Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 54


__ADS_3

"Eh jangan ngeremehin gue lo, apa sih yang gak bisa Cory lakuin," ucap nya Sombong


"Oke..tapi saya harus bilang sama Bos saya dulu, soalnya ini mobilnya Bos saya," ujar Ferdi


"Oke..gue tunggu kabar baiknya ya," ucap Cory lalu menaiki Motornya kemudian segera melajukannya.


"Sepertinya mulai hari ini gue akan sering kemari deh..Duuh..Jatuh Cinta berjuta rasanya...." Ferdi berdendang lalu melajukan mobilnya menuju Mansionnya Arvan.


"Spada...I'am Come here...Arvan...Where are you..?" Ferdi sudah seperti orang gila saja


"Lo kenapa Fer, kayak orang mereng sebelah aja lo," Ledek Arvan


"Gue lagi jatuh..."


"Jatuh ke got..ha..ha.." Arvan tertawa melihat tingkah aneh Ferdi


"Bukan..tapi gue lagi jatuh Cinta Bro..." ucapnya semangat


"Bhuaa...ha...ha..." Inces tertawa terbahak-bahak melihat Ferdi kayak ABG yang sedang jatuh Cinta.


"Sayang jangan ketawa begitu dong, kasian bayi kita ," ujar Arvan


"Abich nya Ferdi lucu sih sayang, tuh lihat wajahnya kayak ABG lagi Puber ha..ha..," ucap Inces


"Iya sih, emangnya Mila mana lagi yang kepincut sama Lo," ujar Arvan membuat wajah Ferdi kesal


"Jangan sebut-sebut nama dia lagi Ar, gue gak sudi dengarnya," ujar Ferdi cemberut


"iiihh selain gila dia ngambekan juga rupanya, lucu banget sih pak Ferdi ini," ujar Inces yang membuat wajah Arvan cemberut, sudah dua kali Inces ngomong kalau Ferdi itu Lucu.


"Kenapa lo Ar, wajah lo kok berubah," tanya Ferdi yang melihat perubahan Arvan


"Sayang..jangan bilang Ferdi lucu dong, lucu dari mana cobak, aku gak suka kalau kamu ngomong seperti itu sama pria lain," ujar Arvan Manja


"Ya Ampun...Bos satu ini Bucin parah..parah.., Gitu aja sudah ngambek," ujar Ferdi


"Kamu lucu banget sih sayang, aku makin gemez deh," ucap Inces sambil mencubit pipi Arvan, Mood Arvan kembali, dia tersenyum lagi seperti semula.


"Emang bener ya kata orang kalau cinta itu bagaikan obat, seperti yang gue rasakan sekarang, baru saja di tinggal sama Mila, eh datang Seorang Bidadari membawa cintanya dan mengobati luka," ujar Ferdi


"Sok Puitis lo Fer, ayo kita pergi," ajak Arvan


"Ar..Sorry ya.."


"Buat apa ?"


"Emmm...


"Lo kenapa sih, cepat ngomong gue gak ada waktu," ujar Arvan


"Mobil lo rusak,"

__ADS_1


"Apa...!


"Rusak kenapa ?" tanya Arvan


"Tadi waktu gue sedang di Restorant ada yang nabrak mobil lo dan Bamper belakangnya Rusak parah," cerita Ferdi


"Terus orang yang nabraknya ganti rugi gak ?


"Itu dia masalahnya, orang itu kabur saat gue PDKT sama Bidadari gue," ujar Ferdi


"Gaji lo Bulan ini gue potong," ujar Arvan


"Jangan dong Ar, kalau lo Potong kapan ngumpulnya duit buat lamaran," ujar Ferdi dengan wajah memelasnya.


"Itu urusan lo," ujar Arvan kesal Lalu bergegas menuju ke tempat mobilnya di Parkir.


Ferdi melihat ke arah Inces seolah meminta bantuan untuk merayu Arvan.


"Maaf kalau soal itu lo selesaiin sendiri, gue gak ikutan," ucap Inces lalu pergi menuju kamarnya.


"Dasar gak setia kawan lo Ces, emang udah nasib gue kali," ujar Ferdi lalu menyusul Arvan


"Ya Ampun..sampai seperti ini kerusakannya, gue gak mau tau, lo harus perbaiki mobil ini seperti semula," ujar Arvan


"Ar, kasihanilah gue, jangan lo peras seperti itu, lagian kan mobil lo banyak Ar, mobil ini di Mesiumkan saja," ujar Ferdi


"Lo tu yang bakal gue Mesiumkan kalau gak memperbaiki mobil gue, lagian gue sudah nyaman sama mobil ini, gue gak mau tau kalau lo gak perbaiki ini mobil ya solusinya gue potong gaji lo buat biaya perbaikan mobil ini," ujar Arvan


"Gak deh Ar, gue aja yang perbaikinya, lo tinggal tunggu beres aja," ucap Ferdi gak ada pilihan lain, lagian dia juga suka karena dia akan bertemu dengan Cory lagi kerena dia berencana akan memperbaikinya di sana.


"Siap Bos," ucap Ferdi menghela nafasnya lega lalu menuju ke Garasi mobilnya Arvan dan mengambil salah satu mobil dari Sepuluh Mobil yang terparkir di sana.


Ferdi mengambil mobil sport yang berwarna merah cerah yang hanya muat dua orang saja di dalamnya.


Ciiiiiittttt...


Mobil itu berhenti tepat di depan Arvan , Arvan segera menaiki nya lalu Ferdi melajukan mobil itu kembali ke Perusahaan.


Hari sudah jam 4 sore, Arvan dan Ferdi baru saja sampai di Kantornya, tapi saat sampai di kantor terlihat sebuah keributan terjadi di sana, Arvan dan Ferdi langsung menuju ke sana.


Sampai di sana Arvan kaget melihat sahabat-sahabatnya sewaktu Kuliah datang ke sana membawa satu Rombongan Suami plus lengkap dengan anak-anaknya.


"Jono....! teriak mereka berhambur ke Arah Arvan. Arvan Specles dia mematung melihat mereka berada di kantornya.


Gubraak...


Suara benturan lantai dengan Bokong pun terdengar.


"Aduuuh...." Ringis mereka barengan


"Kalian sih main nabrak-nabrak aja, sakit tau," ujar Arvan, semua mata melihat ke arah mereka.

__ADS_1


"Wiih makin keren aja lo Jon,Kita kangen tau gak sama Lo, semenjak Dera meninggal kita gak pernah bertemu lagi," ujar Dira


" Baru nyadar lo kalau gue keren ? kalau Lo kangen peluk dong," ucap Arvan


Rafka menatap ke arah Arvan, Arvan tertawa melihatnya.


"Yach pak Dosen, masih saja cemburuan, lagian gue gak selera lagi sama Dira, tuh lihat aja badanya sudah melar gitu," ujar Arvan


"Ini bukan melar begok, ini hamil," ujar Dira


"Lo bisa hamil juga Dir, gue pikir Wanita setengah cowok kayak lo gak bisa hamil," ledek Arvan,"


"Iiih... lo masih nyebelin ya kayak Dulu," ujar Dira sambil mencubit Arvan.


"Nah ini kok Zidan sama Ica gak barengan, ini yang di samping mereka siapa, kok ada bule dan pak Le," tanya Arvan


"Ini kenalin Jon Renaldi suami gue," ujar Ica


"Dan ini Carin Istri gue," ujar Zidan


"Bhua..ha..ha.., kalian gak jadi nikah ?, malah sama-sama punya pasangan Bule lagi, kalian satu selera rupanya," ujar Arvan


"Dia nih yang iri sama gue punya laki Bule , dia cari juga yang bule kan," ujar Ica


"Lo tu yang iri sama gue," ujar Zidan gak mau ngalah


"Eh..eh..kok malah berantem sih, Sesama mantan gak boleh bertengkar, mending baikan aja kan sudah punya pasangan masing-masing," ucap Arvan


"Eh ada Umi Sinta, apa kabar Umi," Arvan mendekat ke arah Sinta.


"Jono...!" sebuah panggilan Dingin menghentikan niatnya mendekati sahabatnya itu, siapa lagi kalau bukan Rama suaminya Sinta.


"Maaf pak Rama, saya gak berani kok," ujar Arvan


"Ini siapa imut-imut banget sih," tanya Arvan


"Kenalin Om, saya Anggi dan ini adik saya Angga," ujar Gadis kecil nan cantik itu.


"Kembar ya Sin ?" tanya Arvan


"Enggak kok, beda dua tahun," jawabnya


"Waah...subur ya," ucap Arvan membuat tatapan tajam dari Rama


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai Gaess miss N Buat Part ini jadi Reunian sahabat-sahabat masa kuliah, kalau penasaran sama kisah mereka mampir aja ke Novel Miss N yang berjudul


*Jangan Salahkan Aku...Memilih Dia


Dan juga kisah si kecil Angga dan Anggi di Novel

__ADS_1


*Petaka Cinta Dwipangga


Kalau belum mampir ayo buruan mampir ya, miss N setia menunggu ke datanganmu 😊😊😊


__ADS_2