
Disebuah gua bersama dengan 10 muridnya yang tersisa Xi Weini duduk untuk memulihkan diri. dia masih merasa kesal karena Lin Yihua ternyata berhasil menangkap serangga parasitnya dan memiliki jurus yang mampu membalik jurusnya.
karena keadaan seperti saat ini, Xi Weini mau tidak mau harus bersembunyi. sekte gunung bunga persik bukanlah sekte kecil mereka pasti sudah membuat misi untuk mencari keberadaannya.
namun hal yang lebih mengejutkan baru terlewat 1 malam. sudah ada 2 orang muncul di depan mulut Gua.
"guru tempat persembunyian kita sudah ketahuan, ada 2 pendekar bertopeng muncul di pintu gua. kami tidak bisa memeriksa tingkatan mereka. sebaiknya guru pergi lewat jalan rahasia. biar kami yang mengurus disini" kata salah satu muridnya
"baik, kalian jangan memaksakan diri. lebih baik menyerah bila tidak bisa mengalahkan mereka" Xi Weini
"baik guru, kita akan sebisanya mengulur waktu" murid Xi Weini
Xi Weini persama dengan 2 muridnya pergi melalui jalan rahasia. baru berjalan beberapa langkah Xi Weini kaget karena Lin Yihua sudah berdiri menghadang jalannya.
"kamu pikir bisa melarikan diri, setelah menyakiti murid- muridku?" Lin Yihua
" ba...ba...bagaimana kamu bisa tau tempat persembunyian kami?" Xi Weini
"kamu pikir hanya kamu yang bisa berbuat licik?" Lin Yihua
...****************...
kemarin setelah mengobati murid yang terluka.
"Tian'er merpati sudah kembali" Luo Xin
"Nenek Lin bisakah menyiapkan kertas" Lu Tian
setelah kertas disiapkan, Lu Tian segera memasang alat tulis di kaki merpati. lalu merpati mulai menggambar sebuah gua di sebuah hutan.
"tetua Lin sebaiknya istirahat malam ini, besok kita ke persembunyian mereka" Luo Xin
keesokan harinya Lu Tian, Luo Xin, Lin Yihua berangkat ke lokasi persembunyian musuh. tidak jauh dari persembunyian musuh Luo Xin memerintahkan berhenti lebib dulu.
"Tian'er sebaiknya periksa dulu gua itu apa masih ada pintu keluar lain" Luo Xin
"Baik Guru" Lu Tian kemudian mengeluarkan tikus, segera tikus diam- diam memasuki gua.
beberapa menit kemudian tikus kembali.
"Nenek Lin, ikuti tikus ini dia akan menunjukan jalan ke pintu lain, kami akan mengacau lewat pintu utama" Lu Tian memberikan makanan ke tikus lalu kembali melepasnya
__ADS_1
Lu Tian dan Luo Xin memasuki Gua dan disambut 7 gadis cantik. "siapa kalian, ada perlu apa kemari?" murid Xi Weini
"maaf nona- nona, saya tidak punya keperluan dengan kalian. segera panggil guru kalian keluar atau kami paksa dia keluar" Lu Tian mengancam
"beraninya kalian, serang mereka" Murid Xi Weini
"Tian'er, kuserahkan padamu" Luo Xin
"huff... dasar keras kepala" Lu Tian melepaskan aura dewa. semua murid yang menyerang langsung berlutut." panggil guru kalian keluar atau kalian mati" Lu Tian melepaskan salah satu murid Xi Weini.
murid Xi Weini langsung berlari menuju tempat gurunya berada.
saat ini Xi Weini sedang bertarung dengan Lin Yihua. tubuhnya yang masih terluka membuatnya tidak bisa berbuat banyak. dua murid yang tadi membantunya sudah terbaring tidak sadarkan diri.
"aku menyerah. tolong ampuni aku" Xi Weini terbaring di tanah dengan mulut berdarah. serangan Lin Yihua menambah parah luka dalamnya.
"kamu pikir aku akan membiarkanmu hidup? pengguna jurus terlarang sepertimu wajib mati" Lin Yihua
"kalau begitu aku hanya bisa melakukan ini" Xi Weini mengeluarkan jurus pemanggil.
Lin Yihua menyerang Xi Weini namun seranganya di tahan oleh siluman kupu- kupu. kemudia siluman berbentuk wanita bersayap menyedot semua energi Xi Weini sampai tak bersisa dan mati.
"huh..., mengorbankan diri untuk makanan siluman" Lin Yihua bergumam pelan dan bersiaga. siluman 10 ribu tahun. dia tidak yakin bisa mengalahkannya sendiri.
"lebih baik mati dari pada menjadi muda dengan mengambil nyawa orang lain" Lin Yihua
"kalau begitu bersiaplah mati" siluman kupu- kupu menyebarkan serbuk racun. dan menyerang Lin Yihua
Lin Yihua segera menahan napas dan menahan serangan siluman, kekuatan siluman juga tidak bisa dianggap enteng. salah sedikit saja bisa membunuhnya.
Lin Yihua mengeluarkan segenap jurus pedangnya. " tarian bunga persik: kelopak mimpi" kelopak bunga tersebar tertiup angin dan menyerang siluman. siluman mengepakan sayapnya terbang. untuk menghindari serangan Lin Yihua.
"Sial, racun siluman ini tidak medah ditahan. aku harus bergegas menyelesaikan pertarungan ini" pikir Lin Yihua
"sepertinya racunku sudah mulai bekerja. apa kamu tau racun apa itu?" siluman kupu- kupu
"aku tidak perduli. aku akan segera membunuhmu" Lin Yihua bergerak cepat dan melancarkan tebasan ke leher siluman. Lin Yihua merasakan keanehan tiba- tiba gerakannya kaku, lalu tidak bisa bergerak.
"hahaha.... apa kamu pikir racunku masuk lewat pernapasan? racun itu adalah racun pengendali darah. dia bisa masuk lewat luka yang ada di sekujur tubuh. setelah masuk aku bisa dengan mudah mengendalikan tubuhmu. sekarang jangan melawan lagi. aku akan mengendalikanmu. hahaha..." siluman kupu- kupu.
tubuh Lin Yihua bergerak mengikuti arahan siluman. menari- nari, dan bergerak tanpa bisa di kontrol lagi. Lin Yihua mulai pasrah. namun tiba- tiba tubuhnya bisa dikontrol kembali tapi tubuhnya lemas, saat dia melihat ke arah siluman. seorang pria bertopeng bertarung dengan siluman kupu- kupu di udara.
__ADS_1
"guru aku serahkan siluman itu, aku akan membawa nenek Lin untuk di obati" Lu Tian turun dari langit dan mendarat di samping Lin Yihua.
"Tian'er terimakasih kalian datang tepat waktu" Lin Yihua senang karena bantuan datang tepat waktu
"untung saja bos tikus cepat melapor, sekarang kita menyingkir dari sini. biar guru yang tangani siluman itu" Lu Tian mengangkat tubuh Lin Yihua yang masih lemas dan membawanya terbang jauh.
"Tian'er kamu juga bisa terbang?" Lin Yihua kaget
"hehehe..., tentu saja bisa. guru saja bisa" Lu Tian tersenyum
"jangan- jangan kalian pendekar misterius yang menghancurkan aliansi hitam yang ingin mengambil pusaka di sekte racun murni?" Lin Yihua
"Nenek Lin tidak usah pikirkan itu, sekarang kita obati racun di tubuh nenek" Lu Tian
di posisi Luo Xin. pertarungan berlangsung cukup sengit, mereka sudah bertuar puluhan jurus, namun Luo Xin masih terlihat santai, bahakan berhati- hati dalam menyerang. sedangkan siluman kupu- kupu kesulitan melawan Luo Xin, bahkan terluka cukup parah. Luo Xin melepaskan tebasan kuat ke arah siluman. siluman kupu- kupu melepaskan racun, namun racun tersebut tentu bukan apa- apa bagi Luo Xin. karena dia tahu kelemahan serangan racun tersebut. jadi hanya dengan sekali kibasan serangan racun gagal.
"mau menyerang dengan jurus seperti itu, bahkan ratu siluman kupu- kupu juga tidak mampu melukaiku" Luo Xin
"apa...!!, kamu pernah bertarung dengan ratu? siapa kamu sebenarnya?" siluman kupu- kupu
"apa kamu punya hak bertanya?" Luo Xin kemudian menghilang dan melepaskan jurusnya. tebasan cepat melukai tubuh siluman dan sebelah sayapnya rusak. siluman yang tidak bisa menjaga keseimbangan terjatuh ketanah dan muntah darah.
siluman mencoba bangun namun Luo Xin audah ada di belakang menebas leher siluman hingga lepas dari badannya.
"Ahh..., sebelah sayapnya rusak, apa masih bisa di pakai?, sudahlah biar Tian'er saja yang pilih" Luo Xin kemudian memasukan jasad siluman ke dalam cincin.
Luo Xin baru sampai di tempat Lu Tian yang sedang memanggang kelinci, sedangkan Lin Yihua sedang memulihkan tenaga setelah mendapat pengobatan.
"guru, apakah guru membawakan sayapnya?" tanya Lu Tian bersemangat
"Tian'er, aku membawakan jasadnya pilihlah sendiri bagian mana yang bisa di manfaatkan" Luo Xin lalu mengeluarkan jasad siluman.
"sayang sekali sayapnya hanya 1 yang utuh, sepertinya tidak bisa dipakai" Lu Tian
"memangnya sayapnya mau di jadikan apa?" Luo Xin penasaran
"ini guru, saya mau bertaruh dengan tetua Bai, kita mau beradu layang- Layang" Lu Tian sedikit kecewa
Luo Xin tersedak mendengar jawaban Lu Tian dan langsung melempar Lu Tian dengan daging kelinci yang masih panas. "Tian'er, kamu mau membuat guru mati? aku pikir sayap siluman itu bisa dijadikan obat, coba saya tau dari awal saya tidak perlu berhati- hati agar tidak merusak sayap siluman itu" Luo Xin Marah.
"ampun guru. maaf..." Lu Tian lari bersembunyi
__ADS_1
"dasar murid kurang ajar" Luo Xin kesel
"Nenek Lin Tolong..." Lu Tian bersembunyi di balik Lin Yihua.