Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 74


__ADS_3

Arvan sudah sampai di Mansionnya, Inces masih duduk di Sofa ruang tamu menunggu kedatangannya.


"Sayang kok kamu belum tidur sih ?"


"Gimana aku bisa tidur, di luar sana suami ku melamar wanita lain hiks..hiks..," Inces mulai Mendramatisir.


"Malah pakai Candle light Dinner lagi, aku saja yang istri sah nya gak pernah di gituin," ucap Inces masih menangis.


"Dari mana kamu tau kalau aku sama Kayla Candle light Dinner sayang ?, kamu jangan ngada-ngada deh?"


"Tuh kan kamu bohongin aku lagi Ar, aku lihat dengan mata kepala ku sendiri loh, masih saja mau ngeles, malah peluk- pelukan lagi," ujar Inces


"Sayang kamu ngikutin aku ?" tanya Arvan khawatir


"Iya..aku penasaran kejutan seperti apa yang di siapkan oleh si Ferdi itu, kamu main ngikutin aja lagi tanpa protes."


"Gimana aku bisa protes sayang, udah terlanjur Kayla melihatnya, aku juga gak tau kalau kejutannya seperti itu,"


"Jangan membela diri deh mas, malam ini kamu tidur di kamar lain saja, kita pisah kamar," ujar Inces


"Jangan dong sayang, kamu gak kasihan apa biarin aku tidur sendiri,"


"Biarin saja, aku ngambek tau gak, kamu jangan ngomong sama aku satu minggu,"


"Yach kok gitu sih, kamu tega sama aku, kalau begitu aku ke tempatnya Kayla saja ," ucap Arvan hendak melangkah.


"Jangan dong, aku gak rela dia meluk-meluk kamu lagi," ucap Inces memegang tangan Arvan.


Aku gak akan pernah bertemu sama dia lagi sayang, mungkin hanya sekali lagi saja saat rencana terakhir kita setelah itu kita akan terbebas selamanya dari si Kayla itu.


"Beneran ?" Arvan mengangguk


"Serius ?"


"Dua rius sayang, makanya kamu jangan ngambek lagi ya, aku sedih kalau kamu ngambek kayak gitu,"


"Iya deh aku gak ngambek lagi, tapi aku masih tetap gak mau tidur sekamar dengan kamu ,"


"Loh kenapa sayang ?


"Kamu bau mas, bau mak lampir itu masih menempel di badan kamu, Malam ini kamu harus tetap tidur sendiri," ucap Inces kemudian berjalan menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam.


"Yach puasa lagi gue malam ini, Ferdiii ini semua gara-gara lo ," ucap Arvan kesal

__ADS_1


Dia kemudian masuk ke kamar satunya lagi dan segera mandi untuk membersihkan dirinya.


Di saat dia keluar dari kamar Mandi terlihat Inces sudah tertidur di kasurnya.


Arvan tersenyum melihatnya, dia segera memakai piyamanya lalu tidur di samping istrinya.


"Aku tau kalau kamu gak bisa jauh-jauh dari aku sayang, aku hanya mencintai mu hanya kamu seorang yang bisa membuatku jatuh Cinta seperti gila, aku gak akan bisa menduakan mu walaupun kamu mengizinkan semua itu,"


Cup...


Arvan mengecup kening Inces, terlihat Inces tersenyum dalam tidurnya kemudian memeluk Arvan seperti memeluk guling, Arvan sudah terbiasa menjadi guling bernyawa bagi Istrinya.


*


*


Pesta Pernikahan Akan Di gelar, terlihat Para Undangan memenuhi gedung yang sudah di Hias sedemikian rupa yang membuat suasana Pernikahan lebih meriah.


Terlihat Arvan sedang mematut dirinya di Cermin.


"Fer..apakah semua sudah siap ?" tanya Arvan.


"Semua sudah siap seperti yang Lo perintahkan Ar, Bahkan rencana cadangan pun sudah siaga." ucap Ferdi.


"Lo tenang saja Ar, gue gak pernah gagal dalam menyiapkan sesuatu," ucap Ferdi


Di sebuah Ruangan Kayla tersenyum di depan Cermin, dia melihat dirinya yang sangat Cantik berbalutkan dengan Abaya modern yang sangat Indah menempel di tubuhnya.


Tiba-tiba Ponselnya Berdering, Dan Kayla segera mengangkatnya.


"Hallo ..Ada apa ?" tanya Kayla


"Bos kami melihat Thomas juga berada di dalam gedung pernikahan Bos,"


"Apa..!!!cepat tangkap dia, gue gak mau dia mengacaukan pernikahan gue, bila perlu kalian bunuh dia ," suruh Kayla


"Baik Bos ," Sambingan telpon pun terputus.


"Semua rintangan yang akan membuat pernikahan kita gagal telah aku musnahkan Ar, sekarang kamu hanya milikku seorang ha..ha..," ucap Kayla


Di Dalam Gedung, terlihat ada beberapa orang berbadan besar yang menghampiri Thomas yang sedang asik makan makanan yang di sediakan.


"Ayo ikut kami," ujar salah satu dari mereka.

__ADS_1


"kemana ?


"Bos kami mrnyuruh kami menunggu di sebuah ruangan yang sudah di sediakan," ucap Pria itu


Thomas segera mengikutinya karena dia pikir orang-orang itu adalah suruhan Ferdi dan kejadian itu tak sengaja di lihat oleh Ferdi. Ferdi yang mengetahui Thomas di bawa oleh orang yang tidak di kenalnya segera mengerahkan anak buahnya agar mengikuti mereka.


Di sebuah Meja telah Duduk Arvan yang berhadapan dengan Albert Papanya Kayla yang di dampingi oleh seorang penghulu dan dua orang Saksi.


Ferdi membisikkan sesuatu di telinga Arvan, wajah Arvan berubah seketika.


"Lakukan rencana B," ucap Arvan


Ting...secara bersamaan semua notif masuk ke Ponsel seluruh Undangan yang berada di sana.


"Pak Penghulu bolehkah kalau Pengantin wanita di suruh masuk duluan agar saya lebih semangat untuk proses Ijab Qabulnya ," pinta Arvan


"Ha..ha..ternyata Calon mempelai Pria sudah gak sabar melihat wajah Cantik pengantin Wanita, gimana Pak Albert ?" tanya pak Penghulu, Albert mengangguk.


Kayla kemudian memasuki gedung itu, semua mata memandang jijik ke arahnya.


MC pun mengumumkan kalau proses Ijab Qabul akan segera di laksanakan. Akan tetapi seorang Ibu-ibu yang merupakan Undangan Berdiri dari duduknya.


"Stoop pernikahan tidak boleh di lakukan, kita gak setuju kalau Pak Arvan menikahi wanita menjijikkan itu," ucap Ibu itu dengan lantang


Semua Undangan juga pada berdiri dan menyuarakan hal yang sama sehingga Arvan pura-pura binggung dan menanyakan kepada mereka kenapa mereka bisa mengatakan hal itu, salah satu dari mereka memperlihatkan Vidio yang masuk ke Ponselnya kepada Arvan.


Seketika wajah Arvan berubah memerah dan menoleh ke arah Kayla.


"Kay..apa maksud semua ini hah... ?" Bentak Arvan


Kayla memucat, Albert yang melihatnya segera melihat Vidio tersebut dan membuat wajahnya juga memerah.


"Kay..apa kamu bisa menjelaskan semuanya kepada Papa Kay..? Albert juga membentak Kayla sehingga Kayla semakin ketakutan.


"Aku kecewa pada mu Kay, mulai sekarang kita gak ada hubungan apa-apa lagi...dan jangan pernah menemui aku lagi karena aku sangat jijik melihat wajahmu itu, Dasar perempuan hina," ujar Arvan lalu pergi dari sana.


"Ar..jangan tinggalin aku Ar..aku tidak melakukan itu, aku bisa buktikan kalau Vidio itu adalah Rekayasa," ucap Kayla sambil bersimpuh di kaki Arvan.


"Percuma saja Kayla sayang, vidio itu real tidak ada rekayasa , gue bisa buktikan semuanya," ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Thomas yang datang dengan para polisi di belakangnya.


"Brengsek lo.Thomas berani-beraninya lo mengacaukan pernikahan gue, gue bunuh lo Thomas," ucap Kayla hendak menampar Thomas tapi tangannya di tangkap oleh Thomas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2