
Lu Tian dan Luo Xin memasuki sebuah bangunan yang diselimuti aura kematian yang pekat. semakin kedalam, aura semakin pekat hingga membuat sesak namun Lu Tian mengunakan semua pusakanya untuk menyerap aura tersebut dan Raja Phoenix mengubahnya menjadi aura dewa lalu menyimpannya.
di dalam terdapat sebuah altar yang dikelilingi energi gelap. bila orang biasa masuk pasti tercabut nyawanya. Lu Tian menaiki altar sedangkan Luo Xin sudah tidak bisa lebih dekat lagi, bila lebih dekat lagi dia bisa terpengaruh aura kematian.
Lu tian memandangi Seorang pria tua dengan wajah pucat, di tangannya terdapat sebuah seruling yang tidak henti- hentinya mengeluarkan energi untuk mengaktifkan formasi terompet kematian.
"anak muda, apa yang ingin kamu lakukan" seorang pria tua menyapa Lu Tian
"perkenalkan nama saya Lu Tian, senior, saya kemari ingin menyimpan pusaka seruling kematian. karena informasi keberadaan seruling ini sudah di ketahui sekte aliran hitam. akan sangat berbahaya bila sampai jatuh ke tangan mereka" Lu Tian
"maaf anak muda, tapi seruling ini di pakai untuk mengaktifkan formasi terompet untuk mencegak suku Xuja keluar dari lembah penjara" kata roh kepala keluarga Chu
"senior ini artinya bila saya bisa mengaktifkan segel tanpa bantuan seruling. apa saya boleh mengambil serulingnya?" Tanya Lu Tian
"tentu saja boleh, tapi di butuhkan energi yang besar untuk mengaktifkan formasi ini" Roh kepala keluarga Chu
" Baik senior, saya akan mencobanya lebih dulu" Lu Tian sambil mengamati formasi yang tertera lalu turun dari altar.
Lu Tian mengeluarkan Giok berbentuk tabung, dan mulai mengukir formasi pada giok tersebut. setelah beberapa jam Lu Tian selesai dan memasukan cristal alam kedalam tabung dan menutupnya.
Lu Tian kembali naik ke altar dan mencabut seruling seketika energi formasi mati. kemudian Lu Tian meletakan batu giok formasi yang baru selesai di buat. seketika formasi kembali aktif.
"senior, saya sudah mengaktifkan kembali formasi, saya juga akan menambahkan beberapa formasi pelindung untuk menjaga tempat ini, senior silahkan beristirahat dengan tenang" Lu Tian
"terimakasih anak muda, simpanlah pusaka itu dengan baik, jangan sampai jatuh ketangan orang jahat. kalau bisa jangan pernah mengunakan pusaka tersebut" Kata Roh tersebut lalu perlahan menghilang begitu juga jasad roh tersebut langsung berubah menjadi abu dan terbang
Lu Tian dan Luo Xin memasang formasi pelindung pada reruntuhan kuno dan tiang terompet. kemudian bergegas pergi. setelah melewati batas aman Lu Tian dan Luo Xin berhenti.
"kami sudah sampai disini, apa lagi yang kalian tunggu. apa masih mau bersembunyi atau kami paksa kalian keluar" Luo Xin
"ternyata kalian sudah tahu kalau kami mengamati kalian?" salah satu penjahat
__ADS_1
"aliansi kalian benar- benar menjadikan kalian pion, mengirim pedekar bodoh untuk melawan kami" Lu Tian
pemimpin kelompok penjahat bersiul memberikan kode dan 500 orang datang mengelilingi Lu Tian dan Luo Xin.
"saya kasih kalian kesempatan untuk pergi sekarang atau kalian akan mati" Luo Xin lalu melayang untuk menakut nakuti penjahat. para penjahat yang mengepung ketakutan melihat Luo Xin melayang. mereka sudah mendengar kabar pendekar yang bisa terbang dan berhasil membunuh tetua aliran hitam
"guru tidak ada gunanya bicara dengan para penjahat tidak berotak" Lu Tian lalu melepaskan aura dewa naga banyak orang langsung terduduk, berbaring atau berlutut karena tekanan yg berat. lalu bergerak cepat menebas satu persatu penjahat yang mengepung
sontak penjahat yang berada diluar jangkauan aura dewa segera melarikan diri. karena yang menjadi lawannya adalah seorang pendekar suci tingkat akhir.
Lu Tian dan Luo Xin melihat musuh yang melarikan diri tidak mengejar. kemudian langsung melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bunga Persik.
setelah 2 hari perjalanan, Lu Tian dan Luo Xin beristirahat sejenak sambil menyantap hewan buruannya. namun acara makan mereka terganggu karena 7 orang pendekar aliran hitam datang. dari 7 pendekar 4 diantaranya sudah samapai tahap pendekar suci 4 gerbang. 3 lainnya pendekar raja tingkat akhir.
"kalian pendekar yang berhasil keluar dari hutan kematian?" Wu Xunin pimpinan kelompok tersebut
"apa kamu punya hak bertanya pada kami?" Luo Xin dan Lu Tian masih santai memakan daging kelinci yang harum
"serahkan barang yang kalian dapatkan dari sana, atau akan ku jadikan kamu santapan harimau" Wu Xunin
"aturan main disini yang kuat yang punya hak mengatur" Wu Xunin
"hihihi....lalu apa kamu merasa kuat?" Lu Tian
"kamu....," Wu Xunin mulai geram
"sudah kakak, jangan banyak Bicara dengan pendekar yang akan mati itu" Wu Hounin
"hahaha...., pendekar suci gerbang 4 berani sombong. apa tidak takut mulutmu semakin bau? Lu Tian kemudian berdiri. "saya beri tahu aturanku disini, siapa cepat dia dapat. apa kamu yakin bisa lebih cepat dariku?" Lu Tian
"jangan terlalu sombong anak muda, aku bisa saja memecahkan kepalamu" Wu Hounin
__ADS_1
"kalau begitu majulah" Lu Tian
Wu Hounin baru ingin bergerak Lu Tian tiba- tiba muncul di hadapannya dan melancarkan Tinju dewa. Wu Hounin terlempar jauh dan muntah darah. belum sampai disitu Lu Tian sudah pindah ke hadapan pendekar raja yang sedang terkejut, dan melayangkan tinjuan, kali ini si pendekar raja tidak terlempar namun tangan Lu Tian berhaasil menembus dadanya hingga tembus. pendekar raja mati dalam sekejap. pendekar lainnya segera menjaga jarak dan waspada.
melihat Wu Hounin tetluka parah hingga tak mampu berdiri. Wu Xunin mengamuk dan mencabut pedangnya. dan menyerang Lu Tian. pedang Wu Xunin mengeluarkan api. tapi Lu Tian tidak tinggal diam, dia segera bergerak cepat dan tiba- tiba muncul di belakang Wu Xunin.
seketika gerakan Wu Xunin terhenti, pedang yang di pegangnya patah dan tangannya jatuh ke tanah. mulutnya menyembukan darah segar. lalu terjatuh berbaring di tanah.
menyadari hal tersebut pendekar yang semula sok jagoan ketakutan dan melarikan diri. Lu Tian menghampiri Wu Hounin yang masih setengah sadar.
"sudah lihat aturanku? Siapa cepat dia dapat, karena kami lebih cepat jangan harap kalian mau mendapat hasil" Lu Tian. sedangkan Wu Hounin menatap lekat- lekat pemuda bertopeng, sebelum akhirnya pedang Lu Tian menancap di jantung Wu Hounin.
setelah urusan dengan penggangu selesai, Lu Tian dan Luo Xin kembali melanjutkan perjalanan. setelah 3 hari perjalanan. mereka akhirnya sampai di Gunung Bunga Persik. perjalanan mereka lebih cepat 2 hari dari perkiraan. sesampainya di sana mereka di sambut oleh Zhou Yelu dan Lin Yihua
"selamat datang tetua Luo. sepertinya kalian tiba terlalu cepat. dan ini??" Zhou Yelu
"maaf tetua Zhou, saya Lu Tian murid tetua Luo dan juga tetua sekte pedang bayangan" Lu Tian lalu mengubah topeng ke mode transparant
"wah..., banyak sudah kami dengar tentang tetua termuda sekte pedang bayangan sekaligus pendekar termuda yang mampu mencapai pendekar raja. akhirnya bisa bertemu langsung" Lin Yihua
"tetua sekalian terlalu memuji, saya masih harus banyak belajar" Lu Tian
"kalau begitu, silahkan beristirahat dahulu, Hu Youta antarkan tamu kita ke tempat istirahatnya" Zhou Yelu
"maaf tetua Zhou apakah tetua Zhu ada, saya ingin melihat kondisinya?" tanya Lu Tian
"tetua Zhu sangat sehat namun beliau sedang melaksanakan misi, mungkin besok baru kembali. kami dari sekte Gunung Bunga Persik, sangat berterimakasih obat- obatan yang diberikan sangat bagus, apa lagi arak yang saat itu dibawakan benar- benar sangat enak dan berenergi" Zhou Yelu
"sayang sekali tetua. ahh... kebetulan sekali, hampir saja saya lupa. saya juga membawa sedikit arak namun ini sedikit lebih baik lagi dari yang kemarin, ini bisa meningkatkan 500 lingkaran tenaga dalam" Lu Tian
tetua Zhou baru saja ingin menerima hadiah namun tetua Lin lebih cepat mengambil
__ADS_1
"tetua Zhou harus ingat, siapa cepat dia dapat" tetua Lin pergi membawa arak tersebut. dia kesal karena sebelumnya saat dia menjalankan misi, jatah yang di sisakan tetua Zhu untuk tetua Lin diminum oleh tetua Zhou dengan alasan 'siapa cepat dia dapat'
Lu Tian dan Luo Xin hanya bengong melihat kelakuan kakek nenek ini yang seperti bocah.