
"Sewaktu lo dan Tristan menjemput gue di Cafe, gue habis di kejar-kejar oleh beberapa orang berbadan besar, sepertinya mereka berniat jahat sama gue.
"Dan Besoknya lagi Sari menelpon gue dan bilang ada beberapa orang berpakaian serba hitam mencari gue Di kampus ," ujar Inces
"Ooo jadi itu yang menyebabkan lo gak ngampus kemaren, kenapa lo gak cerita sih Ces,"
"Gue gak mau lo sama Trisyan khawatir sama gue dan tidak membiarkan gue keluar dari rumah ini," ujar Inces sambil memakan cemilannya
"Tapi kan kita bisa menjaga lo dari mereka Ces,"
"Itu yang gue gak mau, gue gak mau merepotkan kalian, tapi lo tenang aja Ndy gue sudah punya cara agar gue terbebas dari mereka ,"
"Apa ?
"Tara.." ucap Inces sambil mengeluarkan kacamata dan tompel palsunya dan memperlihatkan pada Nindy, Nindy mengerutkan keningnya menanti penjelasan dari Inces.
Inces memakai kacamata itu lalu juga memakai tompel di pipi kanannya sehingga Nindy specless melihatnya.
"Inces ini lo ?, kok beda banget ya,"
"Kenapa ? gue tambah cantik ya he..he..," ujar Inces
"Beneran deh cara lo ini jitu banget, gue saja kalau gak tau lo memakai benda ini pasti gak ngenalin lo Ces," ujar Nindy yang mengacungi jempol buat ide sahabatnya itu.
"Jadi sekarang lo gak usah khawatirin gue ya Ndy, gue bisa jaga diri gue sendiri kok," ujar Inces masih memakan cemilannya
"Yach...abis cemilan gue," ujar Inces terlihat seperti mau nangis
"Udah..ntar beli lagi, cengeng banget sih, udah sana siap-siap kita ke Cafe," suruh Nindy, dia juga ke kamarnya buat siap-siap.
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, saatnya Inces manggung di Cafenya Nindy.
"Ayo gaess main kan " ujar Inces
Mereka pun memainkan musiknya, Inces pun membawakan sebuah lagu dari April Lavigne *When you're gone *
🎵I alwasys needed time on My own, I never tought I'd need you there when I cry,
And the days feel like years when I'm alone, And the bed where you lie is made up on your side...
When you walk away I count the steps that you take, Do yoe see how much I need yoe right now...
🎶When yuo"re gone the pieces of my heart are missing you, When you're gone the face I came to know I missing to, When you're gone the words is need to heart to always that get me through the day...
And make it okay...
I miss you...
Inces mengakhiri lagunya, Air mata mengenang di sudut mata Arvan yang juga berada di sana saat ini.
"Wiiih keren Sunny..kita tambah semangat main musiknya, lo bisa ngimbangin kita dengan mudahnya," ujar Pijar memuji keahlian Inces
"Sepertinya bakalan rame nih Cafe karena lo ," ujar Alona yang ber tos ria dengan inces.
" Eh Gue permisi sebentar ya gaes, gue mau ketoilet dulu," ujar Inces lalu langsung menuju Toilet, perasaan Inces membuncah, saat berada di Toilet dia menangis sejadi-jadinya sehingga membuat wanita-wanita di toilet tersebut memandang ke arahnya.
"Ngapain lihat-lihat, gak pernah lihat orang nangis ya kalian ," bentak Inces pada beberapa wanita yang melihat ke arahnya
__ADS_1
"ish stress tu orang ," omel wanita-wanita itu sambil keluar dari sana, Inces masih saja menangis, tanpa dia sadari kalau Arvan sudah berada di belakangnya, dia memegang bahu Inces, Inces terhenyak ketika melihat bayangan Arvan di cermin, dia membalikkan tubuhnya sehingga tatapan mata mereka bertemu.
Deg...
Detak jantung ke duanya berpacu, tak terasa keduanya mematung seakan tidak bisa bergerak, sebuah suara mengagetkan mereka.
"Ngapain kalian berdua-duaan di toilet perempuan ?" tanya seorang tukang bersih-bersih yang masuk hendak membersihkan toilet itu.
Inces tersadar, sontak dia lari meninggalkan Arvan di sana, Arvan pun mengejarnya akan tetapi dia kehilangan jejak gadis itu.
"Princess kau kah itu," ucap Arvan Lirih ketika dia tidak berhasil menemukannya.
Akhirnya Arvan kembali ke dalam Cafe tersebut, Inces yang bersembunyi di balik pohon mengelus dadanya.
"Huff..untung Dia tidak menemukan gue ," ucap Inces, Sebuah tangan kembali memegang bahu Inces
"Aaaaaa" teriak mereka barengan
"Lo bikin kaget gue aja ," ujar Inces sambil ngos-ngosan mengusap-usap dadanya.
"Gue juga kaget tau, lo ngapain sih sembunyi di situ, para pengunjung sudah menunggu lo nyanyi lagi tuh," ujar Nindy
"Ndy, gue minta maaf ya, sepertinya gue gak bisa nyanyi lagi deh di Cafe lo," ujar Inces
"Kenapa sih Ces ?"
"Suuut..lo ini, gue sudah pernah bilang jangan panggil nama asli gue kalau lagi di Cafe ,"
"Eh iya gue lupa, Ada apa sih Sunny ?" tanya Nindy
"Sepertinya Arvan sudah curiga sama gue, gue mulai besok malam gak nyanyi lagi ya,"
"Serius lo ? Sunny kenapa lo gak jujur aja sih sama dia, sepertinya dia orang baik deh, gak mungkin kan dia mau mencelakai lo hanya karena lo mengandung anaknya, dia kelihatan tulus gitu kok," ujar Nindy
__ADS_1
"Sorry Ndy, gue akan merahasiakan ini sebelum gue tau kebenarannya, gue gak mau Calon Debay gue kenapa-napa hanya karena gue ceroboh percaya saja sama dia ," ujar Inces
"Jadi Please, gue mohon sama lo, tolong dukung keputusan gue ini Ndy," Nindy pun memeluk sahabatnya itu.
"Sunny, gue akan mendukung apapun keputusan lo, gue juga akan menjaga lo dari orang-orang yang hendak mencelakai lo, gue percaya kalau kebahagian suatu saat akan menjadi milik lo ," ujar Nindy yang tak sanggup menahan air matanya mengingat nasib sahabatnya itu.
"Makasih Ya Ndy, lo memang sahabat terbaik gue, gue hanya punya lo Ndy..makasih buat semua yang telah lo lakuin ke gue, gue gak bisa membalas kebaikan lo Ndy," ujar Inces yang juga menangis.
"Kenapa kalian di sini sih," ujar Tristan, mereka berdua kaget di buat nya
"Sayang kamu ngagetin aja deh, tolong kamu anterin dia ke rumah ya, biar aku yang gantiin dia nyanyi," ujar Nindy
"Loh kenapa emangnya ?" tanya Tristan
"Panjang ceritanya, nanti aku ceritakan, sudah sana anterin dia sekarang ," suruh Nindy
"Ya sudah, ayo ces kita pulang," ajak Tristan
Nindy masuk ke dalam Cafe lalu menuju ke panggung.
"Mohon maaf semuanya, karena penyanyi kita lagi gak enak badan, maka saya akan mengantikannya buat menghibur kalian semua ," ujar Nindy
"Mbak Nindy Sunny kenapa, apa dia sakit ," tanya Alona
"Jangan bawel, ayo cepat mainkan musiknya ," suruh Nindy
Musik segera di mainkan dan nindy pun menyanyikan lagu kesukaannya, suara nindy juga merdu walaupun tak semerdu suara Inces tapi dapat menghibur pengunjung Cafe itu.
Di sudut Cafe terlihat rona kekecewaan dari wajah seorang pria tampan nan mempesona, dia akhirnya pergi dari sana di ikuti oleh Asistennya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Vote ya...Vote gak...🔫 He..he..Canda..🤣🤣
Sekedar intermezzo..
__ADS_1
Kayaknya miss N harus jadi seperti Kayla juga nih biar kalian pada Coment...kalau gak di Ancam pasti kalian pada diam saja ... ayo ekspresikan nyali mu 😁😁