
Perjalanan yang tanpa arah itu membuat Inces melupakan bahwa sekarang dia tanpa tujuan, supir taksi yang heran dari tadi mereka hanya mutar-mutar saja memberanikan diri untuk bertanya.
"Mbak..sebenarnya kita mau kemana sih, ini argonya jalan terus loh mbak," Inces tersentak dari lamunannya dia melihat ke arah argo taksi itu.
"MasyaAllah pak, kenapa angka di argonya banyak sekali ?" ucap Inces kaget melihat angka di Argo sudah mencapai satu juta lebih.
" Mbak ini gimana sih, kan kita sudah berkeliling Jakarta beberapa kali, kalau dilurusin ke Bandung nih ya mungkin sudah sampai di sana satu jam yang lalu mbak ," ujar Supir taksi itu
"Tapi Pak saya gak punya uang sebanyak itu, saya mau bayar pakek apa ,"
Ciiiit...
Supir taksi itu menghentikan mobilnya
"Mbak saya gak mau tau ya, pokoknya mbak harus bayar," ujar supir taksi itu meninggi
"Saya kan sudah bilang kalau saya gak punya uang sebanyak itu pak ," ujar Inces gak kalah tinggi
"Mbak punya uang berapa sih ? " Inces mengambil dompetnya, di dalam dompet itu hanya ada dua ratus ribu saja, Inces memberikannya kepada supir taksi tersebut.
"Hanya dua ratus ribu ? mana cukup mbak, Buat isi bensin saja mungkin lebih dari itu,"
"Terus gimana dong pak ?"
"Loh kok mbak tanya saya, seharusnya saya yang tanya mbak ,"
"Kalau begitu gini saja pak, saya yang narik taksi bapak, sedangkan bapak cukup istirahat saja di sana," ujar Inces sambil menunjuk ke arah sebuah cafe yang berada di pinggir jalan itu.
"Ya gak mau lah saya, saya kan gak kenal sama mbak, siapa tau mbak itu penipu. Nanti malah taksi saya yang Mbak bawa kabur,"
"Percaya sama saya pak, mana ada maling cantik kayak saya sih pak, kalau bapak gak percaya ini tas saya bapak bawa saja, di dalamnya ada dompet dan KTP saya dan ini juga ponsel saya pak, Nanti kalau saya sudah dapat uangnya saya bakalan balik ke sini buat nebus tas beserta isinya itu," ujar Inces meyakinkan supir taksi itu.
supir taksi itu membuka dompet Inces benar di sana terdapat Kartu identitas Inces dan kartu mahasiswanya.
"Princes prayoga ," Supir taksi itu membaca nama yang ada di Kartu identitas itu
"Wajahnya mirip ya ," ujarnya
"Ya iyalah pak, itu kan KTP saya masak wajahnya mirip orang lain sih,"
"Ya sudah saya percaya sama kamu, tapi nanti sore kamu harus balik lagi ke sini ya,"
"Siap pak," ujar Inces sambil memberi hormat ke pak supir itu
__ADS_1
Inces melajukan Taksi itu dan mulai mengarahkan ke Kampusnya.
Sampai di depan kampusnya Dia berhenti tepat di depan gerbang kampus, dia turun lalu bersandar di badan taksi itu.Tak lama kemudian terlihat mahasiswa-mahasiswi yang keluar dari sana hendak pulang.
"Hey Ces, tumben lo gak kuliah, ini taksi siapa ?" tanya teman-teman cowok sekelasnya
"Ya taksi gue lah, kalian pada mau naik gak, murah loh di jamin sampai rumah dengan selamat ," ujar nya
"Ha..ha..Lo jadi supir taksi sekarang Ces ?"
"Emang kenapa kalau gue jadi supir taksi, yang penting halal kan, Kalian pada mau naik gak ?" tanya Inces
"Gue mau dong.."
"Gue juga Ces..
"Ya sudah kalian pada naik gih, berhubung taksinya hanya muat tiga penumpang saja kalian tunggu giliran lagi ya," ujar Inces
"Iya kita bakalan nunggu kok Ces, kapan lagi naik taksi supirnya cantik kayak lo ," celutuk cowok yang agak sedikit genit itu.
"Huuu..lo pikir Inces bakalan ngelirik lo, wajah sudah kayak jurik aja masih genit lo ," ujar yang lainnya, Inces hanya tersenyum mendengar celetukan mereka, dia bergegas naik di belakang kemudi lalu mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju alamat penumpang-penumpangnya.
Saat sudah sampai di rumah salah seorang dari mereka Inces menghentikan mobilnya.
"Tiga ratus ribu ," Jawab Inces
"Bushet dah mahal amat Ces, lo supir taksi apa tukang palak sih, tu di argonya cuma seratus ribu doang,"
"Dua-duanya, satu orang seratus ribu, kalian kan bertiga nih ya jadi totalnya tiga ratus ribu, ayo cepetan bayar," bentak Inces
"Iya Ces.. ini uangnya" ujar mereka sambil memyerahan uang itu ke tangan Inces
"Nah gitu dong, kalau gini kan enak sama enak,"
"Enak di elo ," guman salah seorang dari mereka
"Apa lo bilang ?"
"Gak kok Inces yang cantik, ayo balik ke kampus sana, kasian teman-teman pada menunggu lo di sana," ujar mereka.
Inces pun akhirnya balik ke kampusnya untuk menjemput teman-temannya yang ingin menaiki taksinya itu. Setelah semuanya sudah diantarnya Inces pun akhirnya mengistirahatkan tubuhnya di pinggir jalan.
Tiba-tiba ada segerombolan pria bertubuh besar menghampirinya dengan membawa selembar Foto di tangannya, saat sudah sampai di depan Inces mereka berhenti sebentar di depan Inces sambil memperhatikan kearahnya.
__ADS_1
"Napa bang," tanya Inces, Pria itu berjalan ke arah Inces lalu menaruh foto itu di samping wajah Inces.
"Ini dia orangnya," ujar pria itu
Inces tersentak mendengar ucapan pria itu dan reflek melangkah mundur
"Nona ayo ikut kami," ujar mereka
"Kenapa gue harus ikut kalian ?"tanya Inces, Inces sudah menyadari kalau bahaya sedang mengancamnya.
"Jangan banyak tanya lo, ayo ikut saja," pria itu mulai menamoa
"Eh pak polisi, lagi nyari apa pak," ucap Inces sambil melihat kearah belakang pria-pria itu, Sontak mereka melihat ke arah belakang mereka, kesempatan itu di pergunakan oleh Inces untuk berlari menuju taksinya kemudian melajukannya dengan kecepatan tinggi.
Para pria itu mengejarnya,karena mobil mereka terlalu jauh di parkirkan akhirnya mereka kehilangan jejak Inces lagi.
Inces masih ngos-ngosan di dalam taksinya, Dia tidak habia pikir kenapa pria-pria itu mencarinya hingga sampai membawa-bawa fotonya itu.
"Apa pria breksek malam itu yang menyuruh mereka mencariku, tapi kalau memang iya kenapa mereka harus kasar begitu, apa diaenyutuh mereka melenyapkanku agar dia tidak perlu bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan," bermacam pertanyaan timbul.di benak Inces.
"Kalau memang benar begitu adanya, gue gak bisa tinggal diam, gue harus melakukan sesuatu agar mereka tidak bisa menemukan gue," ujarnya
Inces pun melajukan taksinya menuju Cafe tempat supir taksi itu menunggunya, sampai di sana terlihat supir taksi itu tertidur di sebuah kursi dengan bertumpu tangan di salah satu meja Cafe tersebut.
"Pak...pak supir bangun...!
"Pak...bangun dong ah," ujar Inces
"Pak...banjir pak...banjir...,"
Sontak pak supir itu bangun kalu segera naik ke atas meja didepannya itu.
"Banjir...Banjir..."Teriak pak supir itu
"Ha..ha..ha.., Bapak ngapain naik ke atas Meja ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like semua Episode ya...
Dan Coment yang banyak...
kalau mau Vote ya monggo..😊😊😊
__ADS_1