
Sudah dua hari pengamatan yang dilakukan terhadap selir Zhu Qian. Tapi belum ada terlihat keanehan apapun. Sampai suatu malam Jendral Hou menemukan tampilan pengamatan di rumah Zhu Qian. Memperlihatkan sesosok wajah yang tidak asing.
Dengan adanya bukti ini sudah jelas bahwa adanya konspirasi antara Zhu Qian dan pangeran Yin Hongli. Jendral Hou bergegas mengepung kediaman selir Zhu Qian namun pangeran Yin Hongli ternyata dilindungi dua pendekar suci aliran hitam. Saat Lu Tian mendapat informasi tersebut Pangeran Yin Hongli sudah berhasil melarikan diri. Dan selir Zhu Qian ditemukan tewas dibunuh Pangeran Yin Hongli.
Dua hari kemudian kabar penyerangan benteng Air Utara bergejolak. Penyerangan yang dilakukan tentara kekaisaran Wei di terima oleh Kaisar. Kaisar langsung mengirimkan sepuluh ribu tentara untuk berperang di perbatasan utara.
Bersamaan dengan kabar akan terjadinya peperangan Lu Tian juga menerima kabar dari tikus dan burung pengintai pasukan aliran hitam yang akan bersiap menyerang istana. Dan saat ini berada di salah satu sekte aliran hitam di rawa seribu ular.
tikus sangat sulit keluar area tersebut karena banyaknya ular yang siap memangsa mereka. Untungnya tikus bisa menyelinap ke salah satu kereta yang menuju ke salah satu desa terdekat sehingga dia bisa mengirim informasi.
Lu Tian bersama pasukan aliansi putih netral langsung mendiskusikan masalah ini. Empat sekte besar mengirimkan masing-masing lima ratus orang. Sehingga mereka mempunyai pasukan sekitar di tambah lima ratus dari sekte pedang bayangan. Total keselurahan pasukan yang di miliki aliansi putih netral kurang lebih tiga ribu lima ratus orang, cukup mengimbangi aliansi hitam yang memiliki anggota enam ribu orang. Tapi yang harus di antisipasi adalah delapan ratus pasukan manusia siluman.
Anggota bayangan suci juga sudah bersiap. Lu Tian sudah siap mengatur strategi, rencanya besok pagi Lu Tian akan bergerak menuju lokasi musuh. Sedangkan Anggota banyangan suci akan membuka jalan kilat saat Lu Tian mengirimkan sinyal.
***
Di sekte menara bayangan tetua aliansi hitam dan pendekar dari organisasi tujuh menara Harta sedang makan bersama, wajah mereka dipenuhi rasa senang. Mereka yakin dengan bantuan tujuh menara harta mereka pasti akan meraih kemenangan.
"Ketua, persiapan sudah selesai. Kapan kita mulai berangkat?" Hang Jun
"Kita akan berangkat pagi ini" Song Biun
"Siap Ketua" Hang Jun
Kelompok aliran hitam segera bergerak, namun mereka terkejut saat sampai di gerbang sekte Menara Bayangan seorang pria bertopeng berdiri tegak tanpa rasa takut.
"Sepertinya ada yang ingin mengantar nyawa kemari"
"Dia kira bisa mengalahkan kami semua"
__ADS_1
Beberapa pendekar aliran hitam mulai meremehkan. Namun Song Biun tau pendekar di depannya bukanlah lawan yang mudah. Karena dia sudah mendapat informasi dari Tang In mengenai pendekar Bumi yang ada di kekaisaran Han.
"Kalian jangan meremehkan, Orang itu tidak mudah di hadapi" Song Biun
"Ketua, Bagaimana langkah selanjutnya?" Liu Fanxi
"Menyerahlah, Jika kalian masih berkeras. Akan kujadikan Hutan ini sebagai kuburan kalian" Lu Tian berbicara dengan menambahkan Qi hingga menggema dan bisa di dengar oleh seluruh pasukan musuh. Mereka yang masih di tingkat pendekar raja merasakan telinganya mendengung dan sakit kepala setelah mendengar suara Lu Tian berbicara.
"Semua bersiap. Tujuh tetua kalian maju serang dia, gunakan kristal siluman" Song Biun
Ketujuh tetua sekte menara bayangan langsung memakan kristal siluman dan melaju menuju Lu Tian. Setiap tetua merupakan pendekar suci gerbang satu dan dua.
Lu Tian hanya tersenyum memandang tujuh orang yang melaju menyerangnya. Saat tetua pertama sudah dekat dengan Lu Tian. Sebuah kilat biru langsung menembus jantung tetua pertama. Enam tetua lainnya langsung mencoba menjaga jarak dan waspada.
Pedang terbang yang sudah di isi dengan kristal alam hitam memiliki kekuatan dan kecepatan lima kali dari saat dulu masih memakai energi kristal alam biru. Setelah menembus jantung tetua pertama, pedang terbang langsung mengincar salah satu tetua yang waspada karena serangan mendadak.
Tiga tetua tidak mati namun Luka dalam akibat tertusuk pisau sangat besar. pisau-pisau yang menancap melesat mencabut diri. Fokus ketiga tetua aliran hitam yang tertusuk pisau teralihkan dan tidak menyadari ada satu pisau lagi sudah siap memutus tenggorokan mereka. Tiga kepala tetua tersebut langsung jatuh ke tanah.
Tiga tetua yang tersisa panik, karena empat orang tetua yang sudah memasuki pendekar suci bisa mati dengan mudah oleh pusaka yang mampu bergerak sendiri. Tapi kepanikan mereka justru menjadi bumerang. Karena pedang terbang melaju cepat menembus jantung ketiga tetua tersebut satu persatu.
Pendekar aliran hitam mulai gemetar. Tidak menyangka hanya dengan pusakanya saja sudah mampu menghabisi tujuh orang pendekar suci.
Salah seorang pendekar yang menjadi pemimpin pasukan marah. Dia melihat kematian gurunya dengan mata kepala sendiri.
"Dia membunuh guru kita, serang...!" Tanpa aba-aba Ketua Song Biun dia memerintah anggotanya menyerang Lu Tian. Semua anggotannya memakan kristal siluman melewati aturan. Seketika itu lima puluh orang mengamuk dan menyerang ke arah Lu Tian.
Lu Tian hanya tersenyum melihat tindakan orang-orang bodoh tersebut. Lima puluh orang melesatkan serangan membabi buta ke arah Lu Tian. Namun Lu Tian hanya diam tidak bergeming. Tebasan-tebasan mengandung ryo menghantam Lu Tian hingga menciptakan debu-debu dan ledakan-ledakan.
Pedang terbang dan Pisau ilusi melesat cepat menyerang kelompok yang sudah lepas kendali tersebut. Sedangkan Song Biun kesal terhadap tindakan yang menurutnya percuma.
__ADS_1
"Dasar orang-orang bodoh..." Song Biun
"Ketua, sekarang Bagaimana? apa kita harus melepaskan para manusia siluman untuk mengacaukan fokuanya?" Liu Fanxi
"Lakukan" Song Biun
Saat debu-debu menghilang Lu Tian masih berdiri tidak bergerak dan tanpa luka sedikitpun. Bahkan pakaian yang di kenakan tidak ada kerusakan sedikitpun.
Melihat hal tersebut para pendekar aliran hitam ketakutan. Namun perintah selanjutnya dari Liu Fanxi membuat mereka sedikit memiliki harapan. Setidaknya manusia siluman yang akan menjadi lawan pendekar hebat tersebut.
***
Di istana, Kaisar Yin Song masih berbicara dengan para menteri dan Jendral Hou mengenai penyerangan pasukan kekaisaran Wei. Dari laporan Jendral Hou pasukan masuh belum bisa menembus pertahanan benteng air utara, Karena benteng air utara sudah di lengkapi persenjataan yang di beli dari sekte pedang bayangan.
Dengan adanya sepuluh tower yang dilengakapi panah energi besar dan pasukan pemanah yang menggunakan panah energi. Membuat pasukan kekaisaran Wei benar-benar kesulitan. Korban di pihak kekaisaran Han juga sedikit.
Di tengah rapat salah satu menteri tiba-tiba menyerang Kaisar Yin Song. Beruntung pusaka yang diberikan Lu Tian berhasil melindungi Kaisar.
Jendral Hou dan pasukan pelindung kaisar bergegas keluar dan melindungi Kaisar dan beberapa menteri. Namun justru beberapa menteri tersebut justru menyerang pasukan penjaga.
Dan beberapa pasukan yang bertugas di istana masuk dan mengepung Kaisar dan juga menteri. Salah satu orang yang masuk adalah Yin Hongli.
"Dasar anak durhaka, aku tidak akan melepaskanmu kali ini" Yin Song
"Ayah, sepertinya kamu tidak melihat situasi, semua pasukan yang ada di sini adalah orangku" Yin Hongli
Kemudian seiorang Komandan penjaga yang juga orang kepercayaan Jendral Hou masuk dan berlutut di depan pangeran Yin Hongli
"Lapor pangeran, situasi sudah aman terkendali. Jendral Wu dan pangeran Yin Jun masih berada di Benteng Air Utara, pangeran Yin Sun sudah kami isolasi. Kami pastikan tidak akan ada yang tahu keadaan di sini" Komandan Mu Liau
__ADS_1