Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 13


__ADS_3

"Maksudnya ?" tanya Udin Binggung


"Saya sebenarnya baru saja melamar kerja di sini dan bos memberi tantangan buat saya apabila saya berhasil masak sesuai seleranya maka saya akan menjadi koki pribadinya," ujar Inces


"Waaah..bagus dong, kalau mbak di terima kerja di sini aku bisa nebeng makan masakan mbak, bisa ngirit uang makan siang he..he..," ujar Udin cengengesan.


"Bisa aja Lo, makanya Lo bantuin gue masak, nanti imbalannya gue kasih makanan gratis tapi sisanya pak Bos ya he..he.." Udin melongo karena tiba-tiba gaya bicara Inces berubah.


"Lo kenapa benggong, Gimana mau gak makan sisa nya Bos ?


"Gak apa-apa deh, Biar pun makanan sisa tapi kan sisa nya bos, siapa tau dengan makan makanan sisa Bos Bakalan ketularan jadi bos juga nantinya," ujar Udin yang membuat Inces tertawa


"Lo bisa aja Ud,"


"Loh kok Ud sih mbak ?" tanya Udin heran


"Nama lo itu kan Udin, kalau gue panggil Lo Udin sepertinya terlalu kampungan deh, Wajah lo kan tampan gak cocok kalau gue panggil Udin, mending gue manggil lo dengan sebutan Ud saja biar agak lebih keren gitu," ujar Inces


"Ah mbak Sun bisa aja gombalnya," ucap Udin tersipu


"Dan kalau nama kita di gabung nih ya kan gampang tinggal panggil SunUd...kan jadi lebih keren ya Gak ?" ujar Inces


Sunud..? keren dari mana, gue iyain aja deh asal mbak Sun senang agar gue bisa makan masakannya nanti,, Batin Udin


Kruuukkk...


Perut Inces kembali berbunyi, Inces tersenyum ke arah udin sambil memegang perutnya.


"Mbak Sun laper ya ?" tanya Udin


"Hooh..Disini ada mie instant gak Ud, gue pengen banget makan Mie Instant nih," tanya Inces


"Ada Mbak Sun, tapi jangan sampai ketahuan pak Bos ya, kerena di sini sangat di larang makan makanan yang Instant apalagi mie Instant ," ujar Udin lalu menuju ke sebuah sudut yang agak tersembunyi lalu meraih kresek hitam.


Udin mengambil beberapa bungkus mie Instant dari dalam kresek tersebut dan menyerahkannya kepada Inces.


"Berarti lo diam-diam suka makan Mie Instant juga ya Ud ?" ujar Inces


"Iya Mbak, kalau lagi akhir bulan aja he..he..,"


"Ya sudah Gue masak Mie nya dulu lo jaga-jaga jangan sampai pak bos datang nanti kita bisa dapat hukuman," ujar Inces

__ADS_1


"Tapi Mbak, mbak kan mau masak buat pak bos?


"Itu gampang, yang penting perut kita dulu yang ke isi, soal masakan buat pak Bos bisa nanti ," ujar Inces kemudian mulai memasak mie instant super pedas itu.


Udin Celingak-celinguk melihat keluar Pantry itu, soalnya Inces sudah setengah jam memasak di dapur tapi belum selesai-selesai juga.


"Ngapain ya mbak Sun lama bener masaknya, perasaan kalau aku masak mie gak selama itu deh, palingan satu menit juga siap, cuma tinggal di seduh aja beres," guman Udin


Dari dalam ruangannya Arvan mencium bau makanan yang sangat mengugah seleranya sehingga dia beberapa kali menelan air liurnya sendiri.


"Aroma apa ini sepertinya enak banget," ucapnya sambil beranjak dari duduknya menuju ke arah sumber aroma itu


Semakin Arvan mendekati pantry semakin kuat Aroma itu menyeruak masuk ke hidungnya, saat ini dia sudah berada di depan pintu Pantry, Udin yang melihatnya langsung berlari ke tempat Inces yang sedang asik memasak.


"Mbak Sun..Bos datang ," ujar Udin panik


"Apa..! gimana ini," ucap Inces tak kalah panik sehingga dia bukannya menyembunyikan masakan itu malah dia mengangkatnya sehingga Arvan yang sudah masuk ke sana melihatnya.


"Ooo makanan buat saya sudah siap ya ?" tanya Arvan


"Be..belum pak ," ucap inces gugup


"Nah itu apa, ayo sajikan, saya sudah tidak sabar untuk memakannya," ujar Arvan lalu duduk di sebuah kursi yang ada di Pantry tersebut.


"Ini kan salah lo, siapa suruh lo ngasih ke gue,"


"Lah kok aku sih mbak ? kan tadi mbak yang minta ," bisik Idin lagi


"Loh kok malah bisik-bisik sih, ayo cepat sajikan." suruh Arvan,dia sudah tidak bisa menahannya lagi ingin segera memakan masakan itu.


"Pak Bos, apa gak sebaiknya kalau pak Bos nunggu saja di ruangan pak Bos, nanti saya antarkan ke sana makanannya," ujar Inces


"Iya Pak Bos, gak enak kan kalau ada yang lihat pak Bos makan di Pantry," ujar Udin menambahkan agar Arvan mau pergi dari sana dulu.


"Emangnya kenapa kalau saya makan Di Pantry ? apa ada yang ngelarang ?"


"Ya Enggak lah Pak Bos, siapa yang berani ngelarang-ngelarang pak Bos, silahkan deh pak bos mau makan di mana saja terserah pak Bos kan yang punya perusahaan pak Bos ," ujar Inces


"Ya sudah kalau begitu ayo cepat sajikan makanannya, saya sudah sangat lapar," suruhnya


"Bismillah deh Ud, semoga pak Bos suka masakan gue, kalau tidak kita bisa kena pecat," bisik inces

__ADS_1


"Lah mbak sih enak, belum diterima kerja, lah aku sudah bekerja di sini dua tahun harus di pecat gara-gara ini," bisik Udin


Gak ada pilihan lain akhirnya Inces menyajikan juga masakannya di depan Arvan, Tak butuh waktu lama Arvan segera melahapnya sampai habis sehingga membuat Inces dan Udin menelan saliva melihatnya.


"Tambah lagi dong ," suruh Arvan


"Lah ni Bos lapar apa doyan, maruk amat," guman Inces


"Ayo di tambah, nunggu apa lagi ?" Inces pun menambah masakan itu lagi ke dalam piring Arvan sehingga masakannya habis ludes di makan oleh Arvan.


Yach sabar..sabar ya nak, kita harus ngalah sama papa kamu ya, nanti mama buatin lagi makanannya buat kita,, Batin Inces sambil mengelus-ngelus perutnya yang masih rata.


Arvan sudah menyelesaikan makannya, dia mengelap mulutnya dengan Elegant.


"Pak Gimana masakan saya ?" tanya Inces


"Biasa saja ," jawab Arvan singkat padahal peluh sudah memenuhi keningnya


Whaat...biasa saja ? gak salah tuh, Dia sudah ngehabisin makanan gue dan rakus begitu dia bilang biasa saja, Huh dasar ...,, Batin Inces


Arvan bangkit hendak pergi, tapi langkahnya terhenti mendengar pertanyaan Inces.


"Pak gimana saya di terima kerja gak ?"


"Saya akan pertimbangkan kalau besok kamu masak lagi lebih dari yang tadi," ujar Arvan lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


"Lo dengar gak tadi Ud ?" tanya Inces gak percaya


"Iya Mbak, secara tidak sengaja pak Bos bilang kalau mbak di terima kerja," ujar Udin


"Yeay...gue di terima Kerja ," sorak Inces langsung memeluk Udin, Udin menahan nafasnya ketika tubuh Inces menempel sempurna di tubuhnya.


"Ups sorry...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like..


Coment...


Vote...

__ADS_1


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2