
"Kami dari sekte naga hitam. Kami disuruh mengumpulkan banyak laki-laki dan dikirim ke wilayah Longtou" Salah satu pendekar
"Terimakasih" Lu Tian menghilang dan kembali ke samping Yin Meiyin. Sedangkan semua pendekar dari Sekte Naga Hitam rebah ke tanah dengan dada tertusuk pedang.
"Sayang, saatnya bermain drama" Lu Tian.
*
Ditengah lapangan puluhan pendekar sedang mengatur puluhan laki-laki yang merupakan warga desa. Namun dari kejauhan anggota mereka berlari dengan terengah-engah.
"Ada apa denganmu?" Sang Ketua Kelompok bertanya
"Sebaiknya kita kembali, lebih dulu ada seorang pendekar bertopeng yang bisa terbang sedang menuju kemari. Bila terlambat kita bisa mati seperti yang lainnya" Anggotanya menjelaskan dengan terengah-engah.
"Apa pendekar yang bisa terbang?" ketua kelompok
"Ia" Anggota itu masih terengah-engah.
"Semuanya sebaiknya kita segera pergi, tinggalkan saja mereka. Mereka hanya akan memperlambat kita" Perintah Ketua Kelompok.
Mereka segera pergi dari desa menuju tempat persembunyian mereka. Di sebuah gua di dalam hutan. Lu Tian yang saat itu menyamar memerintahkan tikus dan burung pemantau mengikuti ketua kelompok yang akan pergi melapor.
Yin Meiyin menghubungi Lu Tian melalui giok. "Sayang, bagaimana keadaan di sana?" Yin Meiyin
"Saya di markas mereka di dalam gua, di sini masih terkendali, ada sekitar seratus orang dikurung di sini. Saya akan mengurus mereka" Lu Tian
"Papa... Aku juga mau ikut. Awas kalau papa bersenang-senang sendiri. Aku akan menggagu waktu papa bermesraan" Lis
"Hufffttt..., Sayang kemarilah" Lu Tian hanya bisa menghela napas.
Yin Meiyin segera teleport ke posisi Lu Tian. Lis segera keluar saat sampai. Lu Tian segera memasang formasi penghalang di mulut gua.
"Lis waktunya bersenang-senang" Lu Tian tersenyum. sedangkan Lis bersemangat.
Lis segera bergerak menuju para penjahat. Para penjahat kaget melihat gadis kecil berwajah imut mendekati mereka.
"Anak kecil dari mana ini, Oi... siapa yang membawa anak kecil kemari?" Salah satu penjahat bertanya pada temannya yang lain. Sementara penjahat yang lain juga bingung.
Lis berlari menuju penjahat dan melompat menampar kepala penjahat. Penjahat yang terkena tamparan Lis langsung terlempar jauh dan tidak sadarkan diri.
Tanpa menyentuh tanah Lis kembali melompat menuju penjahat lainnya menendang hingga mengalami pergeseran rahang. Lu Tian berjalan santai menuju tempat tawanan dan menghancurkan gembok-gembok penjara dan melepaskan ikatan-ikatan para tahanan.
Yin meiyin memeriksa setiap sudut gua, mencari kristal siluman, Harta benda, atau pusaka yang dimiliki para penjahat. Tidak ada kristal siluman yang ditemukan tapi ada banyak senjata dan harta hasil jarahan penjahat. Yin Meiyin mengambil barang-barang tersebut.
Lalu di salah satu ruangan terdapat beberapa wanita yang suaminya dibunuh karena menolak mengikuti penjahat. Ada beberapa yang kondisinya memprihatinkan dan mengalami gangguan kejiwaan.
Yin Meiyin sangat marah. Yin Meiyin kembali bersama para wanita-wanita itu dan mendapati Lis masih asik melompat dari satu penjahat ke penjahat lain untuk menghajar mereka. Tidak lama kemudian Lis kembali menuju pelukan Yin Meiyin.
Lu Tian bersama tawanan lain berjalan menuju Yin Meiyin. Para tawanan kaget melihat para penjahat sudah pingsan dengan kondisi babak belur.
"Kalian tunggulah dulu disini, saya akan memeriksa mereka" Lu Tian. Lalu memeriksa barangkali ada yang membawa krilstal siluman. Namun tidak menemukan apa-apa. Hanya beberapa koin dan senjata.
Lu Tian keluar gua dan mendapati laporan burung dan tikus, lokasi sekte Naga Hitam yang ada di lembah Bukit Mendung.
__ADS_1
"Kalian kembalilah ke desa masing-masing. Anggota sekte Pedang Bayangan akan mengawal kalian sampai ke desa" Lu Tian.
"Kalian bawalah ini" Yin Meiyin membagikan sedikit uang hasil jarahan kepada tawanan. Terutama kepada wanita yang menjadi korban para penjahat.
Setelah itu mereka segera kembali ke desa masing-masing. Dengan di kawal anggota sekte pedang bayangan. Sementara Lu Tian menunggu ketua kelompok tersebut kembali.
Malam harinya ketua kelompok kembali. Namun dia kaget mendapati teman-temanya dalam kondisi mengenaskan. Dia segera ingin melarikan diri namun seorang pria yang mirip dirinya menghadangnya di mulut gua.
"Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan?" Ketua kelompok.
"Dimana kristal siluman disimpan?" Lu Tian
"Aku tidak tau" Ketua kelompok
"apa benar?" Lu Tian
"Saya benar-benar tidak tahu. Saya bukan anggota mereka, saya mendapat laporan penculikan dari sekitar desa dan memeriksa ke sini, tapi ternyata tawanan sudah tidak ada" Pemimpin kelompok mencoba berbohong.
"Ohh..., kamu pintar juga mengarang cerita ya?" Lu Tian lalu berubah ke tampilan orang sebelumnya.
"Ka...ka..kamu?" Pemimpin kelompak ketakutan. Lu Tian segera bergerak dan memasukan obat kejujuran ke mulut ketua kelompok tersebut. Setelah dirasa obat mulai bekerja. Lu Tian memulai introgasi
"Apa tugas Sekte Naga Hitam?" Lu Tian
"Kami hanya bertugas mengumpulkan laki-laki untuk dibawa ke suatu tempat bernama Longtou" pemimpin kelompok.
"Apa yang akan kalian lakukan di Longtou?" Lu Tian.
"Saya tidak tahu" Pemimpin kelompok.
"Saya tidak tahu, setelah terkumpul ketua sendiri yang akan membawa mereka" Pemimpin kelompok
"Siapa yang mengetahuinya?" Lu Tian
"Mungkin hanya ketua sekte" Pemimpin kelompok
"Kalau begitu, terimakasih" Lu Tian tersenyum, dan kepala pemimpi kelompok sudah lepas. Lu Tian memeriksa mayat pemimpin kelompak dan menemukan beberapa keping koin dan potongan kecil kristal siluman.
Lu Tian keluar gua. Yin Meiyin muncul di samping Lu Tian.
"Bagaimana sayang?" Yin Meiyin.
"Sepertinya kita harus menyerang Sekte Naga Hitam dan menangkap Ketua Sekte mereka" Lu Tian.
"Kalau begitu, kita segera berangkat. Semakin cepat kita menemukan lokasi kristal tersebut semakin banyak nyawa terselamatkan" Yin Meiyin.
Mereka segera terbang menuju lokasi Sekte Naga Hitam di pandu oleh burung merpati. Beberapa jam kemudian, mereka mendarat tidak jauh dari gerbang Sekte Naga Hitam.
"Sayang biar saya saja yang masuk. Tolong awasi situasi sekitar sekte" Lu Tian. Yin Meiyin segera menghilang.
Lu Tian memasuki gerbang sekte dengan wajah ketua kelompok.
"Kakak Lee cepat sekali kembali?" Salah satu murid Sekte Naga Hitam
__ADS_1
"Aku buru-buru harus melaporkan sesuatu yang gawat pada ketua" Lu Tian.
"Ketua sedang keluar" murid Sekte Naga Hitam
"Dia sedang mau melaporkan masalah yang kakak laporkan sebelumnya" kata murid Sekte Naga Hitam yang lain.
"Gawat aku harus mencegah Ketua, kita telah di tipu" Lu Tian.
"Siapa yang tahu kemana Ketua pergi" Lu Tian.
"Mungkin Tetua Ji tahu" murid Sekte Naga Hitam
"Baik, cepat panggilkan Tetua Ji, bilang kita harus segera mengejar Ketua" Lu Tian.
Murid tersebut panik dan segera memanggil Tetua Ji.
"Apa yang terjadi, kenapa panik sekali" Ji Num
"Tetua Ji, kita harus segera menyusul Ketua, semua sandra yang sudah kita kumpulkan di bawa oleh orang dari sekte aliran hitam. Mereka membunuh semua anggota kelompokku aku takut Ketua hanya di jebak" Lu Tian.
"Kalau begitu ayo kita lekas menyusulnya" Ji Num.
Lu Tian dan Tetua Ji bergegas menyusul Ketua sekte Naga Hitam. Tapi di tengah perjalanan dia berhenti, lalu tiba-tiba mengukur tingkatan pendekar Lu Tian. Karena tidak bisa mengukurnya dia langsung waspada.
"Siapa kamu sebenarnya?" Ji Num.
"Ahh..., kamu menyadarinya ternyata?" Lu Tian lalu berubah ke tampilan asli dengan wajah bertopeng.
"Kamu anggota sekte pedang bayangan" Ji Num.
"Bagus kalau begitu, aku tidak perlu menjelaskan" Lu Tian. Kemudian melepaskan aura Dewa Naga.
Ji Num yang baru mencapai pendekar suci gerbang pertama, tidak kuat menahan aura Dewa Naga dan langsung terduduk.
"Silahkan pilih sendiri mau jujur atau mati?" Lu Tian.
"Aku memilih mati" Ji Num.
"Ohh..." Lu Tian menghilang dan mencekik Ji Num dan memasukan obat kejujuran namun obat ini khusus untuk pendekar suci. Lalu mengikat tubuh Ji Num dengan tali yang sudah diberi formasi.
"Apa yang kamu berikan padaku?" Ji Num
"Kita lihat apa kamu akan memilih mati atau jujur?" Lu Tian. Sedangkan Ji Num baru merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya.
"Kemana tujuan Ketua sekte Naga Hitam?" Lu Tian
"Aaakkkkhhhh....." Ji Num menahan tidak ingin menjawab namun rasa sakit mengerikan menyerang otaknya.
"Ke Sekte Teratai Racun" Ji Num.
"Dimana lokasi Sekte teratai racun dan dimana Longtou" Lu Tian
"Akkhhhh..., Teratai racun ada di Hutan Monyet, Longtou saya tidak tahu" Ji Num.
__ADS_1
"Seandainya kamu menurut dari awal mungkin aku akan membunuhmu dengan cepat tanpa rasa sakit" Lu Tian kemudian menusukan jarum dengan racun pelemas otot dan memasukan serangga pemakan daging. Lu Tian melepas ikatan tali, kemudian Lu Tian pergi.
"Aaakkkkhhhhhhh......." Ji Num berteriak kesakitan namun tidak mampu melawan. Jika saja dia tidak terkena racun pelemas otot. Serangga pemakan daging akan mudah dia tangani.