
Pangeran Yin Jun dan Jendral Wu bernapas terengah-engah. Apalagi Jendral Wu yang hanya memakai pusaka pelindung yang belum diupgrade untuk mengatisipasi serangan pendekar suci.
Jendral Wu memandang Yin jun yang bertahan dari serangan Bong Qi dan Song Ju. Sementara Jendral Wu memakan kacang es untuk memulihkan staminanya.
Bong Qi menyerang Yin Jun berturut-turuy sedangkan Song Ju sedang berdiam diri mengumpulkan energi dan menunggu Yin Jun lengah. Dengan jubah pelindung yang sudah diupgrade pendekar bumi gerbang satu seperti Bong Qi dan Song Ju tidak bisa melukainya selama energi kristal yang ada di baju tetsebut tidak habis.
Meski mampu meredam serangan pendekar bumi namun tetap saja tidak bisa meredam seratus persen. Sehingga dengan serangan yang kuat akan memberikan dampak yang cukup menyakitkan bagi pangeran Yin Jun.
Song Ju mulai membuka matanya, pedang yang di pegangnya berubah merah. Pengeran Yin Jun masih sibuk menahan serangan Bong Qi. Sehingga tidak menyadari sebuah serangan yang bergerak sangat cepat tertuju padanya.
Pedang Song Ju melesat cepat menusuk punggung Pangeran Yin Jun. Meskipun kuat namun serangan tersebut belum mampu menembus jubah pelindung. Benturan energi pedang dan energi jubah pelindung tercipta. Pangeran Yin Jun terlempat sejauh puluhan meter hingga memuntahkan darah.
Pangeran Yin Jun masih belum stabil berdiri sebuah serangan cepat kembali mengarah padanya. Ketika serangan sudah mendekati Pangeran Yin Jun, Seseorang sudah berdiri di depan Pangeran Yin Jun dengan memasang tameng.
"Paman Wu...." Pangeran Yin Jun berteriak keras.
Pedang merah berdarah menembus tameng dan badan Jendral Wu. Darah segar menyembur dari mulut Jendral Wu. Song Ju menarik pedang dan menendang ke arah Jendral Wu.
Tameng yang dipegang Jendral Wu langsung pecah sedangkan Jendral Wu terlempar ratusan meter.
"Dasar serangga penggangu. Aku akan lebih dulu menghabisimu" Song Ju melesat menuju Jendral Wu yang terbaring tak berdaya.
Tebasan siap di layangkan namun ketika mendekati Jendral Wu justru serangan tersebut hancur.
Song Ju bergegas menjaga jarak. Karena seorang pendekar bertopeng muncul dan membantu menyembuhkan Jendral Wu.
"Kakek Wu, maaf kami datang terlamabat" Yin Chen
Jendral Wu memandangi Yin Chen dan berucap. "Chen'er cepat lindungi ayahmu"
"Kakek tenang saja disini dan istirahat dengan baik" Yin cen memasang pelindung untuk melindungi Jendral Wu.
__ADS_1
Song Ju yang berusaha menjaga jarak karena merasakan adanya pendekar hebat. Dia memandang Yin Chen yang membantu Jendral Wu, namun dia yakin bukan Yin Chen yang memberikannya rasa takut.
Song Ju mencari sekeliling tapi tidak menemukan bahaya yang menakutinya. Sampai suara wanita terdengar.
"Apa kamu sedang mencariku?" Yin Meiyin.
Song Ju menengok ke arah sumber suara. Namun tangannya yang sedang memegang senjata putus.
"Akkkhhhhhh...." Song Ju berteriak dan menyaksikan tanganya yang sedang memegang pedang jatuh tergeletak di tanah. Dia menyadari bahwa wanita bertopeng di depannya adalah orang yang di ceritakan Qin Shi. Seorang pendekar yang mampu mengalahakan Qin Shi yang merupakan pendekar bumi gerbang empat.
Serangan yang di layangkan tadi membuktikan bahwa pendekar di depannya ini sudah mencapai gerbang enam atau tujuh. Seketika rasa takut merasuki Song Ju.
Bong Qi yang melihat Song Ju ingin membunuh Jendral Wu memutuskan membiarkan Song Ju dan menyerang Pangeran Yin Jun. Pangeran Yin Jun terus bertahan. Namun rasa lelah karena energi yang terus berkurang dan luka akibat serangan Song Ju sebelumnya membuat Pangeran Yin Jun tergeletak di tanah akibat menerima serangan bertubi-tubi.
Bong Qi dengan sombongnya berjalan pelan menuju Pangeran Yin Jun. Seolah-olah nyawa Pangeran Yin Jun sudah ada di tangannya.
"Hahaha..., akhirnya sudah mencapai batasmu ya. tapi jujur pusaka yang kamu miliki benar-benar merepotkan" Bong Qi sambil melihat tongkat pendek yang bisa berubah menjadi pedang yang ada di tangan Pangeran Yin Jun.
"Pusaka ini menarik. Seorang pendekar suci gerbang empat yang mampu melukai pendekar bumi. Pusaka ini akan menjadi milikku" Bong Qi mengulurkan tangan ingin mengambil tongkat di tangan Yin Jun.
"Ciihhh..., serangga penggagu" Bong Qi menggerutu sambil melihat seorang pendekar bertopeng.
Sedangkan Yin Chen membantu ayahnya dan memberikan beberapa butir pil penyembuh.
"Ayah istirahat sebentar biar saya yang menangani orang gila itu" Yin Chen.
"Berhati-hatilah, mereka sangat kuat" Pangeran Yin Jun sambil memulihkan kondisinya.
****
Disisi lain, Seorang pendekar bumi memecah formasi pasukan berkuda Han, pasukan berkuda kekaisaran Han hanya setara pendekar raja. Tentu bukan suatu tandingan bagi Buxiang, yang membuat Bunxiang sedikit kerepotan adalah senjata yang digunakan pasukan tersebut mampu melukai dirinya.
__ADS_1
Beberapa pasukan sudah terluka parah. Buxiang menyerang salah satu pasukan yang merupakan kapten pasukan. Serangan tersebut bukan serangan sembarangan, dengan kondisi kapten pasukan yang terluka parah bisa di pastikan kapten tersebut akan mati ditempat.
Saat serangan hampir mencapai Kapten pasukan. Sebuah prisai muncul dan menyerap serangan. Kemudian sebuah tongkat mengarah ke dada Buxiang. Seketika Buxiang terlempar dan mundur beberapa langkah.
Buxiang melihat pendekar bertopeng yang sedang memegang mangkok dan tongkat kayu. Wajahnya kaget melihat pusaka tersebut.
"Tidak mungkin..., Ka..kamu..., bukannya sudah mati?" Buxiang. tentu Buxiang tidak tahu bahwa orang yang ada di balik topeng dengan orang yang dia kenal bukan orang yang sama.
"Apa kamu kira aku akan mati semudah itu?" Thoilu lalu menunjukan wajah orang lain.
"Tidak mungkin, Zhi Chenzen! aku sendiri yang membunuh dirimu. Bagaimana kamu bisa hidup kembali?" Buxiang.
Thoilu mengubah kembali ke mode topeng. Sedangkan Fan Weili sedang memberikan pertolongan kepada kapten pasukan yang sekarat.
"Kita tidak perlu banyak omong kosong" Thoilu menghilang dan muncul di belakang Buxiang.
Buxiang langsung bersiap menahan serangan Thoilu. Fan Weili juga mengeluarkan kipas menyerang ke arah Buxiang. Buxiang langsung terbang menghindari serangan Fan Weili karena dia mencium aroma racun yang terdapat dalam serangan tersebut.
Thoilu menyerap serangan Fan Weili dengan tamengnya lalu teleportasi ke posisi Buxiang. Dengan cepat Thoilu melesatkan tongkat memukul Buxiang.
Buxiang menahan tongkat Thoilu, namun hembusan angin bercampur jarum-jarum beracun menggores tubuh Buxiang.
Tentu saja Buxiang tidak bisa langsung terpengaruh pada karena dia adalah seorang pendekar bumi.
"Cihh... dua pusaka keparat. Seharusnya aku secepatnya menyita dua pusakamu saat itu" Buxiang
"Kalaupun kamu bisa memilikinya kamu tetap tidak akan bisa menggunakannya. Apa kamu mengira pusaka milik keluarga Lu bisa dipakai sembarang orang" Thoilu
"Kalau begitu aku akan mengambilnya darimu hari ini juga" Buxiang.
"Apa kamu yakin bisa mengambilnya?" Thoilu sudah berada di belakang Buxiang dan memukulkan tongkatnya.
__ADS_1
Buxiang bergegas menjaga jarak, namun siapa sangka Fan Weili sudah ada di belakang Buxiang dan menusukan pedang ke punggung Buxiang.
Buxiang memuntahkan darah sambil melirik pedang yang berhasil menembus dadanya.