Master Key

Master Key
Hutan Kematian


__ADS_3

Lu Tian kembali ke sekte untuk melaporkan misi. sesampainya di sekte pedang bayangan Lu Tian mendapatkan informasi baru mengenai aliansi sekte aliran hitam yang berhasil mendapatkan pusaka Palu Bintang dan kitap neraka 1000 lantai setelah berhasil menghancurka 2 sekte kecil yang mengasingkan diri sekte matahari emas dan sekte Bintang perak.


dari beberapa tulisan di gua gunung harapan. Lu Tian mendapat sedikit petunjuk dimana lokasi penyimpanan kitap dan pusaka tersebut. pusaka tersebut di simpan di beberapa tempat. dimana di kekaisaran tersebut terdapat beberapa sekte dan keluarga kuno, di kekaisaran Tang Panah tanpa batas di simpan oleh keluarga Lu dan sekarang dimiliki Lu Tian yang menginspirasi terciptanya panah energi, di kekaisaran Wei ada pusaka pedang terbang yang ada di sekte Kuda terbang dan sekarang di tangan Lu Tian, sedangkan sisanya ada di kekaisaran Han yaitu gunung bunga persik, pulau es, Lonceng emas, racun suci lalu pecah menjadi racun murni dan lentera emas sekarang di tangan Lu Tian, sekte pedang ganda, Bintang perak, matahari emas, Keluarga Chu, dan keluarga Long


nasip keluarga yang menyimpan rahasia pusaka dan kitap ini sudah tidak ada. yang tersisa hanya generasi yang tidak tahu menahu tentang pusaka. biasanya karena kepala keluarga yang memilih mati bersama rahasia tanpa mewariskan ke keturunanya


***


malam hari rapat sekte di kediaman ketua Liang. Lu Tian menceritakan tentang sekte kuno menyimpan pusaka yang sedang dicari aliran hitam.


"Tian'er bagaimana jika minggu depan kita berangkat menuju sekte gunung bunga persik, kebetulan akan ada rapat aliansi putih netral. sekalian kita membahas pembangunan jalur khusus" Luo Xin


"baik guru, tapi sebelum kita kesana mungkin kita bisa mampir lebih dulu ke hutan kematian" Lu Tian


"Hutan kematian???, sebaiknya kamu tidak kesana Tian'er. tidak ada yang berhasil keluar dari hutan kematian" tetua He


"tetua He, saya tetap harus ke sana. karena giok peta ini bersinar ketika aku melintas di atas hutan kematian" Lu Tian


"ini apa kamu tidak salah lihat?" ketua Liang


"saya sangat yakin, apa tetua sekalian pernah mendengar cerita asal usul hutan kematian?" Lu Tian


"yang kami tahu, banyak orang yang masuk terlalu dalam ke dalam hutan, tidak ada yang pernah kembali" Luo Xin


setelah beberapa kali memberi alasan akhirnya Lu Tian di beri izin ke hutan kematian.


beberapa hari berlalu, Lu Tian dan Luo Xin sampai di desa terdekat dengan hutan kematian. sebelum melanjukan perjalanan, mereka terlebih dahulu pergi ke rumah makan, sekaligus mencari informasi yang menarik. tidak jauh dari gerbang desa Lu Tian melihat seorang pengemis sedang tergeletak sehabis dipukuli beberapa pendekar. Lu Tian segera membangunkan pengemis tersebut dan mengobatinya dan memberi 10 keping emas. Lu Tian memang tidak kekurangan emas, di daratan huming Lu Sean memberikan jutaan keping emas dan perak. barang- barang tetsebut adalah peninggalan kebudayaan jaman dulu sebelum Norland hancur selain itu benda- benda tersebut biasanya jatuh dari gunung tanpa batas yang biasanya puluhan tahun sekali akan ada barang, uang, pusaka, atau jasad yang jatuh dari gunung tanpa batas


"apa kalian tau semalam ada lagi kelompok yang masuk ke hutan kematian? sepertinya nasipnya akan sama dengan orang- orang sebelumnya"

__ADS_1


"tapi kabarnya ada pusaka di sana"


"ada juga yang lihat bangunan kuno"


"kalian ini bagaimana! yang masuk ke sana itu tidak pernah kembali. itu artinya kabar tersebut bohong"


"hahahah...., pasti kalian dengar cerita pengemis gila yang mengaku- ngaku selamat dari hutan kematian"


"guru, apa kamu mendengar ada orang gila yang mengaku bisa keluar dari hutan kematian" Lu Tian


"ya, sebaiknya kita mencari orang itu" Luo Xin


Lu Tian dan Luo Xin bergegas pergi mencari orang gila yang di maksud namun tidak ketemu, orang- orang yang di tanyai Lu Tian mengatakan semua pengemis menceritakan hal serupa dan ada puluhan pengemis yang datang ke desa ini kemudian pergi ke kota terdekat.


saat akan melangkahkan kaki untuk pergi seorang pengemis menghampiri Lu Tian.


"ahh... kakek pengemis bagaimana kondisi kakek sekarang" Lu Tian


"anak muda kamu belum menjawab petanyaanku"


"maaf, kami ingin mencari sesuatu di dalam sana. karena petunjuk yang saya dapatkan mengarahkanku kesana" Lu Tian


"namaku Chu Baihi, kalau boleh tau siapa namamu anak muda?" Chu Baihi


"Nama saya Lu Tian dan ini guru saya Luo Xin" Lu Tian memperkenalkan diri


"ikutlah denganku nak, aku akan menceritakan semua yang ku ketahui tentang hutan kematian" Chu Baihi


di dalam hutan yang dipenuhi hawa membunuh yang pekat. semakin dekat dengan area larangan semakin tidak ada kehidupan yang terasa.

__ADS_1


"apa guru juga merasa tidak ada sama sekali binatang di sini" Lu Tian


"Ya, menurut kakek burung juga ada seauatu yang tidak beres, tadi dia memperingatkanku berkali- kali" Luo Xin.


"menurut kakek chu hanya orang yang tidak mampu mendengar yang bisa memasuki area ini" Lu Tian


"bisa jadi ada orang yang menggunakan seruling kematian untuk mengusir semua orang yang ada disini" Luo Xin


Lalu giok peta yang di pegang Lu Tian tiba- tiba berainar dan muncul energi yang mengelilingi Lu Tian. Lu Tian merasa sangat hening, bahkan suara langkah kaki Luo Xin tidak terdengar. Lu Tian memperhatikan Luo Xin yang tiba- terdiam dan berusaha menahan pendengarannya


"Tian'er tutup telingamu. suara ini sangat menyakiti teling" Luo Xin berteriak sambil menutup kedua telinganya. tapi Lu Tian hanya memandangi tanpa bereaksi apa- apa


Merasa ada yang aneh, Lu Tian segera membawa kembali Luo Xin ke area batas aman.


" guru sekarang saya tau apa fungsi giok ini, dengan giok ini kita bisa terlindungi dari suara yang guru dengar" Lu Tian


"tapi kita hanya punya 1 buah giok saja" Luo Xin


"itu mudah guru, saya bisa membuat duplikatnya" Lu Tian


Lu Tian mengeluarkan sebuah giok dan peralatan ukirnya. lalu melihat formasi yang ada di giok kemudian membuat formasi serupa di giok milik Lu Tian.


"sekarang sudah jadi, ayo kita berangkat lagi" Lu Tian


dengan bantuan giok tersebut. Lu Tian berhasil sampai di sebuah reruntuhan, lalu ada 8 buah tiang dan di atas tiang terdapat terompet yang masing masing lubang tiupnya menghadap 8 mata angin. ketika angin berhembus suara yang dihasilkan membuat orang yang mendengar mengalami halusinasi dan kedua gendang telinganya pecah.


di bawah tiang terdapat sebuah batu dengan huruf kuno. Lu Tian menyadari bahwa tempat ini dulunya adalah kediaman keluarga Chu. namun suatu hari keluarga ini hancur di serang oleh manusia barbar yang di sebut suku Xuja, suku yang mampu mengendalikan siluman dan hewan.


kepala keluarga Chu memerintahkan membuat tiang terompet kematian dan mengurung suku Xuja agar tidak bisa keluar dari lembah kematian.

__ADS_1


__ADS_2