
*Di dimensi Watoku
Gao Nian sedang menangis karena terpengaruh ilusi racun ular putih. Saat menangis, gelang yang dikenakannya berkedip merah. Dan pikirannya terbawa ke dimensi gelang. Dia masih menangis, semua mata memandanginya.
"Nian'er kenapa kamu menangis?" Liang Mei
"Kalian kenapa ada disini?" Gao Nian bingung
"Sekarang kita sama-sama di dimensi gelang, kami butuh bantuan karena mereka berhasil membangunkan Iblis Monark, kenapa kamu menangis?" Lu Tian
"Aku melihat Liang Mei dan Xin'er bermesraan" Gao Nian
"Apa kamu bodoh? aku sudah menyerahkan Kakak Wang untukmu. Mana mungkin aku mau bermesraan dengannya" Liang Mei
"Kamu pasti terjerat ilusi, Hufft..." Lu Tian.
Wang Xuxing memeluk Gao Nian.
"Ingat aku tidak akan meninggalkanmu" Wang Xuxing mencium kening Gao Nian.
"Jika sudah selesai segeralah ke tempat kami" Lu Tian.
Gau Nian kembali tersadar dan berhasil menghancurkan ilusi. Dia membuka mata dan Ratu Rongrong tersenyum. Selamat kamu berhasil lolos tes, Ratu Rongrong membuka mulutnya lalu keluar sebuah pedang kristal putih. Ratu Rongrong mengambil pedang tersebut.
"Bawalah pedang ini, aku sudah menyimpannya selama bertahun-tahun, dia selalu menggangguku saat ingin makan besar" Ratu Rongrong menyerahkan pedang tersebut pada Gao Nian.
"Bila bertemu Boya kembali. Sampaikan pesanku, kami di sini selalu menunggunya kembali. Bomi antar tamu kita kembali" Ratu Rongrong.
*Di dimensi Goku
"Ahhh...., akhirnya aku bisa memilikimu lagi. Kamu sudah meninggalkanku ribuan tahun" Nori berguling-guling berbicara dengan pisang. Seperti bertemu kembali dengan anaknya yang hilang.
"Nyonya, bagaimana dengan Tongkat Monyet Emasnya?" Shi Qu
"Em??. Ohh.., sebentar aku pakai dulu sekali, telingaku gatal sekali" Nori lalu mengambil sebuah batang kecil dan memakainya untuk mengorek kupingnya."Ahh.. nyaman sekali, sayang dirimu tidak lebih berharga dari Pisang Emas" Nori meniup kotoran telinga yang menempel pada batang tersebut. Lalu melemparkannya pada Shi Qu. "Ambillah lalu pergi dari sini" Nori. Lalu kembali tersenyum pada pisang emas dan mencium-cium pisang emas tersebut.
__ADS_1
"Tongkat Sakti ini hanya korekan telinga baginya? pantas saja Suma bilang benda itu tidak berharga. Hufftt..." Shi Qu dalam hati. Lalu mengambil Tongkat kera emas dan memasukannya ke dalam sarung tangannya.
***
Iblis Monark melihat Lu Tian menyimpan seruling kematian kembali berteriak. Seketika ratusan pasukannya yang tersisa kembali berlari maju. Lu Tian mengeluarkan Pedang Terbang dan menugasinya melawan siluman. Lalu mengeluarkan tujuh Pisau Ilusi untuk membabtu melawan siluman.
Semua yang sudah sampai tahap pendekar suci langsung mengincar manusia siluman. Mereka juga merasakan kekuatan para manusia siluman akan sulit di tangani oleh pendekar raja. Kecuali pasukan khusus sekte pedang bayangan yang memiliki banyak alat yang bisa membantu.
Lu Tian sediri juga menyerang beberapa manusia siluman yang berusaha menyerangnya. Meski manusia siluman kuat tapi tidak cukup kuat melawan pendekar bumi. Sepuluh manusia siluman mencoba menyerang Lu Tian.
Lu Tian bergerak cepat dengan jurus teleportasi. 'Zrettt..' 'zreett' 'Zrettt' beberapa manusia siluman terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Lu Tian tanpa mengedipkan mata sudah muncul di depan manusia siluman dan membelahnya menjadi dua.
Di sisi lain Yin Meiyin juga mengunakan jurus tarian pedang dewi es. Menghadapi lima manusia siluman Yin Meiyin seperti menari-nari menghindari serangan manusia siluman. Setelah melewati kelima manusia siluman. Gerakan manusia siluman berhenti dan membeku.
Liang Mei, Wang Xuxing, Tetua Bai, dan Tetua Chen bertarung dengan manusia siluman yang bisa melangkah di udara. Sedangkan pendekar suci yang tidak menguasai tehnik ryo menyerang para manusia siluman yang tidak memakai tehnik ryo.
Banyaknya manusia siluman dan siluman yang menyerang membuat mereka kuwalahan. Lika tidak tinggal diam dia mengendalika salah satu siluman untuk menyerang siluman lain.
Melihat apa yang di lakukan Lika suku Xuja yang masih bisa bertarung ikut mengendalikan siluman untuk melawan siluman yang lain.
Lu Tian masih menyerang manusia siluman berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi jumlahnya. 'Arrrrkkkhhhhh....' salah satu Iblis Monark berteriak, manusia siluman bergegas menjauhi Lu Tian dan mencari target lain.
Iblis Monark terluka namun luka yang di dapat kembali tertutup. Melihat Lu Tian yang bertarung dengan Iblis Monark Yin Meiyin bergegas teleportasi menuju tempat Lu Tian.
"Sayang, apa perlu bantuan?" Yin Meiyin
"Sepertinya mereka lebih sulit dari yang diperkirakan" Lu Tian.
"Apa kita harus memakai jurus itu?" Yin Meiyin
"Terlalu beresiko, kita bertarung bersama saja" Lu Tian
Mereka berdua bersiap-siap. Tiga Iblis Monark menyerang. Yin Meiyin memasang prisai es tanpa wujud menahan serangan ketiganya. Lu Tuan dan Yin Meiyin mengeluarkan pedangnya. Dan saling berputar seperti menari bersama.
Tiga Iblis Monark mundur menjaga jarak karena terkena sabetan pedang. Luka yang mereka alami mencoba pulih namun siapa sangka. Sebelun kembali menutup muncul kristal es di lukanya.
__ADS_1
Di sisi lain para pendekar raja mulai kesulitan karena banyaknya serangan siluman. Banyak dari mereka mulai kehabisan tenaga. Di saat mereka hampir pasrah ribuan panah energi menghantam siluman.
Pasukan kekaisaran Han yang dipimpin Jendral Wu. Dan seorang pria bertopeng dengan jubah mirip Wang Xuxing datang.
"Chen'er akhirnya kamu sampai" Wang Xuxing
"Kakak Wang, maaf. Butuh waktu lebih lama membawa pasukan sebanyak ini" Yin Chen. Kemudian terbang dan menebas manusia siluman.
Jendral Wu dan pasukannya tercengang melihat pangeran Yin Chen bisa terbang. Saat Yin Chen kembali mereka mengira peningkatan yang akan di capai hanya sampai pendekar raja. Siapa yang sangka mereka yang bersekolah di Huming kembali sebagai pendekar suci gerbang delapan.
Melihat Yin Chen yang bersemangat melawan para manusia siluman. Pasukan kekaisaran Han juga ikut bersemangat.
"Meimei, kami datang" Zhu Xinxin dan Fan Weili muncul. Mereka bertiga mengeluarkan kipas.
"Semuanya jangan ada di depan kami" Zhu Xinxin
Beberapa pendekar yang ada di depan tiga wanita tersebut bergegas mundur.
Tiga wanita menyapukan kipasnya. 'Wuuuuzzzzz' badai jarum beracun meluncur dan menghantam siluman dan para manusia siluman. Dalam beberapa tarikan napas ratusan siluman dan manusia siluman tergeletak tak berdaya.
Manusia siluman yang melihat kawannya mati, mengalihkan target pada ketiga wanita tersebut. Mereka menyerbu dengan cepat. Tapi tiga orang pria muncul dan menyambut serangan manusia siluman. ketiga pria tersebut adalah Thoilu, Luo Gu, Zheng Furu.
Di sisi lain seorang pria bergerak dengan cepat menebas beberapa manusia siluman.
"Jangan pikir kalian saja yang bisa pamer" Feng Qixui
"Aku tetap tidak akan terkesan padamu. Huuh.." Zhu Xinxin.
"Siapa juga yang ingin membuatmu terkesan" Feng Qixui. Kembali melanjutkan aktifitasnya melawan manusia siluman.
Wang Xuxing yang di kepung sepuluh manusia siluman mulai kuwalahan. Namun tiba-tiba beberapa manusia siluman di sekitarnya tumbang tanpa tahu siapa yang menyerang.
"Maaf, membuatmu menunggu" Gao Nian tersenyum. Ditelapak tangannya ada sebuah pedang kristal.
"terimakasih" Wang Xuxing kembali menyerang para manusia siluman. Gao Nian juga menghilang dan menyerang manusia siluman. Pedang tanpa bayangan membuat penggunanya bisa tidak terlihat.
__ADS_1
Lika mulai kelelahan mengendalikan siluman sedangkan Xiao Li kuwalahan karena ada satu manusia siluman yang menyerang mereka. Kekuatan manusia siluman ini memang lebih lemah dari Madaya, tapi energinya sudah hampir habis. Saat Manusia Siluman menyerang, belum mencapai Xiao Li sebuah tongkat panjang menghantam dan mendorongnya.
"Istirahatlah lebih dulu, biar saya yang mengatasi ini" Shi Qu.