Master Key

Master Key
Perang Berakhir


__ADS_3

Lu Tian melompat dari 1 pohon ke pohon lain membunuh sebanyak mungkin yang bisa di bunuh menggunakan panah begitu juga dengan pasukan rahasia melakukan apa yang Lu Tian lakukan.


disisi lain guru Luo menghadapi 2 pendekar suci pihak musuh meskipun sudah mencapai pendekar suci. namun pihak musuh baru membuka 1 gerbang beda dengan Luo Xin yang sudah membuka 5 gerbang. sedangkan Ketua Liang, tetua He dan Karasu menghadapi Liu Bin. formasi yang di pakai ketua Liang sangat membuat Liu Bin kewalahan karena setiap serangan yang di lancarkan selalu di tahan Karasu yang memiliki pusaka tameng suci.


Lu Tian melihat pertempuran di bawah. dimana ada anggota yang terdesak oleh musuh. Lu Tian melancarkan serangan panah ke musuh sambil berlari sambil memanah gerakan yang lincah yang dilakukan Lu Tian menarik perhatian orang- orang


"Serang tikus kecil itu, kalo dibiarkan bisa mengancam kita"


2 orang pendekar bergelar dan 1 pendekar raja menyerang Lu Tian. bukannya menghindar Lu Tian justru menyambut serangan itu


"Tinju Dewa: penghancur gunung" Boom 2 pendekar bergelar terlempar memuntahkan darah.


"Bocah keparat, punya kekuatan juga ternyata" penjahat


"tapak iblis" pendekar raja melancarkan serangan. Lu Tian tidak takut "Tinju Dewa: tarian langit" 'Boom' Lu Tian mundur 2 langkah pendekar raja tidak mundur namun tangan dan bahunya hancur kemudian darah keluar dari mulutnya dan tumbang


"anak itu bisa mengalahkan pendekar raja dengan 1 serangan, apa dia masih manusia" dua pendekar bergelar yang terluka ketakutan


tidak jauh dari Lu Tian pendekar sekte pedang bayangan terdesak karena di serang 5 pendekar. saat hampir tertebas tiba- tiba 5 pendekar tersebut melambat dan tidak bisa bergerak. melihat kondisi tersebut pendekar sekte pedang bayangan tidak menyia- nyiakan kesempatan membunuh 5 pendekar musuh.

__ADS_1


Lu Tian mengeluarkan aura dewa membantu anggota yang terdesak juga mengintimidasi 2 pendekar musuh yg menyerangnya tadi. Lu Tian mengeluarkan pedang dan menebas musuh. 2 nyawa melayang dengan sekali tebas. kemudian Lutian memasukan pedang dan melanjutkan tugasnya membantu anggota yang terdesak


di sisi lain pertarungan sengit Luo Xin dan 2 pendekar suci musuh masih berlanjut. Luo Xin mengalami sedikit luka namun masih lebih baik dari 2 pendekar musuh yang salah satunya kehilangan tangannya sedangkan 1 lagi terluka serius mereka melarikan diri namun Luo Xin mengejar mereka.


"ingin melarikan diri?. jurus pedang ilusi: langkah kilat" Luo Xin tiba- tiba muncul di depan pendekar yang lengannya putus. pendekar yang lengannya putus tiba- tiba tidak bisa bergerak lalu kepalanya terjatuh. sedangkan Luo Xin mengeluarkan aura naga pendekar suci yang tersisa gerakannya melambat. "Jurus pedang ilusi: tarian tanpa banyangan" Luo Xin menghilan beberapa saat, pendekar suci musuh bingung mencari Luo Xin, ketika Luo Xin muncul seketika itu juga pendekar suci musuh meregang nyawa dengan dipenuhi puluhan sayatan.


Lu Tian masih terus membantu anggota yang terdesak. berlari sambil memanah, dia melihat anggota yang kelelahan di menghadapi 2 pendekar raja. Lu Tian mengeluarkan aura dewa untuk mengalihkan perhatian musuh. mengeluarkan pedang untuk menyerang. 2 pendekar musuh dengan sigap menahan serangan Lu Tian.


"Ternyata pendekar raja terlatih, Senior serahkan mereka padaku" Lu Tian melepaskan energi besar di tubuhnya. membuat 2 pendekar raja musuh kaget masih sangat muda tapi sudah di tahap pendekar raja.


"sepertinya lawan kita seorang monster" pendekar musuh merinding


"waktunya mencoba jurus ini, 4 elemen: prisai elemen es" lingkung Lu Tian membeku 7 bongkahan es mengelilingi tubuhnbya pedang di tangannya berubah menjadi putih.


"Tarian pedang dewa: seribu pedang menari" ribuan pedang es tajam deng hantam 2 pendekar, sampai mereka termundur beberapa langkah dan menderita beberapa luka luar dan dalam.


" masih bisa bertahan ya?" Lu Tian segera melepas Aura dewa yang di lapisi element es, menekan pendekar musuh dan mengunci persendian musuh dengan hawa dingin. "Tarian pedang dewa: angin penyayat luka" 1 x tebasan pedang yang menimbukan arus angin dingin ke arah 2 pendekar musuh


kedua pendekar musuh mencoba menahan dengan pedangnya. namun pedangnya juga membeku dan hancur, begitu pun musuh ikut membeku. tapi setelah Lu Tian mengeluarkan jurus tersebut dia hampir kehabisan tanaga.

__ADS_1


"Hah...., masih belum bisa mengontrol sepenuhnya" Lu Tian mengeluarkan beberapa kacang es dan memakannya. beberapa saat tenaganya pulih kembali


"maaf kalian menunggu lama ya?" Lu Tian melihat pendekar yang membeku lalu meninjunya hingga es pecah di ikuti tubuh musuh yang juga pecah


disisi lain Liu Bin terluka cukup parah setelah bertukar ratusan jurus, Sedangkan ketua Liang, tetua He dan Karasu masih terus mendesak Liu Bin. Liu Bin terpakasa bertahan karena tidak bisa melarikan diri.


pertarungan masih berlanjut jumlah korban di pihak sekte pedang bayangan 30 orang meninggal 100 orang luka. di pihak musuh hanya tersisa 100 orang yang masih bisa bertahan. beberapa melarikan diri melihat ketua mereka mati. kelompok penyelamat yang di bawa Lao Lee membantu menangani anggota yang terluka dan kelelahan.


"Liu Bin, sebaiknya kamu menyerah dan menjalani hukuman" ketua Liang


"mati pun aku akan membawa salah satu dari kalian" Liu Bin


"Pedang Neraka: Amarah Iblis" Liu Bin menyerang Karasu segera menghadang "prisai chaya budha" 'Boom' Liu Bin mundur beberapa langkah Karasu juga mundur beberapa langkah, memanfaatkan kesempatan ketua Liang dan tetua He melepaskan serangan bersama "Pedang angin hitam" Liu Bin yang sudah hampir mencapai batasnya tidak sempat menghindar. dan melukai pundak dan perutnya. Liu Bin termundur beberapa langkah dan memuntahkan darah. melihat kondisi tersebut Karasu melancarkan seranganya " Tinju besi hitam" Liu Bin pasrah "Hahaha... inilah nasip, semoga kita bertemu lagi dineraka" 'Boom' Liu Bin tergeletak tak bernyawa


menyaksikan Liu Bin mati, pasukan yang tersisa mencoba melarikan diri. ada juga yang menyerah.


Lao Lee dan tim mencari anggota yang masih bisa diselamatkan. sekaligus membagikan obat penyembuh dan pemulih stamina. Lu Tian membawa beberapa orang dan 1 orang tim Lao Lee menuju lokasi pengungsian. untuk membuka formasi dan mengantar mereka kembali ke sekte. begitu formasi di buka seorang gadis kecil berlari ingin memeluk Lu Tian. namun Lu Tian menahan karena tubuhnya masih terluka. tapi gadis kecil itu merasa kecewa. pikirannya mengingat kejadian lalu saat dia menghajar Lu Tian sampai babak belur. setelah semua tawanan pergi dia duduk dan menelan beberapa tanaman pemulih.


"ahh... sepertinya aku harus istirahat sejenak" setelah istirahat sebentar dan mengambil batu formasi dia memandang salah satu pasukan khusus sambil tersenyum licik

__ADS_1


"kakak Senior bisakah kamu gendong aku. aku mau istirahat"


diperjalanan balik ke sekte bukannya istirahat, Lu Tian berteriak kepada orang- orang untuk balapan dengannya


__ADS_2