Master Key

Master Key
Gejolak Perbatasan


__ADS_3

"Pertahankan posisi!, Tembak...." Jendral Wu memberi perintah. Ribuan anak panah energi menghujani pasukan Wei. Sudah tiga kali mereka mencoba menyerang untuk merebut Benteng Air Utara, Namun sampai saat ini mereka belum juga mampu menembus pertahanan. Setiap benteng perbatasan Han sudah di lengkapi dengan panah energi yang besar yang ada di setiap tower.


Satu panah energi bisa melesatkan seratus anak panah. anak panah juga tidak bergerak sembarangan. bisa di bilang anak panah tersebut bisa mengenali musuh. Bagaimana anak panah bisa mengenali musuh. Itu karena setiap panah energi di pimpin oleh seorang pengendali, dan dua penyalur energi. Tugas seorang pengendali untuk mengarahkan anak panah ke target-target yang sudah di tentukan.


Mereka yang menjadi pengendali harus memiliki tingkat konsentrasi paling tinggi serta harus melalui beberapa tes dan pelatihan. Dan seorang pengendali memiliki waktu istirahat prioritas. Karena jika pikirannya kacau tentu anak panah yang meluncur tidak bisa mengenai target dengan benar.


Malam ini para prajurit beristirahat dan memulihkan diri agar siap kembali menghadapi gempuran tentara Wei. Pangeran Yin Jun dan Jendrak Wu masih berdiskusi tentang serangan balasan. Mereka sudah bertahan cukup lama, sudah saatnya untuk menyerang.


"Paman Wu, bagaimana persiapan pasukan?" Yin Jun


"kondisi pemulihan berjalan baik, penanganan pasukan yang terluka juga sangat cepat. Obat-obatan yang di pasok sekte pedang bayangan memang sangat bagus" Jendral Wu.


"Baik, pastikan semua persiapan sesuai, kita akan balas meyerang mereka besok pagi" Pangeran Yin Jun.


"Siap, laksanakan" Jendral Wu.


Keesokan paginya, Pangeran Yin Jun dan Jendral Wu berdiri di atas benteng menatap barisan pasukan Wei yang sudah bersiap menyerang.


"Bagai mana pasukan berkuda kita?" Yin Jun.


"Semua sudah siap" Jendral Wu.


"Biarkan mereka mendekat lebih dulu, ketika mereka waktunya tiba kita balik menyerang mereka" Yin Jun kemudian turun kembali ke ruanganya. Jendral Wu segera mengikuti di belakang.


Pasukan Wei mulai bergerak, dan seperti biasa pertahanan Benteng Air Utara masih tetapa perkasa. Pangeran Yin Jun dan Jendral Wu masih duduk santai membahas strategi sambil menunggu laporan komandan penanggung jawab melapor.


Seorang komandan memasuki ruangan dengan tergesa-gesa.


"Lapor, ada pendekar yang menyerang benteng kanan, saat ini benteng kanan terdesak" komandan.


"Bagaimana bisa? apakah mereka pendekar dari kekaisaran Wei?" Jendral Wu marah.


"Kami tidak tahu, mereka datang dari wilayah kita" Komandan.

__ADS_1


"Cepat persiapkan pasukan. Segera kita ke benteng kanan" Yin Jun


Pangeran Yin Jun dan Jendral Wu membawa tiga ribu pasukan berkuda menuju benteng kanan. Para pasukan kuwalahan karena di serang dari dua arah.


Saat sampai di benteng kanan, banyak pasukan gugur, pelaku penyerangan adalah pendekar yang bisa terbang dan manusia siluman yang mengamuk.


"Mereka adalah anggota tujuh menara harta" Jendral Wu


"Semua bersiap, Pasukan pemanah serang mereka yang ada di udara, pasukan tombak serang manusia siluman" Jendral Wu memberi perintah.


Dari sarung tangan para pasukan mengeluarkan tombak dan seribu pasukan mengeluarkan busur


"Serang..." perintah Jendral Wu.


Bentrokan pasukan berkuda dengan pasukan manusia siluman tidak bisa dihindari. Ribuan panah terbang menuju lima orang anggota tujuh menara harta yang sedang menyerang di udara.


*


"Cihhh..., pertahanan mereka memang hebat. Pantas saja pasukan Wei tidak mampu menembus benteng ini" Bong Qi


"Jangan banyak mengeluh, cepat lakukan tugasmu. Benteng ini memiliki lima belas menara. Tugas kita hanya menghancurkan lima menara di sisi ini" Song Ju.


"Tidak perlu mengguruiku" Bong Qi mengeluarkan segenap kekuatannya dan melancarkan serangannya.


'Trangg...' Formasi pertahanan pecah. Bong Qi menyerang pengendali namun salah satu pengisi energi memasang tameng. Prajurit pengisi energi terlempar dan memuntahkan darah.


Bong Qi melesat cepat menebas pengendali hingga kepalanya jatuh ke tanah. Begitu juga dengan Song Ju telah berhasil menghancurkan menara dan membunuh pengendali. Mereka ingin menghancurkan senjata energi namun tidak bisa karena setiap senjata sudah di lengkapi formasi pelindung yang kuat.


"Sial, senjata ini tidak bisa di tembus, bahkan tidak bisa dipindahkan" Bong Qi mengeluh.


Bong Qi segera pergi dari menara menuju menara selanjutnya. Siapa sangka ratusan panah energi melesat ke arahnya. Salah satu panah energi menancap di bahunya.


"Song Ju, hati-hati panah mereka bisa melukai pendekar bumi" Bong Qi

__ADS_1


Song Ju melihat ke arah Bong Qi yang terkena panah energi. Meskipun tidak parah, mereka tetap waspada. Saat sudah memasuki tahap pendekar bumi senjata biasa tidak bisa melukai mereka. Tapi diluar dugaan senta energi tersebut bisa memberukan luka untuk mereka meskipun tidak dalam.


"Sepertinya energi senjata tersebut bukan berasal dari tenaga dalam mereka. Energi tersebut adalah energi Qi, wajar bisa melukai kita" Song Ju. Sambil menghindari anak panah energi yang menyerangnya.


"pasti ini ulah orang keluarga Lu. Mereka memang selalu merepotkan" Bong Qi lalu melesat cepat ke arah pasukan berkuda.


Satu serangan Bong Qi membuat pasukan berkuda langsung tumbang. Perhatian Jendral Wu langsung tertuju pada Bong Qi. Jendral Wu langsung melesat menuju Bong Qi dan melesatkan tebasan, namun Bong Qi mampu dengan mudah menahan serangan tersebut.


Giliran Bong Qi menyerang Jendral Wu, Jendral Wu mampu menangkis serangan tersebut namun terlepar jauh. Bong Qi kembali menyerang Jendral Wu kali ini Pangeran Yin Jun menghalangi.


"Paman Wu, bagaimana kondisimu?" Yin Jun


"Pangeran tenang saja, aku masih bisa bertarung" Jendral Wu.


"Baik kita lawan dia bersama, orang ini sudah melewati pendekar suci" Yin Jun


Bong Qu menyerang Pangeran Yin Jun, secara kekuatan Pangeran Yin Jun dan Jendral Wu yang masih dalam tahap pendekar Suci gerbang tiga tidak bisa mengimbangi Bong Qu yang sudah memasuki pendekar bumi. Namun Pangeran Yin Jun memakai pusaka yang di buatkan khusus oleh Lu Tian. Pusaka yang mampu menahan dan melukai pendekar bumi.


Gabungan serangan Jendral Wu dan Pangeran Yin Jun membuat Bong Qi tersudutkan. Bukan tanpa alasan, tameng yang di miliki Pangeran Yin Jun mampu meredam setiap serangan Bong Qi dan pedang yang di gunakan Pangeran Yin Jun mampu memberi luka yang cukup besar. Sehingga memaksanya meminta bantuan Song Ju


"Cihh..., melawan dua pendekar suci gerbang tiga saja harus meminta bantuan" Song Ju meremehkan.


**


Lu Tian sedang bertarung dengan Mu Zhi Bim, satu tebasan berhasil memutus sebelah tangannya. Lu Tian ingin segera meng akhiri nyawa Mu Zhi Bim namun sebuah informasi yang di terimanya membuatnya berhenti sejenak dan meminta bantuan


"Kakek Bing, Bantu urus dua orang ini, saat ini perbatasan sedang diserang anggota tujuh menara harta" Lu Tian menghubungi Bing Kun lalu menghubungi Anggota Bayangan Suci.


"Yinyin, Chen'er apakah di sana sudah terkendali?" Lu Tian


"Masih Belum, kami akan segera bergabung jika sudah selesai" Yin Meiyin


"Thoilu, Fan Weili ikut denganku. Yinyin jika di istana sudah terkendali segera menyusul. Sisanya tetap bantu aliansi" Lu Tian

__ADS_1


__ADS_2