Master Key

Master Key
Salah Paham Selama Ini


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Informasi tentang Lu Tian yang akan menjalankan misi ke istana beredar luas, bahkan ada gosip yang menyebutkan pangeran mahkota akan menikahkan Lu Tian dengan putrinya bila Lu Tian berhasil menyembuhkan penyakit pangeran mahkota. desas - desus ini semakin membuat Liang Mei kepikiran dia merasa posisinya sebagai tunangan Lu Tian terancam. belum lagi sampai sekarang Lu Tian tidak mau bertemu atau berbicara dengan Liang Mei. sebenarnya Lu Tian tidak mau berbicara dengan Liang Mei karena takut akan terjadi salah paham lagi. atau takut menyinggung hati Liang Mei. menurutnya tunggu mereka lebih dewasa baru menjelaskan kesalah pahaman selama ini.


Liang Mei terus diliputi perasaan bersalah dan menyesal sudah menolak Lu Tian saat itu. sehingga dia membulatkan tekat untuk bicara dengan kakeknya.


"kakek, apa kakek sibuk?" Liang Mei


"ahh.. Meimei ada apa? kakek tidak sibuk"


Liang Mei malu - malu ingin bicara " Kakek, apa benar Lu Tian akan menjalankan misi ke ibu kota?" Liang Mei basa basi


"Ya, dia dan tetua Luo akan berangkat minggu depan" ketua Liang


"emm... apa Meimei boleh ikut"Liang Mei


"ini misi yang sulit, tentu Meimei tidak boleh ikut. Meimei kenapa tiba- tiba mau ikut menjalankan misi dengan Tian'er, bukanya Meimei menolak dekat-dekat Tian'er"Ketua Liang penasaran


"ini...ini..."Liang Mei masih malu kalo dia cemas Lu Tian di jodohkan dengan putri istana


"ini kenapa Meimei" tanya Ketua Liang yang semakin curiga


"Lu Tian itu tunangan Meimei, Meimei takut nanti dia dijodohkan dengan putri istana"Meimei malu menjelaskan alasannya


"Hahahah...., Meimei siapa yang bilang Tian'er itu tunanganmu? bukannya kamu menolak saat kakek tawarkan?" kakek Liang


"ini..., tetua Bai yang bilang kalo Lu Tian calon suamiku" jawab Liang Mei


"hufff...., dasar tetua nakal akan ku hukum bila bertemu dengannya" pikir Ketua Liang dalam hati


"Meimei, Tian'er itu bukan tunanganmu, kakek sempat berfikir ingin menjodohkan kalian, tapi Meimei sendiri yang menolak bahkan mengancam tidak mau bicara sama kakek, kakek juga sudah bertanya dengan Tian'er dan dia menolak, kata Tian'er kamu pernah menghajarnya karena mengira dia tunanganmu. tetua Bai mungkin hanya mendengar sedikit maksud kakek dan memberitahukan kepadamu. jadi sekarang jangan dipikirkan lagi karena orang yang pintar dan berpengetahuan seperti Tian'er itu pasti banyak yang menginginkan menjadi menantu. Jika Meimei menyukai Tian'er maka berusahalah menarik perhatianya, kakek juga sudah mengingatkan Meimei sudah menolak satu kali, akan sulit mendapatkan kesempatan berikutnya bahkan bisa jadi tidak ada kesempatan lagi" ketua Liang menasehati


******


beberapa hari sebelum berangkat ke ibu kota Lu Tian mengantar Ketua Liang dan tetua Bai ke daratan huming untuk melakukan pelatihan, untuk ketua sementara di pegang tetua He, sedangkan pasukan khusus di pegang oleh tetua Chen. setelah mengantar tetua Bai dan ketua Liang, Lu Tian pergi mencari cabai Naga Api dan Jamur Daging hitam, terutama cabai Naga Api yang memang menjadi bahan pembunuh racun. Lu Tian harus mendapatkan sebanyak- banyaknya.

__ADS_1


"tetua Bai, saya punya hadiah" Lu Tian tersenyum licik


"apa lagi yang kamu bawa bocah licik?" tetua Bai


"tetua Bai, kamu pasti menyukai buah ini, hihihihi..." Lu Tian mengeluarkan cabai naga api


"bocah, buang jauh- jauh buah itu. aku gak akan terjebak lagi. dasar bocah Licik..." tetua Bai mengumpat sambil menjauh dari buah itu


"Ahh... ini buah yang baik. bisa meningkatkan tenaga dalam. rasanya juga enak. kamu harus memakan ini setiap hari 1 buah" Lu Sean menanggapi


"guru. apa tidak ada buah yang lain yang selain buah ini" tetua Bai


"ini sangat cocok dengan element yang ada di tubuhmu, jika kamu sudah terbiasa memakan ini, kamu akan mudah mempelajari jurus yang akan aku ajarkan" Lu Sean menjelaskan


"tetua Bai, kakek ketua, kakek buyut. saya pamit dulu sampai ketemu lagi" Lu Tian berpamitan


"sampai ketemu lagi Bocah licik" tetua Bai


1 bulan sebelumnya Lu Tian menjalani tes 4 gerbang untuk menjadi murid utama dan menjalani ujian gerbang kematian untuk menjadi tetua. dan Lu Tian berhasil melewatinya dengan mudah karena latihan yang dilalui Lu Tian di daratan Huming bisa di bilang 10 kali lebih berat sehingga dia layak menjadi tetua termuda dalam sejarah sekte pedang banyangan.


Lu Tian dan Luo Xin sudah berkemas untuk melakukan perjalanan. setelah semua barang dirasa tidak ada yang tertinggal mereka melanjutkan perjalanan dan di antarkan oleh tetua He dan beberapa tetua lain menuju gerbang. tidak jauh dari gerbang gadis kecil memandangi kepergian Lu Tian


"aku harus menjadi lebih kuat, agar aku bisa menarik perhatiannya" pikir Liang Mei. sejak hari ini Liang Mei fokus berlatih demi bisa sejajar dengan Lu Tian


******


2 hari sudah waktu yang telah ditempuh Lu Tian dan Luoxin masih butuh 5 hari lagi untuk sampai. untuk beristirahat mereka mampir sejenak di sebuah kedai pinggir jalan tidak jauh dari desa terdekat.


kami memesan beberapa hidangan dan makan. beberapa saat kemudian datang rombongan kerajaan. sepertinya mereka sedang mengawal tokoh penting. seorang wanita yang wajahnya di tutupi kain melewati meja kami. aku merasakan hawa dingin yang tidak biasa dari wanita tersebut bahkan pengunjung lain yang sedang makan tiba- tiba menggigil.


"guru, apakah guru merasakan sesuatu yang berbeda?" tanya Lu Tiang


"ya, sepertinya orang itu adalah pendekar hebat yang memiliki element es. mungkin salah satu murid dari pulau es. sebentar lagi kita pasti akan di usir"

__ADS_1


"benar guru, tapi murid merasakan sesuatu yang aneh, pendekar tersebut sedang sakit"


lalu pemilik kedai menghampiri kami." permisi tuan bisakah tuang meninggalkan kedai kami, tidak perlu bayar makanan kalian sudah ditanggung oleh orang yang membooking kedai ini"pemilik kedai


"ohh... tidak masalah kami juga harus melanjutkan perjalanan. Tian'er ayo kita pergi" Luo Xin mengajak pergi


"tunggu guru, orang itu harus segera di tolong kalo tidak akan membahayakan orang- orang disini, bantu murid berbicara dengan pengawalnya" Lu Tian


"Tian'er apa kamu yakin?" Luo Xin


"Ya, murid yakin" Lu Tian


kami pun menghampiri pejaga pendekar tersebut untuk berbicara


"ada perlu apa kalian kemari? bukannya kami sudah membayar semua meja disini?" Zhao Li


"maaf tuan kami hanya ingin memastikan, apakah orang yang kalian kawal sedang sakit?" Luo Xin


"untuk apa kalian tau, ini bukan urusan kalian" Zhao Li


"apa ada salah satu tetua pulau es yang bisa mengatasi sakitnya? bila tidak ada sepertinya dia bisa membekukan seluruh bangunan ini, energi yang ada di tubuhnya tidak stabil jika tidak cepat di kendalikan bisa meledak kapan saja, kami hanya ingin membantu jika memang tidak berkenan kami akan pergi" Lu Tian menjelaskan


"saat ini kami sedang menunggu tetua dan pendekar pulau es datang tadi kami diserang dan mereka menghadapi orang yang menyerang kami dan menyuruh kami melanjutkan perjalanan lebih dulu" Zhao Li


"jika begitu, tolong tanyakan pada nona kalian. jika dia percaya pada kami izinkan kami membantu, kami dari sekte pedang bayangan" Luo Xin sambil menunuukan identitas tetua sekte pedang bayangan


"baik, kami tanyakan lebih dahulu" Zhao Li


tidak lama berselang Zhao Li keluar dan mempersilahkan kami masuk


"Mohon maaf nona, nama saya Lu Tian, dan beliau guru saya tetua Luo" Lu Tian memperkenalkan diri dan mengubah wajahnya ke tampilan asli


"kalian bisa mengubah wajah?siapa kalian sebenarnya" Yin Meiyin

__ADS_1


__ADS_2