
Inces mulai bangun, dia mengerjap-ngerjapkan matanya dan terkejut melihat kalau ruangan itu bukan Pantry.
"Loh ini kan ruangan pak Bos, apa gue masak buat dia tadi itu semua mimpi ya ? " ucap Inces lalu segera bangun dari sana.
Ketika hendak keluar dia hampir bertabrakan dengan Arvan yang juga baru masuk lalu adegan seperti di Film-film pun terjadi, Arvan menangkap Inces lalu tatapan mereka berdua pun bertemu.
Deg....
Jantung keduanya berdebar kencang saat manik mata mereka bertemu satu sama lain, Inces segera bangun dan membenarkan kacamatanya.
Apa yang terjadi sama gue ya, kenapa jantung gue berdebar tak seperti biasanya ketika menatap mata Sun,, Batin Arvan
"Maafkan saya pak, saya kurang hati-hati, saya permisi pak ," ucap Inces lalu berlari ke arah Pantry
Arvan kemudian masuk ke dalam ruangannya dengan masih memegang dadanya.
"Ferdi tolong telepon Dante suruh dia kemari," titah Arvan melalui panggilan Intercom
Ferdi yang binggung segera ke ruangan Arvan, Saat sampai di sana dia melihat Arvan memegang dadanya, sontak dia panik.
"Ar lo kenapa, kenapa dengan dada lo ?" tanya Ferdi panik
"Loh kok lo di sini sih, kan gue suruh lo telpon Dante,"
"Gue heran kenapa lo nyuruh gue telpon Dante, tapi sekarang gue sudah tau kalau lo sakit , gue telpon dia sekarang ya," ucap Ferdi lalu mengambil ponselnya kemudian srgera menelpon Dante
"Hallo Dan, lo harus segera ke Arkana Corp ya, Ar dadanya sakit," ujarnya lalu menutup sambungan telponnya
"Lo baik -baik saja kan Ar ?" tanya Ferdi
"Gue baik-baik saja Fer, lagian siapa yang sakit sih ?
"Kan lo tadi pegang dada lo,"
"Gue gak sakit Fer,"
"Terus kenapa lo suruh Dante buat datang kemari, Buat apa coba ?
"Gue mau konsul aja ,"ujar Arvan yang membuat Ferdi melongo
"Kalau konsul kan bisa nanti Ar, kasian Dante harus bolak-balik kesini, pasti tadi dia panik banget tau kalau Lo sakit,"
__ADS_1
"Yang bilang gue sakit ke dia siapa ?
"Gue ," jawab Ferdi
"Jadi lo siap-siap aja dapat amukan dari Dante nanti ha..ha..,"
Gubraaakk...
Dante membuka pintu ruangan itu dengan kasar karena terburu-buru
"Loh kok...lo masih bekerja sih Ar ?" tanya Dante, Arvan mengeryitkan keningnya
"Ya ini kan kantor, yang gue lakuin di sini ya kerja lah," ujar Arvan
"Terus kenapa lo bilang kalau lo sakit ," tanya Dante
"Yang bikang siapa ?"
"Ferdi, tadi dia telpon gue dan bilang kalau lo sakit, makanya gue buru-buru datang ke mari ," ucapnya masih ngos-ngosan.
"Memang gue yang nyuruh dia nelpon lo, tapi gue gak bilang kalau gue sakit, mungkin itu ide dia agar lo cepat sampai kemari," ujar Arvan
"Ampun Dan...gue cuma di suruh, mana tau gue kalau Arvan gak sakit," Ferdi masih berlari menghindari Amukan Dante.
"Ayo kejar terus sampai dapat ha..ha..," ujar Arvan seperti mendapat tontonan baru
Adegan kejar-kejaran sudah selesai, terlihat keduanya terkapar di Sofa sambil ngos-ngosan.
"Lo kenapa lari sih ?" Ujar Dante pada Ferdi
"Karena lo kejar lah ," jawab Ferdi
"Gue sudah gak sanggup, gue istirahat dulu," ujar Dante lalu membaringkan tubuhnya di sofa itu.
"Loh kok sepertinya ada bau Farfum wanita di sofa ini, sejak kapan lo bawa cewek ke dalam ruangan lo Ar ? "tanya Dante kembali bangkit dari sofa itu
"Sejak hari ini ," jawab Ferdi
"Gue tanya Ar, tapi kenapa lo yang jawab," ujar Dante
"Karena dia lagi sibuk gak sempat Jawab makanya gue yang jawab," ujar Ferdi masih ngos-ngosan.
__ADS_1
Arvan sudah selesai dengan kerjanya lalu bergabung dengan mereka berdua. Dia menghempaskan tubunya di sofa yang tadi di tiduri oleh Inces, perasaan nyaman menyelimuti hatinya ketika menghirup wangi Farfum yang tertinggal di Sofa tersebut.
"Kenapa lo senyam-senyum, kesambet lo ?" tanya Dante
"Tau gak Dan dari kemaren gue perhatiin dia aneh banget deh, lo tau kan di Cafe yang biasa kita Hanguot itu masak dia nyanyi di sana hanya karena melihat gadis bertopeng menyanyi sangat merdu dan tadi masak seorang Arvan mengendong seorang OG dan membaringkannya di sofa itu hanya karena OG tersebut tertidur di kursi sih, aneh banget kan ?" jelas Ferdi
"Apa mungkin ini efek dari kehamilan itu juga ya, tapi masak sih seperti itu, setau aku kehamilan Simpatik itu laki-laki yang merasakan apa yang biasa di rasakan oleh wanita hamil, gak sampai segitunya apalagi sama wanita lain ," ujar Dante
"Fer...lo bisa keluar sebentar ada sesuatu yang pengen gue bicarakan dengan Dante ," suruh Arvan yang membuat mereka kaget karena tidak pernah ada rasahia diantara mereka bertiga.
"Lo serius nyuruh Ferdi keluar ?" tanya Dante
"Apa mesti gue ulangi lagi apa yang gue bilang tadi," ucap Arfan masih memejamkan matanya.
Ferdi dan Dante saling pandang, Lalu Dante mengode kearah Ferdi agar dia keluar saja dari sana. Ferdi pun akhirnya keluar juga.
"Sebenarnya apa sih yang mau lo obrolin sama gue ?" tanya Dante, Arvan bangun lalu menghembuskan nafasnya kasar
"Gue gak tau apa yang terjadi sama gue, seperti yang di bilang Ferdi saat di Cafe seperti ada yang menarik gue berjalan ke arah seorang penyanyi yang memakai topeng di cafe itu dan entah mengapa gue ingin sekali bernyanyi bersamanya." Arvan kembali menghembuskan nafasnya, Dante masih menyimak apa yang di ceritakan oleh Arvan
"Dan hari ini gue merasa jantung gue berdebar kencang saat bertatapan langsung dengan seorang OG baru dan juga tadi OG itu seperti mengetahui makanan apa yang gue inginkan, dan makanan buatannya sangat lezat di mulut gue walaupun itu hanya sekedar mie Instan saja ," ujar Arvan
"Menurut cerita lo, entah ada yang gak beres sama lo ataupun sama gadis yang bertemu dengan lo ," ujar Dante
"Apa lo merasa nyaman dengan ke duanya ?" tanya Dante
"Iya, tapi mereka itu dua orang yang berbeda sedangkan gue hanya pernah tidur dengan satu orang saja ,"
"Itu dia masalahnya, lo harus selidiki siapa mereka, apa mereka orang yang sama, lo bilang tadi kalau penyanyi itu memakai topeng, bisa jadi mereka orang yang sama kan ," ujar Dante
"Dari postur tubuhnya sih sama, tapi penampilannya saja yang berbeda, yang satu berkacamata dengan tompel di pipi kanannya dan yang satu lagi terlihar elegant sekali walaupun wajahnya tertutup setengahnya dengan topeng, tapi gue yakin kalau dia itu cantik ," jelas Arvan
"Saran gue lo harus tau wajah asli dari keduanya..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like..Coment...Vote...
Favorite juga ya...
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1