
"Berhenti pak Bos.." Arvan kaget mendadak dia menghentikan mobilnya
"Ada apa sih Sun ?
"Itu tukang rujak sudah lewat,"
"Saya pikir apa, sampai kaget saya ," Arvan memundurkan mobilnya kemudian mereka turun dari mobil dan menuju ke tempat tukang jualan rujak itu.
"Pak kalau bapak risih makan di sini bapak di mobil saja biar saya yang belikan," ujar Sun
"Sun, kamu pikir saya gak bisa apa makan di pinggir jalan seperti itu," Inces mengerutkan keningnya
"Kamu jangan salah Sun, kehidupan saya dulu tidak seperti yang terlihat sekarang, walaupun saya kaya raya tapi saya selalu di ajarkan oleh mama saya untuk hidup sederhana agar saya merasakan pahitnya hidup kalangan bawah," ujar Arvan
"Masak sih pak," tanya Inces gak percaya
"Kalau gak percaya, nanti kamu lihat sendiri ya," ucap Arvan Ambigu sehingga Inces menatap lekat ke arah Arvan.
"Pak Rujaknya dua ya," ujar Arvan
"Eh..mas Jono, tumben mas gak sama mas Ferdi," Inces melongo melihat interaksi Arvan dengan penjual Rujak itu
"Iya pak, Ferdinya lagi sibuk." ujar Arvan
"Ini si nengnya mau pesan juga,"
"Gak kok pak, kan tadi sudah saya pesan," ujar Arvan
"Mas Jono, apa ini calonnya mas Jono ," bisik penjual rujak itu, Arvan hanya tersenyum tanpa menjawabnya.
"Pak saya numpak ke toiletnya ya, kalau sudah siap pesanannya taruh saja di meja sana," ujar Arvan kemudian menuju ke arah Inces
"Sun saya ke toilet sebentar ya," Inces mengangguk, Arvan kemudian pergi ke toilet, sedangkan penjual Rujak itu membawakan pesanan Arvan ke meja yang ditempati oleh Inces.
"Ini neng pesanannya sudah jadi, neng itu pacarnya mas Jono ya ," Inces mengerutkan keningnya
"Itu loh, yang datang sama neng tadi ?"
"Bukan pak, dia bos saya,"
"Ooo saya pikir neng pacarnya, soalnya mas Jono gak pernah jalan sama Cewek, kalau ke sini selalu sama Mas Ferdi," ujar Tukang jualan rujak itu.
"Oooo..saya baru tau pak,"
__ADS_1
"Silahkan neng, di makan rujaknya ," Inces mengangguk, Dalam hatinya dia merasa bahagia mendengar ucapan Bapak-bapak tadi, dia merasa spesial karena bisa jalan dengan Arvan seperti sekarang ini.
Dari kejauhan Inces melihat ada preman-preman yang mencarinya kemarin sedang menuju ke arah tempat itu, Sontak Inces menutupi wajahnya dengan menggunakan koran yang ada di sana.
Mereka duduk beristirahat di sebelah meja yang di tempati oleh Inces, Inces semakin gugup. Tak lama kemudian Arvan sudah datang ke sana dan dia duduk di samping Inces.
"Aduh pak Bos, saya kaget tau," ujar Inces mengusap-usap dadanya.
"Kamu kenapa sih Sun ?" tanya Arvan
"Pak Bos apa selain saya dan bapak penjual Rujak itu ada yang pak Bos kenal," Inces mulai mencari tau apa Arvan mengenal preman-preman itu.
"Kamu ngomong apa Sih Sun, mana mungkin saya kenal sama yang lainnya, kita kan baru saja datang, kalau sama bapak penjual rujak itu sih saya kenal, kenapa kamu bertanya begitu ?"
"Gak kok pak Bos, ayo di makan rujaknya ," suruh Inces.Arvan mulai memakan Rujak itu. Inces memandang ke arah Arvan, dia semakin binggung karena tak terlihat sedikitpun kebohongan di dari wajah Arvan.
Apa memang bukan dia yang menyuruh preman-preman itu untuk mencariku ya, tapi kenapa waktu itu aku mendengar Pak Ferdi sepertinya sedang berbicara dengan orang di telpon dan menyebut-nyebut nama ku, apa aku cuma salah Faham saja sama mereka,, Batin Inces
Inces masih memandangi Arvan yang masih sibuk dengan Rujaknya sampai-sampai dia tidak sadar kalau rujak di piringnya sudah ludes.
"Kamu mau lagi ?" tanya Arvan yang membuat Inces kaget
"Eh...enggak kok pak, saya sudah kenyang," ucap Inces sambil menepuk-nepuk perutnya
"Kenapa dia manis begitu sih sama gue, kan gue jadi meleleh," guman Inces
Setelah membayar, mereka kembali ke mobil dan Arvan mulai melajukan mobilnya itu.
"Sun...!
"Ya Pak Bos,"
"Kamu pernah gak dekat sama seorang cowok ?"
"Pernah pak Bos, ini lagi dekat-dekat sama pak Bos," ujar Inces spontan
"Bukan itu maksud saya Sun,:
"Terus maksud pak Bos gimana ?
"Maksud saya kamu pernah gak merasa nyaman sama seorang cowok atau mungkin merasa deg-degan ketika berada di dekat cowok itu,"
Deg....
__ADS_1
Pertanyaan apa itu, apa pak Bos akan mengungkap kalau dia sebenarnya ada rasa sama gue,, batin Inces
"Sun kenapa kamu diam saja ?"
"Maksud pak Bos jatuh cinta gitu, ya pernah lah pak Bos,saya ini kan wanita normal ya pasti pernah merasakan yang begituan," ujar Inces, dadanya makin bergemuruh ketika dia ngomong seperti itu.
"Kalau jatuh cinta sama orang yang gak kamu kenal pernah gak ?"
"Mmm kalau itu sih kayaknya gak pernah deh Pak Bos,emang kenapa sih pak Bos, apa pak Bos jatuh Cinta sama orang yang pak Bos kenal ?"
"Huff.." Arvan menghembuskan nafasnya pelan
"Sun...gak tau kenapa saya merasa nyaman sama kamu, saya merasakan mendapat teman baru yang mengerti saya,Jadi saya akan menceritakan sebuah kisah sama kamu ," ucap Arvan
"Kisah apa pak Bos,?
"Sebenarnya saya sudah menghamili seorang wanita ,"
"Apa pak Bos.., kok bisa ," tanya Inces pura-pura kaget.
"Iya..saya tidak berniat seperti itu, namun keadaan saya waktu itu yang memaksa saya melakukannya," Arvan kembali menghembuskan nafasnya
"Sun...menurut kamu saya itu jahat atau enggak," tanya Arvan dengan wajah sedihnya
"Tergantung pak bos, Emangnya seberapa mendesak sih pak Bos sehinnga pak Bos harus menghamili gadis itu ,"
"Malam itu saya di jebak hingga saja meminum minuman yang sudah di bubuhkan obat perangsang, dan saya bertemu dengan gadis baik itu, awalnya dia menola tapi setelah melihat keadaan saya yang sudah sekarat dia dengan suka rela membantu saya sun, sejak saat itu saya mulai jatuh cinta padanya,"
Deg....
Jantung Inces berpacu mendengar ungkapan hati seorang Arvan, tak terasa air mata menetes di pipinya , Inces buru-buru menghapusnya agar Arvan tidak melihatnya
"Saya sudah mencarinya ke mana-mana Sun, tapi sampai saat ini saya belum menemukannya, saya yakin kalau dia sekarang sedang mengandung anak saya, karena saya dapat merasakan apa yang orang hamil alami saat masa kehamilan," ujar Arvan yang membuat perasaan inces di aduk-aduk, Ingin sekali dia berteriak memberitahukan kepada Arvan kalau dia sekarang ada di hadapannya, akan tetapi dia masih ingin mengetahui siapa sebenarnya yang ingin mencelakakan dirinya dan calon bayinya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like...
Coment...
"Vote...
Makasih🙏🙏🙏
__ADS_1