Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 66


__ADS_3

"Iya cantik ya ," ujar Rita


"Maksud kamu ?


"Itu ..Gadis itu cantik banget," ujar Rita, Dante melihat ke arah pandangan mata Rita, ternyata yang di lihat Rita adalah Kayla.


"Wah gawat, malah ada mak lampir lagi di sana," guman Dante yang masih bisa di dengar oleh Rita


"Mak lampir , mana ?


"Eh Enggak, tadi malam Aa' nonton Film Mak Lampir," ujar Dante


"Wahh ternyata selera kita sama ya, aku juga suka loh nonton Film Misteri seperti itu, kapan-kapan kita nonton bareng yuk ," ajak Rita


"Gimana kalau sekarang aja kita Nontonnya," ujar Dante


"Serius..?


"Iya..mumpung kita lagi di luar ," kata Dante


"Ayuk.." Rita begitu Antusias mendengar ajakan Dante itu. Sudah lama sekali dia tidak nonton di Bioskop. Jangan kan di Bioskop nonton TV saja dia jarang.


Dante segera menarik tangan Rita dan membawanya pergi dari sana.


"Huuff..Untung Mak Lampir gak lihat gue, kalau sampai dia lihat bisa pusing kepala gue di tanyain soal Arvan terus sama dia," guman Dante.


Dante akhirnya masuk ke dalam Mobilnya dan melajukannya menuju ke sebuah Bioskop yang ada di sebuah Mall Besar di Pusat Kota.


*


*


Inces mengerjap-ngerjapkan matanya, dia melihat ada pangeran Tampan berbaring di sisinya.


"Aku seperti melihat suamiku di sini, mungkin ini hanya mimpi saja," ucap Inces lalu kembali memejamkan matanya.


Arvan Memeluk Perut Inces sehingga membuat Inces Kaget di buatnya.


"Aaaa..." Teriakan Inces membangunkan Arvan.


"Ada apa sayang, apa ada yang sakit ?" tanya Arvan


"Loh mas kamu ngapain di sini, bukannya tadi kamu bilang mau pulang ke Mansion satunya lagi ya, kamu curang Nih...!


"Curang gimana ? Coba lihat ini di mana ?


Inces mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar itu.

__ADS_1


"Aaaaa.." teriaknya lagi


"Ada apa lagi sih, jangan bilang kalau kamu kaget karena kamu ada di sini, lebay banget sih Istriku ini," ujar Arvan


"Enggak Kok , aku gak kaget,"


"Terus kenapa Teriak ?


"Ngetes pita suara aja," ucapnya Ngasal padahal dia kaget seperti yang di katakan oleh suaminya itu.


"Ada-ada saja kamu ini, udah Ah aku mau mandi dulu, kamu mau Bareng ?" tanya Arvan


"Duluan saja, aku masih mengantuk," alasan Inces padahal dia tidak mau mandi bareng dengan suaminya itu karena pasti akan lama dia berada di kamar mandi kalau dia mau mandi bareng sama Arvan


"Ya Sudah..aku lapar nih sayang, kamu mau gak masakin buat aku, Soalnya Mona lagi gak ada di rumah."


"Emangnya Mona kemana sayang, gak biasanya dia keluar ketika masih bekerja." ujar Inces yang memang mengetahui sifat Mona.


"Lagi ngedate sama si Dante ," ucap Arvan singkat lalu beranjak dan melangkah ke arah Kamar mandi.


"What...jadi Mona sudah Jadian sama Dokter Dante, pantesan saja Dokter Dante bawa gue ke sini bukan ke Rumah satunya lagi." ucap Inces yang berasumsi sendiri.


Inces beranjak dari tempat tidur lalu bergegas menuju ke Dapur dan mulai memasak makanan buat mereka makan malam.


"Semua sudah selesai, tinggal sentuhan lilin agar suasana lebih Romantis seperti Candelight dinner seperti yang ada di Drakor kesukaanku ," ujarnya lalu menghidupkan lilin aroma terapi.


Sesudah semuanya sempurna Inces langsung masuk ke kamarnya, terlihat Arvan sudah siap dengan setelan baju rumahannya.


"Iya..tapi jangan lama ya sayang, aku gak kuat sudah lapar banget nih,"


"Lima menit saja," ujar Inces lalu bergegas masuk ke kamar mandi itu.


belum sampai lima menit Inces sudah keluar dari sana dan berjalan menuju ke kamar Ganti.


"Sayang kamu mandi atau ngapain di Kamar Mandi, cepat amat belum lima menitan," ujar Arvan


"Aku kasihan sama kamu, jadi aku hanya mandi Ekspres saja he..he.." ujarnya Cengengesan.


Arvan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Istrinya itu.


Tak lama Inces sudah keluar dari dalam kamar ganti lalu dia memakai riasan seadanya dan menuju ke arah Arvan yang duduk di Sofa menunggunya sambil memainkan ponselnya.


"Aku sudah siap , ayo kita turun aku ada nyiapin kejutan buat kamu,"


"Oh ya..aku penasaran kejutan apa yang kamu siapkan ,"ujar Arvan


"Ayo.."Inces mengandeng tangan Arvan seningga mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia, tapi memang begitu kenyataannya.

__ADS_1


Mereka pun menuruni anak Tangga dengan Perlahan karena Inces sedang hamil jadi seperti itulah bayangannya. Arvan sangat cerewet kalau Inces gak hati-hati dalam melakukan sesuatu yang bisa mengakibatkan cedera bahkan keguguran .


Sampai di Ruang makan mereka ternganga.


"Sayang ini kejutannya, aku sangat terkejut loh," ujar Arvan


"Aku juga terkejut Mas, kucing dari mana ini yang bisa membuat Meja makan ku berantakan seperti ini," ucap Inces


"Hai Ar, aku pulang dulu ya, Rita sudah aku antar dengan selamat bahkan sudah di kamarnya dan makasih ya Candelight Dinnernya," ujar


"Ooo jadi ini kucingnya ?" ucap Inces


""Dante lo jangan coba-coba kabur setelah merusak semuanya," ujar Arvan dingin saking dinginnya sehingga sampai menusuk ke dalam sendi-sendi tulang Dante, Dante mematung mendengar ucapan Arvan yang sarat dengan Ancaman itu.


"Tega sekali kalian merusak makan malam yang sudah susah payah aku siapkan untuk suamiku ini," ujar Inces berakting sedih


"Rita....!


Arvan berteriak memanggil Rita. Rita Kaget mendengar teriakan Tuannya itu, Dia buru-buru keluar dari kamarnya lalu bergegas menuju ke tempat Tuannya berada.


"Iya tuan..Ada apa ?" Rita bergetar melihat tatapan Arvan itu.


"Kamu masih nanya ada apa lagi, sudah salah masih saja pura-pura gak tau," ujar Arvan


"Beneran tuan, saya gak tau apa kesalahan saya ," ujar Rita


"Siapa yang memakan semua makanan yang ada di meja itu ?"


"Saya dan Pak Dokter tuan," Rita baru menyadari kesalahannya.


"Jadi sekarang kamu sudah tau apa kesalahan kamu kan ?" tanya Arvan


"Tadi saya tidak mau tuan tapi Pak Dokter memaksa saya, katanya dia akan bertanggung jawab nanti," ujar Rita


"Saya tidak mau dengar alasan kalian, pokoknya kalian harus di hukum, sayang apa kira-kira hukuman yang cocok buat mereka?" tanya Arvan pada Inces


"Tuan..jangan hukum saya tuan, saya Janji akan melakukan apa saja yang tuan dan nyonya inginkan asalkan Tuan tidak memecat saya," ujar Rita


"Ar..Come On, ini hanya makanan loh, kita bisa siapin lagi seperti semula, malah lebih mewah dari ini ya kan Rita?


"Lo Jangan pecat Rita ya Ar, gue akan menanggung semua hukumannya," ujar Dante


Sebuah Ide muncul di kepala Inces, dia terlihat membisikkan sesuatu di telinga Arvan, senyum menyerigai pun terbit di bibir Arvan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya ya Di Novel terbaru aku, soalnya novel itu aku ikut lombakan..

__ADS_1


Judulnya : DENDAM SANG PEWARIS


makasih ya Readers semua 🙏🙏🙏


__ADS_2