
Pertarungan di Sekte Menara Bayangan akhirnya pecah. Ratusan manusia siluman dilepaskan, Lu Tian tidak segera meminta bantuan melainkan mengeluarkan seruling kematian.
Ratusan manusia siluman dan pendekar aliran hitam langsung berteriak kesakitan. Tampak dari telinga mereka mengeluarkan darah.
"Cepat mundur" Song Biun, Liu Fanxi, Mu Zi Bim dan semua tetua memerintahkan. Wajah mereka penuh dengan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka sudah melindungi pendengaran mereka untuk menahan efek seruling kematian, namun rasa sakit tetap mereka rasakan.
Dalam beberapa menit berikutnya kepala mereka yang tidak berhasil melarikan diri pecah. Mayat manusia siluman dan pendekar aliran hitam tergeletak dimana-mana.
Lu Tian segera melepaskan seruling kematian dan mengembalikan kestabilan pikirannya. Memakai seruling kematian benar-benar membuatnya merasakan bisikan jahat di otaknya. Semakin lama mengunakan jurus tersebut rasa haus membunuh semakin besar.
Pantas saja pemilik sebelumnya tidak menyarankan memakai pusaka ini hanya saat terdesak. Setelah memasukan seruling kematian ke penyimpanan. Lu Tian mengaktikan segel dimensi untuk membuka pintu-pintu tempat berkumpulnya pasukan aliansi putih netral.
Beberapa detik kemudian ribuan orang keluar dari pintu-pintu yang di buka Lu Tian. Mereka yang baru keluar dari pintu-pintu tersebut tercengang melihat ratusan mayat tergeletak dari segala arah.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?"
"Apakah dia melakukannya sendirian?"
"Benar-benar monster"
Beragan tanggapan mereka tercurah dalam hati, setelah melihat ratusan mayat didepan mata mereka. Lu Tian tidak perdulu apa yang ada dipikiran mereka. Lu Tian segera memerintahkan untuk bersiap-siap.
Song Biun yang merasakan Lu Tian sudah tidak sanggup memainkan seruling kematian akhirnya bernapas lega. Namun pandangannya segera tertuju ke beberapa pintu jalan kilat yang terbuka.
Dia melihat banyaknya pendekar dari beberapa sekte keluar dari jalan kilat. Awalnya dia masih sedikit santai sampai akhirnya beberapa pendekar bertopeng dengan jubah biru dan merah muda terbang ke sisi Lu Tian yang juga masih melayang di udara.
Seketika wajah para tetua sekte aliran hitam pucat. Satu pendekar yang bisa terbang saja sudah mampu menghabisi ratusan pasukan mereka. Apalagi saat ini ada tambahan sembilan orang lagi.
"Serang....!" perintah Lu Tian
__ADS_1
Pasukan aliansi putih netral bergerak maju menyerang. Para pendekar aliansi hitam tidak punya pilihan selain melawan. Song Biun memakai Palu Bintang dan di padukan dengan jurus neraka seribu lantai. Satu kali hantaman palu ke tanah semua orang dalam radius sepuluh meter darinya akan mengalami tekanan besar sehingga gerakannya melambat. Lalu muncul lidah-lidah api yang bergerak menyambuk setiap pendekar yang ada di radius tersebut.
Lu Tian mengamati jurus berbahaya yang di gunakan Song Biun segera bertindak. Lu Tian menghilang dan muncul di samping Song Biun. Song Biun menyerang Lu Tian dengan Palu Bintang.
Lu Tian segera merespon dengan memasang tameng dan menyerap efek Palu Bintang. Song Biun sedikit bingung karena kemambuan khusus palu bintang bisa diredam.
"Cih... masih punya jurus lain ternyata" Song Biun
"Apa kamu pikir hanya dengan Palu Bintang kamu ingin menguasai daratan Han?" Lu Tian lalu sebuah kilat bitu melewati leher Lu Tian dan melesat menuju Song Biun. Song Biun masih bisa menghindar tetapi pundaknya tetap terluka.
Pedang terbang dan pisau ilusi kembali mengincar pendekar-pendekar aliran hitam. Hanya ada jerita kesakitan saat pusak-pusaka tersebut berhasil melakukan tugasnya.
"Memiliki dua pusaka hebat, pantar saja kamu berani bersuara besar" Song Biun
"Hahahaha...., di pihak kami sudah memegang enam pusaka yang kalian cari, apa kalian masih berani membuat kekacauan" Lu Tian.
Dikejauhan seorang pendekar berkepala botak sedang memainkan tongkatnya dengan lincah, tongkat mampu memanjang sesuka hati. Saat ujung tongkat di hantamkan ke badan para manusia siluman. Manusia siluman seketika terdiam dan akar tumbuh dari tubuh manusia siluman.
Lu Tian segera terbang dan mengeluarkan Panah Energi namun nama sebenarnya ada Panah Tanpa Batas. Lu Tian Menarik panah dan memasukan Qi sesuai yang di butuhkan dan menembakannya ke langit.
Anak panah ukuran besar melesat cepat ke langit dan pecah menjadi ratusan anak panah yang mengincar para pendekar aliran hitam.
Song Biun melihat ratusan anak panah yang mampu bergerak mencari targetnya sendiri semakin muncul keraguan di hatinya.
Selesai melesatkan panah tersebut Lu Tin langsung menghilang dan muncul di belakang Song Biun. Satu tebasan langsung membuat Song Biun terlempar.
"Tarian Dewa: Seribu kelopak menari" ribuan cahaya menyerupai kelopak bunga muncul mengelilingi Lu Tian, lalu melesat cepat menuju Song Biun.
Song Biun memukulan Palu Bintang ke tanah, "Tameng Api Neraka". Muncul tembok api yang mengelilingi Song Biun.
__ADS_1
Song Biun Berhasi menghadang serangan Lu Tian tapi Lu Tian sekali lagi muncul di belakang Song Biun dan menebas tangannya yang sedang memegang Palu Bintang. Lengan Song Biun Putus dan mengucurkan banyak darah.
"Keparraat..., Bagaimana bisa kamu menembus tamengku?" Song Biun marah sambil menghentikan pendarahannya.
"Apa kamu mengerti saat ini kita berada di tingkat yang sangat jauh" Lu Tian lalu mengambil Palu Bintang.
"Pusaka seperti ini tidak layak ada di tangan jahat sepertimu" Lu Tian menambahkan. Lu Tian menebas Song Biun lagi.
Song Biun yang sudah pasrah, hanya bisa berharap bisa mati dengan cepat. Namun Tebasan Lu Tian ternyata di tahan seseorang.
"Ketua, segera hentikan pendarahanmu. Aku akan menahannya sebentar" Mu Zhi Bim.
"Sangat bagus, ada satu lagi yang bisa bermain dengaku" Lu Tian
"Aku pikir hanya orang daratan Tang dan Wei yang bisa melewati pendekar suci. Ternyata di tanah Han ada juga yang bisa" Mu Zhi Bim sambil terus bertahan menghadapi serangan Lu Tian.
"Aku ingin lihat pengalamanmu yang sudah berpetualang ke luar tanah Han" Lu Tian
Lu Tian menambah kekuatan kecepatan serangannya. Dalam sekali tebasan Mu Zhi Bim terlempar puluhan meter. Lu Tian melihat Mu Zhi Bim masih tergeletak tak bergerak, Lu Tian segera mendekati Mu Zhi Bim.
Seribu jarum meluncur, kearah Lu Tian. Lu Tian hanya diam, sedangkan jarum-jarum sama sekali tidak bisa menyentuh Lu Tian.
"Apa kamu pikir mainan kecil ini berguna?" Lu Tian
"Ja..jangan..jangan, itu baju sisik berlian?" Mu Zhi Bim
"Kenapa kamu masih bertanya sesuatu yang tidak penting, pikirkan nyawamu saat ini. Kamu ingin mati dengan cara apa?" Lu Tian
Seketika Mu Zhi Bim merinding, bagaikan mendengar suara malaikat kematian menyapanya. Sebuah tebasan di layangkan Lu Tian dan membuat sebelah lengan Mu Zhi Bim. Suara jerit mengerikan menggema.
__ADS_1
Lu Tian berbalik melihat kearah Song Biun yang sudah mulai pulih. Mu Zhi Bim merasa ada kesempatan segera bangkit ingin melarikan diri. Tapi Lu Tian sudah menghilang dari pandangannya.
Mu Zhi Bim bingung kemana perginya Lu Tian, tidak lama kemudian Bing Kun datang dan menyerang Song Biun dan Ketua Liang datang menyerang Mu Zhi Bim.