Master Key

Master Key
Iblis Monark dan Pasukannya


__ADS_3

Suku Xuja dan Suku Monting sedang berkumpul di sebuah lapangan yang luas. Di tengah lapangan sudah tergambar Formasi bintang lima.


"Tetua Solaya, tetua Kiju, tetua Moxy, tetua Lora, tetua Soxu. Mohon letakan kristal kalian di sisi sudut formasi bintang" Koru.


"Mosa!, bawakan kelima siluman itu kemari. Loki letakan batu siluman itu di tengah formasi" Uma, lima siluman beda jenis itu di antar menuju posisinya.


Semua batu sudah di letakan sesuai posisinya. Lima orang pengendali siluman menggiring siluman ke posisi yang sudah di tentukan.


"Pasukan suku Monting. Kalian makanlah kristal siluman itu, bila siluman tidak bisa di kendalikan kalian bisa membunuhnya dengan tambahan kekuatan dari krital itu" Uma


"Siap" seribu pasukan suku monting menelan kristal siluman. Mereka merasakan kekuatan mereka bertambah.


Uma dan Koru duduk. Didepan mereka terdapat sebuah batu siluman besar, mereka meletakan tangan mereka pada batu. Keduanya melafalkan mantra dan batu siluman di depan mereka mulai bercahaya merah. Cahaya perlahan merambat menuju lingkaran formasi bintang lima yang sudah di gambar ketika seluruh formasi bercahaya utuh.


Lima kristal yang ada di sudut formasi bintang bercahaya dan muncul sebuah lingkaran sihir kecil. lima siluman bercahaya kemudian menuju ketengah formasi. Setelah beberapa menit muncul sosok hitam berdiri tegak layaknya manusia, dengan enam mata, memiliki ekor, dan sayap.


Dua orang pengendali langsung memasang formasi pengendali pada siluman tersebut. Seketika itu siluman menuruti perintah dan berjalan menuju barisan para pasukan siluman.


Mereka kembali mengulangi ritual sampai tiga kali. Namun saat ritual ketiga. Suku Monting yang memakan kristal siluman mengamuk dan membunuh orang-orang di sekitarnya. Uma dan Koru yang hanya ahli dalam mengendalikan siluman. Tidak bisa berbuat apa-apa dalam sekali pukul oleh manusia siluman langsung menembus dadanya. Manusia siluman menarik jantung Uma dan memakannya. Dua orang tetua Suku Monting Lora dan Soxu berhasil melarikan diri meskipun terluka parah.


Nasip Koru tidak kalah mengerikan. Tubuh bagian atas dan bagian bawahnya ditarik hingga putus. Mereka memakan jantung-jantung manusia. Setelah menghabisi manusia-manusia di tempat itu iblis Monark membawa menuju suatu tempat di kaki gunung.


*


Lu Tian mengumpat kesal karena siluman yang berada di luar gunung hanya peralihan. Pantas saja tidak terlihat pergerakan besar dari suku Monting.


"Dasar BODOH..., apa kalian pikir bisa mengendalikan Iblis dengan kekuatan kalian? bahkan kalian memakan kristal siluman yang merupakan batu siluman parasit yang membuat kalian menjadi siluman" Lu Tian kesal dan memarahi dua tetua Suku Monting


Lu Tian yang masih kesal setelah mendengar cerita dari dua tetua Suku Monting langsung mendapat informasi dari Xiao Li.


"Tetua sekalian. Ribuan siluman menuju keluar lembah kematian" Xiao Li


"Semuanya bersiap berkumpul di satu tempat dan aktifkan formasi anti suara. Yang kita hadapi adalah Iblis Monark dan pasukannya. Aku akan menggunakan seruling kematian untuk mengurangi jumlah pasukan musuh" Lu Tian.


Lu Tian kemudian menghubungi anggota Bayangan Suci meminta bantuan. Tetua Bai dan Tetua Chen mengevakuasi semua orang yang tidak memiliki pusaka pelindung suara. Liang Mei dan Wang Xuxing datang membantu.


"Tetua sebaiknya kalian mengarahkan kami saja. jika kalian mengangkut satu persatu tidak akan sempat" Liang Mei

__ADS_1


"Jadi?" Tetua Chen


"periksa wilayah sekitar apa masih ada yang butuh di evakuasi?" Wang Xuxing


"kalian semua saling pegangan tangan" Liang Mei menyuruh Suku Xuja untuk pegangan tangan tapi tidak ada yang merespon. akhirnya Liang Mei memberi isyarat dengan mengunakan tangannya baru mereka mengerti.


Liang Mei berteleportasi ke tempat pengungsian yang sudah di tentukan. dalam satu tarikan napas mereka sudah sampai.


Wang Xuxing sudah menghilang dan muncul di depan Xiao Li.


"Kakak pegang tanganku" Wang Xuxin. Xiao Li langsung memegang tangan Wang Xuxing.


ketika Xiao Li sadar mereka sudah ada di tempat pengungsian


kinerja evakuasi yang di lakukan Liang Mei dan Wang Xuxing sangat cepat. Dalam beberapa tarikan napas sudah bisa mengevakuasi semua orang.


"Cih..., Bocah-bocah ini pasti diajari Tetua kecil licik itu. Dasar tukang pamer" Tetua Bai


"Ia. Dia pelit sekali, tidak mau memberikanku topeng jenis baru itu" Tetua Chen


"Tetua ngomong apa? Tian'er tidak memberikan kalian topeng jenis baru takut kalian pakai mengintip gadis-gadis. Huuh... Dasar tetua Mesum" Liang Mei muncul tiba-tiba di belakang mereka.


Gao Nian sedang menahan cobaan, racun ular putih yang di suntikan padanya. Jika dia bisa bertahan selama tiga hari tanpa kehilangan kesadaran Ratu Rongrong akan memberikan pedang tanpa bayangan kepadanya.


Saat ini Gao Nian masih terjebak ilusi yang mengarahkannya dalam kesesatan. Bayangan Wang Xuxing yang sedang bermesraan dengan Liang Mei muncul di depannya. Mereka berdua berjalan terus meski Gao Nian berteriak dan menghalangi jalan mereka.


"Apa ini rasanya tidak diperdulikan? Apa ini rasanya dikhianati, Aku benci kalian semua" Gao Nian meneteskan air mata.


*Di dimensi Goku,


Shi Qu digendong oleh kera besar layaknya bayi, kera besar tersebut melompat dari satu dahan ke dahan lainnya menuju sebuah bangunan seperti piramida. tapi piramida tersebut terbentuk dari lilitan akar-akar pohon yang saling melilit satu sama lain. beberapa menit dia digendong, akhirnya dia sampai di sebuah ruangan.


"Moga, perlihatkan orang itu aku ingin bicara dengannya" Kera putih yang mengunakan topi jerami


Moga memegangi kaki Shi Qu dan menggantungnya, shingga dia berbicara dengan kera putih tersebut dengan keadaan terbalik.


"Kamu yang membawa surat dari Suma?" Nori

__ADS_1


"Ya. Dia menyuruhku menyimpan Tongkat Kera Emas" Shi Qu


"Apa haknya meminta barang milikku? beritahu dia, aku tidak akan memberikan apapun untuknya" Nori


"Katanya bila nyonya tidak memberikan barang tersebut, aku boleh memakan Pisang Emas yang dia berikan" Shi Qu


"Tunggu...tunggu.., apa kamu memiliki pisang emas itu?" Nori bertanya dengan mata bercahaya


"Jika kamu memberiku Tongkat Kera Emas, aku akan memberikanmu Pisang Emas bagaimana?" Shi Qu


"Moga turunkan dia" perintah Nori. Moga si kera besar langsung melepaskan pegangannya dari kaki Shi Qu, sehingga kepala Shi Qu membentur lantai.


***


Lu Tian dan Yin Meiyin menunggu kedatangan Iblis Monark. Ribuan pasukan siluman berumur sepuluh ribu tahun, di tambah manusia siluman hasil memakan kristal siluman dan tiga Iblis Monark sudah keluar dari terowongan.


Lu Tian memandang tiga Iblis Monark yang juga memandang Lu Tian. Lu Tian menganalisis kekuatan Iblis itu.


"Saya akan melawan dua Iblis Monark dan Yinyin satu Iblis Monark. Untuk manusia siluman perlu pendekar suci untuk melawannya. Saat ini pendekar suci di pihak kita baru ada lima orang. Kita coba tahan sebisanya sampai menunggu bantuan datang" Lu Tian


"Tian'er, dua pendekar suci dari Matahari Merah sudah datang, dan ada sepuluh pendekar raja" Tetua Bai.


"Pendekar raja urus siluman biasa. Kakek Obat jaga manusia siluman yang mengincar pengungsi" Lu Tian.


"Siap Bocah" Lao Lee


"Semua tunggu seruling berhenti baru bergerak" Lu Tian.


Lu Tian masih melayang di udara mengamati pergerakan pasukan iblis Monark. Iblis Monark berteriak dan ribuan siluman dan manusia siluman bergerak menyerang menuju tempat perlindungan.


Lu Tian mengeluarkan Seruling kematian. Saat dirasa sudah berada di dalam jangkauan seruling kematian. Lu Tian memainkan seruling kematian. Ratusan siluman yang masuk dalam area seruling kematian meraung kesakitan. Manusia siluman yang telah berlari di udara ingin menyerang Lu Tian langsung kehilangan keseimbangan dan jatuh berguguran seperti kelopak bunga.


Dalam beberapa menit alunan seruling kematian membuat sebagian kepala siluman meledak dan tergeletak tak berdaya. Manusia siluman juga berlarian mundur mereka yang beruntung masih bisa hidup namun dengan kondisi tuli. Mereka yang tidak beruntung kehilangan kepala karena meledak.


Lu Tian merasa jiwanya mulai terpengaruh energi seruling kematian segera menghentikan aluman seruling kematian. Iblis Monark memberi isyarat untuk tidak bergerak lebih dulu. Karena takut Lu Tian kembali memainkan Seruling kematian.


Mohon maaf semuanya. Dua hari ini lagi gak enak badan dan juga banyak kerjaan karena mau ada audit jadi cuma bisa update 1 bab. Doakan semoga kerjaan cepat normal lagi jadi bisa update normal 2 bab perhari

__ADS_1


Jangan lupa tetap dukung saya dengan Like, komen, vote ya..


terimakasih


__ADS_2