
"Cie..Aa' nih ye," ujar Ferdi yang baru sampai di sana. Dante kaget mendengar suara Ferdi
"Sejak kapan Dokter Dante yang penuh pesona ini suka sama Seorang kepala Pelayannya Arvan ?" ujar Ferdi, Dante langsung membekap Mulut Ferdi dan menariknya menjauhi Mona yang lagi sibuk menata makanannya di Kulkas.
"Lo jangan ngomong macam-macam di depan Mona ," ujar Dante
"Emang kenapa, kan katanya lo gak akan pernah suka sama Gadis rendahan," ledek Ferdi, Dante kembali membekap Mulut Ferdi
"Jangan keras-keras Ngomongnya," ujar Dante
"Mana Dante Dokter Tampan sejuta pesona itu, kok seleranya jadi Rendahan juga ha..ha..," Ferdi Jadi semakin menjadi-jadi meledek Dante.
"Gue ngaku salah deh Fer, gue terlalu merendahkan pekerjaan mereka tanpa gue sadari gue semakin suka sama Mona," ujar Dante
"Makanya punya mulut itu di didik jangan asal nyeplos aja, ketulah juga kan lo ha..ha..,"
"Iya..iya..Oh ya gimana hubungan lo sama OG di kantor lo itu ? apa berjalan lancar ?
"Gue sudah putus sama dia," ucap Ferdi biasa saja
"Jadi lo kembali ke habitat lo sekarang, jadi Jones ha..ha..," sekarang giliran Dante yang menertawakan Ferdi
"Eit..jangan ngeledek gue lo karena bentar lagi gue mau menikah " ucap Ferdi
"Mau Nikah ? sama siapa ?, kan lo sudah putus sama pacar lo,"
"Ada deh, lo tunggu saja undangannya ,"
Dari tangga terlihat Arvan sedang turun dengan memakai kaos warna putih dan celana selututnya.
"Widih..Hot daddy sudah turun nih," ujar Ferdi sehingga pandangan mata Dante melihat ke arah tangga.
"Ar..apa benar Si Ferdi mau nikah ?" belum lagi sempat Arvan duduk sudah di cerca pertanyaan saja dari Dante.
"Gak tau gue, tapi beberapa hari ini itu mulu yang dia omongin, sepertinya udah gak sabar mau belah Duren dia," ujar Arvan
"Gue bukan gak sabar, gue takut kayak lo, kawin dulu baru nikah," ledek Ferdi
"Dan..sepertinya ada yang bakalan kena potong gaji nih, siapa ya..?
"Ya elah Lo Ar, lo ngeledek gue gue gak marah, giliran gue bales malah ngancam potong gaji, di mana hati lo Ar ?"
"Di Inces lah..di mana lagi ," ucap Arvan santai
"Dasar bucin lo Ar ,"
"Lo lihat saja nanti ya Fer, kalau lo punya Istri nanti lo juga akan merasakan kebucinan yang teramat sangat ," ujar Arvan
"Gue gak ikutan ya ," ujar Dante
__ADS_1
"Lo belom nikah saja sudah bucin apalagi sudah nikah," ujar Arvan pada Dante
"Jangan ngadi-ngadi lo Ar, gue gak gitu lagi,"
"Kita buktikan yuk Fer.."
"Mona..!
"Iya Tuan Arvan, Apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Mona yang berjalan menuju ke arah Arvan.
"Kamu pergi ke Belakang tolong potong rumput yang ada di sana, Saya lihat rumput di sana sudah sangat panjang." Suruh Arvan
"Baik Tuan ," ujar Mona lalu berjalan menuju taman belakang, Dante pun beranjak dan mengikutinya.
"Mona biar Aa' Bantu ya..?" ujar Dante pada Mona
"Bhuha...ha..ha.." tawa Arvan dan Ferdi pecah, Dante baru menyadari kalau dia lagi di kerjain oleh dua sahabatnya itu.
"Dasar kalian ya, gue mau pulang aja deh," ujar Dante
"iiih ngambekan, Pakek Rok aja Dan, gak jadi bantuin Mona bersihin rumput yang bergoyang nih," ledek Ferdi
"Diam Lo Fer, Males gue di sini, Mona ikut Aa' yuk.. kita pergi Luch," ajak Dante
"Saya tidak bisa Dokter," ujar Mona
"Tapi kenapa ?" tanya Dante sedih
"Saya harus mengerjakan pekerjaan saya dulu, saya tidak bisa pergi dengan Dokter," jawab Mona
"Udah lah Mon lo ikut saja sama Dante, kasian gue lihat mukanya seperti itu, soal kerjaan bisa di kerjakan oleh pelayan yang lain," ujar Arvan
"Makasih Ya Ar, lo.memang sohib terbaik gue," ucap Dante
"Udah pergi sana, jangan telat pulang ya ," ujar Arvan
"Udah Cocok lo Ar jadi Ayah..he..he..," ujar Dante
Dante pun pergi bersama dengan Mona, sedangkan di sana hanya tinggal Ferdi dan Arvan.
"Fer, gimana mobil gue apa sudah siap ?" tanya Arvan
"Sepertinya perbaikannya bakal lama deh Ar, kerusakannya terlalu parah Sih," ujar Ferdi santai
"Lo ini gimana sih Fer, apa kerja lo belakangan ini, gue gak bisa kalau gak ada mobil itu," ujar Arvan
"Ayolah Ar, lo kan punya banyak mobil, kenapa mesti mobil itu sih ?
"Lo tau kan Fer, mobil itu mobil Almarhumah Mama gue, gue gak bisa kalau gak ada mobil itu," ujar Arvan
__ADS_1
"Iya..iya..gue tau kok, tapi proses perbaikannya butuh waktu gak bisa sim salabim langsung selesai," ujar Ferdi
"Ya sudah deh, oh ya gimana dengan rencana lo apa sudah berjalan ?
"Ya Ampun Ar, baru sejam yang lalu gue ngasih Ide, gimana mau langsung berjalan lo kan tadi nyuruh gue jemput Istri lo, sudah gue cari kemana-mana istri lo malah pulang sama si Dante , kesel gue," ujar Ferdi
"Salah Lo sendiri kenapa lo gak nelponin dia dulu ,"
"Iya..iya..geu selalu salah, Bos selalu benar, kalau begitu gue pergi dulu," ujar Ferdi
"Kemana ?
"Lah dia nanya, gue mau beresin tu ide gue," ujar Ferdi
"Good.." ucap Arvan lalu tertawa
Dasar Bos Lauknut Lo Ar, enak banget hidup lo tinggal perintah langsung jadi, beginilah nasib bawahan hu..hu..,, batin Ferdi lali pergi dari sana.
Setelah kepergian Ferdi Arvan kembali ke kamarnya dan berbaring di sebelah Inces.
"Kapan aku bisa memperkenalkan kamu ke Dunia kalau kamu itu Istri seorang Arvan Sujono," guman Arvan sambil memindahkan anak Rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.Inces mengeliat dan Arvan tersenyum melihatnya kemudian di memeluk Inces lalu mulai memejamkan matanya.
*
*
Di sebuah Restorant Dante sedang menatap wajah Mona yang sedang makan, Mona terlalu serius menghadapi makanannya sehingga tidak memperhatikan Dante yang menatapnya dari tadi.
"Loh kok gak di makan ?" tanya Mona
"Sudah kenyang," ujar Dante
"Ternyata dengan di lihatin saja bisa kenyang juga ya Dok ?"
"Iya.." Jawab Dante masih belum melepaskan pandangannya dari wajah Cantik Mona
"Ya sudah kalau begitu ayo kita pulang," ajak Mona
"Loh kok pulang sih, Aa' kan belom makan," ujar Dante
"Tadi katanya sudah kenyang , gimana sih ?
"Tadi itu mata aku yang kenyang, tapi perut aku belom," ujar Dante yang membuat Mona tertawa sehingga menampakkan sederet gigi putih Mona yang membuat semakin terpancar saja kecantikannya.
"Ha..ha..Dokter ini ada-ada aja deh, emang bisa gitu ya ?
"Cantik..." sebuah kata keluar dari mulut Dante.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1