
Bono alias Arvan mengambil ponselnya lalu menghubungi Ferdi
Ferdi yang lagi asik bermesraan dengan Mila melihat ponselnya, dia segera mengangkatnya
"Iya Ar, ada apa ?
"Buat Janji sama Dokter kulit, aku akan pulang sekarang juga, pastikan Dokternya yang terbaik di negeri ini, cepat lakukan jangan asik saja bermesraan sama mila," ujar Arvan lalu menutup telponnya.
"Apa si Arvan punya Indra ke enam ya, kenapa dia bisa tau kalau aku lagi bermesraan sama Mila, jangan-jangan ada mata-mata yang melaporkan aku ke Arvan," ucapnya lalu melihat ke kiri dan kanannya.
"Gak ada siapa-siapa kok, ngeri kali si Arvan itu rupanya, lebih baik aku kerjakan dulu apa yang dia suruh, kalau dia tau aku mengabaikannya bisa-bisa nanti aku di pecat lagi," guman Ferdi
"Siapa sih sayang ?" tanya Mila yang dari tadi menunggu Ferdi selesai telponan.
"Ini si Bos,aku kerja dulu ya sayang,nanti kita lanjut lagi," ucap Ferdi sambil mengedipkan matanya ke arah Mila
Mila tersipu malu melihatnya.
Kembali ke Princes...
Inces masih merasakan keram di perutnya, dia merasakan ada yang mengalir di pahanya. Inces menyingkap rok nya dan kaget
"Astaghfirullah...Maira...! " Inces berteriak memanggil Amaira, Maira berlari ke dalam rumah dan melihat Inces terduduk di kursi dengan darah mengalir di pahanya.
"Maira tolong cari bantuan buat bawa kakak ke rumah sakit," suruh Inces.
Maira berlari keluar, kebetulan Dia melihat Bono mau pergi dengan motornya.
"Om Bono..! " panggil Maira berlari ke arah Bono, Bono mengeryitkan keningnya.
"Ada apa Maira..?
"Kak Inces Om..Kak Inces...," ucapnya terbata-bata...
Bono turun dari motornya dan berlari ke arah Rumah Inces.
"Inces...kamu kenapa ?" tanya Bono
"Bon..tolong bawa gue kerumah sakit, gue pendarahan.."
__ADS_1
"Apa...!" Bono langsung menggendong Inces dan membawanya ke rumah sakit, beruntung ada sebuah mobil yang melintas sehingga dia bisa meminta tolong di antarkan ke rumah sakit.
Inces melihat ke arah Wajah Bono yang sepertinya sangat khawatir padanya.
Kenapa Dia sangat mirip dengan Arvan, matanya..hidungnya...wangi tubuhnya..ah mikir apa sih aku, mungkin karena aku terlalu kangen sama Arvan makanya melihatnya terasa mirip dengan Arvan,,batin Inces
Tak terasa akhirnya Mereka sampai juga di Rumah sakit, Inces kaget karena Rumah sakit itu adalah rumah sakit besar yang ada di sana.
"Loh kok aku di bawa ke sini sih Bon ?" tanya Inces
"Ini kan Rumah sakit Ces, kamu harus segera di tangani," ucap Bono dengan wajah khawatirnya
"Tapi Bon , aku gak punya uang untuk membayar rumah sakit sebesar ini, kita ke puskesmas saja yuk ," ajak Inces
"Kamu jangan Khawatir, aku punya kenalan Dokter di sini kok, nanti semua aku yang urus yang penting kamu harus segera di periksa," ujar Bono bojong agar Inces mau di periksa di sana.
"Tapi...
"Gak boleh protes, ayo .." ujar Bono lalu kembali mengendong Inces dan membawanya ke sebuah Brankar.
"Suster..Dokter...tolong periksa dia ," teriaknya, terlihat beberapa orang suster berlari menuju Brankar Inces.
Inces segera di bawa ke sebuah Ruangan, Bono alias Arvan segera menemui Dokter dan menyuruh dokter Kandungan terbaik yang ada di rumah sakit itu untuk memeriksa Istrinya.
"Pak anda siapanya Pasien ?" tanya Dokter itu
"Saya suaminya Pak ,"Ujar Bono yang samar-samar di dengar oleh Inces karena pintu ruangan itu masih sedikit terbuka.
"Anda silahkan ikut ke ruangan saya," Bono mengikuti Dokter itu. Sampai di ruangannya dia di persilahkan duduk oleh Dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok ?" tanya Arvan
"Istri Anda mengalami pendarahan pak, beruntung kami bisa menyelamatkan janinnya, saya sarankan Anda lebih memperhatikan lagi Istri Anda, jangan biarkan dia terlalu lelah, dan usahakan agar istri Anda tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya Stres karena itu akan berakibat fatal bagi kandungannya," jelas Dokter itu.
"Ini saya kasih Resep Vitamin dan obat penguat kandungan, Usahakan di minum semuanya dan untuk beberapa hari Istri anda harus Bed ress, jangan biarkan dia melakukan apapun yang bisa memicu kembali pendarahannya," ujar Dokter
"Terima kasih Dokter, saya akan lebih memperhatikan istri saya, kalau begitu saya permisi dulu ya Dok," ujar Arvan lalu pergi dari ruangan itu
Bono alias Arvan pergi ke ruangan dimana Inces di rawat tadi, saat dia masuk ke sana dia melihat tatapan tajam dari Inces.
__ADS_1
"Ada apa mbak Inces, kamu lihat aku seperti itu, terpana ya sama kegantengan aku ini ," ujar Bono
"Lo mau gue tampol ya, ngapain lo ngaku-ngaku kalau Lo itu suami gue," marah Inces
"Loh emang kenapa, kan kalau yang nganterin wanita hamil ke rumah sakit pasti suaminya, jadi gak salah dong kalau aku bilang aku ini suami kamu, siapa tau jadi beneran kan ,"
"Enak banget moncong lo itu ngomong, sepertinya lo sudah bosan hidup rupanya," ujar Inces dengan tatapan mematikannya
"Aku rela mati di tangan mu..asalkan mendapatkan cintamu," Bono malah bernyanyi yang membuat Inces semakin kesal dan hendak melempar Remot AC ke arahnya, tapi Bono sudah duluan melarikan diri.
Inces tersenyum, tak tau kenapa tingkah Bono membuat rasa rindunya pada Arvan sedikit terobati.
"Nah gitu dong senyum, kan lebih cantik," kepala Bono kembali muncul dari balik pintu ruangan itu yang membuat Inces kaget.
"Bono...!Teriak Inces..
"Ha..ha..." terdengar suara tawa Bono yang membuat Inces kembali tersenyum
"Dasar Bono, kok bisa ya banyolannya itu membuat hatiku ini bahagia," guman Inces.
Tak lama kemudian Bono datang dengan kantong kresek di tangannya.
"Ayo kita pulang," ajaknya
"Emang sudah boleh ?" tanya Inces
"Ya sudah dong, kalau kamu mau nginap disini sih ya terserah kamu, tapi kamu bayar sendiri ya ," ujar Bono yang membuat wajah Inces cemberut.
"Iya..aku akan bayar semua biayanya, emang berapa sih biaya semuanya," tanya Inces, Bono menyerahkan selembar kertas yang Inces yakin itu tanda pembayaran rumah sakit itu.
Perlahan Inces membukanya dan matanya langsung melotot melihat nominal biayanya itu.
"Kenapa melotot, walau di pelototin juga gak akan merubah angkanya loh," ujar Bono
"Ini serius sebanyak ini ?
"Ya iya lah, itu pun sudah di Discon juga," ujar Bono
"Gimana ? apa masih kekeh mau bayar sendiri ?
__ADS_1
"Lagian tadi kan gue sudah ngajak lo ke Bidan aja, lo sih maksanya di sini, jadi lo yang harus tanggung jawab," ujar Inces
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...