Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 60


__ADS_3

Mereka pun akhirnya mulai naik wahana yang Inces dan Nindy mau sampai mereka kelelahan dan sekarang mereka sedang istirahat di sebuah angkringan yang menjual berbagai macam baso mulai yang di bakar, di goreng atau yang berkuah.


"Mas aku maunya Baso berkuah, di bakar dan di Goreng ya," ucap Inces


"Kamu yakin sayang, itu banyak banget loh," ujar Arvan


"Yakin lah sayang, aku yakin aku bisa habisin semuanya," ujar Inces sudah gak sabar.


"Bentar ya sayang aku pesan dulu makanannya," ujar Arvan


"Sayang..aku mau juga dong, porsinya sama dengan punya nya Inces ya," ujar Nindy


"Sayang..kamu gak bisa makan yang begituan, nanti perut kamu sakit sayang, kamu makan yang lain saja ya sayang," ujar Tristan


"Gak mau sayang, aku akan ngambek kalau kamu gak mau nurutin apa mau aku," ujar Nindy mulai cemberut.


"Oke..oke..Sayang jangan ngambek ya, aku pesanin dulu ya, kamu tunggu sebentar," ucap Tristan, wajah Nindy jadi sumbringah karenanya.


"Makasih sayang.." ucap Nindy sambil mengecup pipi Tristan, Tristan tersenyum.


"Sayang jangan mancing-mamcing ya.." ujar Tristan sambil mendekati Nindy


"Ehemm.." dehem Inces


"Masih ada gue kali, gak usah mesra-mesraan di depan gue, sudah pergi sana," ujar Inces


"Kenapa lo, iri..tunggu Arvan saja dulu," ujar Nindy


"Awas aja nanti kalau lo minta makanan gue, gak bakalan gue kasih," ujar Inces


"Sayang..ayo cepat pesanin makanannya, itu bisa di lanjutin nanti di rumah, biar Hot.." ucap Nindy menekankan kata-katanya ke arah Inces.


"Cabe kali Hot.." ledek Inces.


Tristan segera pergi ke Stan penjualan Baso itu untuk memesan pesanan istrinya.


"Loh kok antriannya panjang sih Ar ?" tanya Tristan


"Iya nih Tristan, gue takut kita gak kebagian lagi Basonya, Bisa ngamuk Istri gue," ujar Arvan


"Ar gue ada ide , sini gue bisikin," ujar Tristan.


Tristan membisikkan sesuatu di telinga Arvan, Arvan tersenyum menyerigai. Dia kemudian pergi ke tukang penjual Baso itu lalu mengajaknya menjauh sedikit dari gerobaknya.


"Loh pak gimana sih, kok dagangannya di tinggalin, mana pesanan kita," ujar salah satu pelanggan yan sedang mengantri itu

__ADS_1


"Sabar ya bu, sebentar saja kok gak lama,"


"Ada apa ya mas ngajak saya ke sini,"


"Berapa harga semua baso dagangan mas itu, saya mau borong semuanya," ujar Arvan


"Maaf Mas saya tidak jual semuanya, kasian para pelanggan yang sudah mengantri." ujar tukang baso itu


"Begini saja pak, saya akan bayar semuanya tapi saya hanya butuh masing-masing dua porsi saja, jadi sisanya bisa mas bagikan buat pelanggan lainnya, gimana mas," tanya Arvan


Tukang baso itu terlihat ragu, namun Arvan tidak kehabisan akal untuk membuat Mas itu setuju


"Saya bayar dua kali lipat deh mas, gimana ?


"Baik mas ? saya setuju..bentar ya mas saya bikinkan dulu pesanannya Mas ," ujar tukang Baso itu.


"Ibu- ibu...Bapak-bapak...Hari ini ada mas yang baik hati yang mentraktir kalian semua, tapi kalian sabar ya, saya akan membuatkan pesanan mas nya dulu," ujar Tukang Baso itu.


"Waah..baik sekali mas itu..makasih ya mas.." ucap mereka, tukan baso itu lalu membuatkan pesanan Arvan masing-masing dua porsi lalu membawakan ke tempat yang di suruh oleh Arvan.


"Makasih ya mas ," ujar Arvan sambil memberikan uang untuk tukang baso itu.


"Loh mas, kok mahal sekali sih Basonya ?" tanya Inces


"Gini sayang, jadi karena aku hari ini senang banget, aku mentraktir semua orang yang membeli Baso itu, hitung-hitung sedekah," ujar Arvan.


"Eh malah mesra-mesraan nih, sudah datang pesanannya, gimana Ar ide gue berhasil kan ?" tanya Tristan, Inces melepaskan pelukannya sambil mengernyitkan keningnya.


"Ide apa ?, tanya Inces


"Tadi antrian di tukang basonya banyak banget, Arvan takut gak kebagian tapi gue menyuruhnya untuk memborong semuanya, dan berhasil kan," jelas Tristan


"Bener Mas ?" tanya Inces


"Iya sayang, aku takut kamu gak kebagian Basonya, aku takut anak kita ngeces nantinya?"


"iiih So sweet banget sih lo Ar, gak kayak kamu mas, malah ngadelin Arvan, bukannya berjuang seperti dia, aku gak mau makan aja, aku mau kamu berjuang juga untuk aku," ujar Nindy


"Lah kok aku sih yang kena, padahal aku loh yang ngasih ide," ujar Tristan


"Udah jangan dramatis lo Ndy, di makan saja kali basonya, kan Tristan juga ikut andil dalam usaha suami gue, yach walaupun hanya sebuah ide sih," ucap Inces.


"Gak mau," ucap Nindy masih ngambek


"Enak banget loh Ndy..cobain deh," ujar Inces sambil menyodorkan sendoknya ke arah mulut Nindy, Nindy menelan salivanya, bau harum Baso kuah menyerebak sehingga membuat air liurnya menetes.

__ADS_1


"Gak mau juga..ya sudah..baso punya Nindy buat aku aja ya Tristan ," ujar Inces sambil memindahkan semua basonya ke depannya.


"Jangan dong Ces, gue kan juga mau ," ucap Nindy sambil menyerobot kembali basonya dari Inces.


"Ha..ha..ha..nah gitu dong Ndy, kasian tuh Tristan jadi binggung gitu wajahnya," ujar Inces.


Mereka pun akhirnya makan dengan lahapnya sehingga membuat Arvan dan Tristan ngeri-ngeri sedap melihat nafsu makan istri-istrinya itu.


"Aeeppp...


Inces sendawa sehingga membuat Nindy tertawa terbahak-bahak..


"Ha..ha..ha..Ces lo jorok banget sih, makan segitu aja sendawanya ngalah-ngalahin suara gendang," ujar Nindy


"Aeeep...


Sekarang giliran Nindy yang sendawa dan mereka semua tertawa.


"Ha..ha..ha..Makanya jangan ngeledek gue lo Ndy, lo juga jorok kan ha..ha.." Inces makin kencang tertawanya.


*


*


Ferdi melajukan mobilnya menuju ke arah Bengkelnya Cory dengan senyum subringahnya mengingat dia akan bertemu dengan Cory lagi.


Ferdi membelokkan mobilnya ke Bengkel Itu lalu memarkirkan dengan cantik di sana.


"Om...Ferdi...! ucap Fariz


"Hai Fariz, loh kok kamu gak sekolah sih," tanya Ferdi


"Tadi pagi badan aku panas, jadi mama gak ngizinin aku sekolah," ujar Fariz


Ferdi memegang kening Fariz, dan merangkulnya lalu membawanya ke dalam Bengkel yang juga merupakan rumah mereka.


"Kamu istirahat saja Ya Fariz, jangan main di luar nanti kamu panas lagi," ujar Ferdi lalu duduk di sofa yang ada di sana.


"Oh ya Fariz,Mama kamu mana kok gak kelihatan ?" tanya Ferdi


"Mama lagi Anterin Motor temannya sebentar, ntar juga pulang," ujar Fariz


"Ooo, cewek apa cowok ?" tanya Ferdi


"Kenapa ? Om cemburu ya...," tanya Fariz

__ADS_1


"Ya..kalau cowok sih Om cemburu, Om kan maunya mama kamu cuma mengenal Om saja," ujar Ferdi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2