
Tang In dan Tang Bixu terengah-engah menghadapi Lu Tian yang tidak memberi sedikitpun kesempatan untuk mereka mengisi tenaga sejenak.
Tang In mencoba menghentikan pendarahan di tangannya. Dimana sebelah tangannya hilang akibat serangan Lu Tian.
Tang Bixu masih beradu beberapa jurus dengan Lu Tian. Tang Bixu membawa Lu Tian lebih jauh agar Tang In secepatnya bisa menghentikan pendarahan. namun taktik tersebut sudah terbaca oleh Lu Tian.
Tang Bixu berlari menjauhi Lu Tian, namun Lu Tian justru menghilang. Tang In memakan beberapa jenis pil. namun belum sempat di telan. Justru dimuntahkan kembali bersama darah segar.
Tang In memandang bilah pedang yang keluar di dadanya.
"bagaimana bisa kamu begitu cepat?" Tang In hanya bisa tercengang beberapa detik lalu dia melihat Lu Tian masih mengejar Tang Bixu. Namun kali ini sudah muncul menusukan pedang di belakangnya.
"Untuk apa kamu bertanya seperti itu? apa kamu tidak memperdulikan nyawamu lagi" Lu Tian
"Apa kamu pikir dengan membunuh kami, kamu dapat menghancurkan organisasi Tujuh Menara Harta?" Tang In tersenyum menyadari tidak mungkin menang melawan monster ini.
"Setidaknya aku melemahkan kekuatan kelompokmu" Lu Tian.
"Masih banyak monster kuat melebihi dirimu, apa kamu pikir dengan mencapai pendekar bumi sudah mampu menghancurkan kami? banyak pendekar bumi di kekaisaran Tang dan Wei. Bahkan ada yang melebihi tingkatan bumi" Tang In.
"Kalau begitu, terimakasih atas saranmu" Lu Tian kemudian memasukan energi api Phoenix ke pedangnya dan mengarahkan pedangnya menuju kepala Tang In.
Tang In terbelah dari dada hingga kepala kemudian rebah ke tanah. Lu Tian mengambil kristal siluman, dan beberapa sumber daya yang ada di kantong Tang In tidak lupa mengambil pedang pusaka yang ada di tangannya. Api Phoenix membakar jasad Tang In.
"Akkhhhhhh........., kamu membunuh adikku...." suara kemarahan terdengar dari kejauhan. Tang Bixu melesat menuju Lu Tian.
Lu Tian langsung menyambut serangan Tang Bixu. 'Trang...' 'Duar...duarr..duarr' benturan serangan demi serangan antara Lu Tian dan Tang Bixu menciptakan ledakan-ledakan energi.
"Hari ini aku akan mengambil nyawamu" Tang Bixu menelan kristal siluman. Hari ini dia bertekat, tidak perduli apapun yang terjadi harus membawa Lu Tian mati bersamanya.
***
Pertempuran di sekte menara bayangan sedikit mereda. Para pendekar dari sekte gunung bunga persik membawa beberapa pendekar yang sudah menyatakan menyerah.
Namun saat membawa pendekar aliran hitam tersebut, tiba-tiba dua pendekar aliran hitam mengamuk dan mampu melepaskan diri dari ikatan.
Beberapa pendekar mencoba menangkap dan mengikat kembali kedua pendekar tersebut. Namun pendekar aliran hitam tersebut justru berhasil menyerang pendekar dari gunung bunga persik hingga menderita beberapa luka serius.
__ADS_1
Luo Gu dan Zheng Furu segera mendatangi pendekar yang sedang mengamuk tersebut. Rupanya kedua orang tersebut sudah lebih dahulu menelan kristal siluman sebelum menyerah.
Kedua pendekar tersebut adalah Biun Gong dan Song Pingping merupakan dua tetua sekte menara bayangan. Setelah berhasil lolos keduanya menyerang semua orang di sekitarnya.
Tidak peduli pendekar putih atau pendekar hitam. bahakan pendekar yang sudah menyerah juga menjadi target pembantaian. Puluhan pendekar dari sekte gunung bunga persik terluka.
"Tarian Bunga Persik: Hembusan angin musim semi" Luo Gu menyerang Biun Gong hingga terlempar cukup jauh.
Sedangkan Zheng Furu menahan tapak api Song Pingping yang menyerang pendekar Gunung bunga persik yang sudah terluka parah.
Disisi lain sepasang pendekar bertopeng terlihat seperti menari. Dengan dua pedang kembar namun beda warna melakukan gerakan jurus untuk menyegel Iblis Mulan.
Perpaduan perasaan sepasang kekasih yang memiliki ikatan yang dalam. Energi yang terkumpul di salurkan kedalam pedang. Kemudian keduanya melesat cepat menuju Iblis Mulan.
Energi yang kuat dari dua pasangan pedang dapat dirasakan oleh Iblis Mulan. Iblis Mulan yang merasakan bahaya secepatnya melarikan diri. Kedua pasangan tersebut berteleportasi mengejar Iblis Mulan.
Iblis Mulan yang sedang berlari menjauhi pasangan pendekar tersebut tiba-tiba merasakan bahaya dari arah depannya. Firasat Iblis Mulan tepat, Zhu Xinxin dan Feng Qixui muncul di hadapannya dan menusukan pedang. Iblis Mulan merespon cepat dengan menahan kedua pedang tersebut dengan kuku-kuku jarinya yang juga setajam dan sekuat pedang.
'Tring...trang...tring..' nampak terdengar benturan logam ketika kuku Iblis Mulan berbenturan dengan pedang Zhu Xinxin dan Feng Qixui.
Melihat hal tersebut Zhu Xinxin dan Feng Qixui mengalirkan lebih banyak tenaga dalam dan juga menambahakan ryo. Keduanya menebaskan pedang bersamaan.
Melihat serangannya berhasil, Zhu Xinxin dan Feng Qixui melesatkan tusukan ketubuh Iblis Mulan. 'Zreettss....' sepasang pedang menusuk tembus dada kanan dan kiri Iblis Mulan.
Zhu Xinxin dan Feng Qixui berpegangan tangan untuk mengaktifkan kemampuan khusus Pedang Pasangan Suci Mou dan Lian. Setelah keduanya berpegangan tangan, energi dari pedang mengalir ketubuh keduanya mata Zhu Xinxin dan Feng Qixui berubah putih. Di belakang Zhu Xinxin dan Feng Qixui muncul arwah kedua suami istri Mou dan Lian.
Mou dan Lian merupakan salah satu murid pendekar legenda yang mendedikasikan dirinya untuk membasmi iblis. Kedua pedang yang di berikan pendekar legenda mempunyai kemampuan khusus untuk menyegel iblis dengan syarat kedua pedang tertancap di tubuh iblis lalu sepasang kekasih yang saling mencintai menyatukan energi untuk mengaktifkan formasi penyegelan. Hanya sepasang kekasih yang saling mencintai yang bisa menggunakan kemampuan tersebut.
Formasi penyegelan terbentuk sepasang suami istri Mou dan Lian membuka gerbang neraka. Lalu menarik roh iblis mesuk ke dalam gerbang neraka. Beberapa menit kemudian roh iblis telah berhasil sepenuhnya masuk gerbang neraka. Suami istri Mou dan Lian langsung menutup gerbang neraka kemudian menghilang.
Jasad Iblis Mulan perlahan hancur menjadi abu. Bersamaan dengan hancurnya Iblis Mulan, Zhu Xinxin dan Feng Qixui jatuh ketanah dengan tangan yang saling berpegangan satu sama lain.
Zhu Xinxin dan Feng Qixui membuka mata mereka saling berpandangan. Meskipun mereka memakai topeng mereka bisa melihat senyum manis yang terpampang di wajah keduanya.
Pegangan tangan mereka semakin kuat, serasa tidak ingin dipisahkan. Namun suasana romantis yang mereka bangun harus sirna karena suara di sekitarnya.
"Apa kalian sudah selesai bermesraannya?" Wang Xuxing
__ADS_1
"Huss..., kenapa sih mesti diganggu" Gao Nian mencubit Wang Xuxing
"Aa..aaa, kok malah dicubit" Wang Xuxing
"Apa suka kalau lagi bermesraan di ganggu? huh... dasar tidak peka" Gao Nian, sedangkan Wang Xuxing hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Zhu Xinxin dan Fang Qixui segera melepaskan tangan dan saling menatap.
"Apa yang kamu lakukan, apa kamu sengaja mengambil keuntungan?" Zhu Xinxin marah
"Siapa juga yang ngambil keuntungan dari wanita gila" Fang Qixui
"Kamu yang laki-laki gila" Zhu Xinxin mengeluarkan kipas
"Kamu pikir aku takut dengan kipasmu?" Feng Qixui
Sedangkan Wang Xuxing dan Gao Nian melihat mereka hanya bisa menggeleng. terlihat Zhu Xinxin menyerang Fang Qixui dengan jurus kipas sedangkan Fang Qixui menangkis serangan dengan tameng.
"Sudah...sudah..., kalian tidak perlu bersandiwara lagi" Wang Xuxing kesal, seketika perkelahian sepasang kekasih tersebut berhenti dan menatap Wang Xuxing.
"Apa maksudmu, jangan ikut campur" Zhu Xinxin marah
"Xin'er kami sudah tau, kalian itu kekasih. jadi tidak perlu sandiwara lagi" Gao Nian
"Aku jadi kekasihnya, lebih baik jadi perawan tua" Zhu Xinxin membuang muka enggan menatap Fang Qixui
"Chen'er sudah menceritakan semua, dan setiap kali kalian berkencan kami juga mengikuti" Gao Nian tersenyum. Expresi Zhu Xinxin dan Feng Qixui memburuk.
"Chen'er ce..ce..cerita apa?" Feng Qixui berpura-pura tidak tahu.
"emm..., pertama kali kalian bermesraan setelah lepas dari hukuman" Wang Xuxing.
Zhu Xinxin memerah, selain menahan marah dia juga menahan malu. bergegas dia pergi menjauh dan menarik tangan Feng Qixui.
"Anak ini memang tidak bisa dipercaya, awas kalau nanti ketemu" guman Zhu Xinxin
"Jadi apa kita harus terus bersandiwara?" Feng Qixui
__ADS_1
"Sudah ketahuan untuk apa ditutupi lagi. Selesai masalah ini ayo kita menikah" Zhu Xinxin masih dengan nada emosi.