Master Key

Master Key
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Lika dan tiga pasukan khusus yang di pimpin Xiao Li memasuki jalur trowongan untuk menyelamatkan tawanan suku Xuja yang menentang. Sebenarnya Xiao Li tidak mengerti bahasa suku Xuja, tapi selama menjadi tawanan Xiao Li selalu menyempatkan diri mengunjungi Lika dan mencoba memahami bahasanya. Jadi sedikit banyak mereka saling memahami isyarat masing-masing.


Xiao Li memastikan kondisi, setelah merasa aman Xiao Li memberi isyarat untuk kembali jalan. Lika di pinjamkan topeng, jadi dia mengubah wajahnya sehingga tidak di kenali. Begitu juga dengan ketiga pasukan khusus. Mereka berjalan seperti layaknya suku Xuja lain.


Lika mengarahkan mereka kesebuah tempat yang sepi. Mereka menunggu sebentar, lalu datang seekor tikus yang kemudian menuntun mereka ke tempat tawanan. Tidak lama kemudian merka berhasil memasuki tempat tawanan.


"Tetua Robu, kakak Kiku apa kalian baik-baik saja?" Lika cemas.


"Lika" Xiao Li memberikan pil penyembuh pada Lika untuk membantu kedua tahanan. Setelah beberapa menit akhirnya tahanan sudah sedikit normal.


"Lika pegi dari sini, mereka akan membuat mahluk yang mengerikan" Kiku


"Tidak aku harus menyelamatkan kalian, ayo kita keluar dari sini bersama-sama" Lika


"Lika" Xiao Li memberi kode ke Lika untuk berbicara pada tawanan yang ada di sel lain. Lika, Robu, Kiku segera berdiri dan menuju sel tahanan lain.


*


Di tempat lain Lu Tian, Yin Meiyin, dan Lis bergerak menuju ke wilayah tenggara. Tempat di mana siluman berkumpul dan menjaga pintu gerbang masuk terowongan menuju lembah kematian.


"Papa banyak sekali silumannya, akan sangat memakan waktu jika melawannya sendiri" Lis


"Benar, saatnya olahraga" Lalu Lu Tian mengeluarkan semua hewan suci.


"Hei cantik, kenapa kamu betah dengan tampilan anak-anak?" Raja Phoenix menggoda Lis


"Huhh.. dasar mesum" Lis membuang muka.


Ketujuh hewan suci sudah memilih target mereka masing masing.


"Ayo cantik kita juga beraksi" nenek walet mengajak Lis. Mereka juga memilih target.


"Sayang ayo kita tunjukan kekuatan kita" Lu Tian segera menuju dua penjaga di depan mulut gua.


Lu Tian berteleportasi dan muncul di depan dua Siluman Macan.

__ADS_1


"Ada penggangu ternyata" dua siluman macan mengejek.


Keduanya menyerang Lu Tian, mereka melancarkan cakar namun Lu Tian menghilang. Batu-batu di dinding gunung membentuk bekas cakar hasil serangan kedua siluman.


"Apa hanya sebatas itu kemampuan kalian?" Lu Tian mengejek


Kedua siluman kesal dan menatap Lu Tian yang duduk menguap disebuah batu. Mereka kembali melancarkan serangan Lu Tian dengan santai menghindarinya.


*


Di sisi lain tidak jauh dari Lu Tian siluman beruang melancarkan serangan demi serangan ke arah Yin Meiyin. Namun Yin Meiyin menghindarinya seperti sedang menari. Serangan siluman beruang tidak bisa menyentuh Yin Meiyin sedikitpun.


Sedangkan Lis menghadapi Siluman Elang yang terbang di udara. Begitu juga Nenek walet yang sedang beradu terbang dengan siluman bangau.


Hewan suci lain juga bertarung santai dengan siluman yang bagi mereka hanyalah sebuah olahraga pagi.


Di sisi yang lebih jauh, setelah memberi jalan untuk Xiao Li dan Lika untuk masuk terowongan. Tetua Chen dan Tetua Bai menghadapi dua ular betina yang gesit dan beracun.


Sedangkan Liang Mei dan Wang Xuxing bertarung dengan siluman kelabang. Dengan jurus teleportasi yang di ajarkan Lu Tian dan kerja sama tim keduanya yang solid. Keduanya bukan lawan yang sepadan untuk Siluman Kelabang.


Ekor siluman kelabang putus dan tergeletak bergerak-gerak mencari bagian tubuhnya yang lain. Liang Mei mengeluarkan Bola merah dan melemparnya ke ekor yang masih bergerak-gerak tersebut.


'Booom' ledakan tercipta dan ekor siluman hancur berkeping-keping. Sedangkan Wang Xuxing bergerak cepat dengan jurus teleportasi menebas setiap sisi siluman kelabang.


"Meimei" teriak Wang Xuxing memberi tanda


Kedua tangan Liang Mei di aliri petir hitam, dengan cepat Liang Mei turun dari ketinggian, seperti meteor yang memasuki admosfer bumi dan melayangkan pukulan tepat di kepala siluman kelabang.


Hasil tebasan Wang Xuxing perlahan terlihat seperti retakan di setiap sisi tubuh siluman kelabang. Dari retakan tersebut keluar petir hitam. Tubuh siluman kelabang bergetar. Liang Mei dan Wang Xuxing segera menjauh dan memasang tameng.


'Duarrr....' 'Duarrr...' ' Duarrrrrr....' tubuh siluman kelabang hancur berkeping-keping dan terpencar kemana-mana. Aromanya seperti kepiting setelah di bakar.


*


Di lembah kematian. Pasukan khusus yang di pimpin Xiao Li dan Lika yang mengawal suku Xuja untuk melarikan diri. Mereka tercengang melihat keadaan suatu tempat yang di lewatinya karena di penuhi mayat orang-orang. Baik dari suku Xuja maupun suku Monting.

__ADS_1


Dua diantaranya mereka mengenalinya. Masing-masing bernama Uma Likou kepala keluarga Likou dan Koru Jin kepala keluarga Jin.


Saat sedang mengamati, tiga orang datang ke arah mereka. Salah satunya adalah Madaya kepala suku Monting. Dan dua tetua yang kelihatannya terluka.


"Kurang ajar... Si Jallanngg ini masih berani menampakan diri. Kalian semua suku Xuja harus bertanggung jawab karena hal ini" Madaya berlari cepat kearah Lika dan melayangkan tinjunya.


Xiao Li bergerak cepat menahan serangan Madaya. 'Duar...' bentrokan hebat penguna ryo terjadi. Xiao Li mundur beberapa langkah terkena dampak serangan Madaya.


"Ternyata kalian, orang yang mampu menembus Xiru kami?" Madaya.


Xiao Li tetap diam karena tak mengerti. dia melirik Lika. Lika hanya memberi kode 'bukan sesuatu yang penting atau itu hanya omong kosong'


"Adik Wang, adik Mu kalian tangkap dua orang disana, kita harus mencari informasi apa yang terjadi disini" Xiao Li, kemudian melihat Lika memberi kode untuk membawa yang lainnya pergi.


Lika segera membawa yang lainnya pergi tapi Madaya marah.


"Siapa yang mengijinkan kalian pergi" Madaya marah dan ingin menyerang rombongan yang akan pergi, tapi Xiao Li sudah ada di depannya menghalangi.


"Lawanmu adalah aku" Xiao Li.


Dua orang pengguna ryo saling beradu menimbulkan gelombang benturan yang besar. Pengunaan ryo Madaya lebih kuat di bandingkan Xiao Li, namun suku monting hanya mengunakannya untuk mengeraskan tubuhnya. Xiao Li mengeluarkan pedang untuk melawan Madaya. Dan melapisinya dengan ryo.


Pilihan Xiao Li tepat serangan pertamanya berhasil melukai tubuh Madaya dan membuatnya terkejut. Madaya sangat percaya diri dengan Xirunya. Bahkan cakar siluman tidak bisa menggores kulitnya. Sekarang dia percaya anak buahnya kalah bukan karena Xiru mereka lemah tapi musuh yang di lawan punya pusaka yang di aliri Xiru juga.


Xiao Li menyerang Madaya dengan tebasan yang menghasilkan pisau angin. Di tambah Xiao Li bisa berlari di udara untuk menghindari serangannya.


Xiao Li melihat anggotanya berhasil menangkap tetua suku Monting. Jadi dia segera memberi perintah.


"Segera bawa mereka ke Tetua Lu untuk di introgasi" Xiao Li. Kedua anggotanya segera membawa tetua yang sedang terikat tersebut untuk pergi.


Madaya sangat marah, karena mereka menangkap tetua suku Monting. Sehingga dia memutuskan memakan kristal siluman.


Madaya berteriak nyaring, matanya memerah muncul uap di sekeliling tubuhnya. Tiba-tiba Madaya berlari di udara dan melayangkan tinju ke arah Xiao Li. Xiao Li segera menahan serangan Madaya dengan pedangnya. Serangan demi serangan di lancarkan Madaya, madaya seperti lepas kendali. Saat ini yang diinginkan Madaya hanya bertarung dan bertarung. Bahakan aura petarungnya yang tak terkendali membuat dirinya tidak sadar bisa menggunakan ryo untuk berjalan di udara dan lain-lain. Xiao Li melesatkan tebasan, tapi Madaya tidak takut malah meninju pedang Xiao Li. Tangan Madaya terluka, namun Madaya tak sedikitpun merasakan sakit. Xiao Li yang menahan serangan tersebut terpental dan jatuh.


Belum sempat berdiri Madaya sudah muncul dan ingin menghajar Xiao Li. Tapi pukulannya teralihkan karena tendangan dari siluman bangau. Lika mengendarai bangau untuk menolong Xiao Li.

__ADS_1


__ADS_2