Master Key

Master Key
Festival Layang-layang


__ADS_3

"Tetua Bai silahkan tentukan aturannya" Lu Tian


"Sedehana saja siapa yang bisa terbang sampai akhir dia menang" Tetua Bai


"Mama... Mama..., Lis mau ikut" Lis


"Kita dukung papa saja. Ya..." Yin Meiyin


Lis Menggembungkan pipi masih menginginkan ikut. Mau tidak mau Yin Meiyin menyuruh Lu Tian membuatkannya layang- layang agar Lis bisa ikut.


Lu Tian datang menghampiri Lis dan membisikan sesuatu. Lis dengan wajah mata berbinar langsung bersemangat.


Layang-layang semua peserta sudah terbang tinggal milik Lu Tian dan tetua Bai.


Sudah beberapa kali mereka tidak bisa mengikuti festival layang-layang sekte pedang bayangan. Layang-layang peserta bukan layang-layang biasa karena dilengkapi beragam pisau untuk memutus benang musuh.


Tetua Bai menaikan layang-layangnya yang besar, sangking besarnya bisa di naiki manusia. Tapi bukan layang-layangnya yang spesial. Melainkan benang yang di pakai terbuat dari benang jaring siluman laba-laba api. Yang terkenal sangat kuat dan tajam.


Jadi tetua Bai mengunakan sarung tangan yang terbuat dari benang yang sama juga. Sambil menyombongkan diri menatap Lu Tian.


"Kali ini aku tidak akan kalah dari mu bocah" Tetua Bai.


"Kita lihat saja, tidak usah banyak bicara" Lu Tian kemudian mengeluarkan sayap kupu-kupu yang besar di tengahnya ada tempat untuk seseorang duduk.


"Lis kemari duduk disini" Lis gembira melompat turun dari gendongan Yin Meiyin. Lalu duduk di tempat yang di tunjuk Lu Tian.


Tetua Bai mengerutkan kening. Tidak menyangka Lu Tian punya mainan aneh lagi. Apa lagi setelah melihat layang-layang Lu Tian terbang. Semua orang kagum. Sedangkan Lis Histeris kesenangan terbang menaiki layang-layang. Sayap siluman Kupu-kupu pelangi bersinar memancarkan cahaya-cahaya indah. Lis seperti peri yang sedang terbang.


"Mama...mama..., Lis naik layang-layang" Lis kesenangan.


"Cih..., anak ini menjadikan sayap siluman sebagai layang-layang" Tetua Bai kesal.


"Anak ini benar-benar niat bertanding dengan Bai'er" Luo Xin mengingat saat menghadapai siluman kupu-kupu dia meminta agar sayapnya tidak hancur.


Tetua Bai Beraksi, layang-layangnya mulai menyerang layang-layang peserta lain. Peserta lain tidak tinggal diam mereka juga menyerang Tetua Bai.


"Bai'er.., semangat" Liu Weilin

__ADS_1


Tetua Bai bersemangat tapi sebuah tatapan tajam mengarah padanya. Anzu semalam sudah memperingatkannya jangan dekat-dekat Liu Weilin lagi.


Sekarang status keduanya sudah jelas. Anzu adalah tunangan Bai Luo salah paham Anzu sudah jelas. Anzu sebenarnya sudah memutuskan akan menerima Bai Luo, namun sebuah cerita dari Liang Mei membuatnya marah dan memusuhi Bai Luo.


Semua salah Lu Tian yang saat malam pertemuan dengan para tetua di kediaman Ketua Liang, Lu Tian dengan mengunakan topeng ilusi menyamar menjadi anak Bai Luo. Dia berteriak sangat keras memanggil-mangil Bai Luo sebagai ayahnya.


Liang Mei ingin mengetahui kedatangan Lu Tian tapi malah melihat drama palsu Lu Tian yang mengerjai Bai Luo. Liang Mei Kaget tak mengira Bai Luo sudah memiliki anak dan menelantarkan Istrinya. Bahkan dia mendengar bahwa istri Bai Luo sedang sakit tapi Bai Luo tidak perduli.


Liang Mei berlari ke rumah Anzu dengan buru-buru. Di rumah Anzu, Liang Mei menceritakan semua yang dia Lihat. Anzu sangat marah bahkan tidak mau berbicara lagi dengan Bai Luo.


Sampai hari itu Anzu melihat Bai Luo sedang berbincang dengan Liu Weilin, entah mengapa hatinya tidak bisa menahan lagi. Dia mendatanginya dan mengatakan semua kejadian yang di katakan Liang Mei. Saat itu dalam hatinya merasa balasan yang Lu Tian berikan lebih mengerikan. Dia mengatakan kepada Liang Mei bahwa Lu Tian tunangannya agar Liang Mei menghajar Lu Tian. Tapi Lu Tian hanya butuh sebuah topeng untuk menciptakan kesalah pahaman yang hampir membuatnya kehilangan Anzu.


Setelah mendengarkan penjelasan Bai Luo, bahkan Bai Luo membawa Luo Xin dan Ketua Liang untuk menjelaskan. Hingga akhirnya Anzu percaya seutuhnya. Ketua Liang juga memarahi Bai Luo, menurutnya itu karma karena membohongi Liang Mei.


Kembali ke festival layang-layang Tetua Bai sudah berhasil menghancurkan lima layang-layang. Tapi peserta lain tidak takut dengan layang-layang milik Tetua Bai. Mereka lebih takut pisau es milik Lis yang menyerang setiap layang-layang yang di lihatnya. Bukan hanya itu layang-layang milik Lu Tian seperti mengerti dimana musuh berada. Lu Tian dari bawah mengosok-gosok sebuah giok untuk mengarahkan layang-layang tersebut.


"papa..., kesana... layang-layang itu mau melarikan diri" Lis berteriak. Lu Tian segera mengaragkan layang-layangnya bergerak mengikuti layang-layang berwarna biru.


"Hihihii..., dapat" Lis tertawa senang. 'Wuuzzz...' pisau es meluncur menjebol layang-layang dan memutus benangnya.


Sepuluh layang-layang sudah menjadi korban keganasan Lis. Lis kembali meminta Lu Tian mengejar layang-layang.


"Papa..., kejar layang-layang kepala burung itu. beraninya dia menghancurkan layang-layang cantik" Lis. Lu Tian menuruti keinginan Lis. Begitu layang-layang burung masuk dalam jangkauan. Lis mengeluarkan napas es, Layang-layang langsung jatuh dan pecah berkeping-keping.


"Ye...ye..ye..., kita berhasil papa" Lis menikmati terbanh dengan layang-layang.


Tetua He pemilik layang-layang burung hanya bisa melemas. Dia membuat layang-layang burung dengan bimbingan hewan suci. Namun hanya dengan satu hembusan napas es Lis hancur berkeping-keping.


Kali ini tinggal layang-layang milik Lu Tian dan tetua Bai. Tetua Bai berusaha mengait benang layang-layang Lu Tian namun tetap menjaga jarak dari serangan Lis. Tapi sangat sulit karena layang-layang Lu Tian bisa dikontrol.


Tapi tetua Bai tidak habis akal, dia menarik benangnya dan layang-layangnya menukik tajam kemudian naik lagi. Benang layang-layang Tetua Bai berhasil menyentuh dan memutus benang layang-layang Lu Tian


"Hahaha..., berhasil bocah licik kali ini aku yang menang" Tetua Bai


"Kata siapa?" Lu Tian tersenyum.


"Benangmu sudah putus" Tetua Bai

__ADS_1


"Aturannya tidak begitu" Lu Tian


Tetua Bai melihat layang-layang Lu Tian masih terbang stabil. Dan mengejar layang-layang Tetua Bai.


"Bocah curang..., kamu pakai cara apa? kenapa layang-layangnya masih bisa stabil" Tetua Bai kaget


"Aturannya layang-layang siapa yang bisa bertahan samapai akhir dia yang menang. Dari awal benang ini cuma hiasan, Hihihihi..." Lu Tian tertawa licik.


"Papa... sedikit lagi" Lis bersemangat, Lu Tian mengarahkan layang-layangnya mengejar layang-layang Tetua Bai.


"Wuzz...wuzzz..wuzzz..." pisau es menghantam layang-layang Tetua Bai hingga jebol dan jatuh.


"Papa... kita menang. ye...ye...ye" Lis senang.


"Tidak bisa, kamu curang. Layang-layangmu tidak memengunakan benang" Tetua Bai protes.


"Hihihi..., aku belajar tehnik ini dari sinobi dunia lain" Lalu Lu Tian mengarahkan Layang-layangnya berputar sambil pelan-pelan turun. Saat sudah turun Lu Tian segera melepas tali pengikat Lis. Lis segera melompat naik ke bahu Lu Tian.


"Mama... kita menang" Lis berteriak kepada Yin Meiyin.


"Tunggu bukan kalian pemenangnya!" Tetua He


"Kenapa bisa begitu Tetua He" Lu Tian bingung.


"Lihat di sana masih ada layang-layang yang terbang" Tetua He.


Ternyata ada sebuah layang-layang yang putus namun benangnya menyangkut di pohon dan terus terbang. Namun karena jauh dan lebih asik mengejar layang-layang Tetua Bai dia tidak memperhatikan masih ada layang-layang yang bertahan.


"Itu layang-layangku..., aku yang menang" Chai Lunzi berteriak gembira. karena akan mendapat hadiah yang banyak. Terutama pusaka Bumi pedang taring serigala milik pendekar kembar yang dikalahkan Lu Tian dulu.


"Hufft..., Anak ini keberuntungannya tinggi sekali" Lu Tian.


"Papa... apakah kita kalah?" Lis


"Ya...." Lu Tian dengan wajah sedih.


"Tidak apa-apa, yang penting aku sudah menghancurkan layang-layang milik si mesum itu, Huuh..." Lis menunjuk Tetua Bai. Tetua Bai segera melarikan diri takut di hajar Lis.

__ADS_1


__ADS_2