Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 16


__ADS_3

Inces menghempaskan tubuhnya di sofa sambil memijit-mijit kakinya.


"Inces lo sudah pulang ?" tanya Nindy


"Iya Ndy," jawabnya singkat, Nindy duduk di sampinnya


"Ces...sebenarnya siapa sih Ayah calon Debay dalam kandungan lo ini," Nindy kembali menanyakannya karena dia sangat penasaran.


"Lo yakin mau tau ?" tanya Inces, Nindy menganggukan kepalanya tanda dia serius


"Lo harus persiapkan mental lo, gue akan cerita semuanya dari awal ," ujar Inces, Nindy sudah memasang telinganya baik-baik untuk mendengar cerita dari sahabatnya itu tapi suara dengkuran halus membuatnya melihat ke arah Inces.


"Ya Ampun Ces..Ces...kebiasaan deh ni anak tidurnya secepat kilat, baru saja tadi ngomong udah tidur aja, jadi gagal kan dengar ceritanya," Ujar Nindy kesal


"Ada apa sih sayang, kok ngomel-ngomel sendiri," tanya Tristan yang sudah siap mau pergi ke Cafenya.


"Itu kamu lihat, dia malah tidur padahal tadi dia baru saja bilang mau cerita tentang siapa orang yang menghamilinya ke aku, tau-taunya malah molor ," ujar Nindy kesal


"Ooo aku pikir apa ," ujar Tristan


"Kok tanggapannya hanya gitu aja sih sayang ?" tanya Nindy


"Terus mau kamu gimana ?" tanya Tristan binggung


"Au ah...," Nindy kembali duduk, Tristan akhirnya duduk juga di samping istrinya itu.


"Sayang..jangan ngambek dong, kita kan tau Inces itu kalau lagi capek bisa tidur di mana saja, lagian kan masih ada hari esok untuk mengetahuinya sayang ," ujar Tristan, Nindy masih saja tidak menoleh pada suaminya itu.


"Sayang kamu sudah suci belum ?, aku kanggen banget nih sama kamu ," ucap Tristan yang membuat Nindy tersenyum lalu berbalik dan menganggukkan kepalanya.


Tristan langsung mengecup bibir Nindy dengan lembut dan jadi keterusan sehingga mengusik tidur Inces.


"Kalian ngapain sih, ganggu aja, masuk kamar sana ," ujar Inces lalu kembali melanjutkan tidurnya yang membuat mereka kaget di buatnya, mereka langsung melepaskan ciuman panas itu.


"Jangan sekarang ya sayang, sekarang tidak aman ada Inces, kita tidak tau apa dia bener-bener tidur apa enggak," ujar Nindy


"Memang kenapa sayang," tanya Tristan heran


"Kamu kayak gak tau dia saja, aku gak mau nanti kita nanggung karena di gangguin sama dia ,"


"Gue gak bakalan ganggu kok," ucap Inces masih memejamkan matanya


"Tuh kan sayang, dia aja dengar apa yang kita omongin, aku rasa nih ya dia lagi merencanakan sesuatu deh," ujar Nindy


"Ya sudah sayang, nanti aku akan pulang kalau Inces sudah di Cafe, kalau begitu aku pergi dulu ya sayang," ujar Tristan lalu kembali mengecup bibir istrinya itu.


"Hati-hati ya sayang..jangan ngebut-ngebut loh," Nindy melambaikan tangannya kepada suaminya


Ketika Nindy kembali ke dalam dia tidak melihat Inces lagi di Sofa.

__ADS_1


"Kemana tu anak ya, cepat banget ngilangnya ," ujar Nindy


"Lo cari gue ?"tanya Inces yang berdiri di belakang Nindy sambil meminum air di tangannya


"Inces...kebiasaan nih ya lo selalu begitu, bikin gue jantungan aja," ujar Nindy sambil memegang dadanya karena kaget.


"Gitu aja kaget," ucap Inces datar


"Gimana gak kaget lo tiba-tiba aja ngilang dan tiba-tiba muncul di belakang gue,"Ucap nindy kesal


"He..he...sorry Ndy kalau gue bikin lo kaget," ujar Inces cengengesan


"Ces..lo lanjutin dong yang kita bicarakan tadi ," ujar Nindy


"Yang mana ?" tanya Inces


"Nah ni anak pasti lupa deh," guman Nindy


"Yang mana sih, gue lupa ,"ujar Inces


"Yang itu loh tentang ayah calon Debay lo ,"


"Ooooooooooooo,"


"Kok O nya panjang banget ,"


"Gue sengaja...," ujar Inces sambil tertawa


"itu sih ada benarnya juga ,"


"Incess...."


"Iya...iya gue ceritain ," Nindy melihat ke arah Inces


"Lo ngadap sana gi, gue grogi kalau di pandangin gitu," ujar Inces


"Lo kayak di pandangin sama cowok aja pakek grogi segala," ujar Nindy


"Mau gue cerita gak sih "


"Iya..


"Makanya ngadap sana ,"


"Iya bawel ," Nindy akhirnya menghadap ke arah lain


"Jadi gini Ndy, Saat acara Resepsi pernikahan lo selesai nih, gue balik lagi ke ruangan yang di gunakan buat ngerias lo waktu itu, ponsel gue ketinggalan di sana, saat gue keluar dari sana tiba-tiba sebuah tangan menarik gue lalu membawa gue ke sebuah kamar hotel, dan pria itu mengukung gue sehingga gue gak bisa melepaskan diri," inces mulai cerita, Nindy semakin tegang


"Terus.." tanya Nindy

__ADS_1


"Gue gak mau dong kalau dia melecehkan gue, terus saat dia lengah gue langsung mendorongnya dan ketika gue hendak pergi dia memohon agar gue menolongnya, dia bilang kalau dia di jebak dan dia meminum obat perangsang," Nindy sudah berbalik lagi ke arah Inces karena saking penasarannya


"Terus selanjutnya gimana...?


"Karena gue kasian sama dia gue mau deh di unboxing sama dia, dan akhirnya tek dung deh," ujar Inces seperti gak ada beban sedikit pun


"Inces..inces..lo begok atau gimana sih, gue gak ngerti deh sama jalan pikiran lo, bisa aja kan dia hanya pura-pura agar bisa meniduri lo," ujar Nindy


"Gue yakin kalau dia gak pura-pura Ndy, wajahnya sudah memerah kayak kepiting rebus dan dia berteriak-teriak seperti menahan kesakitan gitu, dan dia ngomong gini, kalau lo gak tolongin gue gue bisa mati,gitu katanya," ujar Inces


"Dia itu siapa sih sebenarnya," tanya Nindy


"Dia itu Arvan Sujono ?"


"Apa...!" teriak Nindy


" Eh copot...copot..kaget gue, lo kenapa teriak sih Ndy ?


"Arvan sujono CEO Perusahaan Arkana Corp yang terkenal dingin itu ?"


"Loh lo kok tau, lo kenal sama dia ?" tanya Inces


"Gila...gila..Ces Siapa sih yang gak kenal sama Arvan Sujono itu,dia Itu Idola para wanita tau gak, sudah tampan, kaya dan juga gak pernah sekalipun terlihat bersama wanita," ujar Nindy


"Maksudnya apa sih ? " Inces binggung


"Sekarang gue baru percaya kalau dia memang di jebak, para wanita sudah sering melakukan itu padanya namun selalu ketahuan, tapi kenapa waktu itu dia bisa kejebak ya ," ujar Nindy


"Aku ra ngudeng ," ujar Inces


"Mungkin takdir kali sehingga kalian bisa bertemu," ujar Nindy lagi


" Gue ngiri sama lo Ces, Kalau gue jadi lo ya Ces sudah gue datangi dia buat meminta pertanggungjawabannya terhadap apa yang dia lakukan, kapan lagi bisa jadi istri cowok setampan dia," ujar Nindy sambil senyam-senyum


"Woy...ingat Tristan Woy..Lagian gue yang hamil anak dia kok lo yang ngayal sih," ucap Inces


"Buruan Ces lo bilang sama dia ," paksa Nindy


"Gue sih maunya gitu, tapi gue harus tau dulu Orang-orang yang mengejar-ngejar gue waktu itu apa suruhan dia atau bukan,"


"Orang yang mana ?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...


Coment...


Vote...

__ADS_1


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2