Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 34


__ADS_3

"Pak Bos lepasin dong, aku gak bisa nafas ini," ujar Inces


"Eh maaf Sun, aku khawatir kalau kamu kenapa-napa," ujar Arvan


"Pak Bos aneh deh, aku kan bisa berenang, lagian gak perlu meluk juga kali," ujar Inces padahal dia sangat senang di peluk oleh Arvan begitu.


"Saya kan sudah minta maaf tadi, lagian kamu suka kan di peluk sama Saya," goda Arvan, wajah Inces merona


"Siapa bilang aku suka di peluk sama pak Bos, risih tau," ujar Inces lalu berlalu, Arvan hanya bisa mengukir senyumnya melihat wajah merona Inces.


"Dasar wanita, kalau suka bilang saja, gak perlu di tutupi, aku kan juga senang kalau dia suka," guman Arvan


"Yach sudah kepalang basah, aku berenang saja deh," ucapnya lalu melanjutkan berenangnya.


Sedangkan Inces senyam-senyum sendiri ketika dia sudah berada di kamarnya, dia sangat bahagia melihat Arvan tadi begitu khawatir padanya dan langsung memeluknya begitu.


"Seandainya mama tidak takut terjadi apa-apa sama kamu nak, mama sudah memberitahukan ke papa kamu kalau kita adalah orang yang dia cari selama ini, tapi ini mama lakukan semata-mata untuk keselamatan kita," ucap Inces sambil mengelus perutnya sambil meneteskan air matanya.


Inces mau menganti pakaiannya, namun dia binggung karena ini pakaian yang tadi di bawa oleh Rita, Dia akhirnya iseng membuka lemari yang ada di dalam kamar itu dan ternyata di dalamnya sudah ada beberapa pakaian wanita yang sangat pas di tubuhnya.


"Loh kok ada pakaian di sini, kapan Arvan Nyiapinnya ya, ah itu gak usah aku pikirin yang penting sekarang aku ganti baju dulu agar gak masuk angin," ucapnya lalu segera memakai salah satu pakaian yang ada di sana dan setelah itu diapun merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang ada di sana, tidak butuh waktu lama akhirnya Inces terlelap.


Arvan sudah lelah berenang, dia kemudian menuju ke kamar yang berada di lantai Dua, tadi Dia sudah menyuruh Rita agar menyuruh pelayan untuk memindahkan beberapa pakaiannya ke kamar di Lantai dua karena dia berpikir harus selalu berada dekat dengan Inces agar dia bisa memantau keselamatan Inces.

__ADS_1


Arvan sudah mengganti pakaiannya terlebih dahulu di kamarnya.


Ceklek..


Pintu kamar Inces di buka oleh Arvan, dia kemudian masuk ke sana dan melihat Inces tertidur dengan lelap sambil sekali-kali tersenyum.


Arvan sangat bahagia akhirnya dia bisa seatap dengan Ibu dari calon anaknya itu. Dia akan mencari cara agar Inces mau menikah dengannya secepatnya sebelum Perut Inces membesar.


Dia akhirnya Punya Ide, Dia mengendong Inces dan membawanya ke kamarnya di lantai Tiga, karena Inces tidur begitu lelap makanya Arvan dengan leluasa mengendongnya menuju ke kamarnya.


Inces tidak terusik sama sekali dengan apa yang di lakukan oleh Arvan. Sampai di sana, Arvan pun mulai tidur di samping Inces dengan bertelanjang Dada, Dia berpikir nanti kalau Inces bangun dan melihatnya tidur di sampingnya dalam keadaan seperti itu, inces akan mengira kalau dia sudah ngapa-ngapain inces dan Incea akan meminta tanggung jawab padanya, tiba-tiba Inces memeluk Arvan seperti memeluk guling, Arvan yang tak siap hampir saja berteriak. Dia merasakan seauatu di Bawah sana bangun.


Arvan semakin panas tubuhnya karena Tubuh Inces semakin menempel di tubuhnya, Arvan tidak sanggup untuk menepis hasrat yang ada di dalam dirinya sehingga dia langsung menindih Inces ,sehingga Inces terbangun di buatnya.


"Maafkan aku ," ujar Arvan setelah semuanya terlanjur terjadi. Inces menangis di sudut kamar itu sambil menyelimuti tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun. Arvan hendak mendekati Inces yang sedang terisak di sana.


"Stoop...jangan mendekat," Arvan menghentikan langkahnya.


"Maafkan aku Princes, aku khilaf.. aku akan menikahimu secepatnya, " ujar Arvan, Inces menoleh ke arah Arvan.


"Jadi kamu sudah tau kalau aku adalah Princes ?"


"Iya...maafkan aku, jujur pertama kali saat aku tau kalau kamu gadis yang sudah menolongku malam itu aku merasa sangat senang, apalagi tau kalau kamu mengandung buah hati kita ingin rasanya saat itu juga aku menikahimu,"

__ADS_1


"Akan tetapi aku berpikir kenapa kamu menyamar sebagai Sun dan bekerja di perusahaanku sedangkan aku sudah berjanji akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi malam itu, aku binggung dan aku putuskan untuk mencari tau dulu sebelum aku memberitahukannya padamu kalau aku sebenarnya sudah mengetahui semuanya, tapi semakin ke sini aku gak sanggup menahan perasaan Ini Princes," tambahnya


Inces terdiam, perlahan dia beranjak dari duduknya lalu kembali ke atas Ranjang dengan masih menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Maafkan aku juga Arvan, aku tidak lansung jujur sama kamu, Sebenarnya sebelum aku kerja di perusahaan kamu ada beberapa Preman berbadan tinggi besar hendak mencelakakan aku, aku ingin mengetahui apakah kamu yang telah mengirimkan Preman-preman itu untuk mencelakakan aku atau bukan," Inces menghela nafasnya pelan


"Dan ternyata setelah beberapa waktu bersama dengan mu aku baru menyadari kalau bukan kamu pelakunya, dan aku bertekad untuk mencari tau siapa orang yang hendak mencelakakan aku dan bayi ini sebelum aku jujur padamu Arvan," jelasnya


"Jadi ada orang yang ingin mencelakakan kamu dan anakku ?"


"Iya..aku tidak tau siapa orang itu, makanya semenjak kejadian itu aku harus merubah identitasku agar mereka tidak menemukan aku," ujar Inces


"Kurang ajar, berani sekali orang itu, kamu tenang saja, aku akan mencari tau siapa yang sudah sengaja mencelakakan kamu dan bayi kita," janji Arvan lalu memeluk Inces. namun Inces menghindar.


"Maaf Arvan, kita sudah melakukan dosa besar dua kali, aku tidak mau kita terus-terusan larut dalam dosa besar ini," ujar Inces


"Iya sayang, aku akan secepatnya menikahi kamu , dan kita bisa melakukan apa saja tanpa harus takut dengan Dosa, Aku sudah tidak sabar mengumumkan kepada semua orang kamu itu calon Istriku," ujar Arvan


"Aku sangat menantikan hari itu datang Arvan, hari dimana aku resmi menjadi Istrimu, aku tidak mau kalau sampai perutku sudah besar, aku tidak mau di cemooh sama orang Orang-orang kalau aku hamil di luar nikah, walaupun memang begitu kenyataannya," ucap Inces


"Maafkan aku Princes, gara-gara aku kamu menanggung beban sebesar ini sendirian, dan aku sudah memberi pelajaran kepada orang-orang yang sudah menyakiti kamu,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2