
Lu Tian masih bertarung dengan Lin Fan Gui dan Hang Jun menderita beberapa luka dan juga kelelahan. namun perhatiannya sedikit teralihkan saat gelang gioknya berkedip-kedip merah.
"ada apa denga Yiyin apakah dia dalam bahaya?" Dia memasuki dimensi batu dan mengetahui Yin Meiyin sedang membantu Fu Zhuting melawan pendekar kuat.
karena perhatiannya sedikit teralihkan Lin Fan Gui dan Hang Jun melakukan serangan dan berhasil melukai Lu Tian, Lu Tian terlempar lalu rebah ke tanah.
"akhirnya kami berhasil melakukannya, sekarang terima ajalmu" Hang Jun
di sisi lain dengan bantuan Yin Meiyin, Fu Zhuting jadi lebih mudah apa lagi prisai-prisai es yang di ciptakan Yin Meiyin benar-benar sangat keras bahkan pendekar suci pun sulit menembus.
Yin Meiyin melihat gelang gioknya berkedip-kedip, dia segera masuk ke dimensi giok.
"apa masih bisa bertahan sedikit lagi, aku akan secepatnya menyelesaikan yang disini" Lu Tian
"aku akan menahannya selama mungkin" Yin Meyin lalu keluar dari dimensi giok
Shi Guan masih mencoba mengalahkan Fu Zhuting dia tidak ingin mengulur waktu terlalu lama, tapi Yin Meiyin yang ikut bertarung membuatnya sedikit kerepotan. Dia harus menangkap Yin Meiyin tanpa terluka.
Shi Guan segera bergerak Cepat menghajar Fu Zhuting dengan kekuatan penuh. prisai es sudah tidak mampu menahan kekuatannya. Fu Zhuting terlempar, memanfaatkan hal tersebut Shi Guan melemparkan pedangnya untuk menusuk Fu Zhuting. Namun Yin Meiyin dengan sigap memasang prisai es pedang tertahan oleh prisai es.
Fu Zhuting bangun dan memuntahkan darah. dia mengakui Shi Guan bukanlah lawan sebanding dengannya. Namun dia juga tetap harus berusaha karena dia bertanggung jawab melindungi peserta turnamen.
Yin Meiyin berusaha melindungi Fu Zhuting agar tidak terluka karena tusukan pedang. Namun siapa sangka lemparan pedang hanya pengalihan. Shi Guan segera bergerak ke arah Yin Meiyin.
Yin Meiyin mencoba memasang perisai bola salju untuk mencegah Shi Guan. Prisai yang dilapisi Ryo membuat Shi Guan mengerutkan kening.
"bagaimana bisa prisai yang dibuat sekeras ini, dia baru sampai tahap pendekar bergelar" Shi Guan sedikit tidak percaya jurus pertahanan pendekar bergelar bisa menahan serangan pendekar suci.
"tapi sayangnya tubuhmu harus kami dapatkan, salahkan nasibmu kenapa memiliki tubuh Yin" Shi Guan memakai kekuatan yang lebih kuat untuk menghancurkan prisai bola salju.
Namun prisai di buat berlapis-lapis sehingga serangannya hanya menghancurkan beberapa lapis. Prisai salju juga sangat cepat pulih seperti semula. Shi Guan akan menyerang kembali. namun sebuah serangan mengarah kepadanya. Shi Guan menangkis serangan tersebut dan melihat Fu Zhuting sepertinya sudah selesai memulihkan diri.
__ADS_1
di wilayah arena pertandingan, Lu Tian yang terbaring di tanah menutup matanya. Dua Pendekar mendekati Lu Tian.
"Biarpun kamu seorang pendekar suci sekalipun, pasti akan menderita terkena racun kami" Li Fan Gui
"Bahkan seorang Wu Ho saja harus menderita seumur hidup di tempat tidur, hahahah" Hang Jun
"Jun Tua, mari kita selesaikan Keeparat kecil ini" Lin Fan Gui dengan senyum menyeringai
"sayang pendekar hebat sepertimu harus berada dipihak berlawanan" Hang Ju berjalan perlahan menuju Lu Tian
Ditempat lain, Liang Mei dan Wang Xuxing menghadapi seorang pendekar raja tahap akhir. Musuh tampak kelelahan menghadapi dua pendekar muda yang bisa melangkah di udara. Liang Mei menganti pedangnya dengan kipas mencoba kembali keberuntungan. sebab beberapa kali musuh selalu bisa menghindarinya
Wang Xuxing menatapnya memberi aba-aba, Wang Xuxing menendang udara melesat cepat menuju Weilun. Liang Mei juga sudah bersiap mengayunkan kipasnya.
"Meimei sekarang" Wang Xuxing memberi arahan
Liang Mei segera mngibaskan kipasnya mengarahkannya ke Weilun. Weilun menghindar, akibatnya serangan Liang Mei mengarah ke Wang Xuxing yang sudah siap dengan tamengnya.
senjata yang di tangan Wang Xuxing diarahkan ke Weilun. yang menghindari serangan Liang Mei. Ketika serangan diserap oleh tameng serangan pisau angin keluar dari senjata Wang Xuxing menuju Weilun.
"Kurang ajar..., dia masih memiliki trik seperti ini" Weilun mengumpat dalam hati.
Tidak jauh dari Liang Mei dan Wang Xuxing, Tetua Chen juga masih bertukar jurus dengan Xoxuni. Tapi Tetua Chen masih bisa bersikap santai sedangkan Xoxuni sudah menderita beberapa luka berat. Kemampuan tetua chen dalam variasi serangan tidak bisa diragukan lagi. apalagi dalam pemahaman Ryo, dia bahkan mampu membuat bom udara dengan tehnik Ryo.
Bahkan kemampuan Ryo Tetua Chen lebih baik dari Tetua Bai, itu sebabnya Tetua Bai menjadikan Tetua Chen sebagai asisten sekaligus guru pembimbing pelajaran Ryo di kelas pasukan khusus sekte pedang bayangan.
Tetua Chen Berlari di udara sambil membuang bola udara ke arah Xoxuni. Xoxuni kesal dengan jurus yang di gunakan Tetua Chen. karena tekanan angin kencang yang ditimbulkan saat meledak membuatnya seperti menghadapi badai dari berbagai arah.
"Sudah waktunya mengakhiri ini, apakah kamu ingin menyerah?" Tetua Chen
Xoxuni masih berpikir, "A..ku..." Belum selesai berkata ternyata Tetua Chen sudah ada disampingnya.
__ADS_1
"sayangnya waktumu sudah habis. Tinju Petir Hitam" Tetua Chen melayangkan tepat ke dada Xoxuni.
Xoxuni terlempar jauh sampai menabrak sebuah pohon besar. tanpa bisa berkata apa-apa, hanya mulutnya yang mengeluarkan darah, dadanya terdapat bekas tinju dan seperti terbakar. perlahan tapi pasti Xoxuni menghembuskan nafas terakhirnya.
*
Di arena pertandingan Hang Jun dan Lin Fan Gui yang perlahan mendekati Lu Tian tiba-tiba mendapatkan tekanan berat bahkan tekanan tersebut membuatnya berlutut. Mata Hang Jun dan Lin Fan Gui melotot menyaksikan Lu Tian bangun dan berekspresi biasa.
"Bagaimana mungkin!!!, apa dia bukan manusia?" Lin Fan Gui kaget. bahkan Wu Ho pendekar suci gerbang 7 saja harus berbaring lemah di tempat tidur.
"apa kalian pikir dengan racun murahan ini bisa membunuh orang?" Lu Tian.
"kamu bagaimana bisa?" Hang Jun masih tidak percaya.
"hahaha..., Racun ini hanya membuat Biksu Wu Ho tidur semlama 2 hari, setelah itu sudah bisa bernyanyi dan menari. kamu ingin memberi obat tidur padaku?" Lu Tian, tertawa mengejek.
"jadi berita itu?" Hang Jun
"Tentu berita itu sengaja disebarkan agar kalian semangat meracik racun tidak berguna itu, hahaha..., kalian benar-benar polos" Lu Tian
Lin Fan Gui dan Hang Jun mengerutkan kening "bukannya kamu yang masih polos??" pikir mereka dalam hati
"kalau begitu sudah waktunya kalian mati" Lu Tian bergerak cepat menyerang dua pendekar yang masih tertekan aura dewa naga.
"Tinju Dewa: penghancur gunung" Lu Tian menglesatkan tinjuan kearah Hang Jun.
'Duar...' Hang jun terpental dan menabrak tembok pembatas arena. seketika itu juga Hang Jun memuntahkan darah. Lu Tian tidak menyerang Hang Jun tetapi melesat cepat menuju Lin Fan Gui.
Lin Fan Gui tidak ingin bernasip sama, dia segera ingin melarikan diri. dengan mengunakan ilmu meringankan diri. Namun kecepatan Lu Tian bukan bukan seperti sapi malas, Lu Tian Muncul di hadapan Lin Fan Gui dan melepaskan tinju dewa.
Lin Fan Gui juga bernasip sama terhempas tepat tidak jauh dari Hang Jun yang sedang menghentikan pendarahannya.
__ADS_1
Dengan mengunakan Ryo, Lu Tian melesatkan ribuan tinju angin ke arah dua pendekar sepuh yang sedang terluka. setelah beberapa saat Lu Tian Berhenti dan memandang langit.
"Kakek Bing, kakek Hong, bisa bantu mengurus dua tikus hitam ini? Yinyin dalam bahaya" Lu Tian.