Master Key

Master Key
Hancurnya Aliansi Hitam


__ADS_3

Wang Xuxing dan Gao Nian berdiri dihadapan dua pendekar yang tergeletak tak berdaya. Liu Fanxi kehilangan tangan kanannya yang temuk akibat beradu tinju. Sedangkan Hang Jun kehilangan kaki kirinya.


"Kami tidak akan membunuhmu jadi hiduplah dengan tenang sebagai orang biasa" Wang Xuxing.


Wang Xuxing dan Gao Nian menghancurkan dantian kedua pendekar aliran hitam tersebut. Keduanya tidak akan bisa kembali menjadi pendekar.


Beberapa pasukan khusus datang ke tempat Wang Xuxing berada. Wang Xuxing mengeledah keduanya untuk mencari kristal siluman dan barang berharaga lainnya.


"Bawa kedua orang ini. biar aliansi yang akan menjatuhi hukuman selanjutnya" Wang Xuxing. pasukan khusus segera mengikat dan membawa Hang Jun dan Liu Fanxi.


"Xuxing, sepertinya ada energi besar dari arah sana" Gao Nian. Keduanya bergegas menuju tempat tersebut dan mendapati Zhu Xinxin dan Feng Qixui sedang melakukan penyegelan Iblis Mulan.


Mereka melihat Zhu Xinxin dan Feng Qixui rebah karena kehabisan energi. Jadi memutuskan menjaga mereka.


"Sukurlah keduanya hanya pingsan. Sebentar lagi pasti akan sadar" Wang Xuxing.


Keduanya duduk menjaga sepasang kekasih yang sedang pingsan tersebut.


"apa mereka akan bersandiwara lagi saat bangun nanti" Gao Nian.


"Tidak tahu, keduanya masih enggan menunjukan kesemua orang" Wang Xuxing.


Mereka mengingat kembali saat-saat latihan di Huming. Dua orang yang tidak pernah akur harus menjalani hukuman. Selama satu bulan harus menjalani kehidupan bersama ternuata membuat cinta juga tumbuh di hati mereka.


"Gawat... Gawat... gawat...., Kakak Wang Gawat..." Yin Chen berlari cepat menuju tempat murid-murid istirahat sambil berteriak.


"Chen'er, ada apa? kenapa kamu buru-sambil berteriak begitu" Wang Xuxing heran.


"Gawat...gawat..., bencana besar akan datang" Yin Chen masih panik


"Bencana apa? apa yang kamu lihat?" Liang Mei penasaran


"Mereka... Mereka bertemu di gunung" Yin Chen masih panik.


"Mereka siapa?" Zheng Furu


"Siapa lagi? pasangan tak terpisahkan. Sepertinya mereka mau bertarung di gunung" Yin Chen.


"Aaappppaaaa?" semuanya kaget serentak.


"Shi Qu, kamu tetap disini dulu biar kami yang melerai mereka. Jangan beritahu guru" Wang Xuxing.

__ADS_1


"Ya.." Shi Qu lanjut bermeditasi.


Wang Xuxing mengangkat Yin Chen dan delapan orang pergi menuju gunung.


"Kita lihat saja dulu dari kejauhan" Thoilu


"Benar, dari sini kita sudah melihat mereka" Fan Weili


Delapan orang memantau dari kejauhan, mereka sedikit bingung karena tidak seperti yang mereka bayangkan. Kedua orang yang mereka pikir akan bertarung justru duduk damai saling bercerita satu sama lain.


"Aku akan mengunakan jurus menguping yang diajarkan guruku" Thoilu.


Sua orang lelaki dan perempuan duduk di sebuah batu sambil memandang matahari terbenam. Cahaya yang indah menambah kesan romantis.


"Xin'er apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Feng Qixui


"Aku juga tidak tahu, aku malu kalau harus diketahui mereka. Selama ini aku selalu bilang tidak menyukai kakak Xui" Zhu Xinxin.


"Bilang saja, kalau selama ini hanya salah paham dan kita bisa menjadi kekasih tanpa harus di tutup-tutupi" Feng Qixui


"Tapi aku malu. Ba...ba.. bagaimana kalau kita bersandiwara dulu sampai aku siap" Zhu Xinxin.


"Terimakasih kakak Xui" Zhu Xinxin memeluk Feng Qixui dan tersenyum manis.


Keduanya menghabiskan waktu menikmati matahari terbenam. Tidak lupa juga adegan berciuman mesra sepasang kekasih mereka lakukan.


Keesokan paginya mereka kembali seperti musuh abadi yang siap bertarung kapan saja. Namun karena tidak mau membuat Zhu Xinxin malu. Mereka sudah sepakat tidak membongkar sandiwara keduanya.


Yin Chen belajar terbang disekitar gunung, namun konsentrasinya pecah saat melihat Feng Qixui dan Zhu Xinxin bermesraan.


Feng Qixui dan Zhu Xinxin berciuman lalu sesuatu jatuh di balik batu. Bibir keduanya masih bersentuhan saat kepala Yin Chen keluar dari balik batu sambil tersenyum licik.


"Kenapa kamu di sini" Zhu Xinxin panik dan segera mendorong Feng Qixui hingga terlempar jauh.


"Aku...aku tadi belajar terbang dan jatuh disini" Yin Chen tersenyum melirik Zhu Xinxin lalu melirik Feng Qixui.


"Apa saja yang kamu lihat?" Zhu Xinxin.


"Tidak melihat apa-apa. Aku pergi dulu ya, aku harus membuat laporan ke kakak Wang" Yin Chen seolah-olah tidak perduli. Namun kata-katanya jelas dia bisa mengadu kapan saja.


"Chen'er. Apa yang kamu mau. Nanti kakak turutin" Zhu Xinxin dan Feng Qixui merayu.

__ADS_1


"Emm.., kakak Feng aku pernah melihat adikmu. Kalau kita sudah kembali apa boleh mengenalkannya padaku?" Yin Chen.


"Bisa..Bisa... tentu bisa" Feng Qixui


"Satu lagi, kalian tidak boleh memukulku bila melakukan kesalahan. Kalian harus membantuku bila kakak Wang memarahiku" Yin Chen


"Baik mengerti..." Zhu Xinxin dan Feng Qixui hanya bisa menunduk.


"Baik aku pergi dulu" Yin chen terbang dengan ceria.


Ingatan Wang Xuxing dan Gao Nian berakhir saat melihat kedua kekasih tersebut bermesraan.


****


Di tempat lain dua pendekar yang sempat terlilit akar bisa melepaskan diri. Wang Huilan dan Wu Xiem berpikir mereka masih bisa melarikan diri. Karena jarak keduanya sudah cukup jauh. Siapa sangka sebuah tongkat menghantam kepala Wang Huilan hingga membuatnya terbaring di tanah. Kedua tangan dan kakinya lamgsung terlilit akar.


Kedua akar yang melilit kaki Wang Huilan menarik kaki tersebut agar terbuka lebar. Agar tidak melawan lagi, Shi Qu dari ketinggian mengayunkan tongkatnya dan menghantamkan tepat ke arah Selangkkangan Wang Huilan.


Seketika wajah Wang Huilan pucat pasi. Sakitnya benar-benar membuatnya ingin berteriak, namun akar-akar pohon sudah membelit mulutnya membuatnya tidak bisa bersuara. Terlalu sulit digambarkan, dan seketika membuatnya lemas.


Wu Xiem masih terus berlari, dia tidak perduli nasib Wang Huilan. Namun wajahnya memucat karena Shi Qu sudah muncul di depannya. Wu Xiem ingin mengubah arah namun sebelah kakinya sudah terlilit akar pohon.


"Ampun..., aku salah... kedepannya aku tidak akan berbuat jahat lagi" Wu Xiem


"Kalau begitu menyerahlah, biar aliansi putih netral yang menentukan hukumanmu" Shi Qu kelayangkan tongkatnya memukul kepalan Wu Xiem.


Wu Xiem terbungkus akar pohon seperti mumi dan dibawa oleh beberapa pendekar Sekte Lonceng Emas. Wu Xiem tidak bisa bergerak dan kehilangan tenaga. Akar yang melilit dirinya menyerap tenaga dalamnya dan semakin dia bergerak semakin erat ikatan akar tersebut.


Biun Gong dan Song Pingping yang mengamuk juga sudah berhasil di tangani oleh Luo Gu dan Zheng Furu. Sesuai aturan yang ditetapkan bersama pendekar yang menelan kristal siluman harus dibunuh. Sedangkan untuk yang tidak memakan kristal siluman bila mereka menyerah bisa di bawa dan disidang untuk menentukan hukuman.


Song Biun dan Mu Zhi Bim juga berhasil di tangkap. Selebihnya semua pendekar forkus mengejar para manusia siluman.


Sedangkan untuk pendekar aliran hitam yang menyerah segera di lucuti senjata dan kriatal siluman yang dimilikinya. Yang melawan dipastikan nyawa melayang.


Ketua Liang mengumumkan kemenangan, sebagian kecil pendekar aliran hitam bisa melarikan diri. Lao Lee dan pasukan tabib bergegas membantu korban yang terluka.


Aliansi sekte aliran hitam runtuh. Setidaknya kekaisaran Han bisa sedikit bernapas lega berkat runtuhnya Aliansi aliran hitam.


Ketua Liang dan Bing Kun memandangi ribuan mayat yang berserakan. Berharap tidak ada peperangan besar seperti ini lagi dimasa mendatang.


"Anggota Bayangan Suci secepatnya ke perbatasan. Biarkan kami yang mengurus disini" Ketua Liang bergegas memberi perintah.

__ADS_1


__ADS_2