
"Pantas dan gak pantasnya saya yang menilai Sun, saya merasa kamu sangat pantas tinggal di sini tapi kalau kamu tidak mau saya tidak akan memasksa berarti saya tidak jadi membeli Restorant itu, semua keputusan ada di tangan kamu Sun,"
Maafin aku Princes, aku gak tau caranya gimana bisa nahan kamu agar kamu mau tingal di sini,,batin Arvan
"Jangan dong pak Bos, saya sudah membayangkan bisa mengelola restorant itu malah pak Bos mau membatalkannya,saya jadi kecewa," ucap lemah
"Iya deh saya mau tinggal di sini," Tambahnya
"Bagus..itu pilihan yang tepat, oke ayo sajikan makanannya, saya sudah lapar banget nih, dan jangan lupa sajikan buat kamu juga,"
"Maksud pak Bos, pak Bos mau makan sama saya gitu ?
"Siapa bilang saya mau makan sama kamu, kamu makan di dapur saja," ujar Arvan lalu pergi kembali ke ruang makan.
"iiih nyebelin deh, baru saja dia bersikap manis tadi sudah kembali lagi juteknya," ucap Inces
"Ini pak Bos sup Iga Sapi ala..ala.." ucapnya sambil menekankan kata-katanya
Arvan segera mengambil sendok lalu langsung memakannya.
"Aduh..panas..panas.."
"Ha..ha..anak kecil juga tau pak Bos kalau sup itu panas, wong asapnya mengepul gitu, pak Bos sih yang gak sabaran,"
"Kamu harus tanggung jawab Sun, kamu sudah membuat bibir seksi saya ini jadi dower,"
"Loh kok saya sih pak Bos, kan itu salah pak Bos sendiri, malah nyalahin saya,"
"Pokoknya saya gak mau tau kamu harus menyuapi saya, ayo cepat lakukan,"
"Lah pak Bos ini gimana sih, kan yang kepanasan mulutnya Pak Bos, kenapa tangan pak Bos yang gak bisa di gunakan, aneh deh,"
"Gara-gara mulut saya kepanasan, tangan saya jadi ikut gak bisa gerak tau, ayo suapi saya,"
"Iya..iya..pak Bos kalau bawel gitu kayak emak-emak tau ," ujar Inces lalu menyendokkan sup itu dan sebelum menyuapkan Ke Arvan dia meniupnya dulu.
Yeay..aku berhasil membuat Dia menyuapiku, aku sangat bahagia,, Batin Arvan Lebay
Suapan yang terakhir sudah masuk ke mulut Arvan, Inces lalu memberikan air minum untuk Arvan.
"Minumkan Dong," suruhnya manja
Ini pak Bos kenapa manja gini ya, apa kalau di rumah dia selalu seperti ini, sedangkan di kantor dingin seperti es balok,, Batin Inces
__ADS_1
Inces tak banyak komentar dia meminumkan minuman itu ke mulut Arvan dan setelah itu dia beranjak dari sana tapi tangannya di cekal oleh Arvan.
Inces menoleh , pandangan mereka bertemu.
Deg...
Jantung keduanya berpacu seperti pacuan kuda, tatapan sayu Arvan membuat jantung Inces gak karuan begitu juga sebaliknya.
Eheemm..
Sebuah deheman mengagetkan mereka, ternyata Ferdi yang datang ke sana, Inces sontak melepaskan tanganya dari Arvan lalu dia kembali ke dapur, sampai di sana dia memegang dadanya.
Sementara Doni tersenyum ke arah Arvan.
"Ngapain kamu senyam-senyum begitu ?
"Ternyata kamu gerak cepat ya Ar, dalam sehari saja kamu sudah bisa membawanya tinggal di sini, aku salut sama kamu Ar," ujar Doni lalu duduk di kursi di sebelah Arvan
"Mau apa kamu kemari ?" tanya Arvan dingin
"Eh santai Bro, aku kemari mau menanyakan soal ini ," ucap Ferdi lalu memperlihatkan Vidio Arvan bersama Inces di Restorant itu.
"Emang kenapa dengan Vidio itu ?" tanya Arvan masih datar
"Siapa ?
"Kalau kata Sun sih pak Botak,"
"Emangnya kenapa dengan pak Robert ?
"Lah kamu masih berlagak pikun lagi, dia kan maunya kamu menikahi putrinya Si Kayla,kamu malah mengumumkan kalau Sun itu pacar kamu," ujar Ferdi
"Emangnya aku ada bilang mau menikahi putrinya ?
"Ya enggak sih, tapi kamu tau kan resikonya ?
"Aku sudah memikirkan semuanya, yang penting Sun sudah di sini bersamaku sekarang, besok kamu atur pertemuan dengan para Investor sesuai rencana Sun," suruhnya
"Yach kok dadakan sih Ar ?
"Kenapa ? apa kinerja kamu sudah lelet sekarang Fer ?" ucap Arvan sinis
"Bukan begitu, aku harus mempersiapkan dengan matang dulu agar pak Robert tidak mengetahui pertemuan ini,"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, Lakukan yang terbaik, kalau bisa secepatnya kamu mengatur pertemuan itu."
"Oke Ar, aku pergi dulu, jangan macam-macam loh kamu sama Sun, halalin dulu," ucap Ferdi kemudian pergi dari sana.
Arvan hanya senyam-senyum saja mendengar ucapan Ferdi itu, sementara di dapur Inces sudah menghabiskan sisa sup iga sapi tersebut tanpa sisa.
"Sun..saya mau lagi dong sup i..ga.nya" Arvan melotot melihat Inces makan Sup itu langsung dari pancinya.
"Yach..habis.." ucap Inces cengengesan
"Loh kok di habisin sih Sun, saya kan mau lagi sup nya," ujar Arvan kecewa
"Ups sorry, saya pikir pak Bos sudah kenyang, makanya saya habisin sisanya. tunggu sebentar ya saya buatin sup nya lagi buat pak Bos," ujar Inces lalu hendak beranjak
"Gak usah Sun, lebih baik kamu istirahat saja sana," suruh Arvan
"Maaf pak Bos, saya istirahatnya di mana ya ?" tanya Inces
"Rita..." panggil Arvan
"Iya Tuan ,"
"Antar Sun ke kamar tamu," suruh Arvan
"Baik Tuan, ayo nona Sun, ikut saya," ujar Rita kepada Inces, Incea pun mengikutinya dari belakang.
Inces sudah sampai di sebuah kamar di lantai dua yang juga berhadapan dengan sebuah kamar yang cukup besar juga, dia melihat takjub dengan posisi kamar itu yang balkon nya mengarah ke arah belakang Mansion itu.
Inces segera ke balkon dan melihat ada sebuah kolam renang besar di bawah sana. timbul hasratnya untuk berenang, dia kemudian turun ke bawah dan segera menuju ke kolam renang.
"Wah kolamnya luas banget.." ucapnya sambil memainkan air kolam itu.
Saking asiknya inces sampai-sampai dia tidak melihat Arvan yang sedang duduk di pinggir kolam tersebut.
"Kalau mau berenang ya berenang saja," ucap Arvan, Inces kaget lalu menoleh ke arah Arvan. Karena tidak hati-hati di terjatuh ke dalam kolam dan tidak muncul lagi.
Arvan kaget, dia segera melompat ke dalam kolam lalu segera menuju ke tempat Inces terjatuh tadi, setelah sekian lama mencari-cari Inces di dalam kolam tapi dia tidak menemukannya.
"Pak Bos cari apa sih ?" tanya Inces yang berada di pinggir kolam tersebut. Arvan melihat ke arah sumber suara, ternyata Inces sudah naik ke pinggir kolam, karena panik Arvan tidak melihat Kalau Inces sudah berada di sana, dia asik mencari-cari di dalam air saja.
Arvan segera naik dan langsung memeluk Inces.
"Kamu gak apa-apa kan " ucapnya memeluk erat tubuh Inces sehingga Inces susah bernafas.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...