Master Key

Master Key
Tujuh Menara Harta tingkat Pertama


__ADS_3

Zhu Xinxin dikepung puluhan manusia siluman, tapi dia tetap tenang. Jurus teleportasi benar-benar sangat membantu disaat seperti ini.


"Tarian Dewi Bunga: Kelopak kematian" Zhu Xinxin menari dengan indahnya, kelopak bunga hitam bertebaran. Lalu dengan satu kali kipas bunga-bunga terbang melesat dengan cepat menghantam manusia siluman.


Feng Qixui sedang fokus menebas setiap manusia siluman yang mengamuk. Tiba-tiba dia merasakan bahaya yang berasal dari belakangnya. Dia bergegas memasang tameng. Kemudian ratusan kelopak hitam meluncur kearahnya.


"Gadis gila, Apa kamu tidak bisa memberitahu jika mau menggunakan jurus itu? apa kamu sengaja ingin membunuhku?" Feng Qixui kesal.


"Bukannya kamu sendiri yang bilang tidak mempan jurusku?" Zhu Xinxin


"Gu'er, Tolong ajari gadis gila ini, jangang sampai mencelakai teman" Feng Qixui kemudian teleportasi mencari musuh lain


"Huufffttt...., kalian ini selalu berkelahi bila bertemu, akan ku beritahu kakek Zhu agar menjodohkan kalian berdua" Luo Gu. Hanya bisa geleng-geleng dengan sikap Zhu Xinxin dan Feng Qixui.


"Kak Gu, Jika kamu berani, aku tidak akan memaafkanmu" Zhi Xinxin.


Zheng Furu dan Fan Weili dan pendekar dari sekte gunung bunga persik bertarung dengan pendekar aliran hitam. Kekuatan pendekar dari gunung bunga persik memang tidak bisa diragukan, itu sebabnya sekte gunung bunga persik bisa menjadi salah satu sekte besar di kekaisaran Han.


"Kakak Zheng bagaimana disana?" Teriak Fan Weili


"Masih aman terkendali, usahakan incar pendekar yang sudah mencapai tahap pendekar suci" Zheng Furu.


Di sisi lainnya Thoilu dan beberapa anggota pengemis emas juga ikut dalam pertempuran. Semenjak penyerangan di sekte pedang tunggal Pengemis Emas yang selalu bersikap netral akhirnya menytakan diri masuk aliansi putih netral.


Tidak jauh dari Thoilu Wang Xuxing bersama dengan Gao Nian menikmati pertempuran bersama. Bahkan memuat Thoilu sedikit iri.


"Heiii..., kenapa kalian sempat-sempatnya bersikap mesra sambil bertarung" Thoilu


"Huhh..., Kamu hanya iri dengan kami" Gao Nian


"Haizz..., silahkan kalian lanjutkan kalau begitu" Thoilu.


"Hei.., apa kamu sedang mencari Meimei?" Wang Xuxing.

__ADS_1


"Haahhh..., Lupakan! salah satu dari tiga wanita gila itu, siapa yang ingin mencarinya" Thoilu berteriak


"Thoilu...! jangan pikir aku tidak mendengarmu" Teriak Fan Weili


Ralam pertempuran sengit tersebut, anggota Bayangan Suci mendapat perintah dari Lu Tian tentang pertempuran di perbatasan. Mereka segera memasuki dimensi gelang.


"Yinyin, Chen'er apakah di sana sudah terkendali?" Lu Tian


"Masih Belum, kami akan segera bergabung jika sudah selesai" Yin Meiyin


"Thoilu, Fan Weili ikut denganku. Yinyin jika di istana sudah terkendali segera menyusul. Sisanya tetap bantu aliansi" Lu Tian.


Thoilu dan Fan Weili segera berteleport mengikuti Lu Tian.


***


Tang In dan Tang Bixu masih memantau perlawanan yang di lakukan pasukan yang dipimpin Pangeran Yin Jun dan Jendral Wu. Menurut mereka dalam situasi sekarang masih tidak memerlukan mereka untuk turun tangan.


Namun situasinya berubah ketika mereka mendapat sebuah tekanan. Tang Bixu baru pertama merasakan tekanan seperti saat ini. Beda dengan Tang In yang sebelumnya pernah bertarung dengan Lu Tian.


"Tenang saja, aku juga ingin tahu seberapa kuat dia" Tang Bixu


"Akhirnya kita bertemu kembali, apa kalian sudah memikirkan ingin mati dengan cara apa?" Lu Tian.


Tang Bixu baru berbalik, Tebasan kuat menghantamnya hingga membuatnya terlempar jatuh ketanah hingga membentuk kawah kecil.


"Sial..., Dia..dia... sudah mencapai gerbang delapan" Tang Bixu kaget.


Tujuh Menara Harta memiliki tiga level. Masing-masing level memiliki tujuh pemimpin yang mengurusi bidang masing-masing. Level pertama: menara petama (Tang Bixu, pendekar Bumi enam), menara kedua (Tang In, pendekar Bumi empat), menara ketiga (Xipaolun, pendekar Bumi empat), menara keempat (Qin Shi, pendekar Bumi empat), menara kelima (Buxiang, pendekar Bumi satu), menara keenam (Song Ju, pendekar Bumi satu), menara ketujuh (Bong Qi, pendekar Bumi satu).


Tang Bixu jelas kaget, dia tahu bagaimana rasanya untuk bisa mencapai pendekar bumi gerbang enam seperti apa. Dan dia baru bisa memasuki tingkat Bumi setelah mendapat pengarahan pemimpin tujuh menara harta sepuluh tahun lalu. Tapi pemuda yang menyerangnya bisa memasuki tingkat bumi hanya dalam kurun waktu beberapa tahun saja.


Tang In yang melihat Tang Bixu terhempas cepat ke tanah tercengang. Dia sendiri tahu seberapa kuat kakaknya. Jelas dia semakin berkeringat dingin memikirkan musuh yang mereka hadapi lebih kuat.

__ADS_1


***


Di istana Yin Meiyin masih bertarung sengit dengan Qin Shi. Mereka sudah bertukar ratusan serangan, meskipun Qin Shi sudah terluka parah namun tidak mau menyerah.


"Apa kamu masih tidak mau menyerah?" Yin Meiyin


Sedangkan Qin Shi berdiri dan memuntahkan darah. Wajahnya semakin pucat, beberapa bagian tubuhnya terdapat luka sayatan dan tusukan pedang.


"Cihh..., Tidak ada kata menyerah. Apa kamu berpikir kamu mampu membunuhku?" Qin Shi lalu memecahkan kristal teleportasi. Setalahnya Qin Shi menghilang dari pandangan Yin Meiyin.


Qin Shi berhasil melarikan diri. Dia mulai beristirahat untuk menyembuhkan lukanya. Dia mencabut duri es yang menancap di punggungnya, kemudian mengalirkan Qi untuk menutup pendarahannya.


Qin Shi menelan beberapa pil dan menyalukannya untuk mengobati luka-luka yang dia derita. Tapi konsentrasinya terganggu karena seseorang berdiri di depannya.


"apa kamu sudah selesai menyembuhkan lukamu?" Yin Meiyin.


"Ka..ka..kamu, bagai mana bisa mengikutiku kemari?" Qin Shi benar-benar kaget Yin Meiyin bisa mengikutinya.


"apa kamu pikir kamu lari dengan cara teleportasi, dan saya tidak bisa melacak. Melawan pengecut sepertimu tentu aku harus pempersiapkan strategi lain bila kamu melarikan diri" Yin Meiyin.


"Sepertinya memang tidak ada cara lain" Qin Shi mengambil sesuatu dari kantongnya. Namun kantong tersebut membeku.


"Aku sudah tahu apa yang kamu pikirkan" Yin Meiyin.


Qin Shi mengambil pedangnya dan bergerak cepat menyerang Yin Meiyin. Yin Miyin juga sudah siap mengeluarkan tebasan jalan es.


'Trannggg...' 'traannggg' 'traannggg...' benturan demi benturan tercipta, menciptakan suara dan hempasan angin setiap kali berbenturan. Pohon-pohon di sekitarnya juga menerima sayatan-sayatan angin yang diciptakan dua pedang.


Qin Shi merasakan keanehan di sekujur tubuhnya. 3ntah mengapa dia merasa semakin kaku, dia mengalirkan Qinya untuk menghangatkan tubuhnya.


"Kurang ajar..., ternyata kamu juga diam-diam menyuntikan benih es abadi kedalam darahku" Qin Shi.


"Ohh.., kamu baru menyadarinya? tapi maaf kamu sudah terlambat" Yin Meiyin. Yin Meiyin menghilang dan muncul di belakang Qin Shi dan menyemburkan embun dingin kemudian menghilang lagi.

__ADS_1


Qin Shi bingung dengan perbuatan Yin Meiyin. Namun setelahnya kebingunganya terjawab. Qin Shi merasakan seluruh tubuhnya mengalami rasa sakit yang mengerikan. Perlahan dia mulai merasakan darah bergejolak. Beberapa detik berikutnya Qin Shi menyemburkan darah segar.


Qin Shi langsung tergeletak di tanah dengan bersibah darah. Yin Meiyin mengambil kantung penyimpanan dan juga pedang milik Qin Shi dan menyimpannya. Yin Meiyin memulihkan diri sebentar kemudian teleportasi menuju perbatasan. Tidak lama setelah Yin Meiyin pergi dari jasad tubuh Qin Shi keluar satusan duri es dan Qin Shi berubah menjadi patung es.


__ADS_2