setelah Inces turun dari motor itu Udin segera pergi dari sana.
"Sepertinya Udin hanya mengantarnya saja, aku penasaran siapa teman yang ingin Princes temui," guman Arvan
Arvan turun dari mobilnya lalu kemudian mengikuti Inces secara diam-diam.
Inces masih mencari-cari keberadaan Nindy, sampai netranya melihat ke sebuah kursi taman yang menghadap ke arah tempat anak-anak bermain.
Inces segera berjalan ke arah Nindy, sampai di sana Inces kaget melihat Nindy yang masih menangis.
"Nindy...!
Nindy menoleh kemudian langsung memeluk Inces dan tangisannya pun kembali pecah.
Di balik Pohon Arvan merasa lega karena teman yang ingin di temui oleh princes ternyata seorang wanita, dia kemudian segera pergi dari sana agar tidak ketahuan oleh inces.
Nindy masih saja menangis, Inces membiarkan Sahabatnya itu menyelesaikan tangisnya. Dia tau bagaimana watak sahabatnya itu yang tidak akan menjawab pertanyaannya kalau dia sedang menangis.
Nindy sudah terlihat agak tenang, perlahan Inces melepaskan pelukannya lalu menyerahkan tisue buat Nindy.
"Sudah selesai nangisnya," tanya Inces
__ADS_1
"Belum..."Ucap Nindy
"Kalau begitu aku beli pop Corn dulu,"
"Buat apa..?"Tanya Nindy heran, apa hubungannya pop corn dengan menangis
"Ya buat cemilanku karena aku akan nonton Adegan menangis seorang Nindy," ujar Inces yang membuat Nindy menoyor kepalanya sambil tertawa.
"Kamu lebih baik nangis lagi aja deh,kalau kamu ketawa begitu kamu kelihatan jelek ha..ha.." gurau Nindy
"kamu tu ya paling bisa membuat suasana hati aku membaik," ujar Nindy
"Kalau kamu sudah merasa tenang, sekarang kamu ceritakan apa yang terjadi " Nindy menyerahkan ponselnya kepada Inces, Inces segera melihatnya.
"Waah..cantik sekali gadis ini, gak kayak kamu jelek ," ujar Inces
"Tu kan...kamu malah ngeledek aku," ujar Nindy mau menangis lagi
"Stoop..jangan nangis lagi, aku gak tau dimana harus mencari tukang balon buat nenangin kamu nanti," ujar Inces yang membuat Nindy bukannya menangis tapi malah tertawa
"Aku faham maksud kamu, kamu pasti menyangka kalau mereka selingkuh kan ?" tanya Inces, Nindy menganggukkan kepalanya lemah.
"Ces...apa gue kurang cantik ya, sehingga Tristan selingkuhin aki,"
"Iya.." jawab Inces asal
"iiiih..Inces...Aku gak bercanda tau ," ucap Nindy kesal.
"Aku juga gak bercanda Nindy sayang, sebenarnya kamu itu cantik bahkan sangat cantik, mungkin penampilan kamu saja yang apa adanya dan gak pernah dandan gini yang membuat Tristan Bosan. Coba kamu lihat gadis ini, Dia kelihatannya biasa saja di mataku, tapi karena dia itu modis makanya dia kelihatan cantik dan nampak muda ," ujar Inces
"Nindy memperhatikan gadis di Foto itu, benar apa yang di katakan oleh Inces, kalau gadis itu tidak dandan seperti itu mungkin wajahnya biasa saja.
"Aku ada Ide Ndy, tapi kamu bawa uang banyak kan ?
"Iya..Aku bawa Black cardnya Tristan,"
"Bagus...kita lest go sekarang,"
"Kemana ?
"Sudah jangan banyak tanya, kamu ikut saja, aku akan merubah Itik menjadi angsa,"
"Emang bisa ?
"Itu hanya perumpamaan dodol, sudah ayo ikut Aku,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Coment...coment...dan coment...
Kalau gak Coment miss N nangis juga kayak Nindy nich...Canda he..he..😁
__ADS_1