
setelah menyelidiki setiap tempat dan memantau peta kekuatan musuh, rencana pembasmian akan di jalankan. Luo Xin yang menyamar sebagai anggota serigala merah menghampiri Lu Tian yang menyamar sebagai Putri Yin
"apakah sudah mengirim petunjuk?" tanya Luo Xin
"sudah merpati sudah beberapa waktu lalu terbang untuk membawa yang lainya kesini, tapi apa perlu bantuan mereka? sepertinya ini hanya markas kecil" Lu Tian
"kita hancurkan dulu yang disini. bosnya jgn di bunuh nanti kita serahkan ke tentara kerajaan, atur mereka jangan ribut, jangan bergerak sampai kita selesai mengurus musuh" perintah Luo Xin
"baik guru" Lu Tian
Lu Tian berbicara dengan tawanan
"semuanya tolong jangan berisik dan jangan bergerak dari sini sampai bantuan datang. saya pendekar yang ingin menyelamatkan kalian, apa kalian paham, bila paham anggukan kepala" dengan suara kecil Lu Tian
lalu berubah ke mode topeng. membuka baju wanita dan memberikan pada tawanan yang tidak memakai busana.
"bantu mereka tutupi yang perlu di tutup" ucap Lu Tian dengan suara kecil.
Lu Tian mengendap- endap dan melemparkan pisau ke penjaga yang lengah. lalu menyembunyikan mayatnya. tidak lupa melepas bajunya untuk di berikan ke tawanan yang tak berbusana. berlari pelan lalu melemparkan pisau ke leher musih
"hah... capek sekali sembunyi- sembunyi" gumam Lu Tian lalu mengaktifkan mode panah energi, berlari cepat sambil memanah setiap musuh yang terlihat. musuh panik melihat kekacauan yang di buat lonceng peringatan di bunyikan musuh mulai berdatangan. sementara Lu Tian mengincar musuh yang menjada menara pengamatan yang memakai panah, satu per satu tumbang. tidak ada lagi musuh pengguna panah
sementara di dalam ruangan 5 orang tetua dan 1 pemimpin kelompok tetap asik minum sambil di temani wanita, tiba- tiba pintu di buka dan seorang pria bertopeng masuk
"siapa kamu?bagaimana bisa masuk?" tanya pemimpin kelompok. sedangkan wanta yang menghibur ketakutan
__ADS_1
"kalian yang membawaku ke sini, dan aku adalah kematianmu" jawab Luo Xin lalu melepas aura naga
seketika 5 tetua terduduk merasakan tekanan aura naga, sedangkan pimpinan kelompok merasakan tubuhnya berat seperti membawa beban batu.
1 jam sebelumnya di tempat peristirahatan putri Yin dan Bing Yu sedang menunggu tanda yang dikirimkan Lu Tian
"apa tidak terjadi masalah pada mereka?" putri Yin cemas akan keadaan Lu Tian
tidak beberapa lama burung merpati mendarat di tanah sambil meloncat loncat
"guru itu tanda yang dikirimkan" putri Yin bersemangat.
" semuanya ikuti merpati itu terbang " perintah Bing Yu. "sekte pedang bayangan memiliki keahlian seperti ini, mereka tidak bisa di anggap enteng. bisa berteman dengan mereka akan membawa keberuntungan" pikir Bing Yu sambil mengikuti merpeti yang terbang
"hanya aura dewa sajah sudah begini" Lu Tian dengan cepat menebaskan pedang ke penjahat yang kaku karena efek aura dewa belasan orang yang mengepung seketika tewas. tidak menunggu mereka menyerang Lu Tian sudah sampai di depan kelompok musuh sambil melepas aura dewa. tidah perlu menebas, mereka seperti sekelompok kertas terkena air, lemas lalu tumbang. "kelas perunggu, sepertinya mereka masih bisa didik dengan benar" gumam Lu Tian
musuh yang lain yang melihat kekuatan Lu Tian mulai ketakutan. jadi Lu Tian hanya mengancam
"Lebih baik menyerah, jika masih melawan saya jamin kalian menjadi mayat, buang senjata kalian dan pergi jangan bergabung lagi dengan kelompok jahat seperti ini" teriak Lu Tian
melihat dari aura mereka banyak diantara mereka yang baru bergabung jadi aura yang di tunjukan masih ada yang hijau beberapa yang kehilangan semangat bertarung memilih membuang senjata dan berdiri di sebelahku.beberapa lainya yang memiliki aura merah langsung di serang oleh Lu Tian dalam sekejap tumbang bantu teman- temanmu yang pingsan ajak mereka keluar kelompok jahat ini mayoritas yang pingsan memiliki aura hijau jadi dengan sedikit bukukan akhirnya memilih menjadi lebih baik.
"kalian yang masih hidup bantu kubur atau bakar teman kalian yang mati. nanti akan ada orang sekte kami yang datang bagi kalian yang mau menjadi lebih baik bisa menjadi murid sekte disana. meskipun tidak harus menjadi pendekar hebat kalian masih bisa memilih jadi pendekar baik" Lu Tian menasehati
tidak lama dari dalam ruangan Luo Xin keluar sambil menyeret ketua kelompok yang di penuhi lebam dan pingsan. ketua kelompok tersebut kemudian diikat. sesuai arahan Lu Tian mereka yang masih hidup mengumpulkan mayat- mayat untuk dikuburkan. tawanan sudah di bebaskan, ada yang ingin kembali ke keluarga di desa - desa terdekat, ada yang ingin belajar di sekte jadi mengikuti kelompok yang masih hidup. hasil jarahan kelompok serigala merah di bagikan ke orang- orang dan tawanan yang selamat
__ADS_1
saat kelompok bantuan datang permasalahan sudah selesai. putri Yin berlari memeluk Lu Tian. Luo Xin menceritakan apa yang terjadi. mantan anggota serigala merah yang masih hidup dan tawanan yang selamat mengikuti rombongan samapai desa terdekat. Lu Tian mengirim pesan untuk menjemput orang- orang yang ingin menjadi anggota sekte.
lalu rombongan melanjutkan perjalanan menuju ibukota Louyang
******
beberapa hari kemudian rombongan sampai di ibukota Louyang karena mengikuti Putri Yin tidak ada pemeriksaan ketat meskipun Luo Xin dan Lu Tian memakai topeng. sesampainya di kediaman pangeran mahkota Yin Jun kami disambuat oleh Jendral Wu. jendral Wu membawa kami menemui pangeran mahkota karena racun kelabang malam suasana kediaman pangeran mahkota tertutup agar cahaya matahari tidak masuk. begitu melihat kedua orang tuanya putri Yin berlari memeluk ayah dan ibunya begitu juga dengan adiknya juga ikut memeluk kakaknya. setelah selesai keluarga yang melepas rindu Luo Xin mulai membuka pembicaraan
"Hormat kepada pangeran mahkota" Luo Xin
"Hormat kepada pangeran mahkota" Lu Tian
"perkenalkan nama saya Luo Xin dan ini Lu Tian kami adalah tetua sekte pedang bayangan. kami kemari atas informasi Jendral Wu mengenai musibah racun kelabang malam" Luo Xin
"terimakasih atas kedatangannya, apakah tetua Luo yakin bisa mengobati racun kelabang malam?" Yin Jun
"untuk masalah ini mohon di dengarkan dahulu penjelasan tetua kecil ini"
"tuan pangeran mahkota, saya yakin bisa mengeluarkan racun kelabang malam, namun dalam prosesnya akan sangat menyiksa. karena merasakan sensasi seperti terbakar. untuk orang dewasa mungkin masih bisa menahanya. tapi untuk anak- anak saya harus mengukur tingkat keparahan, usia, dan beberapa faktor lain. apakah penjelasan saya bisa di pahami" Lu Tian menjelaskan
"seberapa sakit rasanya?" tanya pangeran Yin Jun
"Putri Yin Meiyin, seberapa panas memakan tanaman kemarin?" tanya Lu Tiang
"sangat panas, seperti meminum air yang masih mendidih" putri Yin
__ADS_1