
Lu Tian masih mengamati barang-barang yang ada,
"benda apa ini? Bola besi hitam" Wang Xuxing membuang Bola tersebut ke arah Tetua Chen
"Tetua Chen awas" Lu Tian berteriak
Tetua Chen hanya melirik Lu Tian, namun saat Bola Besi jatuh ketanah dan memancarkan cahaya ungu, seketika Tetua Chen seperti di tekan sesuatu yang sangat berat. selama 30 menit grafitasi di sekitar bola besi meningkat berkali-kali lipat.
"semuanya jangan sembarangan melempar barang, kita tidak tau barang tersebut berbahaya atau tidak" Lu Tian
"Maaf Tetua" Wang Xuxing.
"untuk amannya singkirkan dulu semua koin emas ini" Lu Tian, " untuk barang lainnya kita identifikasi dahulu" lalu Lu Tian mengeluarkan buku pengetahuan dari dunia lain.
mereka pun mengidentifikasi barang-barang yang ada.
"Tian'er kamu menyimpan banyak sekali barang-barang dengan bahasa aneh" Liang Melihat-lihat buku.
"Ya, saya sudah mulai mempelajari budaya kuno dari umur 3 tahun" jawab Lu Tian sambil terus memperhatikan Barang yang di identifikasi
"apa aku boleh melihat buku ini?, sepertinya buku ini bagus. ada motif kepala kelinci di depannya, Lucu sekali" Liang Mei menunjukan sebuah buku.
"Bo..." Lu Tian berhenti ketika melihat buku yang di pegang Liang Mei "Tidak BOLEH..., Ini buku terlarang milik Tetua Bai" Lu Tian segera merampas dan memasukan buku dengan gambar kepala kelinci dengan tulisan 'PLAYBOY' tersebut ke dalam cincin."dasar Tetua Mesum beraninya dia mencuri buku kesayangan kakek Lu Sean dan menyelipkannya dikoleksi bukuku" Lu Tian dalam hati
"apakah itu kitab terlarang?" tanya Liang Mei dengan polosnya
"Ya.., itu sangat...sangat terlarang. Tetua Bai sudah mempelajarinya selama 3 tahun tapi tidak berhasil menguasainya, malah dia jadi suka keram otot, susah tidur, dan sakit kepala. kita belum boleh mempelajarinya" Lu Tian
"kapan kita boleh mempelajari kitab itu?" tanya Liang Mei
"ketika sudah berumur 1000 tahun seperti kakek Lu Sean" Lu Tian
"hufft... sepertinya memang tidak bisa mempelajarinya, kalau hanya melihat apakah tidak boleh" Liang Mei makin penasaran.
"tetap tidak boleh, Tetua Bai selalu mengeluarkan darah saat melihat isi kitab itu" Lu Tian
"jadi begitu, aku juga tidak berani melihatnya" Liang Mei akhirnya menyerah
"Huff..." Lu Tian akhirnya lega
butuh berjam-jam untuk mengidentifikasi barang-barang tersebut, dan banyak senjata rahasia yang menarik. ada beberapa bola energi, biru, merah, putih, ungu, kuning. ada juga beberapa kriatal penjara, kerital pemindah, kristal persembunyian. kemudian ada senjata energi seperti yang dimiliki Lu Tian baik berupa panah atau tongkat yang bisa menjadi pedang atau tombak. ada beberapa pil penyembuh dan penambah energi, ada juga beberapa pakaian pelindung. dengan alat-alat ini orang biasa bisa mengalahkan pendekar.
Lu Tian mengajarkan cara penggunaan barang-barang yang di anggap bisa membantu dalam keadaan terdesak. lalu membaginya kepada masing-masing untuk menyimpan.
selesai memilah barang-barang tersebut, Lu Tian menyimpan barang yang berupa senjata dan obat-obatan, dan Resep obat penyakit menular. sisanya yang merupakan perhiasan Lu Tian menyuruh Liang Mei menyimpan di dalam gelangnya.
saat akan melanjutkan perjalanan. mereka dikejutkan oleh kelompok perampok yang mengepung mereka.
__ADS_1
"siapa yang mengijinkan kalian pergi?" ketua perampok
Lu Tian melihat sekeliling dipenuhi perampok, Lu Tian hanya tersenyum, mereka terlalu fokus sampai tidak menyadari ada yang memantau mereka
"apa yang kalian inginkan?" tanya Lu Tian
"serahkan gelang di tangan gadis itu, atau kalian akan mati" ketua perampok
"Liang Mei bagai mana kalau kita coba kipasmu" Lu Tian
"Tian'er, ini tidak baik, bagaimana jika mereka terluka?" Tetua Bai
"tenang saja Tetua Bai, ini untuk melatih mereka saat dalam bahaya" Lu Tian
"kalian ingin mengambil, silahkan ambil padanya" Lu Tian
"Liang Mei sekarang keluarkan jurusmu" Lu Tian
satu kali kipasan dari Liang Mei angin kencang mengarah ke arah para perampok, puluhan perampok merasakan perih tersayat pisau angin.
"Xingxing, bersiap lindungi Liang Mei" Lu Tian
Wang Xuxing segera berdiri di depan Liang Mei dan mengaktifkan prisai energi. beberapa perampok menyerang kearah Liang Mei membentur prisai pelindung.
"Xingxing, keluarkan jurus tombakmu" Lu Tian
kelompok perampok ingin melarikan diri, namun tiba-tiba lemas dan roboh, sisa anggota yang tidak terkena racun segera melarikan diri.
"Tuan pendekar, tolong ampuni kami, kami salah tidak bisa melihat orang" pemimpin perampok ketakutan juga tidak bisa apa-apa lagi karena seluruh otot dan sendinya tidak bisa di gerakan.
"Xingxing, Liang Mei ayo kita lanjutkan perjalanan. mereka akan lemas selama 7 hari. Jika mereka beruntung mereka tidak akan dimakan hewan buas" Lu Tian
"kalian ingat kombinasi tadi, bila keadaan mendesak kalian bisa saling melindungi" Tetua Chen
"Baik, Tetua" Liang Mei dan Wang Xuxing menjawab serentak.
mereka melanjutkan perjalanan secepat mungkin, karena mereka singgah terlalu lama untuk melihat barang-barang tadi.
"Tian'er, katanya kamu bisa terbang, kenapa tidak membawa kami terbang" tanya Liang Mei
"bisa membawa kalian berdua terbang, tapi Tetua Chen harus berjalan sendiri, tidak mungkin membawa semuanya" Lu Tian
"bagaimana kalau kita berdua terbang, Tetua Chen dan kakak Wang berlari biasa" Liang Mei
"emm... Boleh, yakin mau ikut terbang?" Lu Tian dan Liang Mei menganguk
Lu Tian memegang kerah baju Liang Mei dan mengangkatnya layaknya anak kucing. Liang Mei menggembungkan pipinya
__ADS_1
"Tian'er aku bukan anak kucing, turunkan aku. aku gak mau terbang?" Liang Mei marah
sedangkan Tetua Chen dan Wang Xuxing tertawa melihat Liang Mei di angkat seperti anak kucing.
"Liang Mei, perjalanan ini harus dinikmati. dengan menikmati sebuah perjalanan, kita bisa belajar dan melihat hal-hal yang berbeda. kita bisa semakin kuat dan lebih dewasa dalam menghadapi kesulitan" Tetua Chen
"ingat ini misi berkelompok, tujuan kita bisa sampai disana bersama-sama, menikmati setiap proses bersama. susah senang bersama, saling berbagi dan mendukung. apa kamu paham?" Lu Tian sambil mengelus rambut Liang Mei
"mengerti Tetua" Liang Mei dengan wajah memerah malu dan senang karena merasa disayang Lu Tian
setelah 3 hari melanjutkan perjalanan mereka ingin memasuki sebuah kota kecil namun penjaga gerbang menahan mereka.
"maaf pendekar, sebaiknya kalian mengambil jalan lain, untuk sementara tempat ini di tutup" salah satu penjaga.
"kalau boleh tau, apa yang sedang terjadi di kota ini?" Tetua Chen bertanya
"sedang ada wabah penyakit menular di kota ini. sehingga mulai kemarin kota ini harus di tutup" kata penjaga
"penyakit menular apa?" Tetua Chen
"Wabah Cacar air" jawab penjaga
"Tian'er sebaiknya kita mengambil jalur lain, wabah penyakit ini sangat berbahaya" Tetua Chen
"Tetua Chen, kita bantu dulu warga disini. saya memiliki resep untuk mencegah dan mengobati penyakit ini" Lu Tian
"apa kamu yakin bisa mengobati penyakit ini?" Tetua Chen.
"Ya" Lu Tian berbicara dengan penjaga kota
"apa di dalam ada organisasi matahari merah?" Lu Tian
"ya, apa Tuan pendekar memiliki urusan disana?" penjaga
"ya, saya bisa mengobati penyakit cacar, tapi saya butuh bahan yang hanya bisa di dapatkan di organisasi matahari merah. apakah kami boleh memasuki kota?" Lu Tian
"maaf, pendekar kami tetap tidak bisa membiarkan kalian masuk" penjaga
"apa kalian tetap tidak memperbolehkan kami masuk?" Lu Tian menunjukan Giok kaisar
"ini..." penjaga terkejut karena pendekar di depannya memiliki giok kaisar. orang yang memiliki giok ini hanya keluarga kerajaan atau seorang pahlawan kekaisaran.
di sekte pedang bayangan hanya 3 orang yang memiliki giok ini, karena membantu menggagalkan pemberontakan pangeran ke 3 saat itu.
"kalau begitu silahkan pendekar masuk, saya akan menunjukan lokasi organisasi matahari merah" penjaga
Lu Tian mengeluarka beberapa pil. "Tetua Chen, Xingxing, Liang Mei, dan tuan penjaga minum obat ini lebih dulu" Lu Tian, setelah meminum obat mereka berjalan menuju organisasi matahari merah.
__ADS_1