
"Kenapa di pukul sih," ujar Ferdi
"Jangan coba-coba lo ambil punya gue," ujar Inces
"Terus gue makan apa dong ?" tanya Ferdi
"Lo makan sambalnya aja ," ujar Inces
"Bhua..ha..ha.., masih mending gue di suruh makan nasi, Lah elo di suruh makan sambal alamat sakit perut lo Fer ha..ha..," ujar Arvan
"Tega banget sih, gue mau pulang saja," ujar Ferdi ngambek
"Pulang lo sana, lagian lo ganggu kemesraan kita aja," ujar Arvan
"Dasar pasangan nyebelin," ucap Ferdi lalu keluar dari ruangan itu. Tetapi belum lama dia keluar Ferdi masuk lagi ke dalam ruangan itu.
"Loh kenapa balik lagi ?" tanya Arvan
"Ar ada Kayla di luar, dia lihat gue lagi," ujar Ferdi
"Apa...!
"Gimana ini sayang, kalau sampai Kayla melihat kita bersama bisa gagal rencana kita ," ujar Arvan, Inces masih saja mengunyah makanannya.
"Sayang..kok kamu santai gitu sih, gimana ini ," ujar Arvan panik
"Sayang kamu kan CEO sebuah perusahaan besar, masak gitu aja kok jadi panik sih, kamu keluar saja pura-pura kamu Meeting sama Klien di sini dan kamu pergi saja dari sini, kalau Kayla menghampiri kamu, kamu cari alasan saja agar dia percaya, gitu aja kok repot," ujar Inces
"Kamu benar sayang, kalau begitu aku pergi dulu ya, kamu makannya sendiri saja gak apa-apa kan ?" tanya Arvan
"Aku kesal sih, tapi apa boleh buat keadaan memaksa, Yach harus bisa," ujar Inces
"Ar gimana kalau gue temenin aja Istri lo makan, biar lo sendiri saja yang menghadapi mak lampir itu ," usul Ferdi
"Ide bagus tuh ," ucap Arvan membuat Ferdi sumbringah
"Ide bagus supaya gaji lo bulan ini hangus," sambung Arvan yang membuat wajah Ferdi kembali cemberut.
__ADS_1
"Kakak Ipar Aku pergi dulu ya membantu Bos yang suka ngancam ini," ucapnya dengan wajah kesalnya.
"Sudah pergi saja sana, jangan sampai mak lampir itu masuk ke sini," suruh Inces masih mengunyah Lobster nya.
Arvan dengan berat hati meninggalkan istrinya di sana, dalam hatinya Dia mengutuk Kayla yang telah mengganggu mereka.
Arvan berjalan menjauhi Ruangan itu dan menghampiri kasir buat membayar makanan yang di pesannya tadi.
"Hay..Ar Kok kamu ada di sini sih ? bukannya kamu ada di luar kota ya ?" tanya Kayla
"Hey Kayla, ternyata kamu. Iya aku baru saja dari luar kota dan bertemu klien di Restorant Ini, tapi sudah selesai kok ," ujar Arvan
"Oh ya kamu sama siapa ke sini," tanya Arvan
"Itu sama teman-teman, biasa kita memang sering makan di sini, kamu mau gabung gak ?" tanya Kayla sambil menunjuk ke arah teman-temannya yang merupakan anak-anak orang kaya itu.Teman-teman Kayla melambaikan tangan dan mengedipkan mata mereka ke arah Arvan dan Ferdi, Arvan dan Ferdi bergidik melihatnya.
"Gak deh Kay, aku capek banget nih, belum sempat Istirahat, aku sepertinya mau pulang saja ," ujar Arvan
"Yach...padahal aku kanget banget loh sama kamu ," ujar Kayla hendak merangkul Arvan tapi Arvan menghindarinya.
"Kayla kamu tau kan penyakit aku bisa kambuh kapan pun dan di mana pun, aku tidak mau kalau kamu malu sama teman-temanmu nanti kalau penyakit ku ini kambuh di depan mereka," ujar Arvan
"Gak usah Kayla, kasian teman-teman kamu nanti kalau kamu pulang sama aku ," ujar Arvan lagi mencari alasan jangan sampai Kayla malah pulang dengannya.
"Mereka gak apa-apa kok , ya kan Gaess ?"
"Iya..Ar kita-kita gak keberatan kok kalau Kayla pulang sama Lo ," ujar salah satu teman Kayla yang berambut pendek.
"Tuh kan mereka saja gak keberatan, masak kamu keberatan sih Ar ? lagian ada yang mau aku omongin sama kamu," ujar Kayla
Arvan melihat ke arah Ferdi berharap dia menolongnya, tapi Ferdi malah pura-pura melihat ke arah lain.
Rasain lo Ar, makanya jadi Bos jangan Songong, gak bakalan gue bantuin lo,, Batin Ferdi.
"Sebentar Ya.." ujar Arvan lalu mengambil Ponselnya dan mengetik Sebuah Chat untuk Ferdi lalu menyimpan ponselnya kembali.
Ferdi yang merasa ada pesan masuk ke Ponselnya segera melihatnya.
__ADS_1
"Ferdi, kalau lo bisa bikin Kayla gak ngikut kita bulan ini gue kasih gaji lo Doble," begitulah kira-kira Chat nya Arvan .
"Kalau begini kan gue jadi semangat ," guman Ferdi
"Kayla..begini ya Si Arvan itu capek banget loh baru saja pulang dari luar kota terus langsung ketemu klien dan sekarang harus pergi sama lo, apa lo gak kasihan sama dia, kalau sampai Dia sakit gimana ?, lo kan gak tau kalau dia lagi ngurus sesuatu buat kalian nanti ," ujar Ferdi
"Maksud lo apa Fer ?" tanya Kayla
"Nanti juga lo tau sendiri, kalau gue kasih tau gak kejutan lagi dong namanya, yang penting Intinya apa yang di Urus sama si Arvan akan membuat lo kaget nanti ," ujar Ferdi.
"Kamu mau bikin kejutan buat aku Ar ?" tanya Kayla senang, Arvan hanya tersenyum saja
"Aku sudah gak sabar deh pengen tau kejutan apa Itu, kalau begitu lain kali saja kita bicaranya , kamu pulang saja dan istirahat ya sayang, Love You," ucap Kayla membuat Arvan mau Muntah saja tapi di tahannya.
"Oke Kayla kami pamit dulu ya..bye..bye..," ujar Ferdi lalu menarik Arvan keluar dari Restorant itu.
Sampai di Mobil Arvan marah-marah sama Ferdi.
"Fer..kenapa lo ngomong seperti itu sama si Kayla sih, pasti dia mikir macam-macam deh ," ujar Arvan
"Biarin saja di mikir macam-macam, yang penting sekarang Lo kan terbebas dari dia untuk beberapa waktu," ujar Ferdi
"Lagian gue Hanya mau buat sandiwara ini cepat kelar dan Lo sama Inces bisa hidup tenang dan Damai melewati hari-hari kalian tanpa bayang-bayang Kayla," tambah Ferdi
"Maksud Lo apa sih Fer ?" tanya Arvan
"Lo Gaspol dong Ar, langsung lamaran saja dan gelar pernikahan pura-pura dengan Kayla agar semuanya cepat kelar ," Ujar Ferdi
"Tapi apa lo yakin kalau gue tinggalin dia sekarang dia akan gila ?" tanya Arvan
"Gur kurang yakin sih, tapi melihat Kayla yang terobsesi sama Lo bisa di prediksi kalau lo meninggalkannya di saat Ijab Qabul akan di gelar pasti dia akan Gila, yach kalau gak gila ya Strees itu anak ," ujar Ferdi.
"Oke lo siapin segalanya, pokoknya gue tanggung beres saja," suruh Arvan
"Lah..kok gue sih Ar, bukannya lo yang mau nikah ya,"
"Kan itu ide lo, lo dong yang bekerja, apa lo gak mau gaji lo naik ?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...