
Zidan memikirkan ucapan kakek yang akan menjodohkannya dengan anak temannya, bukan tidak mau? Tujuan hidupnya memang untuk membahagiakan sang kakek, karena hanya kakeknyalah keluarga yang dimiliki saat ini.
Perjalanan Zidan tak mudah, saat usianya masih kecil, dia harus melihat sang mama menjadi orang dengan gangguan jiwa, dan sang kakek sakit struk. Setelah kakeknya sehat, Zidan berjanji akan selalu membuat kakeknya bahagia, dan akan menuruti apa yang kakeknya mau, termasuk membalas dendam pada keluarga Abdi.
Zidan sudah menyiapkan pakaian untuk pindah kerumah kontrakan yang sudah dicarikan orang suruhannya.
"Kakek jaga kesehatan ya, Zidan akan sering kesini." Ucap Zidan saat sedang sarapan bersama kakeknya.
"Pikirkan tawaran Kakek semalam Zidan, Kakek tidak mau kamu sampai tergoda oleh gadis itu." Kakek Zidan begitu khawatir jika Zidan akan berbelot.
"Iya Kek, untuk sekarang Zidan rasa bukan waktu yang tepat untuk melakukannya."
"Temui dia jika ada waktu luang, dia gadis yang baik dan lemah lembut. Kakek yakin kamu cocok dengannya." Kakek memberikannya kartu nama seorang gadis cantik pada Zidan.
"Iya, nanti Zidan akan temui dia." Zidan memgambil kartu nama itu. Membaca namanya, kemudian memasukkan kedalam dompetnya.
Tak ada waktu untuk bersantai jika bekerja bersama Marsha, dan bos wanita itu sudah sampai terlebih dahulu. Zidan pikir apakah Marsha tidak mengistirahatkan tubuhnya? Pulang malam, pagi jam tujuh sudah kembali berada dikantor. Apa yang wanita itu kejar.
"Pak Zidan, boleh minta tolong berikan ini pada miss Marsha, saya sedang banyak pekerjaan." Pinta Melati melampirkan wajah memelas, meletakkan bucket bunga mawar diatas meja Zidan.
Zidan mengernyit "Dari siapa?"
"Penggemar rahasia." Bisik Melati ditelinga Zidan, membuat Melati menahan nafas persekian detik menahan nafas karena merasai wangi parfum yang dipakai Zidan. "Ya ampun pak Zidan, saya bisa awet muda jika pak Zidan lama disini." Ujar Melati, membuat Zidan tak paham.
__ADS_1
"Maksudnya Bu?"
"Selain saya berasa cuci mata setiap hari, saya juga merasa mencium bau surga," ujarnya cekikikan "Ohhh my angel, angel baby angel." Melati menyanyikan lagu yang sedang hits, kemudian menghilang dibalik ruanganya.
Mau metong dong!
Zidan hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Melati.
Tok tok tok
Zidan mengetuk ruang Marsha, diikuti oleh petugas pantry membawa camilan ringan untuk bosnya, lemontea hangat, dan sepotong cake kesukaan Marsha.
"Selama pagi miss, ada kiriman dari penggemar rahasia anda." Zidan meletakkan bucket bunga diatas meja Marsha.
Marsha hanya melirik sekilas dengan mengangkat pandanganya. "Kamu bisa membuangnya ditong sampah Zidan, saya bukan anak baru gede yang bisa berbunga-bunga atau merona jika hanya diberi seikat bunga. Toko dan pemiliknya pun bisa aku beli." Tolak Marsha.
"Ck," Marsha meletakkan i-macnya, mengangkat bunga itu, kemudian membaca sang pengirim.
Pagi yang manis, untuk wanita manis.
Semoga harimu menyenangkan sweaty
Kembali Marsha meletakkan bunga itu. "Berikan saja pada pegawai lain jika memang kamu merasa bunga ini sayang untuk dibuang." Marsha kembali memeriksa i-macnya. "Apa jadwal saya hari ini?"
__ADS_1
"Anda akan melakukan persentase pada maskapai penerbangan Airlanngga Airlines miss." Marsha mengangguk, kemudian Marsha menelepon seseorang.
"Halo Apo, ini Marsha, sesuai keinginan Apo, Marsha berhasil menjadi investor dimaskapai yang Apo mau. Sekarang Marsha butuh pengawal, untuk mengawal Marsha kesana."
"Bukanya kamu selama ini tidak mau Apo beri pengawal."
Marsha tersenyum sambil memainkan ujungnya rambutnya "Disana pasti banyak petinggi Direksi Apo, jadi Marsha butuh pengawal, biar terlihat keren." Kemudian dia menggigit ujung kukunya.
"Hahaha, baiklah kalau begitu. Berapa yang kamu butuhkan?" Seorang Kakek pasti menuruti keinginan cucunya.
"Dua sepertinya cukup Apo." Marsha kemudian menatap Zidan dengan senyum mengembang diwajahnya setelah panggilan itu tertutup. "Kamu lihat senyum bahagia aku Zidan?" Marsha meminta pendapat Zidan.
"Iya miss, sangat cantik, cahaya mentari pagipun kalah dengan senyum termanis milik miss. Dan miss Marsha bos wanita paling cantik, paling muda, dan paling pintar dan paling baik hati."
"Aku tidak memintamu memuji ku terlalu berlebihan seperti itu Zidan. Sangat terlihat jika kau berbohong."
"Iya miss, saya salah." Lebih baik mengalah daripada harus kena semprot.
"Yang kamu harus tau, aku telah berhasil memenangkan tender dua perusahaan sekaligus. Pasti aku bangga dan bahagia dengan pencapaian kerja keras ku."
Zidan merapatkan bibirnya, tersenyum, ikut bangga atas pencapaian bosnya, dan dia harus mengakui kehebatan Marsha, sedang perusahaannya saja, ditolak untuk bergabung dengan perusahaan milik jerman itu.
Sepanjang perjalanan menuju kantor pusat maskapai Airlangga Airlines, Zidan tak henti melihat dua mobil yang terus bersama mereka, satu mobil berada didepan dan satu mobil mengikuti dibelakang mereka.
__ADS_1
"Miss beneran pakai pengawal miss?" Zidan kembali dibuat geleng kepala atas tingkah bosnya ini.
"Iya dong Zidan, mereka harus tahu, aku adalah pengusaha muda dan sukses." Jawab Marsha angkuh penuh percaya diri.