
pagi harinya Lu Tian kembali ke rumah Lu Sean. Lu Sean melihat Lu Tian tersenyum.
"Tian'er apakah kau kembali dengan berlari?" Lu Sean
"ya kakek, seperti biasanya" Lu Tian
"apa kamu tidak mencoba untuk terbang?" tanya Lu Sean
"aku belum tau cara terbang" Lu Tian bingung
"hahahah...., sepertinya kamu harus belajar dulu" Lu Sean
Lu Sean mengajarkan cara terbang dan cara mengeluarkan api, air, es, angin, tanah dll. setelah makan bersama Lu Sean membawa Lu Tian ke gua. gua tersebut adalah sarang Hewan suci bernama dewa naga surgawi. ini adalah pertarungan terakhir Lu Tian untuk menambah kekuatannya, sekaligus membuka gerbang ke 8 atau gerbang kematian.
sesampainya di mulut gua, suara keras memekakan telinga. Lu Tian segera memasang formasi pelindung telinga dan memasuki gua. sepasang mata bersinar merah terlihat di kegelapan gua.
"ada perlu apa kamu masuk kemari?" Naga Surgawi
"aku ingin menantangmu dan menjadikanmu guruku" Lu Tian
"hahaha...., aku tidak mau menerima murid sepertimu" Naga surgawi
"bagaimana kalau kita bertarung, bila kamu kalah kamu harus menjaga pedang ku? bila aku kalah terserah padamu ingin membunuhku atau apapun tidak masalah" Lu Tian
__ADS_1
"kalau begitu majulah, bila kamu bisa membuatku terluka, aku akan mengikuti kemauanmu" Naga surgawi
Lu Tian mengeluarkan Aura Dewa lalu dengan kecepatan tinggi menyerang Sang naga. sedangkan sang naga dengan malasnya menutup mata. serangan yang di lancarkan Lu Tian sma sekali tidak berdampak terhadap sisik naga. Lu Tian juga Tidak menyerah "tarian pedang dewa: tebasan dewa" seberapapun Lu Tian berusaha tetap tidak membuatnya tergerak. Lu Tian melakukan tebasan sambil mengelilingi naga mencari kelemahan sang naga. Lu Tian melihat 1 sisik yang berbeda. dengan kecepatan penuh Lu Tian melesat cepat menyeran sisik yang berbeda. naga yang menyadari Lu Tian sudah menemukan kelemahannya mengibaskan ekornya menghantam Lu Tian hingga Lu Tian terlempar menabrak dinding gua.
Lu Tian bangkit dan memuntahkan darah, Lu Tian menyadari apa perkataan Lu Sean sebelum dia memasuki gua
"Tian'er, orang tua itu bukan sesuatu yang mudah di hadapi, di daratan Huming ini hanya 3 mahluk yang bisa melukaiku salah satunya dewa naga" Lu Sean menjelaska. salah satu yang bisa melukai dewa hanya dewa
Lu Tian memakai Qi hewan suci, dan mulai menyerang kembali kali ini tetap tidak berhasil tapi setidaknya dia bisa menahan serangan kibasan ekor naga. Lu Tian mulai melakukan kombinasi serangan dan formasi rantai. Lu Tian mengaktifkan 3 formasi rantai. dan melilit ekor naga. kemudian melesat cepat untuk menyerang ketika sudah hampir mencapai sisik lemah naga, justru Lu Tian menghilang ternyata naga sudah siap menghantam Lu Tian bila lebih dekat lagi dia yakin pasti tidak bisa lepas dari gigitan naga.
Lu Tian mengeluarkan 3 lingkaran formasi sihir untuk mengikat kepala naga. Lu Tian juga menembakan panah ke 8 titik, lalu mengaktifkan formasi penjara. bedanya kali ini penjara yang di hasilkan menciptakan banyak petir yang menyambar- nyambar naga. serangan formasi yang di ciptakan Lu Tian membuat naga marah dan mengamuk. formasi rantai dan formasi penjara pecah. Lu Tian memanfaatkan keadaan tersebut untuk menyerang sisik lemah naga. namun rencananya kembali gagal. karena sang naga mengeluarkan aura naga, namun aura naga ini lebih kuat di banding milik Luo Xin.
Lu Tian seperti di tekan dengan beban ribuan ton dan memaksanya terkapar. Lu Tian yang sudah hampir mencapai batasnya memakai kemampuan 5 hewan suci. Lu Tian bangkit cahaya emas dan petir- petir emas mengelilingi tubuh Lu Tian.
"hahhaha.... akhirnya kamu datang. majulah aku ingin lihat seberapa kuat semangatmu" naga surgawi tertawa
Lu Tian meng aktifkan formasi penangkapan. keluar akar- akar yang melilit setiap bagian tubuh sang naga. semakin bergerak, akar- akar tersebut bertambah kuat mengikat. hingga sang naga tidak bergerak lagi. Lu Tian bergegas cepat menyerang sisik yang menjadi kelemahan naga tersebut. namun saat pedang akan tertancap ledakan besar terjadi. seliruh akar hancur, Lu Tian terpental sampai menabrak dinding gua dan pingsan
ketika bangun Lu Sean berada di sampaing Lu Tian. Lu Sean tersenyum sedangkan Lu Tian terlihat sedih.
"maaf kakek, cucu gagal. sepertinya naga itu akan memakanku" Lu Tian
"hahahah.... Bocah bodoh. aku sungguh ingin memakanmu, namun aku sudah kalah aku akan ikut denganmu. aku akan membantumu dan menjadi gurumua" Naga surgawi
__ADS_1
"apa benar cucu berhasil?" Lu Tian masih tidak percaya.
"kalau kamu tidak berhasil tidak mungkin aku membolehkanmu mandi dengan darah naga. sudahlah sekarang fokuskan penyembuhanmu. setelah itu segel aku ke pedang mu" Naga surgawi
setelah istirahat Lu Tian melakukan ritual penyegelan Dewa Naga Surgawi ke dalam pedang Dewa Roh. lalu Lu Tian melanjutkan bertapa untuk membuka gerbang ke 8. karena setelah saat bertarung dengan Dewa naga surgawi dan hampir mendekati kematian saat itu juga gerbang kedelapan terbuka. sehingga Lu Tian hanya butuh menstabilkanya saja.
setelah menjalani semluruh prosenya. Lu Sean membuat pesta kelulusan untuk Lu Tian. pendekar suci termuda dan pendekar dengan tenaga dalam terbanyak 100 rb lingkaran tenaga dalam.
*******
saat ini di sekte pedang bayangan sedang heboh mengenai rencana 3 sekte aliran hitam yang berencana menyerang sekte racun murni salah satu sekte aliran netral. informasi yang di dapatkan juga sekte tersebut menyimpan salah satu dari 7 pusaka yang di cari Aliran hitam.
Lu Tian berpesan untuk mencari tahu keberadaan 7 pusaka dan.
"besok kita kirimkan informasi kepada Lu Tian. semoga dia bisa kembali sebelum sekte tersebut di hancurkan" ketua Liang
"Baik Ketua" jawab seluruh tetua
"semuanya....aku pulang...." Lu Tian berteriak
semua tetua secepatnya keluar mencari keberadaan Lu Tian. namun tidak melihat keberadaannya. lalu dari atas muncul Lu Tian dengan wajah putih dan memakai kain putih compang- camping turun dari langit. tanpa menginjakan tanah Lu Tian perlahan mendekat.
"dasar bocah berengsek..., Bocah Licik mau pamer kamu ya?" tetua Bai ngamuk dan melayangkan tinju ke kepala Lu Tian.
__ADS_1
"Tetua Bai, tidak bisakah menyambutku dengan lebih baik. kamu hampir membuatku geger otak..." Lu Tian mengeluh
semua tetua tertawa melihat tingkah tetua Bai dengan Lu Tian