
"Jangan...
"Ha..ha..Lo harus secepatnya membuat keputusan, gue sudah sediakan mobil di bawah buat lo dan selembar cek di dalamnya, lo harus segera pergi jauh dari Jakarta, bila perlu lo ke luar negeri agar Arvan tidak bisa menemukan lo," ujar Kayla.
"Oke..apa jaminannya kalau lo akan lepasin mereka, lo harus buat gue percaya sama omongan lo,"
"Lo tenang saja, selama lo tidak kembali ke sini dan dekat-dekat dengan Arvan mereka akan aman dan hidup seperti biasanya, gue gak pernah ngingkarin janji gue," ujar Kayla Lalu menutup Telponnya.
"Gue gak akan percaya begitu saja sama Lo,"
"Oke...gue akan telpon mereka, lo dengar baik-baik apa yang mereka katakan," Kayla menelpon Hotel tempat Nindy dan Tristan meninap dan meminta untuk di sambungkan ke kamar mereka.
"Hallo...mbak Kayla ada apa mbak telpon kita ?" tanya Nindy
"Maaf Nindy, ada yang ingin ngomong sama kalian," ucap Kayla lalu menyambungkan telponnya Inces.
"Hallo Ndy..." ujar Inces.
"Hai Ces, calon suami lo itu baek banget deh, gue sama Tristan di kasih paket liburan mewah ke bali loh," ujar Nindy
"Ndy..lo sama Tristan baik-baik saja kan ?"
"Ces lo kenapa nanya begitu, ya iyalah gue dan Tristan baik-baik saja, baik banget malahan, oh ya sampein terima kasih kita sama Pak Arvan ya, kita senang banget loh," ujar Nindy, Kayla memutuskan sambungan telpon mereka.
"Lo sudah dengar kan, mereka tidak tau kalau mereka lagi di sandera, sekarang pilihan ada di tangan lo Princes, kalau lo salah membuat pilihan bukan hanya mayat mereka yang bakal lo lihat, Arvan pun akan di tangkap polisi karena gue sudah merekam semua obrolan kalian tadi," ujar Kayla
Ya tuhan..Apa yang harus Aku lakukan, kenapa engkau memberikan cobaan seberat ini padaku Tuhan, di saat aku merasa sedikit bahagia, engkau memberikan pilihan yang sangat sulit untuk aku memilih salah satu dari mereka,, Batin Inces, tak terasa air matanya kembali mengalir di pipinya.
"Baiklah gue akan menuruti kemauan lo, gue akan meninggalkan Arvan dan lo harus menepati janji lo,"
"Nah gitu dong dari tadi, cepat lo pergi sebelum semuanya terlambat," suruh Kayla lalu memutus sambungan Telponnya.
"Bissmillah...semoga keputusanku ini adalah yang terbaik untuk semuanya.
Inces melepas gaunnya dan mengantinya dengan baju yang dia pakai tadi dari rumahnya. sebelum Inces pergi dia menulis sepucuk surat agar Arvan percaya kalau dia sengaja pergi dan mencampakkan Arvan.
Sementara Arvan masih saja merasa gugup di depan ayahnya Inces karena sebentar lagi Ijab Qabul akan di laksanakan, terlihat Ferdi menghampirinya dengan wajah tegangnya dan membisikkan sesuatu pada Arvan. Tangan Arvan mengepal, wajahnya merah padam menahan amarah, namun pikiran warasnya masih berfungsi dia kembali membisikkan sesuatu di telinga Ferdi, tampak Ferdi manggut-manggut lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Gimana Nak Arvam, apa sudah bisa kita mulai ," tanya Pak Penghulu
"Iya Pak..silahkan Dimulai saja," ucap Arvan seakan tidak terjadi apa-apa.
"Baiklah Nak Arvan, anda sudah siap ?" Arvan mengangguk.
"Silahkan pak Bian ," suruh pak Penghulu itu.
"Saudara Arvan Sujono Bin Arkana Sujono saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Princes Prayoga Binti Bian Prayoga dengan mas kawin seperangkat alat Sholat dan uang tunai sebesar seratus sepuluh juta seratus sepuluh ribu seratus rupiah di bayar tunai.."
"Saya terima nikah dan kawinnya Princes Prayoga Binti Bian Prayoga dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,"
Sah...sah...
"Alhamdulilahirabbil Àlamin..."
Sekarang mempelai wanitanya sudah boleh menemui mempelai pria, Dari arah belakang Arvan muncul seorang wanita dengan kebaya mewah menuju ke sana, Wanita itu memakai masker.
"Loh mempelai wanitanya kok pakai masker sih ," para undangan mulai berbisik-bisik dengan undangan lainnya.
Ferdi mengambil Alih microfon yang ada di tangan MC.
"Jadi..mempelai wanita punya penyakit menular, Awas jangan dekat-dekat sama dia, nanti ketularan penyakitnya," ujar salah satu dari mereka.
"Iya...masak seorang Arvan Sojono menikahi gadis penyakitan sih," ujar yang lainnya.
Setelah acara selesai, Arvan beranjak dari sana menuju ke Ruangan Rias dimana Para MUA merias Inces tadi.
Aaaaaaa....
Ferdi kaget melihat apa yang di lakukan Oleh Arvan, Arvan membanting semua Alat rias di atas meja itu sambil berteriak histeris.
Ferdi menghampirinya lalu memegang bahu Arvan, Arvan menepis bahkan mencekik Ferdi.
"Kenapa lo lakuin ini sama Aku Princes...kenapa kamu meninggalkanku, kenapa ..
"Ar..sadar..lepasin Ferdi, lo bisa membunuhnya," Ucap Dante yang baru datang dan melihat Ferdi sudah hampir kehabisan nafasnya.
__ADS_1
Arvan melapaskan cekikan tangannya di leher Doni,Terlihat Ferdi mangap-mangap memegang lehernya.
"Dan..kenapa dia meninggalkan gue ?, Apa salah gue Dan ?" ujar Arvan seperti kehilangan separuh jiwanya.
"Tenang Ar, kita akan selidiki kenapa Princes ninggalin lo, lo tenang dulu ya, lo harus berpikir jernih Ar, gue yakin ini gak seperti dugaan lo ," ucap Dante
Dari arah Pintu seorang wanita berpakaian kebaya modern yang tak lain adalah Rita masuk ke ruangan itu, Dante melihat ke arahnya, dia terpana akan kecantikan Alami Rita, sampai-sampai mulutnya ternganga melihat ke arahnya.
🍃Flash Bak On..
Ferdi melihat Rita sedang duduk di sebuah Kursi diantara Para undangan sambil menikmati segelas minuman di tangannya. Ferdi langsung menghampirinya.
"Rita.." panggil Ferdi
"Ada apa Pak Ferdi ?
"Loh kamu kok di sini sih, Princes sama siapa di sana ?
"Sendiri, tadi dia meminta aku keluar dari sana, katanya ingin menghilangkan rasa nervers nya, dari pada aku sendirian di luar ruangan itu, aku ke sini saja, lagian aku haus banget dari tadi,"Ujar Rita
"Ayo kita kembali ke sana, Saya tidak mau kalau hal yang tidak kita Inginkan terjadi," ajak Ferdi
Mereka pun Akhirnya pergi kembali ke ruangan di mana Inces di make Up.
Ceklek...
Rita membuka pintu ruangan tersebut dia melihat sekelilingnya, akan tetapi Tidak ada sosok Inces berada di sana .
"Kemana Princes ?" tanya Ferdi, Rita mengidikkan bahunya.
"Tadi dia ada kok, mungkin di kamar mandi," ujar Rita," Ferdi memghampiri kamar Mandi.
"Mau kemana anda pak Ferdi ?" tanya Rita
"Saya mau memastikan kalau Princes berada dalam kamar mandi," jawabnya
"Tapi..."belum sempat Rita mencegahnya Ferdi sudah memutar Knop Pintu kamar mandi itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...